cover
Contact Name
Luthfi Kurniawan
Contact Email
journal@optimalbynfc.com
Phone
+6282313012644
Journal Mail Official
journal@optimalbynfc.com
Editorial Address
Address: Grand Slipi Tower LT. 5 Unif F, Jalan S. Parman, KAV / 22-24, Village / Sub-district Palmerah, Kec. Palmerah, City Adm. West Jakarta, DKI Jakarta Province.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Optimal Midwife Journal
ISSN : -     EISSN : 30626765     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Optimal Midwife Journal (OMJ) is a national open-access journal with a primary focus on the field of health, specifically in the area of midwifery. Serving as a dedicated platform for researchers and practitioners, OMJ facilitates the sharing of research findings, analyses, and in-depth theoretical reviews. Committed to academic rigor and a stringent peer-review process, the journal strives to uphold the highest quality and contemporary relevance in midwifery practice. Published biannually, in June and December, OMJ aims to make significant contributions to the advancement of knowledge and global midwifery practices. We extend a warm invitation to you to join us in shaping the future of midwifery through active participation in our ongoing dialogue.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Volume 1 No. 1 Juni 2024" : 5 Documents clear
Keterlibatan Tenaga Kesehatan Dalam Pemberian Layanan Konseling Saat Perawatan Antenatal Kepada Ibu Hamil Nurrul Ainy; Ahmad Yani Noor
Optimal Midwife Journal Volume 1 No. 1 Juni 2024
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15875685

Abstract

Angka kematian ibu di Indonesia masih menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara, meskipun secara umum terjadi penurunan kematian ibu selama periode 1991-2020 dari 390 menjadi 189 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan Angka Kematian Ibu (AKI) Kabupaten Kulon Progo Tahun 2022 belum dapat mencapai target yang ditetapkan. Target Angka Kematian Ibu sebesar 54,55 per 100.000 KH namun realisasi sebesar 194,69 per 100.000 KH dengan jumlah absolut kematian sebanyak 8 orang. Salah satu pelayanan strategis yang dapat dilakukan untuk menurunkan angka kematian ibu adalah pelayanan antenatal. Dalam pelayanan Antenatal Terpadu tenaga kesehatan yang memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan program ini terdiri dari dokter, perawat, bidan, dokter gigi, dan ahli gizi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus yang dilakukan pada 12 partisipan dengan wawancara mendalam dan studi dokumen, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2017, yang dianalisa dengan analisa kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa keterlibatan tenaga kesehatan masih kurang maksimal. Ditemukan bahwa dalam pelaksanaan pelayanan konseling antenatal ini terdapat kendala dalam keterlibatan dokter umum dan gizi. Kurangnya keterlibatan dokter umum terjadi karena banyaknya pasien di Balai Pengobatan yang terkadang menyebabkan ketidakmauan ibu hamil untuk menunggu ataupun mengantri ke BP. Sedangkan kurangnya keterlibatan ahli gizi dalam pemberian layanan konseling disebabkan oleh jumlah ahli gizi yang hanya ada satu orang dan terkadang tidak ada di tempat karena sedang melaksanakan tugas dari Unit Kesehatan Masyarakat. Pentingnya keterlibatan tenaga kesehatan secara maksimal dalam proses pemberian layanan antenatal terpadu. Untuk penelitian selanjutnya perlu ada pendalaman mengenai dampak dari kolaborasi diantara tenaga kesehatan.
Optimalisasi Edukasi Prenatal Perawatan Bayi Baru Lahir dengan  E-Modul Interaktif Astiti, Ni Komang Erny; Purnamayanti, Ni Made Dwi; Mahayati, Ni Made Dwi; Suarniti, Ni Wayan; Wirata , I Nyoman
Optimal Midwife Journal Volume 1 No. 1 Juni 2024
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15875677

Abstract

Prenatal health education for newborn care prepares parents to care for their future babies. The topic has been facilitated in pregnant women's classes, but its implementation has not optimally involved the role of husbands, lack of media use, and unidirectional learning methods. Efforts to overcome educational innovations in newborn care by involving husbands and facilitating media and interactive modules for newborn care. This media contains information on baby massage, how to bathe, and umbilical cord care, presented in pictures and text and equipped with videos. Audio-visual presentation of material can optimize learning objectives. The study analyzed differences in knowledge before and after prenatal education on newborn care with interactive media e-modules. This study was a pre-experimental numerical pair, with a sample of 30 pregnant women, based on purposive sampling. Data collection using questionnaires in the form of pretest and posttest. Data analysis with Wilcoxon (ρ=0.005). The results showed an increase in the median knowledge (pretest) from 54.17 to 75.00. Educational media E Interactive Module is effective for pregnant women's knowledge about newborn care (ρ=0.000). Health workers can optimize health education for newborn care by implementing classes for pregnant women that involve husbands and using interactive educational media. Recommendations for using media and interactive modules for sustainable newborn care are used in pregnant women's classes, especially in education about newborn care, so that pregnant women and husbands can independently practice their abilities in carrying out newborn care using the media guide. Pendidikan kesehatan prenatal perawatan bayi baru lahir, bertujuan  mempersiapkan orang tua merawat calon bayinya. Topik tersebut telah difasilitasi pada kelas ibu hamil, tetapi pelaksanaannya belum maksimal melibatkan peran suami, penggunaan media yang kurang serta metode pembelajaran  searah.. Upaya mengatasi dengan inovasi edukasi perawatan bayi baru lahir dengan melibatkan suami dan fasilitasi media e modul interaktif perawatan bayi baru lahir. Media ini berisikan informasi pijat bayi, cara memandikan dan perawatan tali pusat yang disajikan berbentuk gambar, teks serta dilengkapi video. Penyajian materi secara audio visual dapat mengoptimalkan tujuan pembelajaran. Penelitian menganalisis perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah edukasi prenatal perawatan bayi baru lahir dengan media e modul interaktif. Penelitian ini merupakan pre eksperimental numerik berpasangan, dengan jumlah sampel 30 ibu hamil, berdasarkan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahauan berupa pretest dan posttest. Analisis data dengan Wilcoxon (ρ=0.005). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan median pengetahuan (pretest) 54.17 menjadi 75.00. Media edukasi E Modul Interaktif efektif terhadap pengetahuan ibu hamil tentang perawatan bayi baru lahir (ρ=0.000). Pemberian pendidikan kesehatan perawatan bayi baru lahir oleh tenaga kesehatan dapat dioptimalkan pada pelaksanaan kelas ibu hamil dengan melibatkan suami serta menggunakan media edukasi yang interaktif. Rekomendasi penggunaan media e modul interaktif perawatan bayi baru lahir  secara berkelanjutan digunakan dalam kelas ibu hamil khususnya pada edukasi tentang perawatan bayi baru lahir, sehingga ibu hamil dan suami dapat secara mandiri melatih kemampuan mereka dalam melakukan perawatan bayi baru lahir dengan menggunakan panduan media tersebut.
Efektivitas Pendampingan Pada Ibu Nifas Pasca Operasi Sesar Noviani, Aris; Maryana, Nana
Optimal Midwife Journal Volume 1 No. 1 Juni 2024
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15875669

Abstract

A lack of understanding about the cesarean section process and the postpartum care provided is the primary cause of difficulties experienced by postpartum women following one of these procedures. The psychological effects on moms are frequently disregarded by families and medical professionals, which can have an impact on their ability to recuperate and become self-sufficient after giving birth. The purpose of this study is to ascertain how postpartum moms' knowledge, attitudes, and anxiety following cesarean surgery are affected by the mentoring process. The supplementary materials include information on cesarean sections as well as coping mechanisms for anxious mothers. With a control group, this study used a quasi-experimental pretest-posttest methodology. 68 mother responses who had had cesarean sections were gathered using the conceptual sampling method. They were split up into 34 groups 34 control groups and 34 intervention groups. Postpartum moms receiving support following a cesarean section are given three forms to complete: one before the assessment, one with advice on how to manage tension or anxiety during the two sessions, and a third after the evaluation. The chi square and independent t tests were both applied. The findings demonstrated that mentoring improved knowledge, attitudes, and decreased mother worry (p=0.000; α<0.05). It is advised that health professionals provide this support so that women having cesarean sections are prepared to handle the psychological fallout.   Ibu nifas yang mengalami komplikasi setelah operasi sesar disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang prosedur operasi sesar dan perawatan yang diberikan setelahnya. Keluarga dan tenaga kesehatan sering mengabaikan dampak psikologis yang ditimbulkan ibu, yang dapat mempengaruhi kesembuhan berikutnya dan kesiapan mereka untuk merawat diri dan bayinya. Penyelidikan ini bertujuan untuk mengetahui dampak proses pendampingan terhadap pengetahuan, perilaku, dan kekhawatiran ibu nifas pasca operasi sesar. Materi pendampingan berisi pengetahuan tentang operasi sesar serta strategi untuk menurunkan kekhawatiran ibu. Penyelidikan ini dirancang sebagai eksperimen quasi pendekatan pretest-posttest dengan grup kontrol. Metode sampel konseptual digunakan untuk mengumpulkan 68 responden ibu yang telah menjalani operasi sesar. Mereka dibagi menjadi 34 grup perlakuan dan 34 grup kontrol. Setelah operasi sesar, pendampingan diberikan kepada ibu nifas melalui pengisian kuesioner sebelum pemeriksaan, kemudian leaflet yang berisi informasi tentang cara mengatasi kekhawatiran selama 2 kali pertemuan, dan akhirnya kuesioner pasca pemeriksaan. Kedua uji independen t dan chi square digunakan. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa pendampingan berpengaruh terhadap kenaikan pengetahuan,perilaku, dan penurunan kekhawatiran ibu (p=0,000; α<0,05). Disarankan agar pelayanan kesehatan menerapkan pendampingan ini agar ibu yang menjalani operasi sesar memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menangani efek psikologisnya.  
Hypnopressure on Breastfeeding Self Efficacy and Breast Milk Production in Breastfeeding Mothers Diah Evawanna Anuhgera; Sembiring, Elsaria
Optimal Midwife Journal Volume 1 No. 1 Juni 2024
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15875657

Abstract

Breastfeeding is one of the most important factors in a baby's health. Evaluate maternal performance and provide feedback to increase breast milk production and breastfeeding self-efficacy. Hypnopressure can help breastfeeding mothers increase breast milk production and breastfeeding self-efficacy. Low self-efficacy affects new mothers' ability to maintain breastfeeding. The aim of this study was to evaluate the effect of hypnopressure on breast milk production and breastfeeding self-efficacy. The population in this study were all post partum mothers who breastfed on the first day of birth who were at the Nining Pelawati Lubuk Pakam Clinic, Deli Serdang. The intervention group received hypnopressure; the control group received standard care. Data between groups was compared for breast milk production and breastfeeding self-efficacy scores. The sampling technique used was simple random sampling with a sample of 34 respondents. The instruments for this research are the Standard Operational Procedure for Hypnopressure, an Electric Breast Pump and the Breastfeeding Self Efficacy Scale (BSES) Short Form. The data analysis used is the dependent, independent t test, Wilcoxon test and Mann Whitney test. The results of this study showed that there was a change in increasing breast milk production before and after being given hyonopressure with a mean difference of 57.58 and a p value = 0.00, thus showing an increase in breast milk production before and after the intervention. The breastfeeding self-efficacy variable shows changes before and after with a mean difference of 19.3 and a p value = 0.00. Hypnopressure increases breast milk production and breastfeeding self-efficacy in breastfeeding mothers. Hypnopressure can be effective in maintaining breastfeeding in mothers by 41.18% and increasing breast milk production by 60.05%. It is recommended that midwives apply the hypopressure method in providing the best service for mothers and babies.
Tradisi Empat Puluh Hari Masa Nifas: Praktik Budaya Pasca melahirkan di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur Seran, Agustina Abuk; Matje Meriaty Huru; Ni Luh Made Diah Putri Angraeningsih; Nurlaelah Al-Tadom
Optimal Midwife Journal Volume 1 No. 1 Juni 2024
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15875649

Abstract

Praktik tradisional pasca melahirkan diyakini penting bagi kesehatan ibu dan bayi di hampir semua daerah di Indonesia. Makna budaya dan sosial yang mendalam melekat pada praktik yang berkaitan dengan perilaku, aktivitas, dan kepercayaan dan tradisional yang berbeda-beda di setiap wilayah. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan beragam interpretasi terhadap praktik tradisional pasca melahirkan oleh masyarakat. Di Pulau Timor Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kepercayaan dan praktik asuhan kebidanan ibu pasca melahirkan belum banyak terdokumentasikan. Peristiwa eksistensial ini mempengaruhi kesehatan ibu dan perawatan bayi baru lahir. Penelitian ini menggunakan desain etnografi yang bertujuan untuk mendeskripsikan kepercayaan dan praktik tradisional pasca melahirkan dalam konteks sosiokultural di daerah pedesaan (dua desa) di wilayah kerja Puskesmas Weliman dan Puskesmas Alas, di Pulau Timor Kabupaten Malaka NTT. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Januari – Juli 2019. Komite Penelitian Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangg. Metode analisis data kualitatif enam langkah digunakan. Tiga tema muncul dari praktik tradisional pasca melahirkan: 1) Tradisi pengurungan di dalam rumah setalah melahirkan (hatuka ha’i); 2) Mengurangi pekerjaan rumah tangga; 3) Larangan berhubungan seks. Variasi kepercayaan dan tradisi pasca melahirkan dipengaruhi oleh konteks sosiokultural setempat. Perubahan fisiologis pada ibu mendasari berbagai kepercayaan, ritual dan praktik pada periode pascakelahiran. Praktik-praktik ini seringkali menyebabkan ibu nifas tidak mengakses layanan kesehatan pasca melahirkan. Bidang ini memerlukan penelitian yang lebih sensitif secara budaya dan sistematis untuk memberikan asuhan kebidanan pasca melahirkan yang sensitif secara budaya.  

Page 1 of 1 | Total Record : 5