cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Teknik Mesin "TEKNOLOGI"
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 232 Documents
Perancangan Sistem Pengkondisian Udara (AC) pada Ruang Aula Teknol Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar Samnur Samnur
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 13, No 4 Apr (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan AC memerlukan perhitungan beban pendinginan yang tepat sesuai denganbeban di ruangan, sehingga pemanfaatannya menjadi lebih efektif dan efisien, karena apabilapemanfaatannya tidak tepat akan berakibat pada kenyamanan udara yang diperoleh tidakoptimal. Penelitian ini bertujuan melakukan perhitungan untuk menentukan besarnya bebankalor ruangan Aula Teknol Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar dan mengetahuibesarnya daya AC yang dibutuhkan untuk mengkondisikan udara pada ruangan Aula TeknolFakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan juni,September dan desember 2011. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada ruang Aula TeknolFakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Setelah perhitungan beban kalor selesaiselanjutnya hasil perhitungan digunakan untuk menentukan daya AC yang akan digunakanpad Aulah Teknol Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Dari hasil perhitungandiperoleh beban kalor ruangan aula Teknol Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassardengan jumlah penghuni maksimal 205 orang adalah 19359,25 Watt. Sehingga diketahuibahwa ruangan tersebut seharusnya dipasangi AC 7 buah dengan daya AC masing-masing 2PK setiap AC.
Analisis Hubungan Getaran dengan Temperatur Kerja pada Mesin Mill Fan 412 di PT. Semen Tonasa Samnur Samnur; Ilham Jaya; Ridwan Daud Mahande
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 11, No 3 Apr (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat getaran dan temperatur serta hubungan antara getaran dengan temperatur pada mesin Mill Fan 412 di PT. Semen Tonasa. Data pada penelitian ini diambil dengan melakukan pengukuran langsung dengan menggunakan alat ukur getaran Vibrotip. pada Mesin Mill Fan di PT. Semen Tonasa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan hasil bahwa getaran dan temperatur mesin Mill Fan masih berada pada kondisi normal dan aman sesuai dengan standar ISO 10816-3. Selain itu ditemukan juga hasil bahwa terdapat Hubungan yang positif antara getaran dengan temperatur pada mesin Mill Fan 412 di PT Semen Tonasa
Analisis Perbedaan Penggunaan Waktu Pengeboran pada Mata Bor Sudut Potong Utama 118 dan 125 Rusli Ismail
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 8, No 3 OKT (2008)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah analisis perbedaan waktu pengeboran dengan menggunakan sudut potong mata bor 1180 dan 1250. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan waktu pengeboran yang menggunakan sudut potong utama mata bor 1180 dan 1250. Sampel penelitian adalah mata bor HSS diameter 10mm dengan sudut potong utama 1180 dan 1250 masing-masing 5 buah, sedangkan benda kerja yang digunakan adalah baja ST 37 diameter 32mm dengan panjang 25mm sebanyak 10 buah sesuai dengan jumlah mata bor. Besarnya waktu pengeboran diketahui dengan menggunakan stopwatch. Mesin bor yang digunakan adalah mesin bor power feeding merk KIWA. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang menggunakan statistik non parametrik. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji Kruskal-Willis dan berdasarkan hasil perhitungan diperoleh H = 6,78. Hasil ini lalu dikonsultasikan pada tabel N, sebesar p = 0,010. Oleh karena p (0,010) lebih kecil dari α = 0,05 maka Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan waktu pengeboran antara sudut potong utama mata bor 1180 dengan sudut potong utama mata bor 1250.
Modifikasi Frekuensi Pribadi Poros Akibat Lenturan dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Ady Rukma
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 5, No 4 APR (2007)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sifat dinamika struktur yang penting adalah nilai frekuensi pribadi sturktur. Walaupun nilai frekuensi pribadi tidak dapat digunakan sebagai data awal untuk perancangan struktur tetapi nilai frekuensi pribadi struktur akan menjadi akibat dari struktur yang dihasilkan misalnya dapat terjadi resonansi akibat frekuensi pribadi struktur sama dengan frekuensi kerja struktur sehingga terjadi suatu getaran yang sangat hebat dna dapat merusak struktur. Getaran selalu dikaitkan dengan osilasi mekanis sehingga getaran terkadang disebut sebagai getaran mekanis. Supaya getaran mekanis terjadi dibutuhkan minimal dua elemen pengumpul energi. Yang pertama adalah massa yang menyimpan energi kinetik dan yang kedua adalah elastik seperti pegas yang menyimpan energi potensial. Poros adalah sebuah struktur yang dapat dimasukkan kedalam sistem getaran dimana bila poros berputar, gaya sentrifugal yang terjadi akan mengakibatkan penyimpangan dengan keadaan seperti itu poros akan bergetar, untuk menghindari kemungkinan resonansi dapat dilakukan dengan pengubahan beberapa dimensi poros (diameter atau panjangnya) sepanjang tidak menghilangkan efek kekuatan dan ketahanannya. Penelitian ini memuat cara untuk memodifikasi frekuensi pribadi poros dengan optimasi pemodelan elemen hingga.
Modifikasi Poros Propeller Mesin Perahu Katinting Sebagai Alat Transportasi Di Danau Tempe Saharuna -
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 13, No 1 Apr (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang sering dihadapi oleh para nelayan sekaitan dengan mesin penggerak perahu adalah seringnya terjadi banjir pada sistem bahan bakar dan panas mesin yang berlebihan dan bahkan banyak pula yang pecah silinder bloknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pemakaian bahan bakar pada mesin motor katinting yang sebelum perubahan/dimodifikasi. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan model matematik. Motor yang digunakan oleh para nelayan di Danau Tempe sebagai penggerak perahu nelayan adalah motor bensin pembakaran dalam yang mereka sebut mesin katinting, artinya pembakaran yang menyebabkan daya usaha kimia bahan bakar diubah menjadi daya usaha tenaga mekanik terjadi di dalam silinder. Unit perlakuan (eksperimen) adalah mesin motor katinting dengan merek Honda GX 150 Satu selinder berbahan bakar premium yang diberikan renggang waktu 5 menit, 10 menit, 15 menit, 20 menit serta 25 menit. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pemakaian bahan bakar pada mesin perahu katinting sebelum dan sesudah modifikasi.
Analisis Hasil Pengelasan Kampuh I Pada Baja Carbon Rendah ST 35 Rusli Ismail
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 13, No 1 Apr (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sifat-sifat dari mekanis dari bahan terdapat beban tarik, lenturan, puntiran geseran , tekanan, goresan dan gesekan, untuk mengetahui sifat-sifat mekanis dari suatu bahan tersebut maka perlu diadakan pengujian mekanis antara lain uji tarik, uji pukul takik, uji perataan dan uji kekerasan. Sambungan las merupakan suatu proses ikatan metalurgi pada sebagian logam dalam bentuk cair atau lumer perlakuan semacam ini merupakan hal mutlak dalam setiap konstruksi yang ringan. Titik proporsional atau batas perbandingan luas yang diartikan tegangan tertinggi . dari hasil diperoleh : σt = 14,934 kg/mm2 , εt = 2,083 %, σs = 15,246 kg/mm2 dan εt = 0,283 %. Kekuatan baja ST 35 yang telah mengalami proses penyambungan dapat memberikan informasi kepada masayrakat bahwa kekuatabn tergantung bentuk kampuh dan jenis media pendingin. Dalam menganalisa kekuatan tarik memberikan hasil kekuatan las yang paling efektif efektif adalah penyambungan las kampu V dengan media pendingin air dengan jarak pengelasan 2-3 mm. Tingkat keuletan dari baja ST 35 terdapat pada sambungan las kampuh I dengan jarak pengelesan pada setiap media pendingin.
Mesin Pencacah Rumput Pakan Ternak Untuk Industri Kecil Akhiruddin Pasdah; Amirullah -
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 23, No 1 OKT (2022): Jurnal Teknik Mesin Teknologi
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak peternak sapi masih menggunakan proses pencacah rumput secara konvensional. Rumput harus disediakan peternak sebagai pakan utama ternak setiap harinya. Sehingga apabila rumput dalam jumlah yang cukup banyak maka dibutuhkan waktu dan tenaga yang lebih banyak. Rumput gajah merupakan rumput yang tumbuh tegak membentuk rumpun dengan tinggi kurang lebih 1 m yang digunakan untuk pakan ternak dan dapat ditanam di areal tanaman pangan. Faktor penting yang harus diperhatikan meningkatkan produktivitas penyediaan pakan hijauan baik secara kualitas dan kuantitas. Peternak mencampur rumput dengan pakan tambahan seperti bekatul, ramuan, sentrat, ketela, ampas tahu dan lainya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pakan ternak. Tujuan dilaksanakannya penelitian dengan menciptakan tepat guna untuk membantu peran manusia dalam proses pencacah rumput dengan menggunakan mesin pencacah. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pembuatan mesin pencacah rumput gajah adalah,:Untuk mempermudah para peternak dalam pemotongan rumput dengan kuantitas yang lebih besar, untuk memberikan suatu perbandingan potong dalam waktu yang berbeda dalam permenitnya, Untuk mengetahui langkah proses pembuatan mesin pencacah rumput gajah pakan ternak, untuk .mengetahui kinerja produk mesin pencacah rumput untuk pakan ternak.
Pengaruh Kondisi Kalor Masukan Evaporator Terhadap Unjuk Kerja Pompa Kalor Temperatur Tinggi Djuanda -
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 13, No 2 Apr (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi kalor masukan pada evaporator sangat berpengaruh terhadap unjuk kerja pompa kalor. Kajian analitis telah dilakukan dengan dua variabel utama yaitu temperatur dan beban masukan pada evaporator. Refrigeran yang digunakan dalam studi ini adalah isobutana (R-600a). Kajian ini berguna sebagai penentuan kondisi kerja evaporator pada pompa kalor temperatur tinggi berbantuan pemanas energi surya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk kompresor dengan tekanan kerja maksimum 25 bar maka tempeatur evaporator maksimum yang dibolehkan untuk rasio tekanan PR = 3 tidak boleh melebihi 60 °C. Sedangkan untuk PR = 2,5 tidak boleh melebihi temperatur 67 °C, untuk PR = 2 tidak boleh melebihi 78 °C, dan PR = 1,5 temperatur evaporator maksimum yang diizinkan dapat mencapai 90 °C. Koefisien performansi (COP) pompa kalor akan semakin kecil jika temperatur evaporator dan rasio tekanan semakin meningkat. Terdapat hubungan polinomial antara temperatur evaporator, rasio tekanan dan COP pompa kalor.
Analisis Implementasi Sistem Pemrograman Absolut Dan Pemrograman Incremental Pada Mesin CNC TU 3A Rusli Ismail
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 11, No 2 Apr (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan secara signifikan waktu penyelesaian pemrograman pengefrais dan bentuk kontur dalam antara pemrograman absolut dan pemrograman incremental pada mesin CNC TU 3A. Bentuk penelitian ini adalah eksperimental dilakukan dengan cara menganalisis waktu pemrograman pengefraisan kontur dalam antara pemrograman absolut dan pemrograman incremental pada mesin CNC TU 3A. Tujuannya adalah agar perbedaan waktu diketahui antara pemrograman absolut dan pemrograman incremental. Populasi penelitian adalah seluruh pemrograman absolut dan pemrograman incremental pada pengefraisan kontur dalam dari bahan aluminium berbentuk persegi panjang dapat dikerjakan pada mesin CNC TU 3A. Sampel penelitian adalah pemrograman antara pemrograman absolut dan pemrograman incremental pada mesin CNC TU 3A dari bahan alumunium dengan panjang ukuran 100 mm, lebar 50 mm dan tebalnya 15 mm. Data dalam penelitian ini berdistribusi normal dan kesamaan varians atau homogen. Pengujian hipotesis penelitian menghasilkan nilai t hitung = 29,72 sedangkan nilai t tabel = 2,506. dari hasil uji tes maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan waktu pemrograman pengefraisan kontur dalam pada pemrograman absolut dan pemrograman incremental pada mesin CNC TU 3A.
Perencanaan Sistem Pendingin Gedung Perpustakaan Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar Fiskia Rera Baharuddin
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 13, No 1 Apr (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mendapatkan kondisi ruangan yang memenuhi thermal comfort atau juga kondisi yang harus memenuhi persyaratan tertentu sesuai dengan yang kita inginkan, tanpa adanya ketergantungan dengan lingkungan luar, maka digunakan Pengkondisian udara (Air Conditioning). Pengkondisian udara memiliki pengertian bahwa udara dalam ruang dikondisikan berdasarkan beban kalor yang terjadi pada ruangan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui besarnya beban pendingin guna menentukan daya AC yang akan dipasang pada ruang Perpustakaan Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Berdasarkan hasil perhitungan beban pendingin diperoleh nilai rata-rata total beban pendingin tiap hari pada perpustakaan sebesar 2716,3 W atau 2,7163 kW. Jadi sebenarnya perlu dipasang 2 buah AC masing-masing 1 buah untuk AC 1 PK dan 1 buah untuk AC ½ PK untuk setiap AC.