cover
Contact Name
Fathul Qorib
Contact Email
fathul.indonesia@gmail.com
Phone
+6285354769970
Journal Mail Official
journal.issr@gmail.com
Editorial Address
Perum Pesona Mutiara, Karangwidoro, Dau, Kabupaten Malang 65151
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Communication Research
ISSN : -     EISSN : 30899842     DOI : https://doi.org/10.61105/jcr.v1i2.188
Core Subject : Education,
Journal of Communication Research (JCR) is a peer-reviewed publication dedicated to advancing communication studies through rigorous research and analysis. Published by Yayasan Lentera Avanya Nagari, JCR fosters an inclusive academic platform for exploring communication theories, methodologies, and practices. The journal seeks to bridge the gap between theory and practice, addressing contemporary challenges in the field. It welcomes global contributions from scholars and researchers and upholds high standards of academic rigor through a thorough review process. The Journal of Communication Research (JCR) explores the diverse aspects of communication and its effects across various fields. Our journal covers topics such as: 1. Communication Theory and Models 2. Media, Technology, and Digital Literacy 3. Popular Culture and Media Studies 4. Interpersonal, Group, and Organizational Communication 5. Public Relations 6. Crisis and Risk Communication 7. Cross-Cultural and Global Communication 8. Political Communication and Public Discourse 9. Communication Ethics, Law, and Policy 10. Gender, Identity, and Representation in Media
Articles 10 Documents
Analisis Pembingkaian Kekerasan Seksual di Media Online Times Indonesia dan Tugumalang.id Bele, Yulia Melci; Fianto, Latif
Journal of Communication Research Vol. 1 No. 1 (2025): April
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jcr.v1i1.164

Abstract

This study aims to identify and analyze how the reporting of sexual violence by Julianto Eka Putra in the online media Times Indonesia and Tugumalang.id frames the event, as well as how the news elements shape the audience's understanding. This study uses the framing theory of Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki, focusing on the analysis of syntactic, script, thematic, and rhetorical aspects in the news coverage. The method used is qualitative descriptive, with a framing analysis approach to news from both media. The results showed significant differences in the way the two media compiled the news. Times Indonesia did not fully use the 5W+1H news structure, while Tugumalang.id was more consistent in its completeness. Differences are also seen in the choice of words in the headline, where Times Indonesia uses the term “terdakwa” (defendant) and Tugumalang.id chooses “bos” (boss) to refer to the perpetrator. Emphasis on the background of the news and quotes from sources are framing strategies used to shape different narratives. This study concludes that even though both media discuss the same issue, the way they present information and frame events can influence the audience's view of the case. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana pemberitaan kekerasan seksual oleh Julianto Eka Putra di media online Times Indonesia dan Tugumalang.id membingkai peristiwa tersebut, serta bagaimana elemen-elemen berita membentuk pemahaman audiens. Penelitian ini menggunakan teori framing dari Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki, dengan fokus pada analisis aspek sintaksis, skrip, tematik, dan retoris dalam pemberitaan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan analisis framing pada berita dari kedua media tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam cara kedua media menyusun berita. Times Indonesia tidak sepenuhnya menggunakan struktur berita 5W+1H, sementara Tugumalang.id lebih konsisten dalam kelengkapan tersebut. Perbedaan juga terlihat dalam pemilihan kata di headline, di mana Times Indonesia menggunakan istilah "terdakwa" dan Tugumalang.id memilih "bos" untuk merujuk pada pelaku. Penekanan pada latar belakang berita dan kutipan narasumber menjadi strategi framing yang digunakan untuk membentuk narasi berbeda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun kedua media membahas isu yang sama, cara mereka menyajikan informasi dan membingkai peristiwa dapat mempengaruhi pandangan audiens terhadap kasus tersebut.
Strategi Komunikasi Dinas Kominfo Tanjung Jabung Barat dalam Implementasi SP4N-Lapor Nusandika, M. Rizqi Valdi; Alfaini , Nazhifa
Journal of Communication Research Vol. 1 No. 1 (2025): April
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jcr.v1i1.166

Abstract

The issue in this research is the low adoption of SP4N-LAPOR! among the people of Tanjung Jabung Barat. Many complaints and problems are experienced by the community, yet they are still unfamiliar with SP4N-LAPOR! both in terms of concept and the existence of its application/website. The purpose of this study is to identify the communication plan implemented by Diskominfo in the adoption of SP4N-LAPOR! in Tanjung Jabung Barat, as well as the challenges encountered in the process. This study employs communication strategy theory, which includes several approaches, namely the system approach, the technology approach, and the evaluation approach. The system approach consists of three parts: design, system analysis, and creativity techniques. The technology approach includes applications, social media, and print media as communication tools. The evaluation approach consists of four aspects: policy, system design, implementation and system maintenance, and impact assessment. The participants in this study were selected using purposive sampling techniques, including Fahrzimawati, Diskominfo Head of Public Information and Opinion Rudianto, Administrative Staff, and residents of Tanjung Jabung Barat, namely William Ridho and Alfarezi. The research findings indicate that the communication strategy implemented by Diskominfo in the implementation of SP4N-LAPOR! is carried out through social media and print media. However, several obstacles hinder the adoption of SP4N-LAPOR! in the community, including low awareness levels, lack of socialization, and minimal active participation from the people of Tanjung Jabung Barat. Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya penerapan SP4N-LAPOR! di kalangan masyarakat Tanjung Jabung Barat. Banyak keluhan dan permasalahan yang dihadapi masyarakat, namun mereka masih belum mengenal SP4N-LAPOR! baik dari segi konsep maupun keberadaan aplikasi/website-nya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi rencana komunikasi yang diterapkan oleh Diskominfo dalam penerapan SP4N-LAPOR! di wilayah Tanjung Jabung Barat serta kendala yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan teori strategi komunikasi, yang mencakup beberapa pendekatan, yaitu pendekatan sistem, pendekatan teknologi, dan pendekatan evaluasi. Pendekatan sistem terdiri dari tiga bagian, yaitu perancangan, analisis sistem, dan teknik kreativitas. Pendekatan teknologi mencakup aplikasi, media sosial, dan media cetak sebagai sarana komunikasi. Pendekatan evaluasi terdiri dari empat aspek, yaitu kebijakan, perancangan sistem, implementasi dan pemeliharaan sistem, serta penilaian dampak. Informan dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling, meliputi Diskominfo Fahrzimawati, Kepala Dinas Informasi dan Opini Publik Rudianto, Staf Tata Usaha, serta warga Tanjung Jabung Barat, yaitu William Ridho dan Alfarezi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan Diskominfo dalam implementasi SP4N-LAPOR! dilakukan melalui media sosial dan media cetak. Namun, terdapat beberapa hambatan dalam penerapan SP4N-LAPOR! di masyarakat, di antaranya rendahnya tingkat kesadaran, kurangnya sosialisasi, serta minimnya partisipasi aktif masyarakat Tanjung Jabung Barat.
Pola Komunikasi Orang Tua Terhadap Anak Pengguna Smartphone Aktif (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 01 Muara Rupit) Talia, Agnes; Elviria, Samia
Journal of Communication Research Vol. 1 No. 1 (2025): April
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jcr.v1i1.168

Abstract

This research aims to find out how parents and children communicate when using active smartphones among class V students at SDN 01 Muara Rupit. This research uses qualitative methods and descriptive approaches. Information collected in this research. The informants in this research were parents and children who actively used smartphones among class V students at SDN 01 Muara Rupit. In this research, J.A Devito's theory about authoritarian, authoritative and permissive communication patterns is used. Data was collected through interviews, observation and documentation. Data analysis is carried out by reducing, displaying and drawing conclusions. The research results show that permissive communication patterns are what make children tend to use smartphones actively. It was found that the actions of parents who indulge their children in using smartphones, cause children to become indifferent to their surroundings, impatient, and difficult to manage. Then the authoritarian communication pattern refers to the actions of parents who are harsh and rigid towards their children in using smartphones, which makes children feel depressed, unhappy, irritable and angry. In the authoritative communication pattern, it was found that parents had an open attitude and high levels of control, making it easier for children to understand, follow the rules and not feel pressured. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana orang tua dan anak berkomunikasi saat menggunakan smartphone aktif pada siswa kelas V SDN 01 Muara Rupit. Penelitian ini menggunakan metode kualiatif dan pendekatan deskriptif. Informasi yang dikumpulkan dalam penelitian ini. Informan dalam penelitian ini adalah orang tua dan anak dalam penggunan smartphone aktif pada siswa kelas V SDN 01 Muara Rupit. Dalam penelitian ini, teori J.A Devito tentang pola komunikasi authoritarian, authoritative, dan permissive digunakan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi, menampilkan, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi permissive adalah yang membuat anak cenderung menggunakan smartphone aktif. Ditemukan bahwa tindakan orang tua yang memanjakan anak dalam menggunakan smartphone, menyebabkan anak menjadi tidak peduli dengan lingkungan sekitar, tidak sabar, dan sulit diatur. Kemudian pada pola komunikasi authoritarian pada tindakan orang tua yang bersikap keras dan kaku terhadap anak dalam menggunakan smartphone sehingga membuat anak merasa tertekan, tidak bahagia, mudah tersinggung, dan pemarah. Pada pola komunikasi authoritative ditemukannya bahwa orang tua memiliki sikap terbuka dan kontrol yang tinggi sehingga membuat anak menjadi lebih mudah mengerti, mengikuti aturan dan tidak merasa tertekan.
Strategi Komunikasi Penyuluhan Keluarga Berencana (KB) di Kecamatan Jelutung dalam Penyuluhan Alat Kontrasepsi Athala, Melsa; Magfirah, Noor Khalida
Journal of Communication Research Vol. 1 No. 1 (2025): April
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jcr.v1i1.169

Abstract

This study aims to analyze the communication strategy implemented by the Jelutung District Family Planning (FP) Extension Office in the provision of contraceptive counseling and to identify the obstacles faced in the process. This study uses Hafied Cangara's communication strategy theory, which covers the stages of research, planning, implementation, and evaluation. In the context of management, strategy consists of three main stages, namely formulation, implementation, and evaluation. The method used in this study is descriptive qualitative, with data collection techniques through interviews, observations, and documentation. The results showed that the communication strategy applied includes several main aspects, namely (1) selecting communicators who have expertise in family planning counseling, (2) setting targets for the productive age group, (3) preparing counseling messages that suit the needs of the audience, (4) utilizing social media such as Instagram, Facebook, and WhatsApp as a means of communication, and (5) periodic evaluations to measure the effectiveness of the counseling. The obstacles faced include the lack of openness of participants in discussions and the limited number of extension communicators. In conclusion, the communication strategy that has been implemented has been quite effective, although there are still obstacles that need to be overcome in order to improve the quality of family planning counseling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan oleh Balai Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Jelutung dalam penyuluhan alat kontrasepsi serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan teori strategi komunikasi dari Hafied Cangara, yang mencakup tahap penelitian, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam konteks manajemen, strategi terdiri dari tiga tahap utama, yaitu perumusan, implementasi, dan evaluasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan meliputi beberapa aspek utama, yaitu (1) pemilihan komunikator yang memiliki keahlian dalam penyuluhan KB, (2) penetapan target sasaran usia produktif, (3) penyusunan pesan penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan audiens, (4) pemanfaatan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp sebagai sarana komunikasi, serta (5) evaluasi berkala untuk mengukur efektivitas penyuluhan. Hambatan yang dihadapi meliputi kurangnya keterbukaan peserta dalam diskusi serta keterbatasan jumlah komunikator penyuluh. Kesimpulannya, strategi komunikasi yang diterapkan telah berjalan cukup efektif, meskipun masih terdapat kendala yang perlu diatasi guna meningkatkan kualitas penyuluhan KB.
Strategi Komunikasi Multikultural dalam Menanamkan Nilai Toleransi Beragama pada Santri di Pesantren Sunan Kalijago Malang Yuwafik, Muhammad Hamdan; Lestari, Dinda Fitri Ayu Puji; Gunawan, Evan
Journal of Communication Research Vol. 1 No. 1 (2025): April
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jcr.v1i1.172

Abstract

The cultural and religious diversity present in Indonesian society calls for the strengthening of interfaith tolerance, which is becoming increasingly important. In this context, religious educational institutions such as pesantrens play a strategic role in instilling tolerance values. This article discusses the role of Pesantren Sunan Kalijogo Malang in teaching religious tolerance values amidst a diverse society. The primary focus of this study is on how the pesantren implements Islamic teachings that emphasize the importance of respecting differences and living together in peace. This research aims to explore the pesantren's motivations in teaching tolerance, as well as the methods used to instill these values in students. Using a qualitative approach, data was collected through field observations, in-depth interviews, and documentation studies. The research findings show that the pesantren not only provides Islamic religious education but also creates space for students to understand and accept diversity in their social lives. The implementation of multicultural communication at this pesantren proves that religious educational institutions can play an important role in creating inclusive and tolerant students, while also maintaining harmony in a multicultural society. This study provides evidence that faith-based education can support the realization of a more peaceful and united society. Keberagaman budaya dan agama yang ada pada masyarakat Indonesia menuntut adanya toleransi antar umat beragama yang semakin penting untuk diperkuat. Dalam konteks ini, lembaga pendidikan agama seperti pesantren memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai toleransi. Artikel ini membahas peran Pesantren Sunan Kalijogo Malang dalam mengajarkan nilai-nilai toleransi beragama di tengah masyarakat yang penuh dengan keberagaman. Fokus utama kajian ini adalah pada strategi pesantren mengimplementasikan ajaran Islam yang menekankan pentingnya saling menghargai perbedaan dan hidup berdampingan secara damai. Penelitian ini berusaha untuk menggali motivasi pesantren dalam mengajarkan toleransi, serta metode yang digunakan untuk menanamkan nilai-nilai tersebut kepada santri. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam. Strategi ini dilakukan oleh pihak pesantren tidak hanya memberikan pendidikan agama Islam, tetapi juga menciptakan ruang bagi santri untuk memahami dan menerima keberagaman dalam kehidupan sosial mereka. Implementasi komunikasi multikultural di pesantren ini membuktikan bahwa lembaga pendidikan agama dapat berperan penting dalam menciptakan santri yang inklusif dan toleran, serta menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang multikultural. Penelitian ini memberikan bukti bahwa pendidikan berbasis agama dapat mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih damai dan bersatu.
Diskursus Rasisme pada Stratafikasi Status Sosial dalam Perspektif Komunikasi Antar Budaya Rachmad, Teguh Hidayatul; Sasongko, Yohanes Probo Dwi
Journal of Communication Research Vol. 1 No. 2 (2025): October
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jcr.v1i2.188

Abstract

Keberagaman budaya dan agama yang ada pada masyarakat Indonesia menuntut adanya toleransi antar umat beragama yang semakin penting untuk diperkuat. Dalam konteks ini, lembaga pendidikan agama seperti pesantren memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai toleransi. Artikel ini membahas peran Pesantren Sunan Kalijogo Malang dalam mengajarkan nilai-nilai toleransi beragama di tengah masyarakat yang penuh dengan keberagaman. Fokus utama kajian ini adalah pada strategi pesantren mengimplementasikan ajaran Islam yang menekankan pentingnya saling menghargai perbedaan dan hidup berdampingan secara damai. Penelitian ini berusaha untuk menggali motivasi pesantren dalam mengajarkan toleransi, serta metode yang digunakan untuk menanamkan nilai-nilai tersebut kepada santri. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam. Strategi ini dilakukan oleh pihak pesantren tidak hanya memberikan pendidikan agama Islam, tetapi juga menciptakan ruang bagi santri untuk memahami dan menerima keberagaman dalam kehidupan sosial mereka. Implementasi komunikasi multikultural di pesantren ini membuktikan bahwa lembaga pendidikan agama dapat berperan penting dalam menciptakan santri yang inklusif dan toleran, serta menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang multikultural. Penelitian ini memberikan bukti bahwa pendidikan berbasis agama dapat mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih damai dan bersatu. Acts of racial discrimination in Indonesia are still relatively high and vulnerable. In the midst of cultural diversity and complex lifestyles, the potential for division is very vulnerable. Ethnic diversity in Indonesia presents two different things. On the one hand, we can see that with diversity, it becomes a source of cultural wealth and national identity. However, on the other hand, the existing cultural wealth can present a dilemma. The presence of diversity in our society has many influences on all aspects of community life that differ from one group to another. This fundamental difference can be seen in the interaction patterns they live in, when they dialogue with each other to convey messages or as a form of expression to fulfill their needs.  The existence of the Batak Tribe and the Sundanese Tribe, which are part of the majority community group, is a clear example of a community that has differences in speech intonation that must be considered in its delivery. We can see that the majority of Indonesian people consider that the Batak tribe is known as a group of people who have characters as brave, assertive, and like to speak in a loud tone. This situation is inversely proportional to the Sundanese tribe. Sundanese people are considered to have friendly, polite, and soft-spoken characters. These differences in characteristics often cause conflict or problems when communicating interpersonally. Through intercultural communication studies, it can solve the problem of hate speech in this study. Samovar, Poter and Daniel have intercultural communication concepts that can be a solution to the conflicts that often occur.  The result that can be found is that by recognising the context of intercultural communication that exists in heterogeneous societies, it is hoped that people will be able to accept cultural diversity, especially regarding hate speech. Another thing that can be produced, namely the existence of a bridge for the creation of knowledge exchange to understand the existence of other cultures that live outside their society.
Model Community Relations Program Konservasi Agro Forestri Kopi Berbasis Community Development CSR PT. Tirta Investama Pandaan Ahwan, Zainul
Journal of Communication Research Vol. 1 No. 2 (2025): October
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jcr.v1i2.194

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai strategi community relations dalam upaya konservasi lingkungan yang dilaksanakan oleh PT. Tirta Investama Pandaan (Danone-Aqua) di wilayah Prigen, Kabupaten Pasuruan. Program CSR ini mengadopsi pendekatan berbasis partisipasi masyarakat dengan model agroforestri kopi. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif untuk mengeksplorasi dinamika hubungan antara perusahaan dan masyarakat, termasuk tantangan sosial seperti resistensi terhadap program, serta strategi komunikasi yang digunakan perusahaan untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara perusahaan dan masyarakat tidak selalu berjalan mulus, terutama pada tahap awal implementasi. Namun, melalui transformasi strategi komunikasi yang lebih dialogis dan partisipatif, perusahaan berhasil membangun hubungan yang lebih setara, kolaboratif, dan berkelanjutan. Program CSR ini tidak hanya memperkuat citra dan legitimasi sosial perusahaan, tetapi juga berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi lokal, pelestarian lingkungan, dan penguatan jejaring kemitraan multipihak. Temuan ini menggarisbawahi bahwa keberhasilan community relations dalam konteks CSR sangat bergantung pada sensitivitas terhadap konteks sosial lokal, kemampuan untuk membangun komunikasi lintas aktor, serta komitmen jangka panjang terhadap keberlanjutan hubungan sosial dan ekologis. This study examines the role of Corporate Social Responsibility (CSR) programs as a community relations strategy in environmental conservation efforts conducted by PT. Tirta Investama Pandaan (Danone-Aqua) in the Prigen area, Pasuruan Regency. The CSR program is implemented through a community-based participatory approach using a coffee agroforestry model. This research employs a qualitative case study approach to explore the dynamics of the relationship between the company and the community, including social challenges such as resistance to the program, and how communication strategies are employed to rebuild trust within the community. The findings indicate that the relationship between the company and the community was not always smooth, especially in the early stages of implementation. However, through a transformation to more dialogic and participatory communication strategies, the company successfully established a more equal, collaborative, and sustainable relationship. This CSR program not only strengthens the company’s image and social legitimacy but also contributes to local economic empowerment, environmental preservation, and the strengthening of multi-stakeholder partnerships. The findings highlight that effective community relations in the context of CSR require sensitivity to local social contexts, the ability to build cross-actor communication, and a long-term commitment to the sustainability of social and ecological relations.  
Pola Komunikasi Organisasi Atasan dan Bawahan dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan PT Home Credit Indonesia Cabang Jambi Tina, Destina; Yusnaini, Yusnaini
Journal of Communication Research Vol. 1 No. 2 (2025): October
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jcr.v1i2.208

Abstract

Komunikasi interpersonal antara atasan dan bawahan dalam suatu organisasi memegang peranan penting dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan. Penelitian ini dilakukan di PT Home Credit Indonesia Cabang Jambi, yang telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan, seperti pemberian insentif berupa gaji dan bonus, penyediaan seragam kerja, penyelenggaraan acara sosial, pemberian asuransi jiwa dan kesehatan, pembagian sertifikat penghargaan, serta pemberian peluang pengembangan diri. Namun, upaya-upaya tersebut belum sepenuhnya efektif, terlihat dari masih adanya karyawan yang tidak disiplin dan munculnya kesenjangan informasi. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui pola komunikasi interpersonal antara manajer dan karyawan, cara manajer membangkitkan motivasi kerja, serta hambatan-hambatan yang muncul dalam proses komunikasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teori yang digunakan adalah Teori Kebutuhan Hubungan Interpersonal yang mencakup beberapa pola komunikasi, yaitu pola roda, pola melingkar, pola menyeluruh, pola Y, dan pola bersambung. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang paling efektif dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan di PT Home Credit Indonesia Cabang Jambi adalah pola roda dan pola menyeluruh. Motivasi yang diberikan oleh atasan terutama berupa insentif finansial seperti gaji dan bonus, serta dipadukan dengan pemenuhan kebutuhan fisiologis, keamanan dan keselamatan kerja, sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri. Hambatan dalam komunikasi interpersonal yang ditemukan antara lain adalah hambatan teknis, fisik, psikologis, perbedaan kerangka berpikir, serta hierarki dalam struktur organisasi. Interpersonal communication between superiors and subordinates plays a vital role in enhancing employee motivation within an organization. This study was conducted at PT Home Credit Indonesia Jambi, which has implemented various efforts to improve employee motivation, including providing financial incentives such as salaries and bonuses, offering work uniforms, organizing social events, providing life and health insurance, awarding certificates of appreciation, and offering opportunities for personal development. However, these efforts have not been entirely effective, as indicated by the persistence of undisciplined behavior among employees and communication gaps. Therefore, this research aims to examine the patterns of interpersonal communication between managers and employees, the ways in which managers foster employee motivation, and the barriers that arise in the communication process. This study employs a qualitative descriptive approach. The theoretical framework used is the Theory of Interpersonal Needs, which includes several communication patterns: wheel, circular, all-channel, Y, and chain patterns. Data analysis was carried out through three stages: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings reveal that the most effective communication patterns in enhancing employee motivation at PT Home Credit Indonesia, Jambi Branch, are the wheel and all-channel patterns. The primary motivational tools used by managers include financial incentives such as bonuses and salaries, combined with the fulfillment of physiological needs, job safety and security, social belonging, recognition, and self-actualization. Barriers to interpersonal communication include technical, physical, and psychological obstacles, differences in perspectives, and hierarchical structures within the organization.
Manajemen Adaptasi dalam Komuniksi Antarbudaya Santri Baru di Pondok Pesantren Putri Annur 2 Almurtadlo Malang Chusniyah, Ilma Ni’matul; Widayati, Sri; Aditya, Feriz Rizki; Oktarina, Riesta Ayu; Amodia, Gina Amara
Journal of Communication Research Vol. 1 No. 2 (2025): October
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jcr.v1i2.221

Abstract

Penelitian ini berangkat dari permasalahan kompleks yang dihadapi santriwati baru dalam proses adaptasi budaya di Pondok Pesantren Putri Annur 2 Al-Murtadlo Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam proses adaptasi budaya santriwati baru, termasuk tahapan, hambatan, dan strategi komunikasi antarbudaya yang efektif untuk memfasilitasi adaptasi tersebut. Penelitian ini mengunakan teori adaptasi budaya Young Yun Kim dan teori uncertainty management Gudykunst. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik purposive sampling informan yang akan diwawancarai yaitu santriwati baru tingkat MTs dan MA, santri senior, dan ustadzah/pengasuh. Pengumpulan data diperoleh dengan dokumentasi, wawancara mendalam dan observasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian didapatkan tiga tahapan dalam adaptasi santriwati baru yaitu : culture shock, penyesuaian dan pertumbuhan. Hambatan dalam proses adaptasi santriwatibaru seperti terdapatnya perbedaan bahasa dan logat yang memicu kesalahpahaman, stereotip budaya dan prasangka antardaerah dan tekanan sosial akibat aturan yang ketat dan information overload selama masa orientasi menimbulkan kecemasan serta ketidakpastian. Hasil penelitian ini memberikan wawasan teoritis dalam kajian komunikasi antarbudaya dan rekomendasi praktis bagi pengelola pesantren untuk mendukung proses adaptasi santri baru secara lebih optimal, menciptakan lingkungan yang inklusif dan kondusif untuk pembelajaran. Komunikasi antarbudaya yang efektif berperan sebagai kunci utama dalam mengelola kecemasan, mengurangi ketidakpastian, dan membangun identitas baru santri sebagai bagian dari komunitas pesantren. This study stems from the complex problems faced by new female students in the process of cultural adaptation at the Annur 2 Al-Murtadlo Islamic Boarding School for Girls in Malang. This study aims to analyze in depth the process of cultural adaptation of new female students, including the stages, obstacles, and effective intercultural communication strategies to facilitate this adaptation. This study uses Young Yun Kim's cultural adaptation theory and Gudykunst's uncertainty management theory. Using a descriptive qualitative method, the purposive sampling technique was used to select informants to be interviewed, namely new female students at the MTs and MA levels, senior students, and female teachers/caregivers. Data collection was obtained through documentation, in-depth interviews, and observation. Data analysis in this study used the Miles & Huberman interactive model. The results of the study found three stages in the adaptation of new female students, namely: culture shock, adjustment, and growth. Obstacles in the adaptation process of new female students include language and dialect differences that cause misunderstandings, cultural stereotypes and regional prejudices, and social pressure due to strict rules and information overload during the orientation period, which cause anxiety and uncertainty. The results of this study provide theoretical insights into the study of intercultural communication and practical recommendations for boarding school administrators to support the adaptation process of new students more optimally, creating an inclusive and conducive environment for learning. Effective intercultural communication plays a key role in managing anxiety, reducing uncertainty, and building a new identity for students as part of the boarding school community.  
Komunikasi Interpersonal Guru Pendamping Khusus dalam Membentuk Kepercayaan Diri Siswa Disabilitas Tunarungu Wicara Ekalisna, Maria; Setyaningsih, Lian Agustina; Widowati, Fajaria Menur; Wulandari, E. Rizky; Pramudya, Wafi Naufal Ridho
Journal of Communication Research Vol. 1 No. 2 (2025): October
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jcr.v1i2.256

Abstract

Penelitian ini membahas strategi komunikasi interpersonal yang digunakan guru pendamping dalam menumbuhkan kepercayaan diri siswa tunarungu wicara di lingkungan pendidikan khusus. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggambarkan praktik komunikasi sehari-hari antara guru pendamping (GBK) dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang efektif dibangun atas dasar empati, kesabaran, serta kemampuan menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan unik setiap siswa. Guru pendamping memanfaatkan media visual, teknik interaktif, dan komunikasi nonverbal untuk meningkatkan pemahaman serta keterlibatan siswa. Selain itu, membangun rasa percaya menjadi kunci dalam mendorong partisipasi aktif, mengurangi kecemasan berkomunikasi, dan melatih keberanian siswa untuk mengekspresikan diri. Penelitian juga menekankan pentingnya dukungan dari sekolah dan pemerintah melalui penyediaan program pelatihan serta fasilitas yang memadai guna memperkuat kompetensi guru pendamping. Lingkungan belajar yang inklusif dengan dukungan keluarga dan masyarakat terbukti berkontribusi besar terhadap pengembangan keterampilan komunikasi dan kemampuan adaptasi sosial siswa. Dengan demikian, strategi komunikasi interpersonal tidak hanya berperan dalam meningkatkan rasa percaya diri, tetapi juga membangun kemandirian serta integrasi sosial siswa. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji dampak jangka panjang dari strategi ini dan pemanfaatan pendekatan berbasis teknologi dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus. This study explores the interpersonal communication strategies employed by teachers and companions in fostering self-confidence among students with speech and hearing impairments in special education settings. Using a qualitative descriptive method, data were collected through observation, interviews, and documentation to capture the daily communication practices between companions and students. The findings reveal that effective interpersonal communication is built upon empathy, patience, and the ability to adapt teaching methods to each student’s unique needs. Companions frequently utilize visual media, interactive techniques, and nonverbal communication to enhance understanding and engagement. In addition, trust-building plays a crucial role in encouraging active participation, reducing communication anxiety, and promoting self-expression. The study also highlights the importance of institutional and governmental support in providing adequate training programs and facilities that strengthen companions’ competencies. An inclusive learning environment, supported by parents, schools, and the broader community, is found to significantly contribute to the development of communication skills and social adaptability of students. In conclusion, effective interpersonal communication strategies not only improve students’ self-confidence but also foster independence and social integration. Future research is recommended to examine the long-term impacts of these strategies and explore technology-based approaches in supporting the education of students with special needs.  

Page 1 of 1 | Total Record : 10