cover
Contact Name
Fikriansyah
Contact Email
syah20830@gmail.com
Phone
+6281278330734
Journal Mail Official
fikri@stittanggamus.ac.id
Editorial Address
Jalan Break Meayer, Pekon Kutadalom, Kecamatan Gisting, Tanggamus, Lampung 35378
Location
Kab. tanggamus,
Lampung
INDONESIA
ATH-THALIB
ISSN : -     EISSN : 30252873     DOI : -
ATH-THALIB: Jurnal Mahasiswa STIT Tanggamus” merupakan platform publikasi jurnal yang mewadahi naskah penelitian dari mahasiswa STIT Tanggamus, namun tidak terbatas pada institusi tersebut. Ath-Thalib mulai diresmikan pada tahun 2023 diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Tanggamus. Jurnal Ath-Thalib telah terverifikasi pada Online Journal System (OJS) dibawah naungan jurnal.stittanggamus.ac.id sejak awal penerbitannya. Jurnal Ath-Thalib akan rutin menerbitkan jurnal dalam 1 edisi per tahun. Karya yang diterbitkan merupakan suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh mahasiswa secara individu dan/atau yang berkolaborasi dengan dosen pemimbing. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Pendidikan Islam, baik sebagai objek material dan atau sebagai objek formal. Scope: Filsofi pendidikan dan Pendidikan Islam Praktik pendidikan di sekolah, madarasah dan perguruan tinggi Strategi, Metode, dan Model Pembelajaran Pendidikan Islam Spiritual Islam Manajemen Pendidikan Islam
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 33 Documents
Pengaruh Kebijakan Desentralisasi Pendidikan Amerika Serikat terhadap Pengembangan Kreativitas dan Berpikir Kritis Siswa: Kajian Literatur Kamsiah; Neneng Hasanah
ATH-THALIB: JURNAL PENELITIAN MAHASISWA Vol 3 No 01 (2026): ATH-THALIB
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Tanggamus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kebijakan desentralisasi pendidikan di Amerika Serikat terhadap pengembangan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pendekatan kajian literatur. Kebijakan desentralisasi yang memberikan otonomi luas kepada pemerintah negara bagian dan distrik sekolah lokal telah menciptakan keberagaman pendekatan pembelajaran yang mendukung inovasi, namun sekaligus memunculkan ketimpangan kualitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan desentralisasi berkontribusi positif terhadap pengembangan kreativitas siswa melalui fleksibilitas kurikulum yang memungkinkan pembelajaran student-centered berbasis filosofi pragmatisme John Dewey. Namun, kebijakan standar pengujian (standardized testing) dalam Every Student Succeeds Act (ESSA) berpotensi menghambat pengembangan berpikir kritis karena mendorong pola "teaching to the test". Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pengambil kebijakan pendidikan di Indonesia dalam merumuskan pendekatan yang menyeimbangkan standar nasional dan otonomi daerah.
Tekanan Gaokao dan Implikasinya terhadap Kesehatan Mental Siswa Analisis Kritis Sistem Ujian Nasional Tiongkok dalam Perspektif Pendidikan Islam Nur Aini; Neneng Hasanah
ATH-THALIB: JURNAL PENELITIAN MAHASISWA Vol 3 No 01 (2026): ATH-THALIB
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Tanggamus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara kritis dampak tekanan sistem ujian nasional Gaokao di Tiongkok terhadap kondisi kesehatan mental siswa, serta menganalisis relevansinya dari perspektif pendidikan Islam. Gaokao merupakan ujian masuk perguruan tinggi yang bersifat high-stakes dan sekali seumur hidup, sehingga memunculkan budaya belajar ekstrem yang berdampak pada kecemasan, depresi, dan penurunan kualitas hidup remaja. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa tekanan Gaokao menciptakan fenomena involution (nèijuǎn) di mana kompetisi akademik yang destruktif mengorbankan kesejahteraan psikologis generasi muda. Di sisi lain, Islam memandang pendidikan bukan sekadar pencapaian akademik semata, melainkan proses pembentukan insan kamil yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Implikasi kajian ini menawarkan perspektif alternatif bahwa sistem evaluasi pendidikan seharusnya menempatkan kesehatan mental dan karakter sebagai bagian integral dari keberhasilan pendidikan, bukan hanya skor ujian.
PERAN ETIKA DALAM KEMAJUAN PENDIDIKAN NASIONAL Fatmayati; Agung Kurniawan
ATH-THALIB: JURNAL PENELITIAN MAHASISWA Vol 3 No 01 (2026): ATH-THALIB
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Tanggamus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran etika dalam mendorong kemajuan sistem pendidikan nasional Indonesia yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila dan tujuan pendidikan nasional. Pendidikan yang berkualitas tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membutuhkan fondasi etika yang kuat agar menghasilkan generasi yang berkarakter, bertanggung jawab, dan beradab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), di mana data diperoleh dari berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen resmi yang relevan dengan tema etika dan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemajuan pendidikan melalui empat aspek utama, yaitu sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik yang berintegritas dan bermoral; sebagai pedoman perilaku pendidik dalam menjalankan tugas profesionalnya; sebagai basis pengembangan budaya sekolah yang kondusif dan harmonis; serta sebagai filter terhadap pengaruh negatif modernisasi dan globalisasi. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan nasional tidak dapat mencapai tujuannya secara optimal tanpa internalisasi nilai-nilai etika yang menjadi ruh dari proses pembelajaran. Simpulan penelitian menyatakan bahwa etika berperan krusial dalam menjaga kualitas pendidikan dengan menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan empati, serta mencegah degradasi moral dalam lingkungan pendidikan. Oleh karena itu, integrasi antara nilai-nilai etika dan sistem pendidikan nasional merupakan kunci bagi terwujudnya sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berkarakter

Page 4 of 4 | Total Record : 33