cover
Contact Name
Mita Yuniati
Contact Email
mitayuniati@unesa.ac.id
Phone
+6285736219539
Journal Mail Official
mitayuniati@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Gedung A3 Lt. 2, Fakultas Teknik - Universitas Negeri Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Online Tata Busana
Jurnal Online Tata Busana berisi hasil penelitian bidang Fesyen baik di kependidikan maupun non kependidikan. Focus and Scope: - Pendidikan Tata Busana - Fesyen - Tekstil - Kriya tekstil - Teknologi menjahit - Pola Busana - Manajemen dan Kewirusahaan Fesyen
Articles 498 Documents
Penerapan Metode Latihan Pada Motif Hias Dasar Jumputan Dengan Teknik Pewarnaan Dingin Dalam Pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan Siswa SDN Sumokembangsri 1 Balongbendo ZULFA, INDANA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Online Tata Busana Pebruari 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v3i1.6935

Abstract

Abstrak Penguasaan standar kompetensi membuat motif hias dasar jumputan, di SD Negeri Sumokembangsri I Balongbendo pada tahun ajaran 2012-2013 memiliki ketuntasan belajar rendah yaitu 65%. Hal ini disebakan karena metode yang diterapkan berupa penjelasan atau ceramah dan demonstrasi. Maka dari itu, diperlukan penerapan metode yang tepat sesuai materi bahan ajar dan kondisi siswa, yaitu metode latihan. Metode latihan ini sangat cocok diterapkan pada pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural karena cara pengajarannya dilakukan tahap demi tahap sehingga diharapkan hasil kerja siswa harus tuntas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas guru, dan mengetahui aktifitas siswa serta mengetahui hasil belajar siswa dalam menerapkan metode latihan membuat motif hias dasar jumputan dengan teknik pewarnaan dingin dalam pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan. Peneltian ini merupakan penelitian deskriptif. Subyek penelitiannya adalah pada siswa kelas V SD Negeri Sumokembangsri I Balongbendo. Jumlah siswa sebanyak 27 siswa. Sedangkan obyek penelitiannya yaitu aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa. Teknik pengambilan data menggunakan observasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian menyatakan bahwa : Keterlaksaan metode latihan dapat dikategorikan sangat baik, ditinjau dari aktivitas guru selama penerapan metode latihan menunjukkan hasil yang mencapai 93,04%. Sedangkan ditinjau dari aktivitas siswa mencapai 91,56%. Ketuntasan belajar siswa sebesar 92%. Jadi, penerapan metode latihan pada kompetensi dasar membuat motif hias dasar jumputan pada siswa kelas V di SD Negeri Sumokembangsri Balongbendo dapat dikatakan berhasil (tuntas). Kata kunci: Metode Latihan & Kompetensi Dasar Membuat Motif Hias Dasar Jumputan Abstract Mastery of standards of competence make jumputan decorative motifs, made basic competence test in SD Negeri 1 Sumokembangsri Balongbendo 2012-2013 have a low passing grade is 265%. This is because the learning model is applied in the form of an explanation or lecture and demonstration. Therefor, the necessary aplication of training methods appropriate teaching materials and the condition of the student, the metohod of direct practice. This learning method is very suitable to be applied on declarative knowledge and prosedural knowladge because learning how to do step by step so that student work is expected to be completed. This research is descriptive. The subject of his research is in the fifth grade students of SD Negeri Sumokembangsri I Balongbendo. The number of students by 27 students. Date collection techniques used observation and tests. Analysis using quantitative descriptive analysis technicques with percentages. The study states that : Doid learning models can be considered very good , in terms of the activities of teachers during the implementation of learning model show that the result reached 93,04% , while in terms of student activity reached 91,56% . Mastery learning student by 92% . Thus , the aplication of training methods directly on the basis of competence make jumputan motif in class V in SD Negeri 1 Sumokembangsri Balongbendo was succsessful ( completed ) . Keywords: Direct & Exercise Methods to Make Basic Competence Motive Groovy.
Perbedaan Hasil Jadi Batik Lukis Pada Kain Lycra EKA R., ENDAR
Jurnal Online Tata Busana Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Online Tata Busana Pebruari 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v3i1.6939

Abstract

Abstrak Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil jadi dan perbedaan hasil jadi batik lukis pada kain lycra. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan metode pengumpulan data observasi dengan instrumen penelitian daftar ceklist terhadap 30 responden yang terdiri dari 4 dosen dan 26 mahasiswa. Teknik analisis data menggunakan analisis uji T (t-test) yang menggunakan perhitungan statistik program SPSS 15 dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Hasil jadi batik lukis pada kain lycra dengan komposisi Spandex 55,12%, Rayon 44,88% mendapatkan kategori baik pada aspek daya serap warna motif, sedangkan kategori cukup baik terdapat pada aspek daya serap warna dasar, hasil jadi motif remekan, dan hasil jadi isen-isen batik. Hasil jadi batik lukis pada kain lycra dengan komposisi Spandex 51,20%, Rayon 48,80% memiliki kategori baik pada aspek daya serap warna dasar, daya serap warna motif dan hasil jadi motif remekan, sedangkan kategori cukup baik terdapat pada aspek hasil jadi isen-isen batik. Untuk perbedaan hasil jadi batik lukis pada kain lycra dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pada aspek daya serap warna dasar dan hasil jadi motif remekan. Hasil terbaik pada kain lycra dengan komposisi Spandex 51,20%, Rayon 48,80%, karena rayon lebih banyak dan kain lebih tipis. Sedangkan untuk aspek daya serap warna motif dan aspek hasil jadi isen-isen batik tidak ada perbedaan. Kata kunci: batik lukis,dan kain lycra Abstract To the effect be done observational it is subject to be know result so and the difference result becomes to batik paint on cloth lycra . This observational type is observational experiment by use of observation data collecting method with instrumental observational list ceklist to 30 consisting of respondent 4 lecturers and 26 college students. analisis's tech data utilizes analisis quiz t (t test) one that utilize statistic count programs SPSS 15 by signifikan's levels 5%. This observational result can be concluded that Result becomes to batik paint on cloth lycra with Spandex's composition 55,12%, Rayon 44,88% get categories well on colour absorbing power aspect motif, meanwhile category just fine available on primary colour absorbing power aspect, result becomes motif remekan, and result becomes isen isen batik. Result becomes to batik paint on cloth lycra with Spandex's composition 51,20%, Rayon 48,80% have categories well on primary colour absorbing power aspect, motifs colour absorbing power and result become motif remekan, meanwhile category just fine available on yielding aspect so isen isen batik. To the difference result becomes to batik paint on cloth lycra can be concluded that there is difference on primary colour absorbing power aspect and result becomes motif remekan. Best result on cloth lycra with Spandex's composition 51,20%, Rayon 48,80%, since more rayon a lot of and flimsier cloth . Meanwhile for colour absorbing power aspect motif and result aspect becomes isen isen no difference batik. Key word: batik draws, and cloth lycra
Penerapan Model Pembelajaran Langsung Pada Keterampilan Pembuatan Boneka di Kelas-VII SMP Negeri 32 Surabaya IRSALINA, DENIA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Online Tata Busana Pebruari 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v3i1.6942

Abstract

Abstrak Model pembelajaran langsung adalah suatu pendekatan pengajaran yang dapat membantu siswa mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh informasi yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah. Oleh karena itu sangat tepat di gunakan untuk kelompok mata pelajaran yang bersifat praktik seperti keterampilan membuat boneka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: aktifitas guru dan siswa serta untuk mengetahui hasil belajar membuat boneka. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas VII SMP Negeri 32 Surabaya. Jumlah siswa sebanyak 37 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimen semu, sedangkan pengambilan data dilaksanakan dengan menggunakan serangkaian observasi aktifitas guru dan aktifitas siswa selama proses pembelajaran langsung dan hasil belajar siswa membuat boneka. Teknik analisis data untuk aktifitas guru menggunakan rata – rata dan untuk siswa menggunakan pesentase sedangkan hasil belajar keterampilan membuat boneka dikatakan berhasil tuntas jika memperoleh nilai (ketuntasan belajar klasikal) adalah 75% dari semua populasi siswa. Sedangkan ketuntasan individu minimal 70% dari tujuan instruksional. Dari hasil analisis data yang telah di peroleh sehingga dapat disimpulkan secara keseluruhan aktivitas guru dalam pengelolaan kegiatan belajar mengajar pada penerapan model pembelajaran langsung keterampilan pembuatan boneka berdasarkan pengamatan yang di lakukan oleh dua observer menunjukkan hasil dari rata – rata keseluruhan aspek yang di amati yaitu sebesar 4, dapat dikategorikan sangat baik. Aktivitas siswa dalam pengelolaan model pembelajaran langsung keterampilan pembuatan boneka berdasarkan pengamatan yang di lakukan oleh dua observer menunjukkan hasil prosentase mencapai 97,6%, dapat dikategorikan sangat baik. Rata – Rata nilai hasil belajar siswa adalah 91,3.jumlah ketuntasan siswa yaitu sebanyak 35 siswa di nyatakan tuntas dan 2 siswa di nyatakan tidak tuntas, prosentase ketuntasan belajar secara klasikal mencapai 94,6%. Kata kunci: Model pembelajaran langsung, aktivitas guru, aktivitasa siswa dan keterampilan pembuatan boneka. Abstract Direct instructional model is an approach to teaching that can help students learn the basic skills and obtain information that can be taught step by step. It is therefore very precise in use for a group of subjects who are practices such as doll making skills. The purpose of this study was to determine: activities of teachers and students as well as to find out the results of learning how to make a doll. The subject of research is a class VII student of high school class - VII first state 32 surabaya. The number of students by 37 students. This study is a quasi experimental study, while data collection is implemented using a series of observations and teacher activities of student activity during the learning process of students' learning outcomes directly and make dolls. Data analysis techniques for teachers to use average activity - for average and use pesentase student learning outcomes while making skills successfully completed if the doll is said to derive value (mastery learning classical) is 75% of all student populations. While individual mastery of at least 70% of the instructional objectives. From the analysis of the data that has been obtained it can be concluded that the overall activity of the teacher in the management of teaching and learning activities on the application of direct instructional model doll-making skills based on observations done by two observers show the results of the average - average in the overall aspect observed is equal to 4 , can be considered very good. Student activity in the management of direct instructional model doll-making skills based on observations done by two observers show the results of the percentage reached 97.6%, can be considered very good. Averages value of student learning outcomes is 91.3. Completeness student number as many as 35 students in states completed and 2 students in an incomplete state, the percentage of mastery learning in classical reached 94.6%. Key words: Direct learning model, activity teacher, student activities and doll making learning outcomes.
Pengaruh Frekuensi Pencucian Dengan Menggunakan Lerak (Sapindus Rarak De Candole) Pada Ketajaman Warna Batik Dulit Gresik AYU PIPUTRI, DEBRITA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Online Tata Busana Pebruari 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v3i1.6944

Abstract

Abstrak Batik memerlukan perawatan khusus agar warna tetap terlihat awet, tidak pudar dan tahan lama. Perawatan kain batik dapat dilakukan dengan 4 cara yaitu pada saat proses pencucian, menjemur, merendam dan penyimpanan. Penelitian ini memfokuskan pada proses pencucian kain batik, karena proses pembuatan dan pewarnaan dilakukan secara tradisional tanpa menggunakan mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi pencucian dengan menggunakan lerak pada ketajaman warna batik Dulit Gresik yang meliputi aspek kepudaran warna dasar dan kepudaran warna motif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan variabel bebas: frekuensi pencucian sebanyak 1x, 3x, 5x, 7x, 9x, 11x, 13x, 15x, 17x, dan 19x. Variabel control adalah jenis lerak, jenis kain batik, volume air, volume sari lerak, teknik pencucian. Variabel terikatnya adalah ketajaman warna batik dulit Gresik meliputi aspek kepudaran warna dasar dan kepudaran motif. Metode pengumpulan data yaitu metode observasi yang dilakukan oleh 30 observer dengan lembar instrumen skala chek list. Analisis data menggunakan anava tunggal dengan program SPSS 18. Berdasarkan hasil anava, didapat bahwa terdapat pengaruh signifikan frekuensi pencucian antara 1x, 3x, 5x, 7x, 9x, 11x, 13x, 15x, 17x dan 19x. Pengaruh tersebut dapat dilihat dari aspek yang diteliti yaitu aspek kepudaran warna dan kepudaran motif. Frekuensi pencucian 1x sampai 7x menunjukkan hasil ketajaman warna terbaik dibandingkan dengan frekuensi selanjutnya. Pada frekuensi pencucian 9x sampai 19x sudah mengalami kepudaran warna bisa jadi dikarenakan disebabkan oleh volume air, volume sari lerak dan cara menguceknya yang salah hal ini sesuai sebagaimana teori daya tahan luntur warna berkurang terhadap pencucian yang berulang-ulang. Kata kunci: Frekuensi Pencucian, Ketajaman Warna, Batik Dulit Gresik. Abstract Batik required special treatment for color looked lasting, not to fade and durable. Batik fabric treatment can be performed in four ways, those are at washing process, drying, soaking, and storing. This research focus of process batik washing, because it production process and coloring conducted traditionally without machine. This research aimed to know the effect of washing frequent using lerak on color sharpness of Dulit batik of Gresik including aspects of base color fading and motif color fading. This research was experimental research with independent variables were washing frequent: 1x, 3x, 5x, 7x, 9x, 11x, 13x, 15x, 17x, and 19x. Controlled variables were variety of lerak, type of batik fabric, water volume, lerak essence volume, washing technique. The dependent variable was color sharpness of Dulit batik of Gresik including aspects of base color fading and motif fading. Data collection method was observation which performed by 30 observers with instrument sheet of scaled check list. Data analysis used one way anava by using SPSS 18 program. The influence can be seen from the aspects studied were fading aspect of motive. Frequency of washing 1x to 7x shows the best color acuity outcomes compared with the next frequency. At frequencies up to 19x 9x laundering has experienced color fading can because due to the volume of water, juice volume lerak and rubbed the wrong way this is appropriate as the theory of color fastness to washing less repetitive. Keywords: washing frequent,color sharpness,dulit batik of Gresik.
Pembelajaran Langsung Ditunjang Media Video Pada Kompetensi Membuat Pola Dasar Badan Atas Teknik Draping di Kelas X Busana Butik 2 SMKN 6 Surabaya OKTAPIANI, NILA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Online Tata Busana Pebruari 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v3i1.6958

Abstract

Abstrak Pembelajaran pada dasarnya adalah interaksi hubungan antara guru dengan siswa. Dalam peristiwa tersebut terjadi proses stimulus dari guru mendapat respon siswa. Dalam pembelajaran langsung guru melakukan demonstrasi ditunjang dengan media, siswa berlatih secara terbimbing dalam usaha menyerap materi untuk mencapai kompetensi tertentu. Membuat pola dengan teknik draping harus dilakukan tahap demi tahap, agar siswa dapat lebih memahami dan dapat sesuai dengan teknik kinerja yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa, hasil belajar, dan respon siswa pada kompetensi membuat pola dasar dengan teknik draping. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subyek dalam penelitian adalah siswa kelas X Busana Butik 2 di SMKN 6 Surabaya. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, tes, dan quesioner (angket). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah prosentase. Hasil penelitian pembelajaran langsung ditunjang dengan media video pada kompetensi membuat pola dasar badan atas teknik draping adalah sebagai berikut: Aktivitas guru secara total mendapatkan kriteria “sangat baik” (96,77%). Rincian prosentase kegiatan awal (97,90%), kegiatan inti (96,67%), kegiatan akhir (100%), pengelolaan pembelajaran (93,75%), dan suasana kelas (95,85%). Aktivitas siswa dalam pembelajaran mendapat kriteria “sangat baik” dengan prosentase (98,4%). Hasil belajar siswa dicapai dengan kriteria “tuntas belajar” (92,6%) dan (7,40%) siswa yang belum “tuntas” belajar, Sedangkan hasil respon siswa merespon “sangat baik” pada pembelajaran langsung ditunjang media video dengan hasil (99,2%), ini berarti bahwa pembelajaran langsung yang ditunjang dengan media video dapat meningkatkan pemahaman dan kinerja siswa sesuai dengan proses belajar mengajar yang tersirat didalam instrumen angket respon. Kata kunci: pembelajaran langsung, media video, pola teknik draping. Abstract Learning is essentially an interaction relationship between teachers and students. In the event of the stimulus process occurs from teacher gets student response. Direct instruction in a teacher do demonstration supported by media, students practice in misguided social interactions in an attempt to absorb the material to reach certain competencies. Make a pattern with draping techniques should be made gradually, so that students can better understand and be in accordance with a systematic performance techniques. This study aims to describe the activities of teachers and students, learning outcomes, and student response on the competences make the basic pattern with draping techniques. Type of this research is descriptive research. The subjects in the study are grade the X boutique fashion 2 at SMKN 6 Surabaya. Data collection is done by the method of observation, tests, and quesioner. Data analysis techniques used in this research is the percentage. Research results direct instruction supported by media video on the competence making basic pattern draping technique of the upper body was as follows: the activity of the teacher in total get “very good” criteria (96,77%). The details of the percentage of initial activities (97,90%), core activity (96,67%), activities of the late (100%), learning management (93,75%), and the classroom cindition (95,85%). The activity of the students in the study got “very good” criteria with percentage (98.4%). Student learning outcomes achieved with criteria ”Mastery Learning” (92,6%) and (7.40%) of students who have learning “has been completed”, whereas the response of the students responded “very good” on the direct instruction supported video media with results (99,2%), this means that direct instruction supported by media video can enhance understanding and performance of students in accordance with the teaching and learning process is implied in the question form response instruments. Keywords: direct instruction, video media, the pattern draping techniques.
Pengaruh Jenis Mordan Terhadap Hasil Jadi Pewarnaan Alami Daun Indigofera Dengan Pencelupan 2 dan 4 Kali ZULI WIDYASTUTI, IKA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Online Tata Busana Pebruari 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v3i1.6959

Abstract

Abstrak Tanaman indigofera adalah sejenis polong-polongan yang memiliki bunga ungu, dan berupa perdu. Pada penelitian ini pewarnaan menggunakan daun indigofera yang diterapkan pada kerudung dengan jenis mordan yaitu baking soda dan sitrun zuur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis mordan terhadap hasil jadi pewanaan daun indigofera dengan pencelupan 2 dan 4 kali. Jenis penelitian adalah eksperimen faktorial yang memiliki variabel bebas jenis mordan yaitu baking soda dan sitrun zuur. Varibel terikat yaitu hasil jadi pewarnaan dinilai dari aspek ketajaman warna dan daya serap warna. Variabel kontrol yaitu frekuensi pencelupan, jumlah daun indigofera 1kg/8 liter air, alat untuk pewarnaan, air sumur, teknik pewarnaan dingin, teknik mordan akhir, berat mordan baking soda dan situn zur masing-masing 50gr/10 liter air dan jenis kain sutera sifon 18, 1 % cotton dan 81, 59 % sutera. Metode pengumpulan data adalah observasi dengan observer 35orang. Analisi data menggunakan analisis varian tunggal. Analisis data hasil penelitian yaitu tidak terdapat pengaruh jenis mordan terhadap hasil jadi pewarnaan pada aspek ketajaman warna dan daya serap warna. Tetapi terdapat pengaruh frekuensi pencelupan terhadap hasil jadi pewarnaan. Hasil jadi pewarnaan mordan baking soda dan sitrun zuur pencelupan 4 kali menghasilkan warna yang lebih tua dari hasil pencelupan 2 kali. Kata kunci: Indigofera, Frekuensi Pencelupan, Jenis Mordan Abstract Indigofera plant is a variety of legumes that has violet leaf and statured shrubs. In this research dying was using indigofera leaf which applied on veil with type of mordant as baking soda and citrun zuur (citric acid). The purpose of this research was to know the effect type of mordant baking soda and citrun zuur toward the outcome of indigofera leaf dying with 2 and 4 times of dying. Type of this research was factorial experiment that has independent variable type of mordant baking soda and citrun zuur. The dependent variable was the outcome of dying viewed from aspect of color sharpness and color absorption. Control variables were dying frequent, amount of indigofera leaf 1kg/8 liters water, dying tools, water of well, cold dying technique, mordant finishing technique, weight of mordant 50gr/10 liters water, fabric of silk chiffon. Data collecting method of this research was observation with using observation sheet performed by 35 observers. Statistic test result of one way variance analysis with the help of SPSS 21 program shows that there was no effect of mordant type toward the outcome of dying at aspect of color sharpness and color absorption. But 4 times of dying produce color sharpness better than twice dying. Keywords: indigofera, dying frequent, type of mordant
Penerapan Media Sebagai Upaya Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan Membuat Pola Busana Rumah di SMKN 3 Kediri FAIQOH HIMMAH, YULI
Jurnal Online Tata Busana Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Online Tata Busana Pebruari 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v3i1.6971

Abstract

Abstrak Berdasarkan hasil survey di SMKN 3 Kediri, proses pembelajaran membuat pola busana dengan memanfaatkan papan tulis dan kapur tulis dapat menjadikan siswa bosan, jenuh dan terkantuk karena monoton dan tidak terdapat inovasi, sehingga berdampak pada nilai siswa yang masih rendah. Hal ini ditunjukkan dengan ketuntasan klasikal kelas X Busana Butik sebesar 75% yang masih dibawah ketentuan sekolahyakni 80%. Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas guru, aktivitas siswa, pemahaman siswa yang diperoleh dari pemberian tes tulis dan keterampilan siswa yang diperoleh dari pemberian tes kinerja, serta respons siswa pada pembelajaran membuat pola busana rumah. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 siklus, dimana tiap siklusnya terdiri dari perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan angket. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengamatan aktivitas guru dan aktivitas siswa, lembar tes dan angket respons siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru dalam KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) skor rata-ratanya meningkat 0.3, dari siklus I (2.7) ke siklus II (3). Aktivitas guru dalam pengelolaan pembelajaran skor rata-ratanya meningkat 0.25, dari siklus I (2.75) ke siklus II (3). Aktivitas siswa dalam pembelajaran meningkat, pada siklus I terdapat 2 aspek pengamatan aktivitas siswa yang persentasenya 86% dan siklus II semua aspek pengamatan persentasenya 100%. Hasil tes tulis siswa pada siklus I dan siklus II menunjukkan rata-rata kelas yang sama yaitu sebesar 90, sedangkan hasil tes kinerja siswa rata-rata kelas meningkat, dari siklus I (83) ke siklus II (90). Ketuntasan klasikal tes tulis persentasenya meningkat, dari siklus I (90%) ke siklus II (100%), dan ketuntasan klasikal tes kinerja persentasenya meningkat, dari siklus I (93%) ke siklus II (100%). Respons siswa dalam pembelajaran membuat pola busana rumah dengan media sangat baik karena persentase yang menjawab positif antara 81-100%. Kata kunci: PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Abstract Based on survey in SMKN 3 Kediri, in teaching process to make pattern was done by using blackboard and chalk would be students bored and sleeped because monoton and no innovation, so, it was impact for student’s score low. It was shows that total classically on X grade of fashion design 75% and lower than criterion from school is 80%. The purpose of this research was to determine teacher’s activity, students’s activity, student’s comprehension from results writing test and student’s skill from working test, and responses of students about day wear pattern learning. Research types was Classroom Action Research with 2 siclus, siclus consists of planning, acting, observing, and reflecting. Techniques of data collection was done by using observation, test, and questionnaire. The instrument used in this research was observe-sheets teacher’s activity, observe-sheets students’s activity, test-sheets and questionnaire-sheets of responses students. The result of this research shows that teachers activity in teaching process mean score increased 0.3, from siclus I (2.7) to siclus II (3). Teacher’s activity in organized teaching process siclus I ( 2.75 and siclus II mean score is 3. Teacher’s activity in teaching process mean score increased 0.25, from siclus I ( 2.75) to siclus II ( 3). Sudent’s activity in learning increased, siclus I, there were 2 aspecs for observing students’s activity that percentase 86% and siclus II all of aspec for observing percentase 100%. The result of writing test on siclus I and siclus II shows that mean score in classes 90, but the result of working test mean score increased, from siclus I (83) to siclus II (90). Total classically of writing test the percentase increased, from siclus I (90%) to siclus II (100%), and total classically of working test the percentase increased, from siclus I (93%) to siclus II (100%). Responses students about day wear pattern learning with media is excellent because percentase positive answer between 81-100%. Keywords: Classroom Action Research
Pengaruh Ketebalan Kain Duchesse Terhadap Hasil Jadi Rok Draperi AGUSTIN, RIA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 3 No. 2 (2014): Jurnal Online Tata Busana Mei 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v3i2.7879

Abstract

Abstrak Rok draperi (cowl skirt) adalah rok dengan penyelesaian ploii jatuh menggantung pada sekitar panggul.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil jadi rok draperi. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variabel bebas penelitian ini adalah ketebalan kain duchesse yaitu 0,27 mm 0,34 mm dan 0,44 mm, sedangkan variabel terikatnya adalah hasil jadi rok draperi yang ditinjau dari aspek jatuhnya draperi pada rok, aspek ketepatan garis pada rok, aspek kerataan bagian bawah rok. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dengan instrumen lembar observasi dengan cara tanda check (&radic;) dan dilakukan oleh30 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis varians tunggal dengan bantuan program komputer SPSS 18. Hasil analisis data menunjukkan, bahwa Ada pengaruh yang signifikan pada p = 0.000 (< 0.05) pada ketebalan kain duchesse terhadap jatuhnya draperi pada rok, ketepatan garis pada rok, kerataan bagian bawah rok. Hasil jadi rok draperiterbaik adalah kain duchesse dengan ketebalan kain duchesse 0,34 mm. Kata Kunci: rok draperi, Ketebalan kain duchesse dan hasil jadi rok draperi Abstract Drapery skirt (cowl skirt) is a skirt with hanging ploii finishing around the hip. This research aims to know the outcome of drapery skirt. Type of this research was experimental. The independent variables in this research were duchesse fabric thickness 0.27 mm, 0.34 mm, and 0.44 mm, while the dependent variables was the outcome of drapery skirt viewed from the drape of the drapery on skirt, line accuracy on skirt, the evenness on lower section of skirt. Data collecting method was observation by using check list observation sheet and performed by 30 observers. Data analysis technique used was one way variance analysis with the help of SPSS 18. Data analysis result shows that there was significant effect at p = 0.000 (<0.05) of duchesse fabric thickness on product of drapery skirt viewed from aspect the drape of the drapery on skirt, line accuracy on skirt, the evenness on lower section of skirt. The best product of skirt was on duchesse fabric thickness 0.34 mm. Keywords: drapery skirt, duchesse fabric thickness, and drapery skirt product
Penerapan Model Pembelajaran Langsung Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Membuat Aplikasi Yoyos Pada Taplak Meja di Kelas VII SMP Muhammadiyah 6 Surabaya MEILINAWATI, WENI
Jurnal Online Tata Busana Vol. 3 No. 2 (2014): Jurnal Online Tata Busana Mei 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v3i2.7880

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui keterlaksanaan sintaks model pembelajaran langsung pada keterampilan membuat sulam aplikasi yoyos untuk taplak meja, 2) Mengetahui hasil belajar siswa membuat sulam aplikasi yoyos pada taplak meja, 3) Mengetahui respon siswa pada mata pelajaran keterampilan membuat aplikasi yoyos yaitu tusuk tangkai, tusuk rantai dan membuat yoyos. Jenis penelitian ini termasuk Penelitian Tindak Kelas (PTK) menggunakan 2 siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII-A SMP Muhammadiyah 6 Surabaya sejumlah 24 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan observasi yaitu pengambilan data selama proses keterlaksanaan sintaks pembelajaran langsung, sedangkan tes belajar untuk mengetahui hasil keterampilan siswa membuat hiasan sulam aplikasi yoyos pada taplak meja dan Angket untuk respon siswa pada materi keterampilan membuat hiasan sulam aplikasi yoyos selama proses pembelajaran langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan sintaks pembelajaran langsung mengalami peningkatan sebesar 0,1 yaitu: pada siklus I diperoleh rata-rata 3,9, sedangkan pada siklus II diperoleh rata-rata 4, yang dikategorikan sangat baik. Hasil keterampilan siswa mengalami peningkatan 16%, yaitu pada siklus I siswa tuntas mencapai 84% dan pada siklus II siswa tuntas mencapai 100%. Respon siswa terhadap keterampilan membuat sulam aplikasi yoyos pada taplak meja menunjukan rata-rata sebesar 96% menyatakan setuju, pada keterampilan membuat sulam aplikasi yoyos pada taplak meja dengan menggunakan model pembelajaran langsung. Hal ini menunjukan bahwa proses pembelajaran yang telah dilakukan merupakan hal baru bagi siswa dan merasa senang mengikuti proses belajar keterampilan membuat aplikasi yoyos pada taplak meja. Kata kunci: Model pembelajaran langsung, hasil belajar, respon siswa Abstract This research aims to: 1) knowing syntax implementation of direct instruction model on performance of making decorative embroidery of yoyos application on table cloth, 2) knowing result of making decorative embroidery of yoyos application on table cloth, 3) knowing students response on performance of making decorative embroidery of yoyos application, which were stem stitch, chain stitch, and making yoyos. Type of this research was Classroom Action Research used 2 cycles. Research subject were students in classroom VII-A SMP Muhammadiyah 6 Surabaya as many 24 students. Data collection method used was observation conducted during process of syntax implementation of direct instruction, performance test for the making of decorative embroidery of yoyos application on table cloth, and questionnaire for data sampling of student response on material of making decorative embroidery of yoyos application during direct instruction process. Result of the research shows that syntax implementation of direct instruction had increased 0.1, at cycle I obtained mean 3.9, while at cycle II obtained mean 4, which categorized very good. Result of student performance had increased 16%, at cycle I accomplished students were 84% and at cycle II accomplished students were 100%. Student response on performance of making decorative embroidery of yoyos application on table cloth shows mean 96% stated agree on performance of making yoyos application on table cloth by using direct instruction model. This is shows that learning process conducted was the new way, students feel happy to follow learning process of making yoyos application on table cloth. Keywords: direct instruction, learning achievement, student response
Pengaruh Diameter Tali Cord Terhadap Hasil Jadi Cording Kain Shantung Pada Basket Bag KARTIKA SARI, KRISNA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 3 No. 2 (2014): Jurnal Online Tata Busana Mei 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v3i2.7881

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengungkap pengaruh diameter tali cord terhadap hasil jadi cording kain shantung pada basket bag. Cording adalah manipulating fabric yang dibentuk dari sehelai kain serong yang diberi isi berupa tali cord Diameter tali cord yang digunakan adalah 0,3 centimeter, 0,4 centimeter dan 0,5 centimeter. Teknik cording yang digunakan adalah machine-sewn corded quilting. Metode penelitian yang digunakan adalah lembar observasi dengan 30 observer. Analisis data yang digunakan adalah anova tunggal dengan taraf signifikan 5% dibantu dengan program SPSS 18. Simpulan penelitian ini bahwa penggunaan diameter tali cord 0,3 centimeter, 0,4 centimeter dan 0,5 centimeter terhadap hasil jadi cording kain shatung pda basket bag ada pengaruh yang ditinjau dari aspek bentuk cording, kerataan cording dan hasil jadi cording. Untuk hasil jadi cording terbaik ada pada tali cord dengan diameter 0,3 centimeter Kata Kunci: Cording, diameter tali cord, teknik machine-sewn corded Abstract The research reveals the influence of the diameter of the rope cord so cording to the results of the basket bag shantung fabric bag. Cording is manipulating fabric formed from a piece of cloth that is given content in the form of oblique cord rope cord diameter rope used is 0.3 centimeters, 0.4 centimeters and 0.5 centimeters. Cording techniques used are machine-sewn corded quilting. The method used is the observation sheet with 30 observers. Analysis of the data used is a single ANOVA with a significance level of 5% assisted with SPSS 18. Conclusions of this study that the use of cord rope diameter 0.3 centimeters, 0.4 centimeters and 0.5 centimeters of the results so cording fabric bag shatung pda basketball there influence in terms of aspects of the cording, cording flatness and the results so cording. For best results so there is the rope cording cord with a diameter of 0.3 centimeters. Keywords: Cording, cord rope diameter, machine-sewn technique corded

Page 9 of 50 | Total Record : 498


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Jurnal Online Tata Busana November 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Online Tata Busana Juli 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Online Tata Busana Maret 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Jurnal Online Tata Busana November 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Online Tata Busana Juli 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Online Tata Busana Maret 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Jurnal Online Tata Busana November 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Online Tata Busana Juli 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Online Tata Busana Maret 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Jurnal Online Tata Busana November 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Online Tata Busana Juli 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Online Tata Busana Maret 2022 Vol. 10 No. 02 (2021): Jurnal Online Tata Busana Juli 2021 Vol. 10 No. 01 (2021): Jurnal Online Tata Busana Maret 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Jurnal Online Tata Busana November 2021 Vol. 9 No. 03 (2020): Jurnal Online Tata Busana Desember 2020 Vol. 9 No. 2 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020) Vol. 8 No. 3 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Edisi Yudisium Februari 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Online Tata Busana Maret 2018 Vol. 7 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2017 Vol. 5 No. 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2016 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2016 Vol. 4 No. 3 (2015): Volume 4, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2015 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2015 Vol. 3 No. 3 (2014): Volume 3, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2014 Vol. 3 No. 2 (2014): Jurnal Online Tata Busana Mei 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Online Tata Busana Pebruari 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Jurnal Online Tata Busana Agustus 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Jurnal Online Tata Busana Mei 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Online Tata Busana Pebruari 2013 More Issue