cover
Contact Name
Muhammad Syauqi
Contact Email
ekobisda@iaidarussalam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ekobisda@iaidarussalam.ac.id
Editorial Address
Jl. Tanjung Rema, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAI Darussalam Martapura Kabupaten: Banjar Provinsi: Kalimantan Selatan
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ekonomi dan Bisnis (Ekobis-DA)
ISSN : 27213846     EISSN : 29642477     DOI : https://doi.org/10.58791/febi
Core Subject : Religion, Economy,
Jurnal ini berfokus pada kajian utama dalam bidang ekonomi, perbankan, dan ekonomi Islam, yang mencakup Manajemen, Kewirausahaan, Pembangunan Ekonomi, Akuntansi, Perbankan Syariah, Regulasi Perbankan Syariah, Lembaga Keuangan Syariah, Instrumen Keuangan Syariah, Akuntansi Syariah, Manajemen Syariah, Etika Bisnis Islam, Filantropi Islam, Bisnis Halal, atau ilmu ekonomi.
Articles 88 Documents
KONSEP BAIMAN, BAUNTUNG DAN BATUAH SEBAGAI KERANGKA ETIKA BISNIS DIGITAL BAGI MASYARAKAT BANJAR Nuryani
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 7 No. 01 (2026): Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EKOBIS-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v7i01.680

Abstract

Perkembangan ekonomi digital telah mengubah pola aktivitas bisnis masyarakat, termasuk masyarakat Banjar, sekaligus menghadirkan berbagai tantangan etika seperti manipulasi informasi, persaingan tidak sehat, dan menurunnya kepercayaan konsumen. Dalam konteks tersebut, kearifan lokal Banjar yang tercermin dalam konsep baiman, bauntung, dan batuah menjadi relevan untuk dikontekstualisasikan sebagai kerangka etika bisnis digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep baiman, bauntung, dan batuah sebagai kearifan lokal masyarakat Banjar serta merumuskan relevansinya dalam praktik bisnis digital berbasis nilai-nilai Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif analitis. Data diperoleh dari berbagai literatur berupa buku, jurnal, dan artikel akademik yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kerangka etika bisnis digital, baiman berfungsi sebagai fondasi etis yang membentuk kesadaran iman dan pengendalian moral internal dalam bisnis digital. Bauntung berperan sebagai mekanisme etis dalam memperoleh keuntungan secara adil, jujur, dan halal. Sedangkan, batuah menjadi tujuan etis yang menekankan keberkahan, kebermanfaatan sosial, serta keberlanjutan usaha. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, ketiga konsep tersebut membentuk satu kesatuan nilai yang selaras dengan prinsip etika bisnis Islam dan mampu menjadi pedoman normatif dalam menghadapi tantangan bisnis digital modern. Oleh karena itu, konsep baiman, bauntung dan batuah berpotensi menjadi model etika bisnis digital yang kontekstual, berkeadilan, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
TRANSFORMASI AKAD MUSYARAKAH DAN MUDHARABAH DALAM SKEMA EQUITY CROWDFUNDING: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR Siliwangi Siliwangi
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 7 No. 01 (2026): Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EKOBIS-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v7i01.711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis transformasi akad Musyarakah dan Mudharabah dari bentuk tradisional menuju implementasi digital dalam ekosistem Equity Crowdfunding (ECF). Seiring dengan akselerasi teknologi finansial, terdapat kesenjangan teoretis antara literatur fikih klasik yang menekankan relasi personal dengan praktik ECF yang bersifat massal dan anonim. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi akad dalam ECF tidak mencederai substansi syariah, melainkan merupakan bentuk evolusi urf (tradisi) digital. Rekonstruksi teoretis dilakukan pada aspek subjek akad ('aqidain) yang beralih dari identitas fisik ke identitas digital, serta aspek sighat yang kini terakomodasi melalui konsep Majlis al-Hukmi virtual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinkronisasi antara regulasi positif OJK dan fatwa DSN-MUI telah memberikan payung hukum yang kuat, namun diperlukan penguatan pada sisi pengawasan syariah digital berbasis algoritma guna menjamin akuntabilitas bagi hasil kepada ribuan investor. Model kemitraan Hybrid Digital Musyarakah direkomendasikan sebagai solusi masa depan yang resilien bagi pendanaan UMKM
ANALISIS PENGAKUAN PENDAPATAN DAN BEBAN PADA AKAD MURABAHAH: TINJAUAN KOMPARATIF PSAK 102 DAN FATWA DSN-MUI Hu'shila Awalia Rizqiani
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 7 No. 01 (2026): Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EKOBIS-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v7i01.715

Abstract

Akad murabahah merupakan instrumen pembiayaan yang paling dominan di lembaga keuangan syariah, namun praktiknya sering kali menghadapi tantangan dalam hal pengakuan pendapatan dan beban. Terdapat dialektika antara aspek teknis akuntansi yang mengutamakan periodisasi dan aspek hukum syariah yang menekankan substansi kepemilikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keselarasan antara PSAK 102 sebagai standar teknis akuntansi dengan Fatwa DSN-MUI sebagai pedoman hukum substantif terkait pengakuan pendapatan margin dan perlakuan biaya perolehan aset murabahah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-komparatif dengan pendekatan kualitatif. Data primer yang digunakan meliputi teks regulasi PSAK 102 tentang Akuntansi Murabahah dan Fatwa DSN-MUI No. 04/2000 beserta fatwa-fatwa terkait lainnya. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis) untuk membedah titik temu dan celah perbedaan antara kedua instrumen regulasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengakuan pendapatan margin secara akrual (proporsional) dalam PSAK 102 telah terakomodasi dalam perspektif syariah, selama distribusi hasil usaha tetap menggunakan prinsip cash basis sesuai Fatwa DSN-MUI No. 84/2012. Terkait biaya perolehan, penelitian menemukan bahwa transparansi pengungkapan harga pokok dan diskon pemasok adalah kunci dalam menjaga integritas akad amanah, di mana setiap diskon setelah akad idealnya menjadi hak nasabah. Selain itu, pemisahan pendapatan sanksi keterlambatan ke dalam Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan merupakan filter krusial dalam memitigasi risiko ketidakpatuhan syariah (shariah non-compliance risk). Harmonisasi antara kedua instrumen ini memberikan kepastian hukum bagi akademisi sekaligus ketertiban administrasi bagi praktisi perbankan syariah
ANALISIS PENYALURAN DANA ZAKAT PRODUKTIF, PENYALURAN DANA ZAKAT KONSUMTIF DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP KEMISKINAN DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Dina Amelia Amelia; Nispan Rahmi; Erissa Nilasari
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 7 No. 01 (2026): Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EKOBIS-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v7i01.732

Abstract

Kondisi  kemiskinan di Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan pola fluktuatif meskipun  berbagai program  penanggulangan kemiskinan telah dijalankan. Penyaluran  dana zakat produktif, penyaluran dana zakat konsumtif  serta perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) diduga menjadi instrumen yang dapat mengurangi tingkat kemiskinan. Penelitian ini bertujuan  untuk menganalisis pengaruh penyaluran dana zakat produktif, penyaluran dana zakat konsumtif dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh  terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Selatan selama periode 2017-2024.  Penelitian ini  menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder time series tahun 2017-2024 yang diperoleh dari  Badan Pusat Statistik dan  Badan Amil Zakat Nasional  Provinsi Kalimantan Selatan. Analisis data dilakukan dengan pendekatan regresi linier berganda dengan menggunakan software Eviews12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan  penyaluran dana zakat produktif, penyaluran dana konsumtif dan perkembangan Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) memberikan pengaruh  signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Selatan. Selaras dengan pengujian secara simultan, pengujian secara parsial juga menunjukkan  bahwa variabel penyaluran dana zakat produktif, penyaluran dana zakat konsumtif dan Indeks  Pembangunan Manusia memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Selatan selama periode tahun 2017-2024
PENGARUH PEMAHAMANA HALAL DAN HAMBATAN ADMINISTRASI TERHADAP KESIAPAN PELAKU UMKM DI GATSU FOOD SQUARE BANJARMASIN DALAM PROSES SERTIFIKASI HALAL Lisda Aisyah
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 7 No. 01 (2026): Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EKOBIS-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v7i01.795

Abstract

The background of this study is the low level of readiness of some Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Gatsu Food Square Banjarmasin in participating in the halal certification process, even though the obligation of halal certification continues to be pushed by the government. This condition is thought to be influenced by the unequal level of halal understanding among MSMEs and the existence of complex administrative obstacles, this is what can make it difficult for business actors to carry out the halal certification process. Therefore, this study aims to analyze the influence of halal understanding and administrative obstacles on the readiness of MSMEs in Gatsu Food Square Banjarmasin in the halal certification process both simultaneously and partially. This study uses a quantitative method using a data collection method in the form of distributing questionnaires (questionnaires) with a saturated sampling technique involving 30 respondents. The results obtained were then analyzed using SPSS V.25. In the study, both simultaneously (F-test) and partially (T-test), the two variables between halal understanding (X1) and administrative obstacles (X2) obtained results that both did not have a simultaneous and partial effect on the readiness of MSMEs in Gatsu Food Square Banjarmasin in the halal certification process. The variables of halal understanding and administrative barriers only explain 16.3% of the MSME readiness variable, with the remaining 83.7% being influenced by other variables. 
ANALISIS PERTUMBUHAN DAN KINERJA SAHAM SYARIAH PADA INDEKS SAHAM SYARIAH INDONESIA (ISSI) PERIODE 2019-2024 KHAIRATUN HISAN
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 7 No. 01 (2026): Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EKOBIS-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v7i01.808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan dan kinerja saham syariah pada Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) periode 2019–2024 serta menguji hubungan antara risiko dan return saham syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa data bulanan ISSI yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan id.investing.com. selama Januari 2019 hingga Desember 2024. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif untuk menggambarkan pertumbuhan ISSI dan kinerja saham syariah yang diukur menggunakan risiko dan return. Hubungan antara risiko dan return dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan saham syariah pada ISSI selama periode pengamatan mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik maupun global, terutama pada masa pandemi COVID-19 dan periode pemulihan ekonomi. Kinerja saham syariah yang diukur berdasarkan risiko dan return juga menunjukkan variasi antarperiode. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,232 dengan tingkat signifikansi 0,049. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan negatif dan signifikan antara risiko dan return saham syariah pada ISSI, meskipun tingkat hubungan yang terbentuk tergolong rendah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan risiko tidak selalu diikuti oleh peningkatan return sebagaimana dijelaskan dalam teori high risk high return. Temuan ini mengindikasikan bahwa kondisi pasar dan karakteristik investor syariah berperan dalam memengaruhi hubungan antara risiko dan return saham syariah di Indonesia
FRAGMENTASI OTORITAS DAN REKONSTRUKSI TATA KELOLA ZAKAT DI INDONESIA: PERSPEKTIF FIKIH SIYASAH DAN COLLABORATIVE GOVERNANCE Muhammad Adi Riswan Al Mubarak
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 7 No. 01 (2026): Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EKOBIS-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v7i01.804

Abstract

Pengelolaan zakat di Indonesia telah mengalami institusionalisasi melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 yang menempatkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai lembaga yang berwenang melakukan pengelolaan zakat secara nasional. Namun, penguatan otoritas legal negara belum sepenuhnya menghilangkan fragmentasi otoritas dalam praktik pengelolaan zakat. Masyarakat masih mempertautkan zakat dengan otoritas keagamaan, kepercayaan sosial, masjid, dan lembaga berbasis komunitas. Artikel ini bertujuan menganalisis struktur otoritas pengelolaan zakat dalam hukum nasional dan fikih siyasah, menjelaskan fragmentasi otoritas antara negara, ulama, lembaga zakat, dan masyarakat, serta merumuskan model rekonstruksi tata kelola zakat berbasis collaborative governance. Penelitian ini merupakan kajian hukum normatif-konseptual dengan dukungan data sekunder empiris dari laporan resmi pengelolaan zakat nasional, dokumen regulasi, dan literatur akademik. Artikel ini berargumen bahwa problem zakat di Indonesia tidak hanya terletak pada kesenjangan antara potensi dan realisasi penghimpunan, tetapi juga pada belum terbangunnya desain kolaborasi yang menghubungkan otoritas legal, legitimasi normatif-keagamaan, kapasitas kelembagaan, dan kepercayaan masyarakat. Dalam perspektif fikih siyasah, negara memiliki tanggung jawab mengelola zakat berdasarkan prinsip kemaslahatan, tetapi tanggung jawab itu perlu dijalankan melalui tata kelola yang mengakui peran ulama, BAZNAS/LAZ, masjid, dan masyarakat. Model yang ditawarkan adalah hybrid-collaborative governance, yaitu tata kelola zakat yang memadukan kepastian hukum, legitimasi keagamaan, partisipasi multiaktor, akuntabilitas, dan orientasi maslahat publik.
PERAN PENGUSAHA KERUPUK KETUMBAR DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI KELURAHAN PALINGKAU BARU KAPUAS MURUNG Muhammad Amin; Hu’shila Awalia R; Muh. Arief Budiman
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 7 No. 02 (2026): Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EKOBIS-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v7i02.916

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in improving community welfare by creating employment opportunities, increasing household income, and strengthening local economic development. One of the growing MSMEs in Palingkau Baru Village, Kapuas Murung District, is the coriander cracker (kerupuk ketumbar) home industry, which has become an important source of livelihood for local communities. This study aims to analyze the role of coriander cracker entrepreneurs in improving the local economy, identify the socio-economic impacts generated by the business, and examine the supporting factors, constraints, and development strategies for business sustainability. This research employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings reveal that the coriander cracker business makes a significant contribution to the local economy by creating employment opportunities, increasing household income, reducing unemployment, and improving family welfare through better access to basic needs, education, housing, and healthcare. In addition to its economic contribution, the business generates a positive multiplier effect by stimulating local economic activities and empowering communities through the utilization of local resources. The sustainability of the business is supported by strong market demand, the availability of local labor, entrepreneurial experience, and community support. However, it also faces several challenges, including limited capital, traditional production technology, inadequate marketing strategies, and dependence on weather conditions during the production process. Therefore, sustainable business development requires product quality improvement, production technology modernization, business management enhancement, digital marketing adoption, business legalization and certification, broader access to financing, and stronger collaboration among entrepreneurs, government institutions, and local communities. This study concludes that the coriander cracker industry serves as an effective instrument for community economic empowerment and sustainable local economic development