cover
Contact Name
Fathul Qorib
Contact Email
fathul.indonesia@gmail.com
Phone
+6285354769970
Journal Mail Official
journal.issr@gmail.com
Editorial Address
Perum Pesona Mutiara, Karangwidoro, Dau, Kabupaten Malang 65151
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Communication Research
ISSN : -     EISSN : 30899842     DOI : https://doi.org/10.61105/jcr.v1i2.188
Core Subject : Education,
Journal of Communication Research (JCR) is a peer-reviewed publication dedicated to advancing communication studies through rigorous research and analysis. Published by Yayasan Lentera Avanya Nagari, JCR fosters an inclusive academic platform for exploring communication theories, methodologies, and practices. The journal seeks to bridge the gap between theory and practice, addressing contemporary challenges in the field. It welcomes global contributions from scholars and researchers and upholds high standards of academic rigor through a thorough review process. The Journal of Communication Research (JCR) explores the diverse aspects of communication and its effects across various fields. Our journal covers topics such as: 1. Communication Theory and Models 2. Media, Technology, and Digital Literacy 3. Popular Culture and Media Studies 4. Interpersonal, Group, and Organizational Communication 5. Public Relations 6. Crisis and Risk Communication 7. Cross-Cultural and Global Communication 8. Political Communication and Public Discourse 9. Communication Ethics, Law, and Policy 10. Gender, Identity, and Representation in Media
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2025): April" : 5 Documents clear
Analisis Pembingkaian Kekerasan Seksual di Media Online Times Indonesia dan Tugumalang.id Bele, Yulia Melci; Fianto, Latif
Journal of Communication Research Vol. 1 No. 1 (2025): April
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jcr.v1i1.164

Abstract

This study aims to identify and analyze how the reporting of sexual violence by Julianto Eka Putra in the online media Times Indonesia and Tugumalang.id frames the event, as well as how the news elements shape the audience's understanding. This study uses the framing theory of Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki, focusing on the analysis of syntactic, script, thematic, and rhetorical aspects in the news coverage. The method used is qualitative descriptive, with a framing analysis approach to news from both media. The results showed significant differences in the way the two media compiled the news. Times Indonesia did not fully use the 5W+1H news structure, while Tugumalang.id was more consistent in its completeness. Differences are also seen in the choice of words in the headline, where Times Indonesia uses the term “terdakwa” (defendant) and Tugumalang.id chooses “bos” (boss) to refer to the perpetrator. Emphasis on the background of the news and quotes from sources are framing strategies used to shape different narratives. This study concludes that even though both media discuss the same issue, the way they present information and frame events can influence the audience's view of the case. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana pemberitaan kekerasan seksual oleh Julianto Eka Putra di media online Times Indonesia dan Tugumalang.id membingkai peristiwa tersebut, serta bagaimana elemen-elemen berita membentuk pemahaman audiens. Penelitian ini menggunakan teori framing dari Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki, dengan fokus pada analisis aspek sintaksis, skrip, tematik, dan retoris dalam pemberitaan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan analisis framing pada berita dari kedua media tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam cara kedua media menyusun berita. Times Indonesia tidak sepenuhnya menggunakan struktur berita 5W+1H, sementara Tugumalang.id lebih konsisten dalam kelengkapan tersebut. Perbedaan juga terlihat dalam pemilihan kata di headline, di mana Times Indonesia menggunakan istilah "terdakwa" dan Tugumalang.id memilih "bos" untuk merujuk pada pelaku. Penekanan pada latar belakang berita dan kutipan narasumber menjadi strategi framing yang digunakan untuk membentuk narasi berbeda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun kedua media membahas isu yang sama, cara mereka menyajikan informasi dan membingkai peristiwa dapat mempengaruhi pandangan audiens terhadap kasus tersebut.
Strategi Komunikasi Dinas Kominfo Tanjung Jabung Barat dalam Implementasi SP4N-Lapor Nusandika, M. Rizqi Valdi; Alfaini , Nazhifa
Journal of Communication Research Vol. 1 No. 1 (2025): April
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jcr.v1i1.166

Abstract

The issue in this research is the low adoption of SP4N-LAPOR! among the people of Tanjung Jabung Barat. Many complaints and problems are experienced by the community, yet they are still unfamiliar with SP4N-LAPOR! both in terms of concept and the existence of its application/website. The purpose of this study is to identify the communication plan implemented by Diskominfo in the adoption of SP4N-LAPOR! in Tanjung Jabung Barat, as well as the challenges encountered in the process. This study employs communication strategy theory, which includes several approaches, namely the system approach, the technology approach, and the evaluation approach. The system approach consists of three parts: design, system analysis, and creativity techniques. The technology approach includes applications, social media, and print media as communication tools. The evaluation approach consists of four aspects: policy, system design, implementation and system maintenance, and impact assessment. The participants in this study were selected using purposive sampling techniques, including Fahrzimawati, Diskominfo Head of Public Information and Opinion Rudianto, Administrative Staff, and residents of Tanjung Jabung Barat, namely William Ridho and Alfarezi. The research findings indicate that the communication strategy implemented by Diskominfo in the implementation of SP4N-LAPOR! is carried out through social media and print media. However, several obstacles hinder the adoption of SP4N-LAPOR! in the community, including low awareness levels, lack of socialization, and minimal active participation from the people of Tanjung Jabung Barat. Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya penerapan SP4N-LAPOR! di kalangan masyarakat Tanjung Jabung Barat. Banyak keluhan dan permasalahan yang dihadapi masyarakat, namun mereka masih belum mengenal SP4N-LAPOR! baik dari segi konsep maupun keberadaan aplikasi/website-nya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi rencana komunikasi yang diterapkan oleh Diskominfo dalam penerapan SP4N-LAPOR! di wilayah Tanjung Jabung Barat serta kendala yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan teori strategi komunikasi, yang mencakup beberapa pendekatan, yaitu pendekatan sistem, pendekatan teknologi, dan pendekatan evaluasi. Pendekatan sistem terdiri dari tiga bagian, yaitu perancangan, analisis sistem, dan teknik kreativitas. Pendekatan teknologi mencakup aplikasi, media sosial, dan media cetak sebagai sarana komunikasi. Pendekatan evaluasi terdiri dari empat aspek, yaitu kebijakan, perancangan sistem, implementasi dan pemeliharaan sistem, serta penilaian dampak. Informan dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling, meliputi Diskominfo Fahrzimawati, Kepala Dinas Informasi dan Opini Publik Rudianto, Staf Tata Usaha, serta warga Tanjung Jabung Barat, yaitu William Ridho dan Alfarezi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan Diskominfo dalam implementasi SP4N-LAPOR! dilakukan melalui media sosial dan media cetak. Namun, terdapat beberapa hambatan dalam penerapan SP4N-LAPOR! di masyarakat, di antaranya rendahnya tingkat kesadaran, kurangnya sosialisasi, serta minimnya partisipasi aktif masyarakat Tanjung Jabung Barat.
Pola Komunikasi Orang Tua Terhadap Anak Pengguna Smartphone Aktif (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 01 Muara Rupit) Talia, Agnes; Elviria, Samia
Journal of Communication Research Vol. 1 No. 1 (2025): April
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jcr.v1i1.168

Abstract

This research aims to find out how parents and children communicate when using active smartphones among class V students at SDN 01 Muara Rupit. This research uses qualitative methods and descriptive approaches. Information collected in this research. The informants in this research were parents and children who actively used smartphones among class V students at SDN 01 Muara Rupit. In this research, J.A Devito's theory about authoritarian, authoritative and permissive communication patterns is used. Data was collected through interviews, observation and documentation. Data analysis is carried out by reducing, displaying and drawing conclusions. The research results show that permissive communication patterns are what make children tend to use smartphones actively. It was found that the actions of parents who indulge their children in using smartphones, cause children to become indifferent to their surroundings, impatient, and difficult to manage. Then the authoritarian communication pattern refers to the actions of parents who are harsh and rigid towards their children in using smartphones, which makes children feel depressed, unhappy, irritable and angry. In the authoritative communication pattern, it was found that parents had an open attitude and high levels of control, making it easier for children to understand, follow the rules and not feel pressured. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana orang tua dan anak berkomunikasi saat menggunakan smartphone aktif pada siswa kelas V SDN 01 Muara Rupit. Penelitian ini menggunakan metode kualiatif dan pendekatan deskriptif. Informasi yang dikumpulkan dalam penelitian ini. Informan dalam penelitian ini adalah orang tua dan anak dalam penggunan smartphone aktif pada siswa kelas V SDN 01 Muara Rupit. Dalam penelitian ini, teori J.A Devito tentang pola komunikasi authoritarian, authoritative, dan permissive digunakan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi, menampilkan, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi permissive adalah yang membuat anak cenderung menggunakan smartphone aktif. Ditemukan bahwa tindakan orang tua yang memanjakan anak dalam menggunakan smartphone, menyebabkan anak menjadi tidak peduli dengan lingkungan sekitar, tidak sabar, dan sulit diatur. Kemudian pada pola komunikasi authoritarian pada tindakan orang tua yang bersikap keras dan kaku terhadap anak dalam menggunakan smartphone sehingga membuat anak merasa tertekan, tidak bahagia, mudah tersinggung, dan pemarah. Pada pola komunikasi authoritative ditemukannya bahwa orang tua memiliki sikap terbuka dan kontrol yang tinggi sehingga membuat anak menjadi lebih mudah mengerti, mengikuti aturan dan tidak merasa tertekan.
Strategi Komunikasi Penyuluhan Keluarga Berencana (KB) di Kecamatan Jelutung dalam Penyuluhan Alat Kontrasepsi Athala, Melsa; Magfirah, Noor Khalida
Journal of Communication Research Vol. 1 No. 1 (2025): April
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jcr.v1i1.169

Abstract

This study aims to analyze the communication strategy implemented by the Jelutung District Family Planning (FP) Extension Office in the provision of contraceptive counseling and to identify the obstacles faced in the process. This study uses Hafied Cangara's communication strategy theory, which covers the stages of research, planning, implementation, and evaluation. In the context of management, strategy consists of three main stages, namely formulation, implementation, and evaluation. The method used in this study is descriptive qualitative, with data collection techniques through interviews, observations, and documentation. The results showed that the communication strategy applied includes several main aspects, namely (1) selecting communicators who have expertise in family planning counseling, (2) setting targets for the productive age group, (3) preparing counseling messages that suit the needs of the audience, (4) utilizing social media such as Instagram, Facebook, and WhatsApp as a means of communication, and (5) periodic evaluations to measure the effectiveness of the counseling. The obstacles faced include the lack of openness of participants in discussions and the limited number of extension communicators. In conclusion, the communication strategy that has been implemented has been quite effective, although there are still obstacles that need to be overcome in order to improve the quality of family planning counseling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan oleh Balai Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Jelutung dalam penyuluhan alat kontrasepsi serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan teori strategi komunikasi dari Hafied Cangara, yang mencakup tahap penelitian, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam konteks manajemen, strategi terdiri dari tiga tahap utama, yaitu perumusan, implementasi, dan evaluasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan meliputi beberapa aspek utama, yaitu (1) pemilihan komunikator yang memiliki keahlian dalam penyuluhan KB, (2) penetapan target sasaran usia produktif, (3) penyusunan pesan penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan audiens, (4) pemanfaatan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp sebagai sarana komunikasi, serta (5) evaluasi berkala untuk mengukur efektivitas penyuluhan. Hambatan yang dihadapi meliputi kurangnya keterbukaan peserta dalam diskusi serta keterbatasan jumlah komunikator penyuluh. Kesimpulannya, strategi komunikasi yang diterapkan telah berjalan cukup efektif, meskipun masih terdapat kendala yang perlu diatasi guna meningkatkan kualitas penyuluhan KB.
Strategi Komunikasi Multikultural dalam Menanamkan Nilai Toleransi Beragama pada Santri di Pesantren Sunan Kalijago Malang Yuwafik, Muhammad Hamdan; Lestari, Dinda Fitri Ayu Puji; Gunawan, Evan
Journal of Communication Research Vol. 1 No. 1 (2025): April
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jcr.v1i1.172

Abstract

The cultural and religious diversity present in Indonesian society calls for the strengthening of interfaith tolerance, which is becoming increasingly important. In this context, religious educational institutions such as pesantrens play a strategic role in instilling tolerance values. This article discusses the role of Pesantren Sunan Kalijogo Malang in teaching religious tolerance values amidst a diverse society. The primary focus of this study is on how the pesantren implements Islamic teachings that emphasize the importance of respecting differences and living together in peace. This research aims to explore the pesantren's motivations in teaching tolerance, as well as the methods used to instill these values in students. Using a qualitative approach, data was collected through field observations, in-depth interviews, and documentation studies. The research findings show that the pesantren not only provides Islamic religious education but also creates space for students to understand and accept diversity in their social lives. The implementation of multicultural communication at this pesantren proves that religious educational institutions can play an important role in creating inclusive and tolerant students, while also maintaining harmony in a multicultural society. This study provides evidence that faith-based education can support the realization of a more peaceful and united society. Keberagaman budaya dan agama yang ada pada masyarakat Indonesia menuntut adanya toleransi antar umat beragama yang semakin penting untuk diperkuat. Dalam konteks ini, lembaga pendidikan agama seperti pesantren memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai toleransi. Artikel ini membahas peran Pesantren Sunan Kalijogo Malang dalam mengajarkan nilai-nilai toleransi beragama di tengah masyarakat yang penuh dengan keberagaman. Fokus utama kajian ini adalah pada strategi pesantren mengimplementasikan ajaran Islam yang menekankan pentingnya saling menghargai perbedaan dan hidup berdampingan secara damai. Penelitian ini berusaha untuk menggali motivasi pesantren dalam mengajarkan toleransi, serta metode yang digunakan untuk menanamkan nilai-nilai tersebut kepada santri. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam. Strategi ini dilakukan oleh pihak pesantren tidak hanya memberikan pendidikan agama Islam, tetapi juga menciptakan ruang bagi santri untuk memahami dan menerima keberagaman dalam kehidupan sosial mereka. Implementasi komunikasi multikultural di pesantren ini membuktikan bahwa lembaga pendidikan agama dapat berperan penting dalam menciptakan santri yang inklusif dan toleran, serta menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang multikultural. Penelitian ini memberikan bukti bahwa pendidikan berbasis agama dapat mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih damai dan bersatu.

Page 1 of 1 | Total Record : 5