cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 30, No 2 (2018)" : 16 Documents clear
Hubungan antara Status Kontrol Glikemik, Vitamin D dan Gizi pada Anak Diabetes Melitus Tipe 1 Indriyani, Ratna; Tjahjono, Harjoedi Adji
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.02.7

Abstract

Di beberapa negara barat kasus DM tipe-1 adalah 5-10% dari kasus  diabetes, dan lebih dari 90% penderita diabetes pada anak dan remaja adalah DM tipe-1. Vitamin D berperan penting dalam membangun dan memelihara mineralisasi tulang. Defisiensi vitamin D dapat menyebabkan penekanan bone turnover sehingga menyebabkan gangguan kecepatan tinggi badan. Kontrol glikemik yang buruk berupa HbA1c yang tinggi dapat menyebabkan berat dan tinggi badan tidak naik secara adekuat. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan antara status kontrol glikemik(HbA1c), status vitamin D (25(OH)D), dan status gizi pada anak DM tipe-1. Desain penelitian berupa studi cross-sectional dilakukan pada 28 subjek penelitian yaitu anak DM tipe 1 usia 1-18 tahun yang menjalani rawat jalan di Poli Endokrinologi Rumah Sakit Umum dr. Saiful Anwar Malang. Kriteria eksklusi yaitu menderita penyakit autoimun lain, infeksi berat, gangguan hati, gangguan fungsi ginjal dan  anemia. Variabel yang diukur status gizi, kadar HbA1c dan 25(OH)D. Untuk mengetahui perbedaan rerata kadar 25(OH)D dan HbA1c berdasarkan status gizi digunakan uji beda Kruskal wallis, dan uji korelasi Spearman. Dari 28 subjek didapatkan 68% anak dengan status gizi baik, 64% anak dengan kontrol metabolik buruk dan 61% anak dengan defisiensi/insufisensi 25(OH)D. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi, kontrol glikemik,  dan vitamin D. 
Kontaminasi Telur Soil Transmitted Helminth pada Sayur Selada (Lactuca sativa) di Pasar Tradisional Adrianto, Hebert
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.02.16

Abstract

Makanan cepat saji dengan sayur segar mentah (lalapan) banyak ditemui di Surabaya yang berpotensi menjadi sumber kontaminasi telur cacing Soil Transmitted Helminths (STH). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi dan angka kontaminasi telur cacing STH pada sayur selada yang dijual di pasar tradisional di Surabaya. Survei dilakukan dengan objek sayur selada yang diambil dari enam pasar di Surabaya. Identifikasi cacing dilakukan di laboratorium parasitologi menggunakan metode sedimentasi. Data kontaminasi disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Pada pemeriksaan ditemukan tanah yang menempel pada daun sayur selada. Sebanyak 61,90% penjual menjual selada yang positif mengandung telur cacing. Telur cacing STH yang ditemukan hanya telur cacing Ascaris spp dengan proporsi temuan kontaminasi menurut penjual bervariasi mulai dari 25% hingga 100% jika dibagi menurut wilayah pasar. Penelitian ini membuktikan adanya kontaminasi telur cacing Ascaris spp pada sebagian besar penjual sayur selada di pasar tradisional Surabaya.
Peran Mesenchymal Stem Cells dalam Regulasi PDGF dan Sel Islet pada Diabetes HS, Zakariya; Putra, Agung
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.02.4

Abstract

Diabetes merupakan kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah sebagai akibat kerusakan sel β pankreas dan atau resistensi insulin. Penelitian klinik menunjukan bahwa transplantasi islet dapat memperbaiki gejala terkait diabetes, meskipun demikian keterbatasan pendonor menjadi masalah serius. Hasil penelitian terkini melaporkan bahwa Mesenchymal Stem Cells (MSCs) berpotensi tinggi dalam meregenerasi kerusakan jaringan pankreas termasuk sel islet dengan melibatkan berbagai growth factor terutama PDGF. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh MSCs tali pusat dalam meningkatkan jumlah sel islet dan gambaran kadar PDGF pada hari ke 44 fase remodelling jaringan pankreas yang rusak. Penelitian ini menggunakan 20 mencit (Mus musculus) Balb-C yang diinduksi streptozotocin hingga diabetes. Terdapat 4 kelompok penelitian (n=5/kelompok) terdiri atas kontrol (K) dan perlakuan (P). Kelompok kontrol diberi PBS sementara P1, P2, dan P3 diberi MSCs dengan dosis berbeda, yaitu: P1=1,5x105, P2= 3x105, dan P3=6x105 sel secara intraperitoneal. Pada hari ke 44 dilakukan pemeriksaan ELISA pada sampel darah untuk mengetahui kadar PDGF dan histopatologi jaringan untuk penghitungan sel islet pankreas. Hasil penelitian didapatkan peningkatan jumlah sel islet pankreas secara signifikan (p<0,05) dan kadar PDGF sesuai dengan kelompok kontrol. Penelitian eksperimental pada mencit (Mus musculus) inimengesankan bahwa MSCs mampu meningkatkan jumlah sel islet pankreas dan meregulasi kadar PDGF.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kesejahteraan Subjektif Caregiver Orang dengan Skizofrenia di Bantur Malang Frasia, Yhummei Veronia; Zuhriyah, Lilik; Kapti, Rinik Eko
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.02.12

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang memerlukan caregiver. Perawatan orang dengan skizofrenia di rumah dapat menjadi beban bagi caregiver seperti kesulitan dalam menangani perilaku orang dengan skizofrenia, cemas hingga stres. Beban perawatan orang dengan skizofrenia dapat membuat caregiver kurang memiliki waktu untuk istirahat dan kesejahteraan semakin rendah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesejahteraan subjektif pada caregiver yang merawat orang dengan skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Bantur Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian yaitu caregiver yang merawat orang dengan skizofrenia selama 24 jam. Caregiver yang merawat orang dengan skizofrenia diperoleh dengan purposive sampling sebanyak 102 orang. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Rank Spearman untuk analisis bivariat dan regresi logistik berganda untuk mengetahui faktor yang paling dominan berhubungan dengan kesejahteraan subjektif pada caregiver orang dengan skizofrenia. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan positif dan signifikan dengan kesejahteraan subjektif secara berturut-turut yaitu hubungan sosial (r=0,538, ρ=0,000), sikap optimis (r=0,356, ρ=0,000), kontrol diri (r=0,306, ρ=0,002) dan harga diri (r=0,279, ρ=0,005). Hasil regresi logistik berganda menunjukkan bahwa hubungan sosial memiliki odds ratio (OR) paling besar yaitu 16,061 artinya hubungan sosial yang baik akan meningkatkan kesejahteraan subjektif 16 kali lebih tinggi dibandingkan dengan caregiver orang dengan skizofrenia yang tidak menjalin hubungan sosial yang baik dengan orang lain. Hubungan sosial merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kesejahteraan subjektif pada caregiver orang dengan skizofrenia. Caregiver orang dengan skizofrenia yang menjalin hubungan sosial yang baik dengan orang lain akan mengalami kebahagiaan dan kepuasan hidup sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan subjektif.
Prevalensi Buta Warna pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang Purwoko, Mitayani
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.02.15

Abstract

Buta warna adalah ketidakmampuan seseorang untuk membedakan beberapa warna yang dapat dibedakan oleh orang lain. Penyakit ini disebabkan oleh mutasi pada gen OPN1LW, OPN1MW, dan OPN1SW. Keadaan ini diturunkan dengan pola X-linked atau bisa juga didapat setelah lahir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan prevalensi buta warna pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain potong lintang yang menggunakan data sekunder. Besar sampel sebanyak 174 orang diambil dengan metode stratified random sampling di Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, dan Fakultas Agama Islam. Mahasiswa yang dipilih adalah mahasiswa angkatan 2017 yang namanya terdaftar di www.forlap.dikti.go.id. Data status penglihatan warna diambil dari arsip skrining buta warna milik Klinik Dokter Keluarga Fakultas Kedokteran UM Palembang. Skrining buta warna dilakukan tim kesehatan penerimaan mahasiswa baru, yang terdiri dari 7 dokter umum, dengan menggunakan Buku Ishihara sebagai alat bantu. Sampel terdiri dari 88 orang laki-laki (50,6%) dan 86 orang perempuan (49,4%). Penelitian ini hanya menemukan 1 subjek penelitian dengan buta warna (0,6%) berjenis kelamin laki-laki. Angka ini lebih rendah dari angka kejadian nasional yaitu 0,7% dan angka kejadian di Sumatera Selatan 12,8%. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori bahwa biasanya buta warna terjadi pada laki-laki karena memperoleh kromosom X dari ibu yang membawa alel buta warna. Kesimpulan, prevalensi buta warna pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang tergolong rendah bila dibandingkan prevalensi nasional.
Efek Hepatotoksik Jus Pinang Muda (Areca catechu) pada Tikus Rahman, Ave Olivia
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.994 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.02.3

Abstract

Hepatoksik akibat obat dan herbal merupakan penyebab kerusakan hepar yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas. Jus pinang muda (Areca catechu) merupakan minuman herbal yang dikonsumsi oleh sebagian masyarakat di Jambi sebagai penambah stamina dengan takaran 5 biji pinang setara dengan 20gr/70kgBB atau 250mg/kgBB. Berdasarkan beberapa studi, pinang dosis 1000mg/kgBB dapat menurunkan kadar glukosa darah, sedangkan median lethal dose (LD 50) adalah >15.000mg/kgBB. Efek konsumsi jus pinang jangka panjang terhadap organ hepar belum diketahui. Penelitian ini merupakan uji pendahuluan untuk melihat efek pemberian jus pinang selama 45 hari terhadap organ hepar. Hewan coba adalah Rattus norvegicus galur Sprague Dawley, jantan, 2-3 bulan, berat 150-200 gram yang setelah diaklimatisasi dan dibagi secara random ke dalam 4 kelompok yaitu Kelompok I diberikan aquadest, kelompok II, III dan IV diberikan masing-masing jus pinang dosis 250mg/kgBB, 1.000mg/kgBB, dan 10.000mg/kgBB. Perlakuan diberikan sekali sehari selama 45 hari. Dilakukan pemeriksaan histopatologi menggunakan pewarnaan Hematoxillin Eosin. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan gambaran kerusakan tipe hepatoseluler yaitu perdarahan, dilatasi sinusoid, inflamasi portal, inflamasi lobular, lobular dissarray, nekrosis, interface hepatitis dan mikrosteatosis pada kelompok jus pinang dengan derajat kerusakan hepar pada dosis 10.000mg/kgBB lebih berat. Konsumsi jus pinang dosis 250-10.000mg/kgBB selama 45 hari dapat menimbulkan kerusakan hepar pada tikus.
Hubungan Polimorfisme Gen ACTN-3 (R577X) dengan Daya Ledak Otot pada Siswa Sekolah Sepakbola di Medan Hutahaean, Martina Evlyn Romauli; Tarigan, Amira Permata Sari; Ardinata, Dedi -
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.02.8

Abstract

Gen ACTN-3 merupakan gen yang mengkode sebuah protein sarkomer yang hampir secara keseluruhan diekspresikan dalam serat otot cepat dan menghasilkan daya ledak otot. Daya ledak (power) adalah kemampuan otot untuk mengatasi tahanan beban dengan kekuatan dan kecepatan tinggi dalam suatu gerakan yang utuh. Daya ledak merupakan komponen penting dalam olahraga sepakbola. Variasi genotif (polimorfisme) ACTN-3 (R/X) cenderung memiliki daya tahan yang lebih baik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara varian genotif ACTN-3 (polimorfisme) dan daya ledak otot. Subjek penelitian ini adalah siswa sekolah sepakbola berusia 11-14 tahun yang berjumlah 33 orang. Daya ledak otot diukur menggunakan tes standing broad jump. Varian genotif (polimorfisme) gen ACTN-3 diidentifikasi menggunakan PCR-RFLP dari sampel sel bukal. Uji Fisher Exact digunakan untuk mengetahui hubungan antara polimorfisme gen ACTN-3 dengan daya ledak otot. Hasil studi menunjukkan varian genotif ACTN-3 yang memiliki alel R cenderung menunjukkan daya ledak otot kategori diatas rata-rata dan tinggi, sementara varian genotif yang memiliki alel X lebih banyak menunjukkan daya ledak otot dalam tingkat rata-rata. Penelitian ini menunjukkan bahwa secara statistik ada hubungan signifikan antara polimorfisme gen ACTN-3 dengan daya ledak otot pada siswa sekolah sepakbola kota Medan (p&lt;0,001) dengan kekuatan korelasi kuat (c=0,623).
Perbedaan Kadar Kalsium Darah pada Kehamilan Preeklamsia dengan Kehamilan Normotensi Harini, Ika Murti; Novara, Tendi; Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.02.6

Abstract

Preeklamsia pada ibu hamil merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas maternal dan perinatal baik di dunia maupun di Indonesia. Kadar kalsium darah yang rendah pada ibu hamil diduga berperan terhadap patogenesis preeklamsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar kalsium darah pada preeklamsia dengan kehamilan normotensi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Studi analitik observasional dengan pendekatan case control pada tiga kelompok penelitian yaitu preeklamsia ringan (PER), preeklamsia berat (PEB), dan kehamilan normotensi sebagai kelompok kontrol. Jumlah subjek tiap kelompok berjumlah 21 orang. Sampel darah diambil dari vena antecubiti dan disentrifuge untuk diambil serumnya. Pengukuran kadar kalsium dilakukan dengan metode Chresol Pthalein Complex. Hasil pada penelitian ini didapatkan rerata kadar kalsium darah pada kelompok PEB paling rendah (8,34±0,32mg/dL) dan berbeda bermakna secara statitstik dibandingkan kelompok PER (8,59±0,33mg/dL) dan normotensi (8,71±0,31md/dL). Penelitian ini membuktikan potensi keterlibatan kalsium pada preeklamsia berat.
Pengetahuan sebagai Faktor Dominan Efikasi Diri Kader dalam Melakukan Deteksi Dini Gangguan Jiwa Rosdiana, Yanti; Widjajanto, Edi; Kapti, Rinik Eko
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.02.11

Abstract

Kader kesehatan jiwa berperan penting di masyarakat dalam pelaksanaan deteksi dini gangguan jiwa. Pengetahuan, pengalaman, dan dukungan sosial merupakan sebagian dari faktor yang diduga mempengaruhi efikasi diri kader dalam melakukan deteksi dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tiap faktor dengan efikasi diri kader dan mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi efikasi diri kader. Penelitian ini menggunakan desain observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 138 sampel yang memenuhi kriteria inklusi diambil secara proporsional dari lima desa di wilayah kerja Puskesmas Bantur Kabupaten Malang. Data dianalisis secara deskriptif dan dilakukan uji regresi logistik untuk mengetahui faktor dominan yang meningkatkan efikasi diri kader. Hasil menunjukkan kader adalah ibu rumah tangga pada usia produktif dengan latar belakangan pendidikan menengah. Secara umum kader telah memiliki pengetahuan, pengalaman, dan dukungan sosial yang baik dalam melakukan deteksi dini ganggungan jiwa. Uji regresi logistik menunjukkan kader yang memiliki pengetahuan tinggi akan meningkatkan 6,853 kali efikasi diri (OR=6,853, p=0,007) dibandingkan kader yang memiliki pengetahuan rendah. Pengetahuan, pengalaman dan dukungan sosial yang baik akan meningkatkan efikasi diri kader dalam melakukan deteksi dini gangguan jiwa dengan pengetahuan sebagai faktor dominan.
Efek Penghambatan Ekstrak Akuades Daun Ocimum basilicum terhadap Streptococcus mutans In Vitro Lumaksita, Paulus Paksi Inggil; Sugihartana, David; Larnani, Sri
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.02.2

Abstract

Daun kemangi (Ocimum basilicum) telah diteliti ekstraknya sebagai antibakteri patogen pangan. Penelitian eksperimental antibakteri dari ekstrak daun Ocimum basilicum terhadap patogen di rongga mulut, termasuk Streptococcus mutans, masih harus diperdalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak daun Ocimum basilicum terhadap penghambatan pertumbuhan Streptococcus mutans. Daun Ocimum basilicum diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan akuades steril. Ekstrak diuji penghambatannya terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans dalam larutan NaCl fisiologis dengan metode dilusi dan spektrofotometri 550nm. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan perlakuan ekstrak daun Ocimum basilicum terhadap penghambatan pertumbuhan Streptococcus mutans (p<0,05). Ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) berpengaruh menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. 

Page 1 of 2 | Total Record : 16