Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles
32 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE"
:
32 Documents
clear
Hiperandrogenemia, Hiperinsulinemia, dan Pengaruhnya terhadap Kesuburan pada Policystic Ovary Syndrome
Widyastuti Ayu Hardita
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Policystic Ovary Syndrome (PCOS) merupakan sindroma disfungsi metabolik dan terdapat kelainan endokrin heterogen pada wanita usia reproduktif. Policystic Ovary Syndrome ditandai oleh terdapatnya hiperandrogenisme, hiperinsulinemia, hipersekresi Luteinizing Hormon (LH), disfungsi menstruasi, hirsutisme, infertilitas, dan komplikasi neonatal dan kehamilan serta ditemukannya ovarium polikistik pada Ultrasonography (USG). Pasien PCOS memiliki kadar Follicle StimulatingHormon (FSH) serum lebih rendah dari orang normal. Defisiensi FSH akan menyebabkan penumpukan folikel kecil yang lebih banyak menyebabkan berhentinya proses pematangan secara dini dan folikel gagal menjadi folikel yang matang. Resistensi insulin diduga memiliki peran penting dalam patofisiologi dengan merangsang produksi androgen ovarium.Ketidaksuburan yang terjadi pada PCOS disebabkan oleh penurunan kualitas oosit akibat produksi hormon androgen yang berlebihan dan resistensi insulin yang mempengaruhi ekspresi dari Glukosa Transporter (GLUT). [J Agromed Unila 2015;2(3):222-225]Kata kunci: FSH, GLUT, hiperandrogenemia, hiperinsulinemia, oosit, PCOS
Cover Agromedicine
Admin Agromedicine
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Attention Deficit Hyperactivity Disorder: Diagnosis dan Pendekatan Holistik
Suci Widya Primadhani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dikenal dalam bahasa Indonesia dengan sebutan Gangguan Hiperaktif Defisit Perhatian (GHDP). Gangguan ini dikategorikan menjadi 3 tipe yakni inatensi, hiperaktifitas/impulsifitas, dan kombinasi keduanya. Diagnosis terkini ditegakkan melalui kriteria pada Diagnostic and Statistical Manual edisi kelima (DSM-V). Dalam DSM-V kriteria dapat ditegakkan pada anak dan dewasa dengan ADHD. Anak dengan ADHD tentu dapat menjadi masalah bagi perkembangan diri, keluarga dan sosial. Oleh karena itu pendekatan secara holistik diperlukan untuk menghasilkan kualitas hidup yang lebih baik. Pendekatan ini membutuhkan peran serta dari pelayanan pendidikan, sosial (keluarga) dan fasilitas pelayanan kesehatan. Aspek yang diperhatikan dalam memperbaiki kualitas hidup adalah gangguanfungsi dan peran serta anak, kualitas kehidupan, kemampuan beradaptasi, dan kemampuan pengambilan keputusan. Pendekatan secara holistik dengan melakukan pendekatan psikososial dapat dijadikan modalitas terapi disamping terapi medikamentosa. [J Agromed Unila 2015; 2(3):226-231]Kata kunci: ADHD, diagnosis ADHD, DSM-V, pendekatan holistik
Pencegahan dan Tatalaksana HIV/AIDS
Muhamad Rizki Prayuda
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus Human Immunodeficiency Virus(HIV).HIV/AIDS merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia, khususnya di Indonesia. Jumlah kasus HIV/AIDS terus meningkat dari tahun ke tahun.HIV umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dan cairan tubuh yangmengandung HIV. Secara umum, pencegahan atau penanganan HIV/AIDS dibagi menjadi empat kategori, yaitu vaksin, inhibitor entri makromolekular HIV, obat antiretroviral dan terapi berbasis asam nukleat. Beberapa jenis tanaman telah diteliti dalam pengembangan terapi HIV dengan potensi menghambat aktivitas HIV-1 reverse transcriptase. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisadisembuhkan. Pencegahan infeksi HIV adalah dengan mengurangi resiko paparan HIV yang dilakukan dengan beberapa cara.[J Agromed Unila 2015; 2(3):232-236]Kata kunci: AIDS, HIV, pencegahan, penanganan
Kejadian Dermatitis Kontak Iritan pada Penata Rambut
Sevfianti Sevfianti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penata rambut merupakan pekerjaan yang lazim dilakukan oleh pekerja-pekerja di sebuah salon. Penata rambut selalu berkontak dengan bahan-bahan yang dapat bersifat sebagai alergen ataupun sebagai iritan. Bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan suatu penyakit kulit yang disebut dermatitis. Terdapat dua jenis dermatitis, yaitu dermatitis kontak iritandan dermatitis kontak alergi. Dermatitis kontak iritan merupakan respon nonspesifik kulit yang mengarah pada kerusakan kimia yang melepaskan mediator inflamasi selanjutnya meyebabkan kematian langsung sel-sel epidermis. Sedangkan dermatitis kontak alergi merupakan suatu jenis hipersensitivitas tipe lampat yang dihasilkan dari kontak kulit denganalergen tertentu yang menyebabkan inflamasi pada kulit. Menurut penelitian, 85,58% bahaya kulit utama yang muncul pada penata rambut adalah dermatitis tangan yang berkaitan dengan pekerjaan basah dan menggunakan bahan kimia (dermatitis kontak iritan). [J Agromed Unila 2015; 2(3):237-241]Kata kunci: dermatitis kontak iritan, penata rambut, penggunaan alat pelindung diri
Chronic Kidney Disease pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2
Martin Paskal Giovani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Diabetes mellitus (DM) adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. DM merupakan penyakit kronis yang masih menjadi masalah utama dalam dunia kesehatan di Indonesia. Peningkatan jumlah pasien diabetes yang cukup besar pada tahun-tahunmendatang dengan kenaikan jumlah penyandang DM di Indonesia dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. Angka kesakitan dan kematian pada DM meningkat di berbagai negara, hal ini selain dikaitkan dengan insidensi yang sangat cepat meningkat dan progresivitas penyakitnya juga disebabkan faktor ketidaktahuan baik penderita maupun dokter sendiri, atau penderita pada umumnya datang sudah disertai dengan komplikasi yang lanjut dan berat. Hiperglikemia ini dihubungkan dengan kelainan pada disfungsi endotel, sebagai cikal bakal terjadinya mikroangiopati maupun makroangiopati. Komplikasi makrovaskuler antara lain yaitu penyakit jantung koroner/stroke/ dislipidemia, penyakit pembuluh darah perifer, dan hipertensi. Kompilasi mikroangiopati antara lain yaitu retinopati, nefropati, dan neuropati. Nefropati diabetik DM tipe 2, merupakan penyebab nefropati paling banyak sebagai penyebab terjadinya Chronic Kidney Disease (CKD). Kerusakan ginjal yang spesifik pada DM mengakibatkan perubahan fungsi penyaring, sehingga molekul-molekul besar seperti protein dapat lolos ke dalam kemih (albuminuria). Simpulan, diabetes mellitus dapat berkomplikasi menjadi nefropati diabetika hingga berakhir menjadi kegagalan ginjal. [J Agromed Unila 2015;2(3):242-247]Kata kunci: chronic kidney disease, diabetes mellitus, nefropati diabetikum
Efektivitas Bakteri Asam Laktat dalam Fermentasi Susu Kedelai terhadap Penurunan Kadar Kolesterol
Sefira Dwi Ramadhany
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hiperkolesterolemia merupakan suatu ganguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol dalam darah yang melebihi dari nilai normal. Jantung koroner, obesitas dan kanker payudara adalah salah satu penyakit yang disebabkan karena keadaan hiperkolesterolemia. Perubahan gaya hidup dan pola makan masyarakat yang tidak terkontrol menyebabkan timbulnya penyakit hiperkolesterolemia yang juga dipicu oleh makanan cepat saji. Konsumsi fermentasi susu kedelai bermanfaat pada saluran intestinal dengan meningkatkan populasi probiotik dan menurunkan populasi bakteripathogen. Kandungan fermentasi susu kedelai berupa isoflavin dapat menurunkan kolesterol total dan akumulasi trigliserida hati pada proses stress oksidatif. Susu kedelai merupakan salah satu produk susu fermentasi yang dibuat dengan melibatkan bakteri asam laktat seperti penambahan bakteri Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus, memiliki pengaruh terhadap kadar kolesterol di dalam darah mencit, manusia dan babi. Mekanisme penurunan kadar kolesterol adalah karena bakteri asam laktat dapat mengikat atau memasukkan kolesterol ke dalam membran sitoplasmanya, akibatnya akan terjadi penurunan kadar kolesterol di dalam tubuh. Konsumsi probiotik seperti bakteri asamlaktat adalah metoda alami yang potensial untuk mengobati dan mencegah hiperkolesterolemia. [J Agromed Unila 2015;2(3):248-251]Kata kunci: bakteri asam laktat, kedelai, kolesterol
Tempe Kedelai sebagai Antihiperglikemik
Tri Suhanda
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hiperglikemia merupakan kondisi kadar gula darah tubuh yang tinggi, ditandai dengan peningkatan kadar gula darah melebihi 200 mg/dl pada 2 jam setelah makan. peningkatan kadar gula darah dapat di akibatkan karena kondisi kegemukan dan obesitas. Kegemukan dan obesitas terjadi akibat asupan energi lebih tinggi daripada energi yang dikeluarkan. Obesitas dapat di hindari dengan mengatur gaya hidup, salah satunya adalah mengatur pola diet. Tempe tergolong sumber makanandengan kandungan asam amino esensial dan non esensial yang lengkap, kadar lemak jenuh rendah,isoflavon tinggi, serat tinggi, indeks glikemik rendah (glycemic index <55), dan mudah dicerna. Protein pada tempe tinggi kandungan arginin dan glisin, yang meningkatkan sekresi insulin dan glukagon dari pankreas. Kandungan isoflavon berupa Genistein dan Dadzein berperan sebagai antihiperglikemik melalui mekanisme aktivasi glukokinase, penghambatan glukosa-6-fosfatase, phospoenol pyruvate carboxykinase, fatty acid synthase, βoxidation dan Carnitine Palmitoyltransferase di hati. Selain itu Serat tinggi pada tempe dapat mempengaruhi kadar glukosa darah karena memperlambat absorbsi glukosa sehingga mempengaruhi penurunan glukosa. Indeks glikemik tempe yang rendah menjadikan respon glukosa darah tubuh rendahsehingga peningkatan kadar glukosa darah relatif kecil. Simpulan tempe memiliki sifat antihiperglikemik. [J Agromed Unila 2015; 2(3):252-256]Kata kunci: antihiperglikemik, obesitas, tempe kedelai
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Nyeri Leher pada Operator Komputer
Airi Firdausi Kudsi
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan teknologi menuntut manusia untuk bekerja dengan mengandalkan mesin seperti komputer. Nyeri leher adalah gangguan muskuloskeletal kedua yang paling sering muncul setelah nyeri punggung bagian bawah. Nyeri leher dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor individu dan faktor ergonomi. Faktor individu meliputi jenis kelamin, ras,sosial ekonomi, dan lain lain. Ergonomi adalah aturan atau hukum dalam bekerja agar dapat mengeluarkan modal sekecilkecilnya dengan hasil sebesar-besarnya. Faktor ergonomi meliputi banyak aspek dalam pekerjaan yaitu desain pekerjaan, lama bekerja, postur bekerja, lingkungan kerja, dan beberapa hal lainnya. Nyeri leher yang timbul pada pekerja operator komputer diakibatkan oleh ketidakseimbangan antara faktor ergonomis dengan faktor nonergonomis. [J Agromed Unila2015; 2(3):257-262]Kata kunci: ergonomi, indeks massa tubuh, lama kerja, operator komputer, nyeri leher
Manfaat Buah Apel (Malus domestica) untuk Pencegahan Stroke pada Pasien Kolestrol Tinggi
Andhika Mahatidanar H
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kolesterol adalah suatu molekul lemak di dalam sel dibagi menjadi LDL, HDL, total kolesterol dan trigliserida. Kolesterol sebenarnya merupakan salah satu komponen lemak. Seperti kita ketahui, lemak merupakan salah satu zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh kita disamping zat gizi lain seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Lemak merupakan salah satu sumber energi yang memberikan kalori paling tinggi tetapi bila di dalam tubuh kita terdapat kadar kolestrol yang tinggidapat meningkatkan resiko terkena stroke semakin besar. Stroke atau cedera serebrovaskular (CVA) adalah berhentinya suplai darah ke bagian otak sehingga mengakibatkan hilangnya fungsi otak. Hal ini dapat terjadi karena pecahnya pembuluh darah atau terhalanginya asupan darah ke otak oleh gumpalan. Terhambatnya penyediaan oksigen dan nutrisi ke otak menimbulkan masalah kesehatan yang serius karena dapat menimbulkan kecatatan fisik mental bahkan kematian. Apel merupakan buah diketahui memiliki kandungan senyawa bioaktif yaitu quercetin, Quercetin dipercaya dapat melindungi tubuh dari beberapa jenis penyakit degeneratif dengan cara mencegah terjadinya proses peroksidasi lemak. Quercetin memperlihatkan kemampuan mencegah proses oksidasi LDL dengan cara menangkap radikal bebas dan menghelat ion logam transisi. [J Agromed Unila 2015; 2(3):263-266]Kata kunci: apel, kolesterol, quercetin, stroke