cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 2 (2014)" : 19 Documents clear
Efek Ekstrak Kulit Manggis terhadap Ekspresi Protein Bcl-2 dan Jumlah Sel Mati Tubulus Ginjal Tikus yang Diinduksi Formalin Marfuati, Nanik; Sarjadi, Sarjadi; Winarto, Winarto; Djamitun, Kis
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.461 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.02.4

Abstract

Kulit manggis mengandung antioksidan yang melindungi terhadap kerusakan sel. Formalin masih disalahgunakan sebagai pengawet makanan yang merupakan sumber oksidan. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh ekstrak kulit manggis (EKM) terhadap ekspresi protein Bcl-2 dan jumlah kematian sel tubulus ginjal tikus akibat formalin. Sebanyak 18 tikus Wistar jantan diberi formalin 200mg/kgBB/hari melalui sonde 2 minggu; dibagi 3 kelompok; K tanpa EKM; P1 dan P2 diberi EKM 200 dan 400mg/kgBB/hari seminggu. Dilakukan penilaian ekspresi protein Bcl-2 dan jumlah kematian sel tubulus ginjal tikus. Data dianalisis dengan One Way ANOVA. Analisis ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan ekspresi protein Bcl-2 (p=0,006) dan kematian sel tubulus ginjal (p=0,005) antara ketiga kelompok. Ekspresi protein Bcl-2 dan kematian sel tubulus ginjal P2 secara signifikan lebih rendah dibanding K. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan EKM 400mg/kgBB/hari selama 1 minggu menurunkan ekspresi protein Bcl-2 dan memperbaiki kerusakan sel tubulus ginjal yang diinduksi formalin.Kata Kunci: Bcl-2, formalin, manggis, kematian sel tubulus ginjal 
Hubungan antara Kadar Tumor Necrosis Factor-Alpha (TNF-α) Plasma dengan Kejang Demam Sederhana pada Anak Nurindah, Dewi; Muid, Masdar; Retoprawiro, Sumarno
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.06 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.02.10

Abstract

Kejang demam adalah penyebab kejang paling umum pada anak dan sering menjadi penyebab rawat inap di rumah sakit secara darurat. Studi pendahuluan pada anak menunjukkan bahwa jaringan sitokin diaktifkan dan mungkin berperan dalam patogenesis kejang demam namun, signifikansi klinis yang tepat masih belum jelas. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan antara kadar TNF-α plasma dengan kejang demam sederhana. Penelitian cross sectional dilakukan pada Maret-April 2014 di Departemen Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Umum dr. Saiful Anwar Malang. Terdapat 38 subjek yang memenuhi kriteria inklusi, 19 pasien kejang demam sederhana dan 19 pasien demam tanpa kejang (usia 6 bulan-5 tahun). Kadar TNF-α plasma diperiksa dengan ELISA. Analisis Independent t test menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna karakteristik subjek, suhu rektal dan kadar lekosit. Analisis Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna karakteristik subjek  jenis kelamin dan kadar CRP. Kejang demam lebih banyak ditemukan pada usia yang lebih muda dibandingkan demam tanpa kejang. Hasil Independent t test juga menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara kadar TNF-α plasma kelompok kejang demam sederhana dan kelompok demam tanpa kejang (p=0,002). Hasil uji Spearman menunjukkan terdapat korelasi negatif sedang yang bermakna antara kadar TNF-α plasma kelompok kejang demam sederhana dan kelompok demam tanpa kejang (r=-0,533; p=0,001). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kadar TNF-α plasma dengan terjadinya kejang demam sederhana.Kata Kunci: Anak, kejang demam sederhana, TNF-α plasma
Physical Activity Improves Muscle Strength and Reduces Inflammatory Markers in Diabetic Elderly Patients Fitriyah, Lailatul; Sunarti, Sri
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.619 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.02.18

Abstract

Regular exercise has an effect on muscle strength and inflammatory markers. The aim of this study is to determine the relation of regular exercise with muscle strength and inflammatory markers (IL-6, CRP) in diabetic elderly compared to non-diabetic ones. A case control study was conducted to 30 elderly by giving them regular exercise. Fifteen subjects were diabetic and the other fifteen were non-diabetic. The data were analyzed using Chi-Square, independent t-Test and Mann Whitney. The result shows handgrip 24,9(14,8-34,6)kg in diabetic vs. 25(6,8-42,1)kg in non-diabetic (p=0,673); 4 meters walk was 3,38(2,34-8,18)s in diabetic vs 3,26(2,06-4,36)s in non-diabetic (p=0,263); IL-6 level was 1,61(0,37-14,02)pg/mL in diabetic vs 1,47(0,52-10,17)pg/mL in non-diabetic (p=0,983); CRP level was 0,23(0,18-0,33)mg/dL in diabetic vs 0,22(0,11-1,01)mg/dL in non-diabetic (p=0,622). HbA1C was 7,35 (5,9-13)%. There is no significant difference in muscle strength and inflammatory markers on the diabetic and non-diabetic groups who exercise regularly. This study shows that regular exercise and well-controlled HbA1C give a good impact on muscle strength and inflammatory markers of the diabetic elderly patients.Keywords: CRP, diabetes, IL-6, elderly, exercise
Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Metode Pendidikan Sebaya terhadap Pengetahuan Remaja mengenai Sindrom Pramenstruasi amelia, coryna rizky
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.662 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.02.17

Abstract

Sindrom pramenstruasi adalah kumpulan gejala fisik dan emosional yang muncul dua minggu sampai sehari menjelang menstruasi. Gejala ini mulai terjadi pada remaja yang telah mengalami menstruasi. Pemberian pendidikan kesehatan sejak dini pada remaja sangat penting dan salah satu metode yang dapat dipilih adalah metode pendidikan sebaya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode pendidikan sebaya (peer education) terhadap pengetahuan remaja mengenai sindrom pramenstruasi. Penelitian ini menggunakan one group pre test-post test desain. Populasinya yaitu semua siswi kelas VII SMP Negeri 4 Kota Malang yang telah menstruasi sejumlah 102 siswi dan sampelnya 31 siswi, diambil dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Data yang digunakan adalah hasil pengisian kuisioner pengetahuan dan dianalisa dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Dari hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan responden sebelum diberi pendidikan kesehatan sebagian besar berada pada tingkat cukup (67.7%) dan sesudah diberi pendidikan kesehatan sebagian besar memiliki  tingkat pengetahuan baik (77.4%). Dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan Zhitung ( 4.82 ) ≥ Ztabel ( 1.96 ) maka Ho ditolak artinya terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode pendidikan sebaya (peer education) terhadap pengetahuan remaja mengenai sindrom pramenstruasi. Dengan mempertimbangkan hasil penelitian ini disarankan bagi institusi pendidikan untuk mengembangkan metode dalam penyampaian pendidikan kesehatan dan bagi SMP Negeri 4 Kota Malang dapat mengembangkan materi pendidikan kesehatan yang diberikan pada siswa-siswinya untuk selanjutnya disebarluaskan kepada yang lain.Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Pendidikan Sebaya, Sindrom Pramenstruasi
Effervescent Rosela Ungu Mencegah Penurunan Nilai SOD dan Mencegah Nekrosis Hepar Tikus Wistar yang Diberi Minyak Jelantah Maulana, Hafiz Iqbal; Ulilalbab, Arya; Priyanto, Anugerah Dani; Estiasih, Teti
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.536 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.02.5

Abstract

Effervescent rosela ungu merupakan salah satu bentuk diversifikasi pangan lokal yang tinggi antioksidan. Antioksidan memiliki efek mencegah reaksi oksidasi sehingga tidak sampai terjadi stres oksidatif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efek antioksidan effervescent rosella ungu dalam mencegah penurunan SOD dan mencegah kerusakan sel hepar tikus wistar. Penelitian ini disusun menggunakan Post-test Only Control Group Design dengan Rancangan Acak lengkap (RAL), menggunakan tikus wistar jantan sebanyak 16 ekor dan lama perlakuan selama 4 minggu. Terdapat 4 kelompok, kontrol negatif (pakan standar + 3ml aquadest), kontrol positif (pakan standar + minyak jelantah 1ml 118mek/kg + 2ml aquadest), perlakuan dosis I (pakan standar + minyak jelantah 1ml 118mek/kg + effervescent rosela ungu 3g/2ml), dan perlakuan dosis II (pakan standar + minyak jelantah 1ml 118mek/kg + effervescent rosella ungu 6 g/2 ml). Hasil pengamatan dianalisa dengan ANOVA dan dilanjutkan uji BNT dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan uji in vivo berpengaruh nyata (α=0,05) terhadap nilai SOD serum. Pengamatan sel hepar tikus wistar secara histopatologi menunjukkan kelompok perlakuan dosis I maupun dosis II mampu mencegah terjadinya stres oksidatif dengan indikasi sangat sedikit sel hepar yang mengalami nekrosis.Kata Kunci: Antioksidan, effervescent, minyak jelantah, SOD, nekrosis hepar, rosela ungu
Evaluasi Pemberantasan Demam Berdarah Dengue dengan Metode Spasial Geographic Information System (GIS) dan Identifikasi Tipe Virus Dengue di Kota Kediri Peristiowati, Yuly; Kusumawardani, Lingga; Hariyono, Hariyono
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.957 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.02.12

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue (DBD)  merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat  di Indonesia   dan sering menimbulkan suatu  kejadian luar biasa (KLB). Salah satu yang bisa dilakukan untuk merancang program pemberantasan dan pencegahan DBD yang lebih baik adalah dengan melakukan analisis spasial dengan menggunakan Geographic Informatioon System (GIS). GIS dapat memetakan penyakit berbasis alamat penderita bermanfaat dalam melihat sebaran penyakit sehingga mampu mengidentifikasi daerah yang berisiko tinggi. Selain itu, dilakukannya analisis spasial memungkinkan suatu penyakit untuk dilihat dari berbagai konteks sehingga diharapkan mampu dilakukan perencanaan yang lebih baik dalam memberantas dan mencegah suatu penyakit. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh faktor  keberadaan kontainer air, sanitasi lingkungan  dan kepadatan  vektor terhadap  peningkatan kasus DBD di Kota Kediri. Perilaku masyarakat berpengaruh dalam upaya pencegahan dan pemberantasan DBD terhadap terhadap kejadian penyakit  DBD  di Kota Kediri. Hasil identifikasi tipe virus DHF dengan menggunakan PCR di daerah endemis DBD kota Kediri di dapatkan serotype negative untuk Den-1, Den-2, Den-3 dan Den-4. GIS berperan dalam evaluasi program pemberantasan kasus DBD di Kota Kediri dimana dapat menggambarkan peta daerah kasus endemis DBD di kota Kediri.Kata Kunci:  Demam berdarah, Geographic Informatioon System (GIS), tipe virus dengue 
Laporan Kasus: Multiple Myeloma Non Sekretorik Kusuma, Ihda Dian; Norahmawati, Eviana
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.153 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.02.19

Abstract

Multiple Myeloma (MM) adalah keganasan sel plasma yang termasuk golongan Malignant Small Round Cell Tumor ditandai oleh ekspansi immunoglobulin monoklonal dan akumulasi abnormal sel plasma di dalam kompartemen sum-sum tulang. Kami laporkan kasus MM non sekretorik yang jarang ditemui yaitu pasien laki-laki 54 tahun yang datang dengan keluhan benjolan pada paha kiri dan benjolan pada bahu kanan dengan hipogammaglobulinemia dan protein Bence Jones negatif. Hasil pemeriksaan klinis, radiologi, dan biopsi menunjukkan hasil sesuai MM dengan diagnosis banding  metastase karsinoma dan Non Hodgkin's Lymphoma. Hasil pulasan immunohistokimia CD 20 (-), sitokeratin () dan LCA (-) menyingkirkan diagnosis banding dan dikonfirmasi dengan hasil biopsi sumsum tulang yaitu suatu plasmasitomatosis. Pasien didiagnosis dengan multiple myeloma non sekretorik. Dari kasus ini dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan klinis dan penunjang sangat diperlukan untuk menegakkan diagnosis MM non sekretorik dengan tepat dan kombinasi beberapa pemeriksaan immunohistokimia dapat membantu penegakan diagnosa.Kata Kunci: Hipogammaglobulinemia, Multiple Myeloma non sekretorik
Model Matematika pada Proses Hematopoiesis dengan Perlambatan Proses Proliferasi Pagalay, Usman; Ambarsari, Anita
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1317.354 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.02.11

Abstract

Proses produksi sel darah (hematopoiesis) pada kondisi normal diformulasikan dalam bentuk sistem persamaan diferensial nonlinier dengan waktu perlambatan. Waktu perlambatan menunjukkan durasi atau waktu yang diperlukan sel punca berada pada fase proliferasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model matematika pada proses  produksi sel darah meliputi analisis titik tetap dan perilaku populasi sel punca hematopoietik. Untuk mempelajari perilaku dinamik model, dilakukan dengan mempelajari persamaan karakteristik dari model tersebut. Hasil simulasi numerik menunjukkan bahwa untuk titik tetap nontrivial model mengalami osilasi. Osilasi pada model matematika proses hematopoiesis mengindikasikan bahwa hematopoiesis yang terjadi tidak stabil sehingga nantinya dapat diimplementasikan pada analisa adanya penyakit-penyakit yang mempengaruhi sel darah.Kata Kunci: Hematopoiesis, osilasi, model matematika, waktu perlambatan
Antiplasmodial Test of Tinospora crispa Stem Extract against Plasmodium falciparum 3D7 Strain In Vitro Ihwan, Ihwan; Rifa'i, Muhaimin; Fitri, Loeki Enggar
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.02.6

Abstract

This study aimed to prove the existence of anti-plasmodial activity from Tinospora crispa (T. crispa) stem extracts and to determine the IC50 values as well as the best T. crispa stem extract concentration in inhibiting the growth of P. falciparum 3D7 strain in vitro. The degree of parasitemia was observed by counting the number of infected red blood cells in Giemsa stained blood films under a light microscope with a magnification of 1000x. The Plasmodium DNA concentration was measured using flow cytometryc with Propidium Iodide (PI) staining. Analysis of fourier transform infrared (FTIR) spectrophotometer showed that the methanol extracts of T. crispa stem contained tinocrisposide compound. From the quantitative test results of Thin Layer Chromatography (TLC), it was obtained 0,22 % alkaloids that might contain compounds of berberine and palmatine. One way ANOVA statistical analysis showed that the degree of parasitemia and the concentration parasite DNA of treatment group of dose of 2,0mg/ml was significantly lower compared to the control group after 48 hours (p=0,001) and 72 hours (p=0,001) of incubation. The T. crispastem methanol extract has anti-plasmodium activity, with IC50 values between 0,27 mg/ml and 0,29mg/ml, and the effective dose to inhibit the growth of P. falciparum 3D7 strain is 2,0 mg/ml with reducing parasitemia degree by 47,12% and 56,83% after 72 hours of incubation. From this study shown the methanol extract of T. crispastem was able to reduce the parasitemia degree of P. falciparum 3D7 strain in vitro and could to be a potential candidate for anti malarias.Keywords: Antiplasmodium, methanol extract, T. crispa, Plasmodium falciparum
Polimorfisme Gen Penyandi Reseptor Adrenergik β3 pada Remaja dengan Sindroma Metabolik Andarini, Sri; Sargowo, Djanggan
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.397 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.02.13

Abstract

Sindroma metabolik telah menjadi permasalahan dunia termasuk di Indonesia dengan obesitas sebagai salah satu komponennya. Obesitas pada remaja dapat mengarah pada obesitas saat dewasa, yang dapat disebabkan faktor genetik dan lingkungan. Faktor genetic yang mempengaruhi obesitas adalah gen penyandi reseptor adrenergic yang berperan dalam thermogenesis. Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan peran gen penyandi reseptor adrenergik β3  pada remaja dengan sindroma metabolik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain case control. Kriteria sindroma metabolik menggunakan batasan dari IDF (International Diabetes Federation). Hasil penelitian mengidentifikasi adanya polimorfisme pada gen penyandi reseptor adrenergik β3 pada 13,3% remaja dengan sindroma metabolik. Polimorfisme yang terjadi adalah pada rantai basa 212 missense timin menjadi adenin, guanin dan adenin pada rantai basa 213 serta delesi rantai basa 244 pada 2 remaja dengan SM dan rantai basa 354 pada satu remaja dengan SM. Didapatkan hubungan antara adanya polimorfisme dan terjadinya sindroma metabolik. Dapat disimpulkan bahwa terjadinya polimorfisme pada gen penyandi reseptor adrenergik β3 berhubungan dengan terjadinya sindroma metabolik pada remaja.Kata Kunci: Gen penyandi reseptor adrenergic β 3, polimorfisme, remaja, sindroma metabolik

Page 1 of 2 | Total Record : 19