cover
Contact Name
Ichlasia Ainul Fitri
Contact Email
ichlasia@mercubuana-yogya.ac.id
Phone
+6285786579850
Journal Mail Official
jfat@mercubuana-yogya.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Wates-Jogjakarta, Karanglo, Argomulyo, Kec. Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55752. Indonesia
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Food and Agricultural Technology
ISSN : -     EISSN : 3063461X     DOI : https://doi.org/10.26486/jfat.v1i1.3378
The Journal is envisaged as the major platform for communicating advances/developments in covering the wide range of post-harvest related science, engineering and technological aspects of foods, food products and related byproducts with special emphasis on the basic and applied research findings that will impact the quality, safety and/or shelf life of fresh or processed food products including findings that will help improvise the efficiency of a process/technology, effective utilization of by-products or wastes resulting from food processing
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2024)" : 5 Documents clear
Pengaruh Suhu Penyangraian Terhadap Sifat Fisikokimia dan Tingkat Kesukaan Kopi Robusta Baselia, Della; Zulaikhah, Silmiy; Rejeki, Addellya Putri Sri; Govi, Billy Gustian; Rizki, Rido
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v2i1.4335

Abstract

Kopi mengandung senyawa antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan seperti perlindungan dari berbagai penyakit. senyawa antioksidan tersebut antara lain kafein, fenol, dan asam klorogenat (Sari, 2018). Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu biji kopi robusta 100g, sedangkan bahan kimia yang digunakan untuk analisis yaitu larutan DPPH, ethanol, dan aquades. Alat yang digunakan dalam pembuatan bubuk kopi robusta yaitu mesin roasting kopi, grinder, timbangan digital, dan ayakan 40 mesh. Sedangkan alat yang digunakan dalam analisis yaitu timbangan analitik, gelas ukur, labu ukur, pH meter, pipet gondok, desikator, beaker glass, erlenmeyer, kertas saring, colorimeter, spektrofotometri Uv-Vis, dan oven merk memmert. Uji sensoris menunjukkan suhu penyangraian sangat mempengaruhi sifat fisik seperti warna, aroma, rasa dan kenampakan sehingga memiliki perbedaan yang nyata. Uji warna pada bubuk kopi robusta menunjukkan warna L*, a*, b*, C*, h* dan ΔΕ ada beda nyata. Suhu penyangraian tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air bubuk kopi robusta. kadar air tertinggi sebesar 3,14 ± 0,21 dan kadar air terendah sebesar 2,89 ± 0,15. Suhu penyangraian tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pH bubuk kopi robusta. pH tertinggi 5,68 ± 0,00 dan terendah sebesar 5,36 ± 0,01. Suhu penyangraian memberikan pengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan seduhan bubuk kopi robusta. Nilai tertinggi sebesar 76,66 ± 1,52 dan nilai terendah sebesar 60,00 ± 1,54. Suhu penyangraian tidak memberikan pengaruh nyata terhadap zat padat terlarut seduhan bubuk kopi robusta. Nilai tertinggi 30,72 ± 1,51 dan nilai terendah 28,32 ± 2,26.
Karakteristik Snackbar dari Tepung Pisang Kepok Kuning dan Kacang Merah dengan Penambahan VCO Sri Winarti; Riski Ayu Anggraeni; Mawar Afifah Rahma
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v2i1.4339

Abstract

Snackbar merupakan makanan ringan berbentuk batang dan padat yang berasal dari campuran berbagai bahan kering seperti sereal, kacang-kacangan dan buah kering yang digabungkan menjadi satu dengan bahan pengikat. Bahan pengikat yang biasa digunakan antara lain madu, coklat, caramel. Telah dilakukan penelitian pembuatan snackbar dari tepung pisang kepok kuning dan kacang merah dengan penambahan VCO (Virgin Coconut Oil). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung pisang kepok kuning dan tepung kacang merah serta konsentrasi VCO terhadap karakteristik fisikokimia dan sensoris snackbar yang dihasilkan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor dan dua kali ulangan, faktor I adalah proporsi tepung pisang kepok : tepung kacang merah (90:10, 80:20, dan 70:30) dan faktor II adalah konsentrasi VCO 10%, 20% dan 30%. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA, apabila terdapat perbedaan yang nyata maka dilakukan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah proporsi tepung pisang kepok kuning:tepung kacang merah 70:30 dan konsentrasi VCO 30% yang menghasilkan snackbar dengan karakteristik: kadar air 17,48%, lemak 39,04%, protein 15,05%, karbohidrat 28,62%; pati resisten 8,35% dan total kalori 526,08 kkal/100g.
Fortifikasi Bubuk Daun Sintrong (Crassocephalum Crepidioides (Benth.) S. Moore) Dalam Pembuatan Biskuit Nunik Suryani; Nissa Clara Firsta; Eman Darmawan
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v2i1.4340

Abstract

Biskuit merupakan produk camilan bertekstur kering, yang umumnya terbuat dari terigu, margarin dan telur. Guna mengurangi impor terigu, perlu dikembangkan biskuit dengan bahan baku kearifan lokal, diantaranya menggunakan labu kuning. Guna meningkatkan nilai gizi biskuit, dilakukan fortifikasi bubuk daun sintrong. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh fortifikasi bubuk daun sintrong terhadap karakteristik kimia (air, abu, lemak, serat kasar dan total polifenol), mutu organoleptik (warna dan rasa), serta penilaian kesukaan konsumen terhadap biskuit. serta menetapkan formulasi biskuit terbaik berdasarkan penerimaan konsumen secara keseluruhan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan penambahan bubuk daun sintrong 0%, 12,5%, 25%, 37,5%, 50%. Data yang diperoleh kemudian dilakukan uji ANOVA, jika terdapat beda nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi substitusi bubuk daun sintrong secara nyata (α = 0,05) mampu meningkatkan kadar air, abu, lemak, serat kasar dan total polifenol. Hasil uji organoleptik dengan mutu hedonik menunjukkan penambahan bubuk daun sintrong secara nyata (α = 0,05) menghasilkan warna yang semakin pekat dan rasa langu yang semakin kuat. Berdasarkan hasil pengujian metode Zeleny, fortifikasi bubuk 12,5% pada biskuit merupakan perlakuan yang disukai panelis.
Pengaruh Komposisi Daging dan Tepung Tapioka Terhadap Cooking Loss dan Sifat Fisikokimia Bakso Ayam Nuriyansyah; Pramono, Heru; Annisa, Amelia Nur; Purnama, Diva Frida Riesta
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v2i1.4341

Abstract

Bakso merupakan salah satu produk olahan daging yang populer di Indonesia, dibuat dengan menggunakan campuran daging dengan bahan pengikat seperti tepung. Bakso daging ayam terbuat dari daging ayam broiler yang kaya nutrisi, memiliki rasa yang lezat dan tekstur yang lembut, sehingga menjadi favorit bagi konsumen yang menikmati kelembutan daging ayam dan nilai gizinya. Di sisi lain, penggunaan tepung tapioka memberikan bakso tekstur kenyal dan elastis, sehingga dapat tahan selama proses memasak dan memberikan pengalaman mengunyah yang unik bagi konsumen. Perbandingan antara kedua jenis bakso ini mencakup aspek tekstur, komposisi nutrisi, preferensi konsumen, serta dampaknya terhadap industri pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi penggunaan tepung tapioka pada pembuatan bakso ayam terhadap sifat kimia bakso daging ayam.Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan dua perlakuan dan masing-masing perlakuan terdiri dari tiga ulangan, yaitu A1 = Bakso dengan konsentrasi daging ayam:tepung tapioka (160:40), A2 = Daging Ayam:Tepung tapioka (150:50). Analisis yang dilakukan meliputi cooking loss, uji kadar air, uji kadar lemak, dan uji kadar protein. Bakso ayam hasil analisa paling baik adalah perbandingan daging ayam : tapioka (160:40), dengan kadar cooking yield 23,33 ± 5,77a, kadar air 69,55 ± 1,05a, kadar abu 5,70 ± 0,45a, kadar protein 42,04 ± 2,52b, kadar lemak 4,70 ± 0,12b.
Pengaruh Jumlah Susu Skim Terhadap Sifat Kimia dan Mikrobiologi Yoghurt Susu Sapi Ansabila, Hilma Amanda; Agustine, Putri Lestiana; Toni; Aprilia, Nonic; Qosna, Nansya Musyafir; Sari, Yuli Perwita
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v2i1.4343

Abstract

Yoghurt merupakan produk olahan susu menjadi minuman asam terfermentasi dengan penambahan kultur mikroorganisme yang terbuat dari starter bakteri asam laktat. Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus merupakan bakteri yang paling umum digunakan sebagai kultur starter pada proses fermentasi susu menjadi yoghurt. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan skim terhadap sifat fisik, kimia (Kadar air, pH, Nilai total zat padat terlarut, gula reduksi dan gula total) dan mikrobiologi. Metode eksperimental digunakan dengan rancangan acak lengkap faktorial, melibatkan dua faktor: persentase susu (5% dan 7%) dan persentase gula (2% dan 2%). Parameter yang diukur meliputi kadar air, pH, kadar ZPT (Zat Padat Terlarut) , gula total, gula reduksi, total BAL (Bakteri Asam Laktat) dengan masing-masing 3 kali ulangan. Data yang diperoleh diuji statistic dengan Univariate Analysis of Variance (ANOVA), jika ada beda nyata diuji dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) a=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan persentase susu skim dan penambahan gula yang sama, secara signifikan mengurangi gula reduksi (p<0,05). Kadar air dan total BAL meningkat seiring bertambahnya persentase susu skim, sementara total ZPT menurun. Kadar gula total tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5