cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Karakter
ISSN : 25277014     EISSN : 20895003     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 4, No. 2 (2013)" : 10 Documents clear
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER TEMBANG CAMPURSARI KARYA MANTHOUS Yuli Widiyono
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.747 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v2i2.1443

Abstract

Abstrak: Pendidikan memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan suatu bangsa dan merupakan wahana dalam menerjemahkan pesan-pesan konstitusi serta saran dalam membangun watak bangsa. Dalam pemberian pendidikan karakter bangsa di sekolah, salah satu cara penanaman karakter bangsa dengan pengenalan terhadap budaya dan keanekaragaman kesenian, yaitu tembang campursari. Tembang campursari diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan dan menanamkan karakter bagi penggemar karena di dalamnya terkandung nilai-nilai moral dan keindahan yang penting perannya dalam rangka pendidikan karakter. Salah satu tokoh yang banyak menciptakan tembang campursari yang memuat nilai moral dan keindahan adalah Manthous. Dengan pemahaman isi dan makna pada tembang campursari tersebut lewat pembelajaran formal dan nonformal diharapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat berperan dalam pembentukan karakter bangsa. Kata Kunci: tembang campursari, nilai moral, pendidikan karakter CHARACTER EDUCATION VALUES OF MANTHOUS’S MISCELLANEOUS SONGS Abstract: Education contributes substantially to the advancement of a nation and serves as a means of translating constitutional messages and providing suggestions in building the nation’s character. In providing the nation’s character education at school, one of the ways of nurturing the nation’s character is by introducing culture and varieties of arts such as tembang campursari (miscellaneous songs). Miscellaneous songs are expected to be able to generate the love and inculcation of character for the fans as these songs contain moral values and beauty which play an important role in character education. One of the figures who has composed many miscellaneous songs containing moral values and beaty is Manthous. By understanding the content and meaning of those songs through formal and nonformal teaching, it is expected that the values contained in the songs can play a role in shaping the nation’s character. Keywords: miscellaneous songs, moral values, character education
INTERNALISASI KARAKTER PERCAYA DIRI DENGAN TEKNIK SCAFFOLDING Endah Tri Priyatni
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.348 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v2i2.1437

Abstract

Abstrak: Dalam pelaksanaan pendidikan karakter secara terpadu di dalam proses pembelajaran, para guru seringkali terjebak pada indoktrinasi dan bukan internalisasi. Tulisan ini memfokuskan diri pada pembahasan proses internalisasi salah satu nilai karakter, yaitu rasa percaya diri melalui teknik scaffolding. Rasa percaya diri adalah keyakinan kuat untuk dapat melakukan sesuatu. Percaya diri merupakan kombinasi antara sikap positif dan pemilikan keterampilan. Oleh karena itu, rasa percaya diri ini harus diinternalisasikan dengan teknik scaffolding atau penahapan. Siswa difasilitasi untuk mengalami, merasakan keberhasilan dalam melakukan sesuatu kemudian siswa diminta mengungkapkan, menceritakan, merefleksikan bagaimana siswa dapat melakukan keberhasilan itu. Melalui penahapan yang tepat, diharapkan setiap siswa dapat menguasai kompetensi yang kompleks secara mudah dan tahan lama sehingga mampu menumbuhkembangkan rasa percaya diri. Kata Kunci: rasa percaya diri, internalisasi, indoktrinasi, dan scaffolding INTERNALIZATION OF SELF-CONFIDENCE CHARACTER BY SCAFFOLDING TECHNIQUE Abstract: In the implementation of character education integrated in the teaching and learning process, teachers are often trapped in indoctrination, not internalization. This article focuses on the discussion of internalization process of one of the character values, that is, self-confidence, through a scaffolding technique. Self-confidence is a strong belief to be able to do something. It is a combination of a positive attitude and skills ownership. Therefore, it must be internalized using a scaffolding or staging technique. Students are facilitated to experience, feel the success in doing something, after which they are sked to express, tell, reflect how they can achieve the success. Through an appropriate scaffolding, every student is expected to be able to master the complex competence easily and longlastingly so that the process can nurture self-confidence. Keywords: self-confidence, internalization, indoctrination, and scaffolding
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER KEPEDULIAN DAN KERJA SAMA PADA MATA KULIAH KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA PRANCIS DENGAN METODE BERMAIN PERAN Dwiyanto Joko Pranowo
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.372 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v2i2.1442

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengimplementasikan pendidikan karakter pada mata kuliah Keterampilan Berbicara bahasa Prancis; dan (2) meningkatkan keterampilan berbicara mahasiswa dalam berbahasa Prancis. Metode penelitian adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek 22 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dilakukan lewat pengamatan, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, sedang teknik analisis data dengan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut. (1) Penerapan teknik bermain peran dalam mata kuliah Expression Orale I mampu meningkatkan nilai-nilai kepedulian dan kerja sama antarmahasiswa pada kategori Mulai Terlihat (tahap Heteronomi). (2) Model pembelajaran bermain peran dapat meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Prancis mahasiswa. Mahasiswa antusias dalam mengikuti kuliah, merasa tidak ada tekanan, bebas berekspresi, dan kelas lebih hidup. Peningkatan hasil pembelajaran terlihat dari rerata skor pretes 62 meningkat menjadi 72,7 pada postes. Kata Kunci: teknik bermain peran, pendidikan karakter, kepedulian, kerja sama, keterampilan berbicara IMPLEMENTATION OF CHARACTER EDUCATION OF CARING AND COLLABORATION THROUGH THE ROLE PLAY TECHNIQUE Abstrak: The purposes of the research are to (1) implement character education in French Speaking course; and (2) improve the students' speaking skills in French. Through classroom action research (CAR) with the subjects of 22 students of French Language Study Program, FBS UNY, the findings show that (1) the application of the role play technique in Expression Orale course I can increase the values of caring and cooperation of students of the French Language Education Department in the categories of emerging signs (heteronomy stage); (2) role play learning model (jeu de role) applied in learning process can improve the students’ French-language speaking skills. Students were enthusiastic in attending the course, felt no pressure, were free to express themselves, and the class became more dynamic during the lesson. The improvement in the teaching and learning result is reflected in the increase of the mean score from 62 in the pretest to 72.7 in the posttest. Keywords: role-play technique, character education, caring, collaboration, speaking skills
PEMBENTUKAN KARAKTER TERPUJI DI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH CONDONGCATUR Ajat Sudrajat; Ari Wibowo
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.173 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v2i2.1438

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara lebih rinci pembentukan karakter terpuji di SD Muhammadiyah Condongcatur Yogyakarta. SD Muhammadiyah Condongcatur ini merupakan salah satu sekolah favorit dan sekaligus unggulan yang menjadi tujuan para orang tua untuk menyekolahkan putera-puterinya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, pengamatan, dan pencermatan dokumen. Berdasarkan data-data yang diperoleh dapat diketahui bahwa ada tiga program yang menjadi tekanan pihak sekolah dalam membangun karakter terpuji ini, yaitu melalui: (1) kultur sekolah bermutu yang mencakup mutu input, mutu akademik, dan mutu nonakademik; (2) kultur sekolah Islam dengan fokus penanaman karakter religius, keterbukaan, kepedulian, kebersamaan, dan kerja sama; (3) kultur disiplin dengan fokus penanaman karakter antara lain religius, kedisiplinan, kepedulian, dan kebersamaan. Kata Kunci: pendidikan karakter, karakter terpuji, kultur sekolah, kultur sekolah Islam THE SHAPING OF NOBLE CHARACTER AT MUHAMMADIYAH ELEMENTARY SCHOOL OF CONDONGCATUR Abstract: This research aims at describing in details the shaping of noble character at Muhammadiyah Elementary School of Condongcatur, Yogyakarta. This school is a favourite school and a school of excellence which has become the school destination for parents to send their children. The data collection was conducted using the techniques of interview, observation, and document examination. Based on the obtained data, it can be concluded that there are three programs emphasized by the school to build the the noble character, namely through: (1) quality school culture which includes input quality, academic quality, and non-academic quality; (2) islamic school culture focusing on the internalization of the characters of religiosity, open-mindedness, caring, togetherness, and cooperation; and (3) discipline culture focusing on the nurturing of religiosity, discipline, caring, and togetherness. Keywords: character education, noble character, school culture, Islamic school culture
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KARAKTER INTI DI PERGURUAN TINGGI Hasanah .
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.305 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v2i2.1439

Abstract

Abstrak: Pendidikan karakter di perguruan tinggi bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia mahasiswa secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar kompetensi lulusan. Melalui pendidikan karakter diharapkan mahasiswa mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi nilai-nilai karakter sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari. Nilai-nilai karakter yang diterapkan di perguruan tinggi adalah memilih nilia-nilai inti yang dikembangkan dalam implementasi pendidikan karakter, khususnya pada masing-masing jurusan/program studi. Nilai-nilai inti yang dipilih itu adalah jujur, cerdas, peduli, dan tangguh. Implementasi nilai-nilai karakter inti tersebut dilakukan secara terpadu melalui tiga jalur, yaitu terintegrasi dalam pembelajaran, manajemen pengelolaan jurusan dan program studi, serta pada kegiatan kemahasiswaan. Kata Kunci: pendidikan karakter, terintegrasi, implementasi, tangguh IMPLEMENTATION OF CORE CHARACTER VALUES IN HIGHER EDUCATION Abstract: Character education at a higher eduaction institution aims to improve the quality of the implementation and outcomes of education that leads to the achievement of the formation of character and moral values of the students holistically, integratively and proportionally, in line with the competency standard of the graduates. Through character education students are expected to be able to autonomously improve and use their knowledge, study and internalize the values of character and moral values that manifest in their everyday behaviors. Character values applied in higher education, especially in colleges producing teachers, are selected values developed in the implementation of character education, particularly in each department/study program. The core values selected are: honest, intelligent, caring, and resilient. The implementation of the core character values in higher education producing teachers can be integrated using three channels, namely integrated in teaching and learning, management of departments and study programs, and student activities. Keywords: character education, integration, implementation, resilient
PENGEMBANGAN KARAKTER ANAK MELALUI PEMBELAJARAN ILMU SOSIAL M. Miftah
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.768 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v2i2.1441

Abstract

Abstrak: Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang dapat membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan akibatnya. Pembentukan karakter merupakan amanah UU Sisdiknas Tahun 2003 agar pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga berkepribadian atau berkarakter sehingga dapat melahirkan bangsa yang berkarakter dan bernafas nilai-nilai luhur bangsa dan agama. Memahami pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan, perasaan, dan tindakan. Hal ini kini menjadi perhatian serius pemerintah untuk mengupayakan perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia. Pembelajaran ilmu sosial menjadi salah satu alternatif dalam upaya mengembangkan, membina karakter dan menjadikan martabat bangsa yang dapat dibanggakan di hadapan bangsa lain. Kata Kunci: pendidikan karakter, pembelajaran ilmu sosial, kualitas pendidikan CHARACTER DEVELOPMENT OF CHILDREN LEARNING THROUGH SOCIAL SCIENCE Abstract: The character is a way of thinking and behaving that characterizes each individual to live and work. Individuals who are individuals of good character who can make decisions and be prepared to account for any effect of the decisions he has made. Formation of character is one of the national education goals. Amanah Education Law of 2003 was intended to be educational not only establish Indonesia smart man, but also personality or character, so it will be born generation of people who grew up with the characters that breathe the noble values of the nation and religion. Understanding the character education is a plus character education, which involves aspects of knowledge (cognitive), feeling (feeling), and action (action). This issue is a serious concern for the government at this time, the relentless government make efforts to improve the quality of education in Indonesia, but not everything works out, especially Indonesia produces human character. The article was written with the purpose to share thoughts, and a hope for the author to the executive educator/teacher/policy makers that, for order to realize the above education is an alternative learning social studies in an effort to develop, nurture character/moral values and making the dignity of the nation to be proud of in front of other people. Keywords: character education, social sciences learning, eduation quality
MEMBANGUN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN SAINS Mundilarto .
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.612 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v2i2.1436

Abstract

Abstrak: Pembelajaran sains dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Sains sebaiknya dipelajari dengan cara-cara yang memungkinkan siswa dapat menerapkan kemampuannya secara berkarakter dalam pemecahan masalah-masalah kehidupan sehari-hari. Masih banyak kasus yang mengindikasikan rendahnya karakter manusia Indonesia. Etika adalah sistem nilai yang memiliki makna sama dengan moral. Pengembangan pendidikan karakter seharusnya mengikuti langkah-langkah pengenalan nilai secara kognitif, pemahaman dan penghayatan nilai secara afektif, pembentukan tekad secara konatif, dan akhirnya pengamalan nilai secara nyata. Guru sains haruslah memberi kesempatan sebanyak mungkin kepada siswa untuk berpikir dan menggunakan kemampuan akalnya. Siswa dapat melakukannya dengan jalan terlibat secara langsung dalam berbagai kegiatan seperti diskusi kelas, pemecahan soal, atau bereksperimen. Siswa jangan hanya dijadikan objek yang pasif dengan beban hafalan berbagai macam konsep dan rumusrumus sains. Kata Kunci: membentuk karakter, pembelajaran sains, kemampuan kognitif, afektif, psikomotorik CHARACTER BUILDING THROUGH SCIENCE TEACHING AND LEARNING Abstract: The teaching and learning of science can be used as a means of developing the cognitive, affective, and psychomotoric abilities. Science should be learned in ways which enable students to apply their abilities with character in solving problems of every day life. There are still many cases indicating the low character of the Indonesian people. Ethics is a value system having the same meaning as morality. The development of character education should follow the steps of introducing values cognitively, understanding and internalizing the values affectively, the formation of determination conatively, and finally the implementation of the values in real life. Teachers of science should provide the students with ample opportunities to think and use their reasoning ability. Students can do it by being directly involved in various activities such as classroom discussions, problem solving, or experimenting. They should not only be made passive objects with the load of memorizing various concepts and science formulas. Keywords: character building, science teaching and learning, cognitive, affective and psychomotoric abilities
SOSOK MANUSIA INDONESIA UNGGUL DAN BERKARAKTER DALAM BIDANG TEKNOLOGI SEBAGAI TUNTUTAN HIDUP DI ERA GLOBALISASI Amat Mukhadis
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v2i2.1434

Abstract

Abstrak: Tuntutan utama peradaban teknologi pada era global adalah kiat menyinergikan berbagai informasi dijadikan proposisi sebagai kerangka pikir dalam pemecahan masalah. Karakteristik dialektika teknologi era ini menuntut adanya pergeseran pola berpikir, kiat pemenuhan kebutuhan, ranah dan tingkat kompetisi, serta budaya untuk survival. Suatu bangsa yang menguasai pemanfaatan dan pengembangan teknologi berpotensi “menguasai dunia”. Dewasa ini terjadi pergeseran ranah persaingan pada keunggulan kualitas dan aksessibilitas suatu produk yang mengarah pada kecepatan, fleksibilitas, dan kepercayaan yang didukung kemampuan learning how to learn dan networking. Keadaan ini membutuhkan sumber daya manusia berkepribadian arif dan hikmat, mengedepankan excellent competence, godly character, sustainable self-learning, dan spiritual dis-cernment sebagai kunci keberhasilan dalam pemanfaatan, pengembangan dan pelestarian kekayaan geografis, demografis, sosial- budaya. Karakteristik sosok manusia ini berpotensi mampu mengembangkan kemampuan emulatif, yaitu human-ware, info-ware, organo-ware, dan techno-ware untuk menghasilkan produk teknologi yang ”high quality, low-cost, low-risk, high comptitieve” di era global. Kata Kunci: manusia unggul dan berkarakter, kemampuan emulatif, bidang teknologi, era globalisasi INDONESIAN HUMAN RESOURCES OF EXCELLENCE AND DIVINE CHARACTER IN TECHNOLOGY AS A LIFE DEMAND IN THE GLOBALIZATION ERA Abstract: The main demand of technological civilization in the global era is the knack in synergizing varied information to build a proposition as a framework in the problem solution. The characteristics of the dialectic technology era demands a shift in the mindset, the knack in meeting the demands, the domain and level of competition, and the culture of survival. A nation possessing the capacity to make use and develop technology has the potential of “ruling the world.” Nowadays, there is a shift in competition domain in the excellence of product quality and accessability leading to speed, flexibility and trust supported by the ability of learning how to learn dan networking. This condition requires human resources having the characteristics of being wise, prioritizing excellent competence, godly character, sustainable self-learning, and spiritual dis-cernment as the key of success in making use, developing, and sustaining the geographical, demographic, and socio-cultural richness. The human characteristics of this sort have the potential of developing emulative ability, i.e., human-ware, info-ware, organo-ware, and techno-ware to yield technology products of ”high quality, low-cost, low-risk,and highly competitive” in this global era. Keywords: human resources of excellence and divine character, emulative ability, technology, globalization era
URGENSI PENDIDIKAN KARAKTER HOLISTIK KOMPREHENSIF DI INDONESIA ., Rukiyati
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v2i2.1440

Abstract

Abstrak: Pendidikan berperan penting untuk memajukan peradaban manusia. Tujuan pendidikan pada intinya ada dua, yaitu menjadikan peserta didik menjadi orang yang pandai sekaligus juga orang baik. Bila tujuan tersebut dapat dicapai, peradaban manusia akan cenderung menjadi lebih maju dibanding sebelumnya. Sebaliknya, bila kedua atau salah satu tujuan tersebut dikesampingkan, yang terjadi adalah hancurnya peradaban bangsa. Bagi bangsa Indonesia, untuk menjadikan peserta didik sebagai orang baik diperlukan upaya pendidikan karakter yang holistik dan komprehensif. Makna holistik terkait dengan nilai-nilai yang dijadikan acuan dan makna komprehensif terkait dengan aspek-aspek yang terkait dan saling selaras. Pendekatan komprehensif diharapkan dapat memberikan pemecahan masalah yang relatif lebih tuntas dibandingkan dengan pendekatan tunggal. Istilah komprehensif dalam pendidikan nilai mencakup berbagai aspek: isi, metode, proses, subjek, evaluasi. Kata Kunci: pendidikan karakter, holistik, komprehensif THE URGENCY OF HOLISTIC AND COMPREHENSIVE CHARACTER EDUCATION IN INDONESIA Abstract: Character education plays an important role in advancing the human civilization. There are two main goals of education: making learners intelligent and simultaneously good persons. If the goals could be achieved, the human civilization will tend to be more advanced than that earlier. In contrast, if both or one of them is neglected, what follows is the destruction of the human civilization. In order to make the learners good persons, the Indonesian people need efforts for holistic and comprehensive character education. Holistic sense is related to the referred values, whereas comprehensive sense refers to interrelated and harmonious aspects. The comprehensive approach is expected to be able to solve problems more effectively than the single approach. The term ”comprehensive” in value education includes aspects such as: content, method, process, subject, and evaluation. Keywords: character education, holistic, comprehensive
PENDIDIKAN KARAKTER NONDIKOTOMIK (Upaya Membangun Bangsa Indonesia Seutuhnya) Maksudin .
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v2i2.1435

Abstract

Abstrak: Hakikat pendidikan adalah memanusiakan manusia sesuai dengan fitrahnya. Fitrah manusia memiliki sifat dasar “hanief” cenderung positif, baik, dan benar. Salah satu upaya untuk memelihara dan mengembangkan fitrah adalah melalui pendidikan nondikotomik yang mendasarkan diri pada integrasi agama dan sains. Pendidikan karakter nondikotomik dapat dijadikan alternatif untuk memberikan solusi dalam membangun bangsa Indonesia seutuhnya. Pendidikan nondikotomik merupakan konsep yang utuh, terintegrasi, dan komprehensif antardiri, keluarga, masyarakat, sekolah, dan pemerintah karena pada hakikatnya pendidikan karakter nondikotomik merupakan tanggung jawab bagi setiap insan, warga negara yang harus memberdayakan dan mengembangkan diri, keluarga, dan masyarakat secara nasional dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Tujuan akhir pendidikan karakter nondikotomik adalah terwujudnya keluaran pendidikan yang memiliki karakter saintis yang agamawan dan agamawan yang saintis. Kata Kunci: pendidikan karakter, nondikotomik, agama dan sains NONDICHOTOMIC CHARACTER EDUCATION (Efforts to Build A Holistic Indonesian Nation) Abstract: The essence of education is humanizing humans in accordance with their nature. The human nature has its hanief basic characteristic which tends to be positive, good, and right. One of the efforts to maitain and develop this basic nature is through nondichotomic education which bases itself on the integration of religion and science. Nondichotomic character education can be an alternative sulution in building a holistic Indonesian nation. Nondichotomic education is a holistic, integrated, and comprehensive concept of interindividuals, family, community, school, and the government, because, in principle, nondichotomic character education is the responsibility of every human being, citizen who has to empower and develop oneself, family, and community, nationally in a life system of a nation and a country. The final goal of nondichotomic character education is to realize the education output having the characterics of religious scientists and scientific religious persons. Keywords: character education, nondichotomic, religion, science

Page 1 of 1 | Total Record : 10