cover
Contact Name
Muhammad Syauqi
Contact Email
ekobisda@iaidarussalam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ekobisda@iaidarussalam.ac.id
Editorial Address
Jl. Tanjung Rema, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAI Darussalam Martapura Kabupaten: Banjar Provinsi: Kalimantan Selatan
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ekonomi dan Bisnis (Ekobis-DA)
ISSN : 27213846     EISSN : 29642477     DOI : https://doi.org/10.58791/febi
Core Subject : Religion, Economy,
Jurnal ini berfokus pada kajian utama dalam bidang ekonomi, perbankan, dan ekonomi Islam, yang mencakup Manajemen, Kewirausahaan, Pembangunan Ekonomi, Akuntansi, Perbankan Syariah, Regulasi Perbankan Syariah, Lembaga Keuangan Syariah, Instrumen Keuangan Syariah, Akuntansi Syariah, Manajemen Syariah, Etika Bisnis Islam, Filantropi Islam, Bisnis Halal, atau ilmu ekonomi.
Articles 77 Documents
Open Unemployment in South Kalimantan: Can School Participation and Workforce Rates Affect It? Zulhikmah, Nurlina; Dahliana, Difi; Nilasari, Erissa
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 6 No. 1 (2025): Vol 06 No. 01 Januari-Juni 2025 : Jurnal Ekonomi dan Bisnis (Ekobis-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v6i1.339

Abstract

Unemployment is created as a result of the increase in job vacancies being lower than the increase in the workforce, resulting in a large number of unemployed workers in the economy. This study aims to analyze the regression of school participation rates, workforce, and open unemployment in South Kalimantan. The research method used is quantitative with secondary data for the period 2017-2022. The data is processed using Eviews 12 to conduct classical assumption tests and multiple regression tests. The research findings show that the school participation rate and workforce do not have a significant effect on open unemployment in South Kalimantan Province from the period 2017-2022, either partially or simultaneously. This finding contributes to deepening insight into the factors that influence unemployment cannot always be linked to school participation rates and the workforce.
PENDEKATAN USHUL FIQIH DALAM PRINSIP-PRINSIP KEUANGAN SYARIAH MODERN M.Zaini
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 6 No. 1 (2025): Vol 06 No. 01 Januari-Juni 2025 : Jurnal Ekonomi dan Bisnis (Ekobis-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v6i1.350

Abstract

Keuangan syariah modern merupakan suatu sistem keuangan yang didasarkan pada prinsip-prinsip hukum Islam, yang mencakup larangan terhadap riba (bunga), gharar (ketidakpastian), dan maysir (perjudian). Seiring dengan berkembangnya pasar keuangan global, penerapan prinsip-prinsip syariah dalam keuangan modern menjadi semakin relevan. Namun, untuk menerapkan prinsip-prinsip tersebut secara tepat dalam konteks ekonomi kontemporer, dibutuhkan pendekatan yang sistematis dan mendalam. Salah satu pendekatan yang penting adalah ushul fiqih, yang berfungsi sebagai dasar metodologi untuk memahami dan menginterpretasikan hukum Islam dalam konteks modern. Artikel ini akan mengkaji bagaimana pendekatan ushul fiqih dapat diterapkan untuk memahami dan mengembangkan prinsip-prinsip keuangan syariah modern
KONSEP ZAKAT PRODUKTIF PERSPEKTIF SYEKH MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI DALAM KITAB SABILAL MUHTADIN (Analisis Sejarah, Hermeneutika, dan Istinbath) Muhammad Sauqi
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 6 No. 1 (2025): Vol 06 No. 01 Januari-Juni 2025 : Jurnal Ekonomi dan Bisnis (Ekobis-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v6i1.352

Abstract

This study aims to analyze the concept of productive zakat from the perspective of Syekh Muhammad Arsyad al-Banjarî, as outlined in his book Sabîl al-Muhtadîn, using historical, hermeneutical, and istinbath approaches. Zakat, as one of the five pillars of Islam, carries a significant social dimension that is crucial in addressing social inequalities and alleviating poverty. In his book, Syekh Muhammad Arsyad al-Banjarî develops the idea of zakat not only as a consumptive act but also as a productive one, where zakat is provided as capital for the poor and needy to improve their welfare. This research reveals that Syekh Muhammad Arsyad al-Banjarî's concept of productive zakat is highly relevant to the socio-economic conditions of the Banjar Sultanate and offers a guide that can be applied in contemporary times. Using a hermeneutical approach, this study identifies the meaning embedded in the text of Sabîl al-Muhtadîn and its relevance to the concept of productive zakat, which aims to empower the economic wellbeing of the community. The historical approach is also employed to examine the social and economic context during the time the book was written, while istinbath explores the application of zakat principles in contemporary settings. The findings of this study indicate that productive zakat not only helps improve individual economies but also has the potential to significantly reduce poverty, thus serving as a crucial instrument for economic development in the Muslim community.
Implikasi Integrasi Kebijakan Fiskal dan Sukuk Terhadap Meningkatkan Perekonomian Indonesia Rizka Nidya Maharani; Septa Farleni; M. Tegar Sabili; Akbar Hariyanto; Renza Andre; Sinta Ayu Purnamasari
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 6 No. 1 (2025): Vol 06 No. 01 Januari-Juni 2025 : Jurnal Ekonomi dan Bisnis (Ekobis-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v6i1.360

Abstract

Artikel ini secara mendalam menganalisis bagaimana kebijakan ekonomi syariah memengaruhi investasi Islami, dengan fokus pada teori ekonomi makro. Melalui tinjauan pustaka, kajian ini menggali bagaimana instrumen investasi syariah seperti sukuk dan saham syariah dapat mendukung pertumbuhan ekonomi serta stabilitas makroekonomi. Selain itu, artikel ini juga mengulas relevansi serta hambatan dalam implementasi kebijakan ekonomi syariah di berbagai negara, dengan penekanan khusus pada aspek investasi. Penelitian mengungkap bahwa kebijakan fiscal dan moneter berdasarkan prinsip-prinsip syariah berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan stabilitas makroekonomi. Prinsip-prinsip syariah yang menekankan keadilan, distribusi kekayaan yang merata, dan penghindaran praktek riba, maysir, dan gharar berkontribusi dalam membentuk sistem keuangan yang lebih stabil. Penggunaan sukuk sebagai instrumen investasi menawarkan pilihan pendanaan alternatif yang menarik bagi investor yang mencari investasi yang etis dan berkelanjutan. Namun, penerapan kebijakan ekonomi syariah dalam skala makro menghadirkan berbagai tantangan. Transformasi menuju sistem ekonomi syariah secara penuh membutuhkan penyesuaian yang menyeluruh baik dari segi regulasi, infrastruktur keuangan, maupun tingkat pemahaman masyarakat terhadap konsep ekonomi Islam. Terlepas dari tantangan yang ada, penelitian ini mengindikasikan bahwa mengintegrasikan kebijakan fiskal dengan penggunaan sukuk dapat menjadi pendekatan strategis untuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi nasional.
DEKONTRUKSI KONSEP RIBA DAN BUNGA(ANALISIS PERBANDINGAN LITERATUR KLASIK DAN KONTEMPORER) Fatimah; Noor Azmi Nabila; Gusti Hidayah Fitriyani3; Erwan Setyanoor
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 6 No. 02 (2025): Juli- Desember : Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EKOBIS-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v6i02.395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi konsep Riba dan bunga dalam perspektif ekonomi Islam melalui analisis perbandingan antara literature klasik dan pemikiran kontemporer. Dalam literatur klasik, riba dipahami sebagai tambahan dalam transaksi yang tidak dibenarkan secara syar'i, baik dalam utang-piutang maupun pertukaran barang sejenis, dan diharamkan berdasarkan Al- Qur'an, Hadis, dan ijma ulama. Namun, perkembangan sistem keuangan modern menimbulkan perdebatan baru, khususnya terkait praktik bunga bank. Sebagian ulama dan ekonomi kontemporer mencoba memberikan interpretasi yang lebih kontekstual terhadap bunga, dengan membedakan antara riba eksploitatif dan bunga yang digunakan sebagai instrument ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research) untuk menelaah ayat-ayat Al-Quran serta pandangan para ulama klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman terhadap riba dan bunga perlu terus dikaji secara kritis dan kontekstual agar tetap sejalan dengan prinsip keadilan dan kemasyarakatan dalam ekonomi syariah.
Zakat, Pajak, dan Media Sosial: Perspektif Profesional Muda Muslim di Kalimantan Selatan Muhammad Adi Riswan Al Mubarak
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 6 No. 1 (2025): Vol 06 No. 01 Januari-Juni 2025 : Jurnal Ekonomi dan Bisnis (Ekobis-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v6i1.420

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mengubah cara generasi muda Muslim berinteraksi dengan nilai-nilai keagamaan dan kewargaan. Dalam konteks ini, zakat dan pajak tidak hanya dipandang sebagai kewajiban formal, tetapi juga sebagai bagian dari konstruksi sosial yang terbentuk melalui dinamika digital. Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi dan sikap profesional muda Muslim terhadap kewajiban zakat dan pajak dalam konteks kehidupan digital, khususnya bagaimana media sosial memengaruhi cara pandang dan keputusan mereka. Dengan pendekatan kualitatif dan desain fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap responden berusia 20–35 tahun di tiga wilayah Kalimantan Selatan: Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zakat dipersepsi sebagai kewajiban spiritual dan moral yang lebih bermakna secara emosional dibandingkan pajak, yang cenderung dipandang sebagai kewajiban administratif negara. Media sosial memainkan peran penting dalam membentuk persepsi, memperkuat preferensi, dan merekonstruksi identitas sosial-keagamaan generasi muda Muslim. Ketegangan antara spiritualitas dan kepatuhan hukum terlihat dalam bagaimana responden memposisikan kedua kewajiban tersebut dalam kehidupan mereka. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan komunikatif dan transparan dalam strategi lembaga zakat dan otoritas pajak untuk menjangkau generasi Muslim digital yang reflektif dan aktif secara sosial.    
ANALISIS  PENERAPAN PSAK 102 PEMBIAYAAN MURABAHAH PRODUK CICIL EMAS DI BSI KCP MARTAPURA Awalia Rizqiani, Hushila
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 6 No. 1 (2025): Vol 06 No. 01 Januari-Juni 2025 : Jurnal Ekonomi dan Bisnis (Ekobis-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v6i1.425

Abstract

Salah satu produk syariah yang semakin diminati oleh masyarakat adalah produk CILEM (Cicil Emas) . Cicil emas adalah produk BSI yang memungkinkan nasabah untuk secara sistematis mengumpulkan emas sebagai salah satu bentuk investasi dan perlindungan nilai aset dalam jangka panjang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan PSAK 102 pembiayaan murabahah produk cicil emas di BSI KCP Martapura dan untuk mengetahui pengakuan, pengukuran, penyajian serta pengungkapan pembiayaan murabahah produk cicil emas telah sesuai dengan PSAK 102. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pendekatan penelitian kualitatif, penelitian kualitatif yaitu jenis penelitian yang tidak menggunakan prosedur statistik atau kuantifikasi dalam penemuannya. Hasil penelitian penerapan PSAK 102 pembiayaan murabahah produk cicil emas di BSI KCP Martapura dalam hal pengakuan dan pengukuran pembiayaan murabahah produk cicil emas sudah diterapkan baik oleh BSI KCP Martapura dari Pengakuan Persediaan Murabahah, Pengakuan Uang Muka (Urbun), Pengakuan Piutang Murabahah, Pengakuan Keuntungan (Margin),  Pengakuan Agunan, Pengukuran Persediaan Murabahah Setelah Perolehan, Perlakuan Akuntansi terhadap Penyajian Pembiayaan Murabahah produk cicil emas di BSI KCP Martapura Pengakuan, pengukuran, penyajian serta pengungkapan pembiayaan murabahah produk cicil emas di BSI KCP martapura telah sesuai dengan PSAK 102. Namun dalam hal pengakuan denda BSI KCP Martapura tidak menerapkan kepada nasabah. Kata kunci : PSAK 102,Pembiayaan Murabahah, cicil emas
Konsekuensi Sosial-Ekonomi Anak dari Hubungan Non-Marital dalam Tinjauan Islam Yulianti, Yulianti
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 6 No. 1 (2025): Vol 06 No. 01 Januari-Juni 2025 : Jurnal Ekonomi dan Bisnis (Ekobis-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v6i1.439

Abstract

The status of children born from non-marital (out-of-wedlock) relationships in Islam is a complex issue, involving tensions between classical Islamic jurisprudence (fiqh), the principles of maqāṣid al-sharī‘ah, and the demands of modern social realities. In classical fiqh, the majority of scholars maintain that a child born of zina (illicit sexual relations) may only be affiliated (nasab) with the mother, thereby excluding the child from inheritance rights, guardianship (wali) in marriage, and civil protection from the biological father. Nevertheless, Islam emphasizes that every child is born in a state of fitrah (purity) and bears no burden of the sins committed by their parents. Based on a normative-theological and ethical approach, this study finds that children born out of zina still retain fundamental rights guaranteed by the sharia, including the right to life, identity, education, and protection from discrimination. Developments in contemporary legal frameworks—including rulings by the Indonesian Constitutional Court and family law reforms in various Muslim-majority countries—reflect a shift toward a more inclusive and protective approach. Through the lens of maqāṣid al-sharī‘ah, Islamic law can be reinterpreted to uphold justice and compassion (rahmah) while preserving core sharia values. This research recommends a harmonization between classical fiqh and national legal systems to ensure comprehensive protection for out-of-wedlock children in modern Muslim societies
PERSEPSI GEN Z TERHADAP PERAN INFLUENCER DAN MEDIA SOSIAL DALAM MEMBENTUK MINAT BELI PRODUK SKINCARE Habie, Riska; Larasati, Suci; Rusdi, Wahyudi
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 6 No. 02 (2025): Juli- Desember : Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EKOBIS-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v6i02.446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi Generasi Z terhadap peran influencer dan media sosial dalam membentuk minat beli produk skincare. Dengan kemajuan teknologi digital, media sosial telah menjadi platform utama interaksi antara merek dan konsumen, di mana influencer berperan sebagai sumber informasi yang kredibel. Melalui wawancara mendalam dengan lima informan berusia 20–25 tahun yang aktif di media sosial, penelitian ini menemukan bahwa influencer dianggap lebih dapat dipercaya dibandingkan iklan tradisional, karena mereka menyampaikan informasi secara jujur dan berbasis pengalaman pribadi. Informan menyatakan bahwa konten yang disajikan oleh influencer, terutama di platform seperti TikTok dan Instagram, memiliki daya tarik visual dan edukatif yang kuat, sehingga memengaruhi keputusan pembelian mereka. Selain itu, paparan rutin terhadap konten skincare di media sosial meningkatkan minat beli, meskipun awalnya tidak berniat membeli. Temuan ini menunjukkan bahwa kredibilitas influencer, intensitas keterpaparan, dan preferensi platform media sosial berkontribusi signifikan dalam membentuk minat beli produk skincare di kalangan Generasi Z. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pelaku industri skincare dalam merumuskan strategi pemasaran yang lebih efektif dan relevan dengan karakteristik target audiens mereka.
AN ANALYTICAL STUDY OF DSN FATWA NO. 77/DSN-MUI/V/2010 ON NON-CASH GOLD TRADING Musnadi, Zainurrahman; Hu'shila Awalia Rizqiani; Iin Muyasarah
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 6 No. 02 (2025): Juli- Desember : Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EKOBIS-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v6i02.466

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya penetapan fatwa terhadap kebolehan investasi emas sebagaimana dinyatakan pada fatwa DSN Nomor: 77/DSN-MUI/V/2010 Tentang Jual-Beli Emas Secara Tidak Tunai. Oleh karena itu, penulis melakukan analisis terhadap apa saja dalil-dalil yang mendasari penetapan Fatwa tersebut dan bagaimana analisis terhadap kebolehan investasi emas dalam fatwa DSN Nomor: 77/DSN-MUI/V/2010 Metode yang digunakan menurut jenisnya adalah library recearch dengan pendekatan Penelitian kualitatif normatif. Sedangkan sifatnya menggunakan penelitian analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Ketentuan Fatwa DSN Nomor: 77/DSN-MUI/V/2010 didasarkan pada dalil Al-Qur'an Q.S. Al-Baqarah/2:275, hadis riwayat Ibnu Majah, Al-Baihaqi, Muslim, Abu Daud, Tirmizi, dan Nasa'i. Selain itu, kaidah ushul dan kaidah fikih, serta fatwa dari para ulama seperti Ibnul Qayyim, Imam Ibn Taimiyah, Syaikh ‘Ali Jumu’ah, dan Syekh Wahbah al-Zuhaily, menjadi dasar kebolehan investasi emas melalui jual beli secara tidak tunai dengan menggunakan akad murabahah, jual beli wakalah, dan rahn selama emas tidak menjadi alat tukar yang resmi (uang). Kedua, berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa adanya kebolehan investasi emas dalam fatwa tersebut, karena emas dianggap sebagai barang (sil’ah) dan bukan lagi sebagai alat pembayaran (tsaman). Kepada akademisi disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai penerapan Fatwa DSN Nomor: 77/DSN-MUI/V/2010 dalam berbagai konteks ekonomi yang berbeda. Penelitian ini dapat mencakup studi kasus di berbagai wilayah atau industri untuk memahami dampak dan efektivitas fatwa tersebut