cover
Contact Name
Muhammad Syauqi
Contact Email
ekobisda@iaidarussalam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ekobisda@iaidarussalam.ac.id
Editorial Address
Jl. Tanjung Rema, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAI Darussalam Martapura Kabupaten: Banjar Provinsi: Kalimantan Selatan
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ekonomi dan Bisnis (Ekobis-DA)
ISSN : 27213846     EISSN : 29642477     DOI : https://doi.org/10.58791/febi
Core Subject : Religion, Economy,
Jurnal ini berfokus pada kajian utama dalam bidang ekonomi, perbankan, dan ekonomi Islam, yang mencakup Manajemen, Kewirausahaan, Pembangunan Ekonomi, Akuntansi, Perbankan Syariah, Regulasi Perbankan Syariah, Lembaga Keuangan Syariah, Instrumen Keuangan Syariah, Akuntansi Syariah, Manajemen Syariah, Etika Bisnis Islam, Filantropi Islam, Bisnis Halal, atau ilmu ekonomi.
Articles 88 Documents
IMPLEMENTASI LARANGAN RIBA DALAM PERBANKAN SYARIAH: ANALISIS QS. AL-BAQARAH AYAT 275-279 Mukhlis Kaspul Anwar
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 6 No. 02 (2025): Juli- Desember : Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EKOBIS-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v6i02.516

Abstract

Larangan riba merupakan salah satu pilar fundamental dalam hukum ekonomi syariah yang ditegaskan secara eksplisit dalam QS. Al-Baqarah ayat 275–279. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna larangan riba berdasarkan tafsir klasik dan kontemporer serta mengaitkannya dengan implementasi dalam praktik perbankan syariah di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), mengacu pada sumber primer seperti karya tafsir Al-Ṭabari, Al-Qurṭubi, dan Ibn Kathir, serta sumber kontemporer seperti tafsir Quraish Shihab dan kajian ekonomi Islam modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh ulama sepakat riba diharamkan secara mutlak karena menimbulkan ketidakadilan dan merusak tatanan ekonomi. Ayat-ayat tersebut menekankan perbedaan hakiki antara jual beli yang halal dan riba yang batil, disertai ancaman perang dari Allah dan Rasul-Nya bagi pelanggarnya. Dalam konteks perbankan syariah di Indonesia, larangan riba diimplementasikan melalui penggantian bunga dengan akad-akad sesuai syariah seperti murabahah, mudharabah, dan ijarah. Meskipun demikian, tantangan masih ada, termasuk literasi keuangan syariah yang rendah, persepsi publik yang menyamakan margin keuntungan dengan bunga, dan keterbatasan inovasi produk. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan prinsip maqashid syariah untuk memastikan tujuan keadilan, kesejahteraan, dan perlindungan umat tercapai. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya penguatan regulasi, peningkatan edukasi masyarakat, serta inovasi produk perbankan syariah yang sesuai dengan semangat larangan riba
KONSEP KEWIRAUSAHAAN SYARIAH: ANALISIS TEORITIS PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Rusdiana Rusdiana
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 6 No. 02 (2025): Juli- Desember : Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EKOBIS-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v6i02.517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kewirausahaan syariah secara teoritis dari perspektif ekonomi Islam, dengan menekankan prinsip-prinsip normatif yang bersumber dari Al-Qur’an, Hadis, dan literatur fikih klasik maupun kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka (library research), yang memanfaatkan sumber primer berupa teks suci dan karya tafsir, serta sumber sekunder berupa buku, artikel ilmiah, dan laporan resmi yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kewirausahaan syariah memiliki fondasi utama pada nilai-nilai spiritual dan etika bisnis Islam, seperti kejujuran (ṣidq), amanah, keadilan (al-‘adl), tanggung jawab sosial (iḥsān), dan larangan riba, yang kesemuanya diarahkan untuk mencapai maqāṣid al-syarī‘ah. Konsep ini tidak hanya memandang kegiatan usaha sebagai sarana mencari keuntungan, tetapi juga sebagai media ibadah dan kontribusi sosial. Dalam konteks Indonesia, kewirausahaan syariah memiliki relevansi strategis untuk penguatan ekonomi umat, pengembangan sektor usaha halal, serta penciptaan lapangan kerja berbasis nilai Islam. Tantangan implementasi seperti rendahnya literasi kewirausahaan syariah, keterbatasan akses pembiayaan, dan lemahnya ekosistem bisnis dapat diatasi melalui peningkatan edukasi, penguatan regulasi, inovasi model bisnis, dan kolaborasi lintas sektor. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi akademik dan praktis dalam merumuskan model kewirausahaan yang berkelanjutan, berkeadilan, dan sesuai prinsip-prinsip syariah
TRANSFORMASI HUKUM MUAMALAH DI ERA DIGITAL: ANALISIS AKAD SYARIAH PADA PLATFORM E-COMMERCE Siliwangi Siliwangi
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 6 No. 02 (2025): Juli- Desember : Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EKOBIS-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v6i02.518

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan dalam praktik muamalah, dari model transaksi konvensional menjadi sistem daring yang memanfaatkan e-commerce, fintech syariah, crowdfunding, dan smart contract berbasis blockchain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian akad-akad yang digunakan pada platform e-commerce dengan prinsip-prinsip syariah serta mengidentifikasi tantangan kepatuhan syariah yang dihadapi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, merujuk pada literatur fikih muamalah klasik dan kontemporer, fatwa DSN-MUI, serta regulasi nasional dan internasional terkait transaksi digital. Hasil analisis menunjukkan bahwa akad-akad klasik seperti bai’, salam, istishna’, dan wakalah dapat diadaptasi ke dalam transaksi digital selama memenuhi rukun dan syarat sah akad, serta bebas dari unsur riba, gharar, dan maysir. Platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak umumnya menggunakan kombinasi akad jual beli dan wakalah bi al-ujrah dalam mekanisme transaksinya. Meski demikian, ditemukan sejumlah praktik yang berpotensi melanggar prinsip syariah, seperti dropshipping tanpa kepemilikan barang, sistem cicilan berbunga, promosi berbasis kartu kredit konvensional, dan kurangnya transparansi dalam spesifikasi produk maupun harga. Penelitian ini juga menegaskan bahwa penerapan Shariah Governance Framework, penguatan regulasi, edukasi literasi digital syariah, dan inovasi fitur ramah syariah pada platform digital menjadi langkah strategis untuk memastikan transaksi daring selaras dengan maqāṣid al-syarī‘ah. Integrasi prinsip perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta dalam desain dan operasional e-commerce diharapkan mampu menciptakan ekosistem perdagangan digital yang halal, aman, adil, dan berkelanjutan di era globalisasi
SUSTAINABLE FINANCE DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH Yulida Mardini
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 6 No. 02 (2025): Juli- Desember : Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EKOBIS-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v6i02.519

Abstract

Artikel ini membahas konsep, implementasi, serta peluang dan tantangan Sustainable Finance dalam perspektif hukum ekonomi syariah, dengan penekanan pada integrasi prinsip maqāṣid al-syarī‘ah ke dalam praktik keuangan berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka (library research) dengan sumber data dari literatur klasik dan kontemporer, regulasi nasional, fatwa DSN-MUI, serta laporan industri perbankan syariah. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip maqāṣid al-syarī‘ah, seperti perlindungan agama (ḥifẓ al-dīn), jiwa (ḥifẓ al-nafs), akal (ḥifẓ al-‘aql), keturunan (ḥifẓ al-nasl), dan harta (ḥifẓ al-māl), selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang mengedepankan keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Implementasi Sustainable Finance di perbankan syariah Indonesia mulai terlihat melalui inovasi instrumen seperti green sukuk, pembiayaan energi terbarukan, dan program inklusi keuangan. Namun, masih terdapat tantangan, termasuk rendahnya literasi keuangan berkelanjutan, keterbatasan instrumen syariah untuk proyek ramah lingkungan, dan kebutuhan harmonisasi regulasi. Rekomendasi penelitian ini menekankan pentingnya edukasi, inovasi produk, integrasi pelaporan keberlanjutan berbasis syariah, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk memperkuat kontribusi perbankan syariah dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan tanpa meninggalkan prinsip-prinsip syariah
Mahar dalam Perspektif Ekonomi Syariah: Studi Komparatif Fikih Klasik dan Kontemporer Yulianti Yulianti
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 6 No. 02 (2025): Juli- Desember : Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EKOBIS-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v6i02.522

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep mahar dalam perspektif fikih klasik dan kontemporer serta relevansinya dengan prinsip ekonomi syariah. Kajian ini dilatarbelakangi oleh fenomena sosial di masyarakat Muslim yang kerap menjadikan mahar sebagai beban finansial berlebihan, bahkan komoditas yang memperberat proses pernikahan. Hal ini mendorong perlunya analisis komprehensif mengenai hakikat mahar menurut hukum Islam, baik dalam tradisi fikih klasik maupun dalam wacana kontemporer, sekaligus menelaah implikasinya terhadap keadilan dan kesejahteraan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), bersifat normatif-teologis, dengan menelaah sumber primer seperti Al-Qur’an, hadis, kitab fikih klasik, serta literatur kontemporer, disertai analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam fikih klasik, mahar dipahami sebagai kewajiban finansial suami yang melekat pada akad nikah dan menjadi hak penuh istri. Mahar berfungsi sebagai simbol penghormatan dan bukti keseriusan suami, dengan bentuk dan kadar yang fleksibel selama sesuai dengan syariah. Sementara itu, fiqih kontemporer menekankan pentingnya moderasi (wasathiyah) dan maqāṣid al-syarī‘ah, serta mengkritisi praktik mahar berlebihan yang kerap menghambat pernikahan dan mencederai keadilan gender. Kajian komparatif menunjukkan kesinambungan antara keduanya dalam menegaskan kewajiban mahar, namun dengan orientasi yang berbeda: fikih klasik menekankan aspek normatif-formal, sedangkan kontemporer menggarisbawahi dimensi etis, sosial, dan ekonomi. Dalam perspektif ekonomi syariah, mahar memiliki implikasi penting sebagai instrumen keadilan finansial, sarana pemberdayaan ekonomi perempuan, mekanisme redistribusi kekayaan dalam keluarga, serta penopang stabilitas rumah tangga dan masyarakat. Mahar yang sederhana dan proporsional mendorong kemudahan pernikahan, mengurangi ketimpangan sosial, serta menjaga keberkahan rumah tangga. Dengan demikian, mahar tidak hanya hadir sebagai ketentuan normatif dalam hukum keluarga Islam, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam ekonomi syariah yang menegakkan keadilan, moderasi, dan kesejahteraan sosial
Analisis Efektivitas Akad Massal Dalam Percepatan Penyaluran KPR di BTN KCPS KENDAL Resti Arsita; Alda Aulia Annas; Muhammad Farhan Khusaini; Riska Wijayanti
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 6 No. 02 (2025): Juli- Desember : Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EKOBIS-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v6i02.608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan akad massal dalam mempercepat penyaluran pembiayaan KPR bersubsidi di BTN Syariah KCPS Kendal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara informal, dan telaah dokumen selama kegiatan magang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad massal mampu meningkatkan efisiensi waktu dan mempercepat realisasi penyaluran pembiayaan dibandingkan akad individu. Kolaborasi antara bank, developer, dan notaris terbukti mendukung kelancaran pelaksanaan, meskipun masih terdapat kendala seperti perbedaan pemahaman nasabah dan keterbatasan SDM administrasi. Keterlibatan mahasiswa magang turut membantu memperlancar proses administrasi dan alur penandatanganan dokumen. Secara keseluruhan, akad massal dinilai efektif dalam meningkatkan produktivitas dan pencapaian target pembiayaan di BTN Syariah KCPS Kendal. Temuan ini memberikan implikasi bahwa strategi akad massal dapat terus dioptimalkan melalui peningkatan literasi nasabah, penguatan koordinasi lintas-unit, serta penambahan dukungan administratif pada hari pelaksanaan.
PENGARUH EKSPLORASI, RELIGIUSITAS DAN KOMPENSASI TERHADAP MINAT MAHASISWA FEBI IAI DARUSSALAM BERKARIR DI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH Muhammad Arsyad; Muhammad Sauqi; Lisda Aisyah
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 6 No. 02 (2025): Juli- Desember : Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EKOBIS-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v6i02.674

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pesatnya perkembangan pada sektor keuangan syariah di Indonesia. Namun, masih ditemukan adanya kondisi Mismatch atau ketidaksesuaian antara lulusan dan kebutuhan industri. Fenomena ini menjadi tantangan bagi Perguruan Tinggi Islam di Indonesia untuk meningkatkan minat dan kompetensi mahasiswanya agar kelak mampu menjadi bagian dari SDM di bidang keuangan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh eksplorasi, religiusitas, dan kompensasi terhadap minat mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAI Darussalam berkarir di lembaga keuangan syariah. Menggunakan data primer yang diperoleh melalui pengisian kuesioner. Teknik Sampling menggunakan Purposive Sampling, dengan sampel sebanyak 167 responden. Analisis data menguji validitas dan realibilitas, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa secara simultan eksplorasi, religiusitas, dan kompensasi berpengaruh terhadap minat mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis Islam berkarir di lembaga keuangan syariah. Hasil secara parsial menunjukkan variabel eksplorasi berpengaruh signifikan dan positif, religiusitas berpengaruh signifikan, tetapi tidak positif, dan kompensasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap minat mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis Islam berkarir di lembaga keuangan syariah.
STRATEGI INTEGRASI HALAL SUPPLY CHAIN MANAGEMENT BAGI INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM) DI INDONESIA (Studi Meta-Sintesis Literatur Dan Kerangka Konseptual) Rusdiana Rusdiana
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 7 No. 01 (2026): Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EKOBIS-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v7i01.702

Abstract

Indonesia memiliki ambisi besar menjadi pusat produsen halal dunia, namun Industri Kecil Menengah (IKM) sebagai tulang punggung ekonomi nasional masih menghadapi kendala sistemik dalam mengimplementasikan manajemen rantai pasok halal yang terintegrasi. Keterbatasan modal, infrastruktur, dan akses terhadap pemasok bersertifikat menjadi hambatan utama dalam memenuhi mandat Undang-Undang Jaminan Produk Halal (JPH). Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi integrasi Halal Supply Chain Management (HSCM) yang adaptif dan aplikatif khusus bagi sektor IKM di Indonesia dengan memitigasi risiko kontaminasi pada setiap titik kritis rantai pasok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode meta-sintesis literatur. Data diekstraksi dari artikel ilmiah bereputasi dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir (2016-2026) dan dokumen regulasi otoritatif. Analisis dilakukan melalui teknik analisis isi tematik untuk melakukan dekonstruksi dan rekonstruksi temuan primer. Penelitian merumuskan "Strategi Integrasi HSCM Adaptif" yang bertumpu pada tiga pilar utama: (1) Kepatuhan syariah mandiri berlandaskan prinsip Maqasid Syariah; (2) Efisiensi manajerial melalui kolaborasi klaster logistik IKM untuk meningkatkan daya tawar pengadaan; dan (3) Transparansi digital melalui alat traceability sederhana berbasis QR-Code. Model integrasi ini memungkinkan IKM untuk menjamin halal integrity secara end-to-end tanpa beban finansial yang eksesif. Implikasi dari penelitian ini memberikan panduan strategis bagi pemangku kebijakan untuk menyelaraskan regulasi JPH dengan realitas operasional IKM guna memperkuat daya saing ekosistem halal nasional di pasar global.
ANALISIS AKAD SALAM DALAM TRANSAKSI PRE-ORDER DI MARKETPLACE PERSPEKTIF ULAMA MADZHAB SYAFI’I DAN PRAKTIK BISNIS MODERN Muhammad Sauqi Muhammad Sauqi
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 7 No. 01 (2026): Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EKOBIS-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v7i01.703

Abstract

Transformasi perdagangan digital melalui sistem pre-order (PO) di marketplace telah menjadi pilar ekonomi baru, namun praktiknya memicu diskursus yuridis mengenai keabsahan transaksi tersebut dalam kerangka fikih klasik, khususnya Madzhab Syafi’i yang menetapkan standar ketat pada aspek taqābul (serah terima). Industri Kecil Menengah (IKM) sering kali terjepit di antara ambisi digitalisasi dan kewajiban menjaga kepatuhan syariah pada setiap akad transaksi pesanan. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi syarat-syarat akad salam dalam tradisi Madzhab Syafi’i dan menganalisis sinkronisasinya dengan mekanisme operasional marketplace modern untuk memitigasi risiko gharar dan pelanggaran akad. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode meta-sintesis literatur untuk melakukan dekonstruksi dan rekonstruksi temuan primer. Data diekstraksi dari kitab-kitab turats Syafi’iyyah otoritatif dan artikel ilmiah bereputasi dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir (2016-2026). Analisis dilakukan melalui teknik analisis isi tematik untuk merumuskan model integrasi hukum yang adaptif. Penelitian merumuskan "Model Sinkronisasi Salam Digital" yang bertumpu pada tiga pilar utama: (1) Legitimasi qabdhu hukmi (serah terima hukum) melalui mekanisme escrow account sebagai bentuk pelepasan hak (takhliyah) yang sah; (2) Penguatan dhahbut al-shifat (spesifikasi barang) melalui digitalisasi visual dan deskripsi teknis untuk mengeliminasi ketidakpastian; dan (3) Implementasi khiyar shifat digital melalui fitur retur otomatis sebagai instrumen perlindungan konsumen berbasis Maqasid Syariah. Model ini memungkinkan IKM untuk mengimplementasikan sistem PO secara syariah tanpa beban operasional yang eksesif. Implikasi dari penelitian ini memberikan panduan strategis bagi regulator dan pelaku usaha untuk menyelaraskan inovasi fintech dengan kaidah fikih Syafi’iyyah guna memperkuat integritas halal dalam ekosistem ekonomi digital nasional
REKONSTRUKSI EKOSISTEM EKONOMI SYARIAH DIGITAL 2026: TRANSFORMASI PARADIGMA DARI FINANCIAL TECHNOLOGY (FINTECH) MENUJU INTEGRASI HALAL-AS-A-SERVICE (HAAS). Yulida Mardini; Iin Muyasarah
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 7 No. 01 (2026): Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EKOBIS-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v7i01.704

Abstract

Artikel ini dilatarbelakangi oleh pesatnya transformasi digital yang menggeser paradigma ekonomi syariah dari sekadar digitalisasi layanan keuangan (Financial Technology/FinTech) menuju integrasi ekosistem halal yang menyeluruh. Fenomena ini menuntut rekonstruksi fundamental agar kepatuhan syariah tidak lagi bersifat parsial, melainkan terintegrasi secara otomatis dalam setiap layanan. Oleh karena itu, artikel ini membahas konsep, implementasi, serta peluang dan tantangan paradigma Halal-as-a-Service (HaaS) dalam perspektif hukum ekonomi syariah, dengan penekanan pada rekonstruksi akad digital dan otomatisasi kepatuhan syariah berbasis teknologi frontier. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka (library research) dengan sumber data dari literatur fikih klasik dan kontemporer, regulasi ekonomi digital nasional, fatwa DSN-MUI, serta laporan global industri halal 2024–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa paradigma HaaS selaras dengan prinsip Maqāṣid al-Syarī‘ah, khususnya dalam perlindungan harta (ḥifẓ al-māl) dan jiwa (ḥifẓ al-nafs), melalui transparansi rantai pasok dan mitigasi risiko gharar secara real-time. Integrasi teknologi seperti blockchain, smart contracts, dan Artificial Intelligence (AI) dalam ekosistem HaaS memungkinkan penegakan kepatuhan syariah yang bersifat proaktif dan inklusif. Implementasi HaaS di Indonesia mulai menunjukkan potensi besar melalui sinergi antara sektor riil industri halal dengan instrumen keuangan sosial Islam (Ziswaf). Namun, masih terdapat tantangan signifikan, termasuk isu kedaulatan data pribadi, interoperabilitas sistem antarlembaga, serta kesenjangan antara kecepatan inovasi teknologi dengan regulasi hukum yang ada. Rekomendasi penelitian ini menekankan pentingnya sinkronisasi regulasi, kodifikasi fatwa muamalah digital, inovasi infrastruktur data halal nasional, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai hub global ekonomi syariah digital tanpa mengabaikan prinsip-prinsip syariah yang fundamental