cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
ISSN : 23026383     EISSN : 25021648     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi & Aplikasi (JPPFA) is interested in comparative studies that lead to new insights and challenge of orthodox theories; that have potential for policy impact; and that apply to broad range of settings, including industrial democracies as well as low and middle income countries, countries in political transition and countries recovering from armed conflict and social unrest. JPPFA also considers papers that look at education and development through the policies and practices of official development assistance and commercial education trade. JPPFA engages these approaches to deepen the understanding of the relationship between education policy and development.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2019): June" : 9 Documents clear
Pendidikan demokratis di era revolusi industri 4.0 Fiska Ilyasir
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 7, No 1 (2019): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.136 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v7i1.25998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana sebuah pembelajaran demokratis yang ideal dapat dikembangkan dengan mempertimbangkan penggunaan metode yang relevan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Jenis riset yang digunakan dalam artikel ini adalah jenis penelitian kualitatif yaitu riset yang didasarkan pada upaya mengonstruksi pandangan terhadap objek penelitian secara rinci, dibentuk dengan menggunakan kata-kata, gambaran yang bersifat holistic dan kompleks. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik yaitu penelitian yang dimaksudkan untuk menggali dan menemukan data yang mengandung makna yang mendalam, serta menelaah masalah yang ada pada saat ini. Teknik pengumpulan data menggunakan metode studi pustaka, yaitu dengan memilah sumber-sumber referensi dan literature ilmiah yang terkait dengan teori-teori pendidikan dan pembelajaran demokratis, pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi, serta perkembangan teknologi pendidikan di era revolosi industri 4.0. Data-data yang telah ditemukan kemudian dikaji dan dianalisis untuk kemudian disajikan dalam tulisan yang sistematis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan demokratis di era pendidikan 4.0 ini membutuhkan peran guru yang mampu menyesuaikan dirinya dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di bidang pembelajaran.AbstractThis study aims to examine how ideal democratic learning can be developed by considering the use of methods that are relevant to the development of information and communication technology. This type of research used in this article is a type of qualitative research that is research-based on efforts to construct views of the object of research in detail, formed using words, images that are holistic and complex. This study uses a descriptive-analytic approach which is to explore and find data that contains profound meanings, as well as examining existing problems at the moment. Data collection techniques using literature study, by sorting sources of references and scientific literature related to theories of education and democratic learning, ICT-based learning, and the development of educational technology in the industrial revolution era 4.0. The data that has been found is then reviewed and analyzed and then presented in systematic writing.  The results of this study indicate that democratic education in the 4.0 education era requires the role of teachers who are able to adjust themselves to the development of information and communication technology
Kontribusi komunikasi dan keterampilan manajemen konflik kepala sekolah terhadap kinerja guru Syaifulloh Nugroho
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 7, No 1 (2019): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.999 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v7i1.24774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1.) Mengetahui kontribusi komunikasi kepala sekolah terhadap kinerja guru; 2.) Mengetahui kontribusi keterampilan manajemen konflik kepala sekolah terhadap kinerja guru; dan 3.) Mengetahui kontribusi komunikasi dan keterampilan manajemen konflik kepala sekolah terhadap kinerja guru di Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan jenis expost-facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru di SD Negeri Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun ajaran 2017/2018. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah angket. Teknik analisis data menggunakan regresi sederhana dan regresi ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kontribusi komunikasi dan keterampilan manajemen konflik kepala sekolah terhadap kinerja guru SD Negeri di Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kontribusi komunikasi kepala sekolah terhadap kinerja guru adalah sebesar 64,9%, kontribusi keterampilan manajemen konflik kepala sekolah terhadap kinerja guru adalah sebesar 80,6%, dan kontribusi komunikasi dan keterampilan manajemen konflik kepala sekolah terhadap kinerja guru adalah sebesar 85,8%. AbstractThis research aims to: 1.) Knowing the contribution of communication made by the headmaster to teacher performance; 2.) Knowing the contribution of headmaster conflict management skills to teacher performance, and 3.) Knowing the contribution of communication and conflict management skills by the headmaster to the performance of teachers in Primary Schools in Mlati District, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta. This study uses a post-facto type with a quantitative approach. The study population was all teachers at the Primary School in Mlati District, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta in the academic year 2017/2018. Data collection techniques using a questionnaire. Data analysis techniques using simple regression and multiple regression. The results of this study indicate that there is a contribution of communication and conflict management skills made by the principal to the performance of elementary school teachers in the Mlati District, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta. The contribution of communication made by the headmaster to teacher performance was 64.9%, the contribution of conflict management skills made by the headmaster to teacher performance was 80.6%, and the contribution of communication and conflict management skills made by the headmaster to performance the teacher is 85.8%.
Studi komparatif reformasi pendidikan di Singapura dan Indonesia Miftahus Sa'adah
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 7, No 1 (2019): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.415 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v7i1.25273

Abstract

Perubahan zaman menuju era globalisasi menuntut dunia pendidikan untuk berkiprah secara aktif mempersiapkan generasi muda dalam menyongsong tantangan zaman. Kerangka pendidikan yang selama ini diterapkan juga harus beradaptasi dengan tuntutan zaman. Dalam menghadapi tantangan ini, sejumlah Negara telah menginisiasi diberlakukannya reformasi pendidikan. Artikel ini membahas tentang program-program refomasi pendidikan di dua Negara dengan latar belakang dan kondisi serta ideologi yang berbeda yaitu  Singapura dan Indonesia. Diantara program refomasi pendidikan di Singapura adalah Teach less, Learn More; Thinking School, Learning Nation, dan School Excellent Model. Sedangkan kebijakan refeormasi pendidikan di Indonesia diantaranya diselenggarakan dengan desentralisasi pendidikan dalam kerangka manajemen berbasis sekolah, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Kurikulum 2013, serta program sertifikasi guru. Dari hasil pembahasan, dapat diketahui bahwa Singapura telah berhasil menyelenggarakan reformasi pendidikan. Hal ini dapat dilihat dari kualitas pendidikan Singapura yang masuk dalam ranking teratas Negara-negara dengan pencapaian standar pendidikan internasional. Sementara itu, Indonesia nampak masih harus berjuang untuk mencapai tujuan reformasi pendidikan. Hasil implementasi pendidikan yang berbeda di kedua Negara ini tentu dikarenakan perbedaan latar belakang, serta kondisi sosial, ekonomi, politik budaya dan geografis kedua Negara tersebut. Dengan demikian, dapat  disimpulkan bahwa banyak factor yang mempengaruhi keberhasilan penyelengaraan reformasi pendidikan di sebuah Negara.  AbstractGlobalization requires education to actively take part in preparing the young generation to face the challenges. The educational framework which has been implemented should also adapt to the existing new challenges. To deal with this, a number of countries have initiated the implementation of educational reform. This article discusses educational reformation programs conducted in two countries which have a different background as well as different ideology, social, economic, political, and geographical circumstances i.e., Singapore and Indonesia. Some of the main educational reform agendas in Singapore are Teach less, Learn More; Thinking School, Learning Nation, and School Excellent Model. Meanwhile, educational reform programs in Indonesia are conducted through educational decentralization within the framework of school-based management, School-level Curriculum, and the 2013 curriculum and teacher certification. It can be understood that Singapore has succeeded in conducting educational reform. This can be seen from the quality of Singapore's education which has been ranked high in achieving the benchmark of international education standard. Meanwhile, Indonesia still needs to struggle to achieve the desired outcomes of educational reform agendas. The differing result of educational reform revealed in these two countries resulted from different backgrounds of the countries. Thus, it can be concluded that there are a number of factors influencing the success of educational reform agendas in a country.
Kajian reflektif: Relevansi pendidikan humanis-religius dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 Rohmatun Lukluk Isnaini
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 7, No 1 (2019): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.894 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v7i1.26945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendidikan humanis-religius secara reflektif dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Data dikumpulkan dengan teknik library research (penelitian pustaka). Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis data dilakukan melalui pemaparan suatu pemikiran, pendapat para ahli (Ki Hajar Dewantara dan Prof. Abdurrahman Mas’ud, Ph.D.) atau fenomena yang ada dalam kehidupan masyarakat. Hasilnya menyebutkan bahwa pendidikan humanis-religius akan terus relevan dengan berbagai perubahan zaman, terutama dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Hal ini dikarenakan pendidikan humanis-religius merupakan dasar pondasi dalam kehidupan setiap insan untuk menjadikannya manusia yang berkarakter baik, tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga mampu bersikap humanis terhadap sesama dengan landasan agama. Sikap humanis dan religius akan dibutuhkan pada setiap masa oleh manusia, oleh karenanya melalui pendidikan humanis-religius akan ada keseimbangan antara kemajuan intelektual untuk sosial kemasyarakatan, sehingga dapat menghasilkan generasi-generasi yang berkarakter kuat secara humanis dan religius dengan segala potensi yang dimilikinya dan diorientasikan untuk kemashlahatan umat untuk meraih kebahagiaan bagi kehidupan AbstractThis research aims to examine reflective humanist-religious education in the face of the industrial revolution era 4.0. Data collected by library research techniques (library research). The collected data is then analyzed qualitatively using a descriptive approach. Data analysis is carried out through the presentation of thought, opinion of experts (Ki Hajar Dewantara and Prof. Abdurrahman Mas'ud, Ph.D.) or phenomena that exist in people's lives. The results state that humanist-religious education will continue to be relevant to the changing times, especially in the face of the industrial revolution 4.0. This is because humanist-religious education is the basic foundation in the life of every human being to make him a human with good character not only for himself but also able to be humane towards others with a religious foundation. Humanist and religious attitudes will be needed at all times by humans. Therefore, through humanist-religious education, there will be a balance between intellectual progress for social society so that it can produce generations of people who have strong human and religious characteristics with all the potential they have and are oriented to the benefit of the people to achieve happiness for life.
Pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar terhadap berpikir kreatif siswa Wahyu Jati Kurniawan; Zuhdan Kun Prasetyo
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 7, No 1 (2019): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v7i1.23914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar terhadap berpikir kreatif pada pembelajaran tematik integrative siswa kelas IV SD. Penelitian dilakukan di SDN Warureja 01 dan SDN Warureja 02 Kabupaten Tegal. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi observasi, lembar validasi ahli dan lembar tes berpikir kreatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperiment dengan desain pretest-posttest control group design. Uji normalitas dilakukan dengan metode Kolmogorov-Smirnov dan uji homogenitas data menggunakan Box’M test. Data dianalisis dengan pengujian hipotesis yaitu uji beda rata-rata univariat menggunakan independent sample t-test dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar berpengaruh terhadap berpikir kreatif dengan nilai signifikansi 0,037 0.05.AbstractThis study aimed to know the Effect of the Surrounding Environment as a Learning Resource on Creative Thinking to the 4th Grade Students of State Elementary Schools. in integrative thematic learning of the fourth grade of State Elementary Schools. The study was conducted at SDN Warureja 01 and SDN Warureja 02 Tegal Regency. The research instruments used included observation, expert validation sheets, and creative thinking test sheets. The type of research used was quasi-experiment with pretest-posttest design nonequivalent control group design. The normality test was done by the Kolmogorov-Smirnov method and homogeneity test using the Box'M test. The Data were analyzed by hypothesis testing beginning with univariate mean difference test using independent sample t-test with a 5% significance level. The results showed that: the utilization of the surrounding environment as a source of learning approach affects the creative thinking, the significance level of 0,037 0.05.
Penerapan permainan puzzle untuk meningkatkan kemampuan membilang Nola Nari; Yulia Akmay; Dewi Sasmita
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 7, No 1 (2019): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.629 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v7i1.26499

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan membilang pada anak di Taman Kanak-kanak Pembina Utara Payakumbuh yang disebabkan oleh media yang digunakan kurang menarik bagi anak. Penelitian bertujuan untuk membantu anak dalam meningkatkan kemampuan membilang melalui permainan puzzle, karena permainan puzzle adalah permainan yang menarik bagi anak dan dapat melatih kemampuan anak dalam membilang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan jenis penelitian pre-eksperimental. Desain penelitian yaitu dengan tipe one group pretest-postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa TK yang berada di TK Pembina Utara Payakumbuh yang mana sampel penelitian ini adalah kelompok B2 TK Pembina Utara Payakumbuh yang terdiri dari 16 orang anak. Pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu kelompok B2 sebagai sampel dalam penelitian ini yang berjumlah 16 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes berupa lembar kemampuan membilang anak, dan pengujian hipotesis dengan uji statistik (uji-t). Berdasarkan penelitian yang dilakukan di TK pembina Utara Payakumbuh, secara deskriptif terjadi peningkatan kemampuan membilang setelah menerapkan permainan puzzle, dengan kategori kemampuan sedang (N-gain = 0,59). Selanjutnya secara inferensial di peroleh thitung = 4,03 dan ttabel = 2,95. Dengan demikian thitung ttabel, berarti terdapat peningkatan kemampuan membilang anak setelah menerapkan permainan puzzle. AbstractThis research is motivated by the low ability to say to children in the North Peyakumbuh Kindergarten, which is caused by the media used less attractive to children. The research aims to help children improve their ability to say through puzzle games, because puzzle games are games that are interesting for children and can train children’s abilities in numeracy. This study uses a quantitative method with a type of pre-experimental research. The research design is by type one group pretest-posttest design. The population in this study were kindergarten students who were in the North Pembakumbuh Kindergarten Kindergarten where the sample of this study was a group of B2 North Kindergarten Payakumbuh consisting of 16 children. The sampling is by using purposive sampling technique, namely group B2 as a sample in this study which amounted to 16 people. The research instrument used was a test in the form of a child ability ability sheet, and hypothesis testing with a statistical test (t-test). Based on the research conducted at the North Kindergarten supervisor of Payakumbuh, descriptively there was an increase in the ability to say after applying puzzle games, with a medium ability category (N-gain = 0.59). Furthermore, inferentially obtained tcount = 4.03 and ttable = 2.95. tcount ttable, means that there is an increase in the ability to say children after applying a puzzle game.
Analisis hubungan karakter semangat kebangsaan terhadap hasil belajar siswa Menza Hendri; Limbar Pramudya; Nur Ika Sandi Pratiwi
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 7, No 1 (2019): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.143 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v7i1.25209

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan karakter semangat kebangsaan siswa dengan hasil belajar siswa di SMPN 1 Muaro Jambi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode asosiatif kuantitatif jenis korelasional. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan angket atau kuesioner dan soal  yang dibagikan kepada siswa dengan sampel 35 orang yaitu siswa kelas VII SMPN 1 Muaro Jambi. Dengan populasi seluruh siswa SMPN 1 Muaro Jambi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan program SPSS untuk melakukan uji asumsi ( normalitas dan linearitas) dan membuat hipotesis melalui uji korelasional. Hasil dari penelitian menunjukkan dengan menggunakan uji korelasi didapatkan nilai Pearson correlation 0,027 0,05 maka dapat dinyatakan bahwa Ho ditolak atau  terdapat hubungan antara karakter semangat kebangsaan dengan hasil belajar siswa di SMPN 1 Muaro Jambi. AbstractThe purpose of this study was to find out how the character of the nationality of students correlates with the learning outcomes of SMPN 1 Muaro Jambi. This type of research is a quantitative research using a correlational quantitative type associative method. The data collection technique in this study was to use questionnaires or questionnaires and questions that were distributed to students with a sample of 35 people namely VII SMPN 1 Muaro Jambi. With a population of all students of Muaro Jambi Middle School 1. Data analysis in this study uses a type of quantitative research using the SPSS program to test assumptions (normality and linearity) and make hypotheses through correlational tests. The results of the study show that using the correlation test obtained Pearson correlation value 0.027 0.05, it can be stated that Ho is rejected or there is a relationship between the character of national spirit and student learning outcomes at SMPN 1 Muaro Jambi.
Analisis hubungan sikap toleransi siswa terhadap hasil belajar siswa Anna Mepti Febria; Cicyn Riantoni; Emiwati Emiwati
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 7, No 1 (2019): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1406.244 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v7i1.25224

Abstract

Karakter adalah fondasi bangsa yang sangat penting dan perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Namun, proses pendidikan masih belum ber-hasil membangun manusia Indonesia yang berkarakter, dan hasil belajar merupakan sesuatu yang didapatkan melalui proses belajar, baik didapatkan di sekolah, lingkungan sosial maupun di keluarga. Kami melakukan pene-litian terhadap siswa Sekolah Mengah Pertama, tentang apakah karakter siswa mempengaruhi hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey menggunakan pendekatan kuantitatif, Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah uji asumsi yaitu uji normalitas dan linieritas, dan uji hipotesis yaitu uji korelasi atau statistik parametrik. subjek dalam pene-litian ini adalah siswa SMPN 5 Muaro Jambi. hasil dari penelitian ini Ter-dapat pengaruh yang positif dan signifikan semua variabel bebas X (angket sikap toleransi siswa) terhadap variabel terikat Y (hasil belajar siswa) baik pada kelas VIII-C maupun pada kelas VIII-D yang dibuktikan dengan uji statistik parametrik atau uji korelasi pearson dimana nilai sig 0,05.AbstractCharacter is the foundation of the nation that is very important and needs. However, the educational process still has not succeeded in building Indonesian human character, and learning outcomes are something that is obtained through the learning process, both obtained in school, social environment, and the family. We research the students of junior high school, about whether student character influences student learning outcomes. This study uses a type of survey research. The data of this the study uses quantitative data, the data analysis technique in this study is the assumption test, namely the test for normality and linearity, and hypothesis testing, namely the correlation test or parametric statistics. the subjects in this study were students of SMPN 5 MUARO JAMBI. the results of this study There is a positive and significant effect of all independent variables X (student attitude tolerance questionnaire) on the dependent variable Y (student learning outcomes) both in class VIII-C and in-class VIII-D as evidenced by parametric statistical tests or correlation tests Pearson where the value is sig 0.05.
Analisis hubungan rasa ingin tahu dengan hasil belajar IPA Nehru Nehru; Erika Irianti
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 7, No 1 (2019): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.616 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v7i1.25234

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menjabarkan dan menentukan hubungan atau pengaruh rasa ingin tahu terhadap hasil belajar IPA di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian yang dilaksanakan merupakan penelitian statistik deskriptif dengan metode campuran yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif. Populasi penelitian adalah peserta didik di sekolah menengah pertama kelas VII. Penggambilan data menggunakan instrumen angket dan soal tes pilihan ganda. Instrumen yang digunakan merupakan angket rasa ingin tahu sementara soal tes yang diberikan kepada peserta didik merupakan soal pilihan ganda untuk kelas VII pada pokok bahasan besaran dan pengukuran. Analisis data menggunakan bantuan software SPSS untuk mengolah data. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah uji korelasi nonparametrik Kendall’s Tau hal ini karena data terdistribusi normal namun tidak linear. Berdasarkan penelitian dan analisis data yang didapat peneliti hasilnya tidak terdapat hubungan antara rasa ingin tahu terhadap hasil belajar siswa sekolah menengah pertama pada pokok bahasan besaran dan pengukuran. Tidak ada korelasi antara kedua variabel yang diteliti dibuktikan setelah uji korelasi diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,101 yang artinya lebih besar dari 0,05. AbstractThis research was carried out with the aim of describing and determining the relationship or influence of curiosity on science learning outcomes at the junior high school level. The research carried out is descriptive statistical research with mixed methods namely qualitative methods and quantitative methods. The study population was students in VII grade junior high school. Retrieving data using questionnaire instruments and multiple-choice test questions. The instrument used was a curiosity questionnaire while the test questions given to students were multiple-choice questions for class VII on the subject of magnitude and measurement. Data analysis uses the help of SPSS software to process data. The test used in this study is the nonparametric correlation test Kendall’s Tau this is because the data is normally distributed but not linear. Based on the research and data analysis obtained by the researcher, the result is that there is no relationship between curiosity towards the results of junior high school student learning on the subject of magnitude and measurement. There is no correlation between the two variables studied proved after the correlation test obtained a significance value of 0.101, which means greater than 0.05.

Page 1 of 1 | Total Record : 9