cover
Contact Name
Mochamad Aviandy
Contact Email
aviandy@ui.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
aviandy@office.ui.ac.id
Editorial Address
Alamat Dewan Redaksi: Jalan Prof. Dr. Nugroho Notosusanto, Gedung 8, Lantai 2, Ruang PPKB, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Bhakti
Published by Universitas Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30900050     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Bhakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat adalah jurnal yang mempublikasikan berbagai kajian terkait dengan pengabdian masyarakat dari beragam bidang ilmu dengan menggunakan bahasa Indonesia. Ruang lingkup dan fokus dari jurnal Bhakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Masyarakat adalah hal-hal yang lumrah dilakukan oleh kegiatan pengabdian kepada masyarakat namun tidak terbatas pada: Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Pembangunan Partisipatif, Ekonomi Kreatif, Pemindahan Ilmu dan Teknologi, Pengembangan Komunitas, Kearifan Lokal, Budaya Lokal, Kehidupan yang Berkelanjutan, Globalisasi dan Dampaknya, Pengembangan Wirausaha, Ekonomi Kerakyatan, Manajemen Konflik, Literasi Digital, Informasi Digital, Rekayasa Sosial, dan bidang pengabdian masyarakat lainnya.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1, No. 1" : 5 Documents clear
Penguatan Nilai Penting Cagar Budaya kepada Siswa dan Guru Sekolah Dasar Negeri Depok 1 di Kawasan Depok Lama Sulistyowati, Dian
Bhakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Depok, terutama kawasan Depok Lama, merupakan salah satu wilayah yang memiliki berbagai peninggalan dari masa kolonial. Sebagai saksi perjalanan panjang Kota Depok, SDN Pancoran Mas 2 memiliki nilai penting baik dari segi arkeologi, sejarah, arsitektur, dan juga budaya. Bangunan SDN Pancoran Mas 2 telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya sehingga aspek pelestarian menjadi satu hal utama yang harus dikedepankan. Pelestarian ini tidak hanya berkaitan dengan aspek kebendaan (tangible), tetapi juga aspek takbenda (intangible), mengingat bahwa bangunan ini merupakan representasi identitas dan warisan budaya milik masyarakat Depok. Untuk membangun rasa kesadaran dan kepemilikan sekaligus penguatan nilai penting cagar budaya, diperlukan adanya edukasi mengenai pengenalan cagar budaya yang ada di kawasan Depok Lama, terutama pada generasi muda di Depok. Mitra dalam kegiatan ini adalah siswa dan siswi SDN Depok 01 yang pernah merasakan bersekolah di bangunan cagar budaya, yaitu SDN Pancoran Mas 2, sebelum akhirnya sekolah tersebut ditutup. Melalui program pengabdian masyarakat, diharapkan akan tumbuh kesadaran dan kepedulian pada generasi muda Depok untuk menjaga dan melestarikan warisan sejarah dan identitas kolektif masyarakat terhadap tinggalan budayanya.
Edukasi Arkeologi pada Galeri Rumah Susun Kampung Kunir Jakarta Irianti, Nabilla Putri; Bittaqwa, Amara
Bhakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Batavia, terdapat banyak peninggalan arkeologi berupa bangunan, seperti benteng, kantor pemerintahan, gudang penyimpanan, dan sebagainya. Beberapa peninggalan arkeologis ini sering ditemukan terkubur selama proses konstruksi. Tinggalan masa lalu Batavia antara lain ditemukan ketika ekskavasi pembangunan Rumah Susun Kampung Kunir. Temuan-temuan ini dikumpulkan dan ditunjukkan kepada masyarakat pada galeri yang terletak di bawah bangunan Kampung Rumah Susun Kunir. Namun, setahun setelah penghunian, galeri kurang mendapatkan perhatian masyarakat, termasuk para penghuni rumah susun. Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Arkeologi Universitas Indonesia adalah merevitalisasi galeri untuk lebih memperkenalkan tinggalan arkeologi tersebut dan mengedukasi masyarakat sekitar, terutama para penghuni generasi muda. Program yang dilakukan adalah penataan galeri, pembuatan infografis dan booklet, serta sosialisasi kepada masyarakat setempat.
<i>Peek Acuity </i> sebagai Alat Model Sederhana untuk Skrining Gangguan Penglihatan pada Komunitas Penderita Kusta Irawati, Yunia
Bhakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan penglihatan yang dapat dicegah dengan deteksi dan pengobatan dini memiliki insidensi yang tinggi, salah satunya gangguan penglihatan akibat infeksi kronis pada penderita kusta. Studi menyimpulkan sekitar 14,3% penderita kusta mengalami kebutaan pada satu mata dan 22,2% penderita kusta mengalami gangguan penglihatan. Dengan angka yang cukup tinggi, pemeriksaan mata, terutama pemeriksaan visus, menjadi pemeriksaan skrining yang penting bertujuan untuk menentukan gangguan penglihatan pada penderita kusta serta untuk klasifikasi WHO mengenai derajat disabilitas kusta sebagai basis data untuk pengobatan dini. Sebagai langkah awal, pemeriksaan tajam penglihatan (visus) sangat penting dilakukan pada komunitas penderita kusta. Diperlukan alat yang dapat diakses, andal, dan mudah digunakan untuk pemeriksaan visus. Kondisi ini mendorong penggunaan aplikasi berbasis ponsel pintar, yaitu Portable Eye Examination Kit (Peek Acuity). Program skrining visus pertama di Indonesia untuk penderita kusta diadakan di desa pemukiman kusta dekat Rumah Sakit Sitanala, Tangerang, dan di Rumah Sakit Alverno, Singkawang. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan Peek Acuity melibatkan 254 subjek (97,6%) yang mencakup 508 mata untuk penderita kusta di Sitanala dan 94 subjek (94,9%) yang mencakup 188 mata untuk penderita kusta di Rumah Sakit Alverno.
Pelatihan Pengolahan Sampah di Desa Olehsari Banyuwangi Nugraha, Fajar Muhammad; Pulungsari, Rahadjeng; Roring, Albert P. J.
Bhakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008, sampah didefinisikan sebagai sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses yang mengandung unsur tertentu. Sampah menjadi masalah utama dalam sektor pariwisata di Indonesia. Pengelolaan dan pemanfaatan pengetahuan daur ulang beberapa sampah dapat menjadi solusi dari permasalahan sampah. Desa Olehsari di Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu desa tujuan wisata di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Universitas Indonesia melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Indonesia (PPM UI) dengan judul kegiatan “Pelatihan Pengolahan Sampah di Desa Olehsari Banyuwangi” telah memberikan manfaat pengetahuan dan keterampilan warga Desa Olehsari dalam mengelompokkan dan mengelola sampah. Luaran dari kegiatan ini mencakup buku saku mengenai pengelolaan dan pengelompokan sampah, poster mengenai pengelompokan dan pengelolaan sampah, dan pemberitaan di media daring lokal KabarBanyuwangi.co.id.
Arkeologi Masuk Sekolah Desa Salenrang (Geopark Maros-Pangkep): Sebuah Wujud Kepedulian untuk Edukasi dan Desa Berkelanjutan Safinatunnajah, Najla Khaulah; Balinda, Regine; Nurriya, Aqilla
Bhakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arkeologi Masuk Sekolah Desa Salenrang (Maros-Pangkep) merupakan program kepedulian masyarakat Universitas Indonesia (UI) yang bertujuan untuk mengedukasi dan mengetahui potensi bentang alam dan peninggalan arkeologi. Hal tersebut juga bertujuan menumbuhkan sense of belonging terhadap siswa-siswi SD tersebut akan peninggalan nenek moyang mereka. Program dijalankan pada siswa kelas 6 yang berasal dari tiga sekolah, yaitu siswa SDN 221 Inpres Rammang-Rammang, SDN 28 Salenrang, dan SDN 219 Inpres Pannambungan. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah perpaduan antara deskripsi kualitatif sebagai pemetaan awal dan participatory action research (PAR) pada implementasi lapangan yang disertai pre-test dan post-test. Melalui evaluasi dari post-test, hasil dari implementasi lapangan menunjukkan 73% siswa mempunyai kesadaran belajar arkeologi dan memeliharanya, tetapi baru sekitar 53% yang memiliki pengetahuan mengenai informasi situs di sekitar tempat tinggalnya. Maka dari itu, perlu untuk melakukan peninjauan kembali terkait diversifikasi lokasi sekolah dan inovasi metode edukasi materi sebagai upaya pendalaman dan keberlanjutan manfaat program di tahun berikutnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5