cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Karakter
ISSN : 25277014     EISSN : 20895003     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 4, No. 1 (2013)" : 10 Documents clear
REVITALISASI PENDIDIKAN AGAMA DI SEKOLAH DALAM PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA DI MASA DEPAN Marzuki .
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.72 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.1288

Abstract

Abstrak: Fungsi pendidikan nasional seperti ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 3 adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, serta bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Fungsi dan tujuan pendidikan ini terkait dengan pembangunan moral dan karakter bangsa. Karena ini adalah misi besar, maka perlu dukungan dari semua kalangan mulai dari pemerintah pusat hingga rakyat (masyarakat). Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk pembinaan karakter peserta didik di sekolah adalah dengan memaksimalkan fungsi mata pelajaran, khususnya pendidikan agama. Karena itulah, pendidikan agama juga memiliki misi utama dan mulia dalam pembangunan karakter bangsa Indonesia. Revitalisasi pendidikan agama di sekolah menjadi sangat penting demi terwujudnya karakter bangsa di masa depan. Kata Kunci: revitalisasi, pendidikan agama, karakter bangsa
GRAND DESAIN PENDIDIKAN KARAKTER GENERASI EMAS 2045 Belferik Manullang
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3357.081 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.1283

Abstract

Abstrak: Krisis bangsa adalah krisis sumber daya manusia, utamanya krisis karakter. Karakter adalah perilaku relatif permanen yang bersifat baik atau kurang baik. Generasi 2045 disebut “berkarakter generasi emas” haruslah memiliki sikap positif, pola pikir esensial, komitmen normatif dan kompetensi abilitas, dan berlandasan IESQ. Sikap positif adalah representasi perilaku tentang nilai Pancasila dan nilai kemanusiaan. Pola pikir esensial adalah perilaku tidak hanya berlandaskan pertimbangan rasional dan pembuktian empirik, melainkan juga suprarasional. Komitmen normatif adalah kesetiaan atau loyalitas berbasis spirit internal. Kompetensi abilitas adalah profesionalitas pada tingkat seni. Landasan IESQ adalah fokus pendidikan pada kecerdasan komprehensif. Karakter Generasi Emas 2045 adalah kekuatan utama membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar, maju, jaya dan bermartabat. Kata Kunci: karakter generasi emas, sikap positif, pola pikir ssensial, komitmen normatif, kompetensi abilitas, IESQ
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PENGEMBANGAN BUDAYA SEKOLAH DI SEKOLAH ISLAM TERPADU SALMAN AL FARISI YOGYAKARTA Moh. Khairudin; Susiwi .
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.543 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.1289

Abstract

Abstrak: Penanaman pendidikan karakter sejak dini merupakan harga paling mahal yang perlu dibayar oleh orang tua pada anaknya. Semua karakter yang melekat pada masa anak-anak akan menjadi karakter dan budaya yang kuat dalam sanubari anak. Sekolah Islam Terpadu (SIT) Salman Al Farisi Yogyakarta sebagai salah satu entitas masyarakat menyelenggarakan pendidikan dasar. Metode yang dikembangkan dalam pendidikan karakter adalah melalui penumbuhan budaya sekolah. SIT Salman Al Farisi Yogyakarta melakukan penumbuhan budaya sekolah untuk mendapatkan hasil belajar pada aspek budaya yang memuaskan stakeholder. Nilai budaya yang menjadi trade mark SIT Salman Al Farisi Yogyakarta adalah integratif, produktif, kreatif dan inovatif, qudwah hasanah, kooperatif, ukhuwah, rawat, resik, rapi dan sehat, dan berorientasi mutu. Nilai budaya tersebut telah dituangkan dalam prosedur pelaksanaan sampai dengan petunjuk pelaksanaannya. Hal ini menjadikan SIT Salman Al Farisi siap mengimplementasikan nilai-nilai budaya tersebut pada semua warga sekolah dan orang tua siswa. Kata Kunci: budaya sekolah, Islam terpadu, pendidikan karakter
PERSONAL PROPHETIC LEADERSHIP SEBAGAI MODEL PENDIDIKAN KARAKTER INTRINSIK ATASI KORUPSI Ahmad Yasser Mansyur
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.937 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.1284

Abstract

Abstrak: Tulisan ini bertujuan membahas peluang pengembangan konsep Personal Prophetic Leadership (Perpec-L) sebagai model pendidikan karakter bersifat intrinsik yang dapat mengatasi perilaku korupsi. Perpec-L berdasar pada kesadaran rohaniah (intrinsik) manusia secara otonom yang diperoleh dari taqarrub (pendekatan pada Tuhan-Allah) dan ittiba’ (meneladani) nilai kepemimpinan Nabi Muhammad yang terintegrasi dalam struktur kepribadian. Terdapat lima karakter intrinsik dari Perpec-L, yaitu hidup berdasar iman, berkarya dengan orientasi ibadah (visi dan misi), memiliki empat sifat Nabi (amanah, tabligh, shiddiq dan fathanah), humanis, dan memimpin berdasar suara hati. Kehadiran Perpec-L sebagai alternatif pendidikan karakter yang bersifat intrinsik sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah bangsa dan menata kembali kehidupan bangsa yang lebih baik. Sudah saatnya bangsa yang besar ini dibangun oleh individu yang berkarakter profetik. Kata Kunci: personal prophetic leadership, pendidikan karakter, korupsi
MEMBANGUN KARAKTER ANAK MELALUI PERMAINAN ANAK TRADISIONAL Haerani Nur
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.969 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.1290

Abstract

Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan manfaat permainan anak tradisional dalam membangun karakter anak. Hal ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena perubahan aktivitas bermain anak saat ini, yang lebih sering bermain permainan modern yang identik dengan penggunaan teknologi seperti video games dan games online. Akibatnya, permainan anak tradisional mulai terlupakan dan menjadi asing di kalangan anak-anak. Selain itu, tingkat kecanduan terhadap permainan modern pada anak juga tinggi sehingga berpengaruh pada kebiasaan dan perilaku anak. Tulisan berdasar studi pustaka ini menguraikan dampak yang terjadi pada anak ketika kecanduan bermain games yang berakibat pada karakter yang akan terbangun pada diri anak. Selain itu, tulisan ini juga membandingkan pengaruh permainan modern dengan permainan tradisional terhadap pembentukan karakter anak. Mengembalikan permainan anak tradisional sebagai permainan anakanak saat ini dapat menjadi suatu alternatif untuk menciptakan generasi berkarakter unggul. Kata Kunci: kecanduan games online, permainan anak tradisional, pembentukan karakter
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA: STUDI KASUS UNIVERSITAS NEGERI DI MALAYSIA Zainudin Hassan; Najib Abdul Ghaffar; Mahani Mokhtar
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.994 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.1285

Abstract

Abstrak: Malaysia memerlukan sumber daya manusia yang dapat memberikan kontribusi kepada pembangunan menuju ke sebuah negara maju. Institusi perguruan tinggi negri berperanan untuk melahirkan tenaga kerja yang terampil. Kementerian Pengajian Tinggi Malaysia telah melaksanakan kebijakan Pelan Strategik Pengajian Tinggi Negara pada tahun 2007 untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul lulusan universitas. Studi ini dilaksanakan di satu fakultas di sebuah universitas yang dipilih dengan menggunakan desain studi kasus. Metoda kuantitatif digunakan untuk menjawab tujuan riset yang melibatkan sebanyak 560 orang mahasiswa. Statistik deskriptif dan inferensi digunakan untuk menganalisis data kuantitatif. Temuan riset menunjukkan bahwa kemahiran berinteraksi mendapatkan nilai yang paling tinggi menurut mahasiswa berbanding dengan bagian ilmu pengetahuan dan pribadi. Kajian juga menunjukkan pembangunan sumber daya manusia adalah sejajar dengan pendidikan yang diperoleh mahasiswa di universitas. Implikasi studi menjelaskan bahwa mahasiswa perlu melibatkan diri dalam berbagai aktivitas di universitas supaya mendapat segala ilmu dan pengalaman sebelum melangkah ke dunia kerja. Kata Kunci: sumber daya manusia, tenaga kerja, dunia kerja HUMAN
PENGKAJIAN DAN PEMBELAJARAN PITUTUR LUHUR SEBAGAI PEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK Sukirno .
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.264 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.1292

Abstract

Abstrak: Artikel ini mengkaji tujuan, konteks, historis, kekuasaan, ideologi, dan politik pitutur luhur budaya Jawa berdasarkan teori analisis wacana. Pembelajaran berdasar teori belajar paikem dengan langkah ‘tandur’. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pitutur luhur memengaruhi perilaku peserta didik menjadi lebih berkarakter. Dari aspek konteks, pitutur luhur berhasil membangun konteks yang luas. Dari aspek historis mampu mengembangkan dan melestarikan budaya Jawa di berbagai aspek kehidupan. Dari aspek kekuasaan dapat dijadikan sebagai sumber etika, dan dari aspek politik dapat sebagai strategi dakwah yang mudah diterima sebagai pembangun karakter. Pembelajaran pitutur luhur dilaksanakan secara terpadu dengan menempuh tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan ditempuh enam langkah tandur, yaitu tumbuhkan, alami, namai, demonstrasi, ulangi, dan rayakan. Tahap evaluasi ditempuh teknik penugasan dan pengamatan terhadap perilaku siswa. Kata Kunci: pembelajaran paikem, konsep pitutur luhur, prinsip tandur
PERAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN MORAL Deny Setiawan
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.862 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.1287

Abstract

Abstrak: Kondisi krisis moral pascareformasi menunjukkan capaian kompetensi moral yang diproses melalui bangku persekolahan belum menghasilkan keluaran pengembangan kecerdasan moral peserta didik. Kondisi demikian diduga berawal dari tumbuhnya budaya verbalistik dari proses pembelajaran yang cenderung mengajarkan pendidikan moral sebatas tekstual. Fenomena dan fakta tersebut, menyebabkan banyak pihak menyimpulkan pentingnya peran pendidikan karakter secara intensif sebagai esensi pengembangan kecerdasan moral (building moral intelligence). Perspektif ini menempatkan moral sebagai aspek lingkungan utama yang menentukan karakterisasi peserta didik. Oleh karena itu, kecerdasan moral harus secara sadar dipelajari dan ditumbuhkan melalui pendidikan karakter secara aplikatif. Pada tahap awal implementasi pendidikan karakter di tingkat persekolahan perlu dilakukan melalui pengkondisian moral (moral conditioning) yang kemudian berlanjut dengan latihan moral (moral training). Desain pendidikan karakter seperti ini berfungsi sebagai wahana sistemik pengembangan kecerdasan moral yang membekali peserta didik dengan kompetensi kecerdasan plus karakter. Kata Kunci: pendidikan karakter, kecerdasan moral, pengondisian moral, pelatihan moral
INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERKULIAHAN Winarni, Sri
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.1291

Abstract

Abstrak: Membangun insan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berkarakter dan bermartabat berarti mengintegrasikan pendidikan karakter dalam seluruh kegiatan di kampus. Strategi implementasi pendidikan karakter di kampus mestinya menyasar kepada seluruh sivitas akademika: mahasiswa, dosen, dan pegawai yang dilakukan melalui perkuliahan, kegiatan mahasiswa, dan manajemen. Model Nested dapat digunakan untuk mengintegrasikan beberapa keterampilan belajar: keterampilan berpikir, keterampilan sosial, dan keterampilan mengorganisir, dan juga soft skill. Pengintegrasian pendidikan karakter dalam perkuliahan dapat dilakukan dengan memasukkan nilai-nilai karakter dalam perencanaan (silabus dan RPP), bahan ajar dan media, implementasi di kelas, penilaian, monitoring, dan evaluasi kegiatan secara keseluruhan. Kata Kunci: integrasi pendidikan karakter, perkuliahan
STRATEGI PENDIDIKAN KARAKTER DI PERGURUAN TINGGI MELALUI PENERAPAN ASSESSMENT FOR LEARNING BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILLS ., Widihastuti
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.1286

Abstract

Abstrak: Era globalisasi yang diiringi era pengetahuan dan perubahan dunia yang cepat berimplikasi pada berbagai bidang kehidupan. Menghadapi hal tersebut pendidikan di perguruan tinggi harus mampu menyiapkan generasi penerus yang memiliki kemampuan dan kebiasaan berpikir kritis, meneliti, memecahkan masalah, membuat keputusan, dan karakter yang baik. Untuk mencapai itu, perlu dikembangkan strategi pendidikan karakter yang terintegrasi dalam pembelajaran secara terencana dan terprogram dengan baik sehingga dapat menghasilkan lulusan yang cendekia, berkarakter, dan mampu tampil kompetitif dalam pergaulan internasional sesuai yang diharapkan. Salah satu strategi pendidikan karakter yang bisa ditempuh adalah dengan menerapkan sebuah model penilaian yang terintegrasi dalam pembelajaran sebagai assessment for learning (AFL) berbasis higher order thinking skills (HOTS) bagi mahasiswa. Model ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, good character yang mencakup motivasi untuk selalu belajar, jujur, mandiri, disiplin, percaya diri, tanggungjawab, dan kemampuan bernalar yang tercermin dalam HOTS mahasiswa. Kata Kunci: pendidikan karakter, perguruan tinggi, assessment for learning (AFL), higher order thinking skills (HOTS)

Page 1 of 1 | Total Record : 10