cover
Contact Name
Achmad Robbi Fathoni
Contact Email
achmadrobbi@ymail.com
Phone
+6285228474281
Journal Mail Official
wido.cepaka@gmail.com
Editorial Address
Jl. Satria Sudirman, Tanah Tinggi, Tangerang, Provinsi Banten, 15118 Telp. 08159997275
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Correctional Management
ISSN : 31102433     EISSN : 31102433     DOI : -
Journal of Correctional Management (JCM) is a national journal published by Politeknik Pengayoman Indonesia, Indonesia. It covers all areas of criminal, social, psychology, public administration, management, education, and government law. Its global readership includes educators, teachers, students, and others with a professional or personal interest in correctional science. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. FOCUS. Journal Of Correctional Managementis focused on publishing the original research articles, review articles from contributors, and the current issues related to Correctional Science. The main objective of Journal Of Correctional Managementis to provide a platform for the international scholars, academicians, and researchers to share the contemporary thoughts in the fields of Correctional Science. SCOPE. Journal Of Correctional Managementpublishes research papers in the all the fields of Correctional Science. Journal Of Correctional Management across all relevant fields of research, including but not restricted to: Correctional Policy Public Policy Administration Human Resource Strategic Management Management Entrepeneurship Treatment of offenders Offender treatment programs Penal Policy Psychology
Articles 20 Documents
Organizational Culture Transformation in Corrections Through a Management Psychology Approach: A Systematic Literature Review Robbi, Achmad
Journal of Correctional Management Vol 2 No 2 (2025): Journal of Correctional Management (JCM)
Publisher : Polteknik Pengayoman Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jcm.v2i2.599

Abstract

Organizational culture transformation within correctional institutions is a critical prerequisite for the success of rehabilitation programs and institutional reform. This study aims to examine the contribution of psychological management approaches to organizational culture change in correctional settings through a Systematic Literature Review (SLR). A total of 25 peer-reviewed articles published between 2013 and 2025 were analyzed. The findings reveal three main contributions of psychological management: (1) psychological empowerment that fosters motivation and work engagement; (2) transformational leadership as a driver of organizational value change; and (3) the creation of psychologically safe work environments as the foundation for inclusive culture. These factors collectively contribute to shifting organizational culture from authoritarian models toward more humanistic and adaptive frameworks. This study offers policy implications for psychosocially-informed institutional management and strategic managerial interventions in Indonesia’s correctional system.
Bibliometric Analysis of Generative AI Technology's Impact on Consumer Loyalty in Digital Marketing Karisadini Karisadini
Journal of Correctional Management Vol 2 No 2 (2025): Journal of Correctional Management (JCM)
Publisher : Polteknik Pengayoman Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jcm.v2i2.611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teknologi AI generatif dalam meningkatkan loyalitas konsumen pada ekosistem pemasaran digital berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah literature review yang dipadukan dengan analisis bibliometrik melalui VOSviewer untuk mengidentifikasi tren riset, koneksi antarkonsep, serta kesenjangan penelitian. Data diperoleh dari publikasi ilmiah yang terindeks Scopus, Web of Science, dan IEEE Xplore selama satu dekade terakhir dengan kata kunci generative AI, customer loyalty, sustainable digital marketing, dan personalization. Dari 519 istilah yang dikumpulkan, 124 memenuhi kriteria dan terkelompok ke dalam tiga kluster utama, yaitu: dimensi relasional dan pengalaman konsumen, dimensi teknis dan implementasi, serta dimensi strategis dan orientasi masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI generatif berkontribusi signifikan dalam membentuk loyalitas melalui personalisasi konten, interaksi cerdas berbasis bahasa alami, dan kemampuan prediktif dalam memahami kebutuhan konsumen. Teknologi ini meningkatkan kualitas hubungan merek-konsumen serta memperkuat kepercayaan melalui komunikasi yang relevan dan responsif. Namun, implementasi AI generatif masih menghadapi tantangan etika dan teknis, seperti bias algoritma, privasi data, dan kesenjangan literasi digital, yang berpotensi memengaruhi penerimaan dan kepercayaan konsumen. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan tata kelola AI berbasis transparansi, privacy by design, audit bias berkala, dan desain inklusif. Penelitian ini memberikan dasar teoretis dan praktis untuk pengembangan strategi pemasaran digital berbasis AI yang etis dan berkelanjutan. Rekomendasi penelitian masa depan mencakup studi longitudinal, eksplorasi lintas budaya, serta pengembangan teknologi AI untuk memahami dampak jangka panjang terhadap loyalitas konsumen.
Organizational Change: Unveiling the Butterfly Effect Wido Cepaka Warih
Journal of Correctional Management Vol 2 No 2 (2025): Journal of Correctional Management (JCM)
Publisher : Polteknik Pengayoman Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jcm.v2i2.612

Abstract

Dalam dunia yang terus berubah, organisasi tidak hanya dihadapkan pada kebutuhan untuk beradaptasi dengan perubahan, tetapi juga untuk memahami dan mengelola dinamika yang melibatkan setiap langkahnya. Konsep perubahan dalam suatu organisasi tidak lagi dipandang sebagai fenomena statis, melainkan sebagai suatu ekosistem yang dinamis dan saling terkait. Konsep Efek Kupu-kupu menyoroti gagasan bahwa tindakan kecil dalam suatu sistem dapat memiliki dampak besar dan sulit diprediksi di masa depan. Sebuah keputusan yang diambil dalam organisasi, sekecil apapun itu, dapat memicu rangkaian peristiwa yang menghasilkan perubahan besar dalam jangka waktu yang lebih panjang. Dalam konteks ini, paper ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana konsep Efek Kupu-kupu dapat menjadi kunci untuk memahami perubahan organisasi secara holistik. Melalui metode studi pustaka dari berbagai literatur, paper ini menyajikan pemahaman yang mendalam tentang kompleksitas perubahan organisasi dan hubungannya dengan Efek Kupu-kupu. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa teori kekacauan menawarkan pandangan baru dalam memahami perubahan organisasi, yang tidak hanya menyoroti pentingnya adaptasi dan fleksibilitas, tetapi juga mengakui bahwa perubahan seringkali tidak terduga dan tidak linear. Sementara itu, konsep Efek Kupu-kupu memberikan pemahaman tentang bagaimana perubahan kecil dalam suatu sistem dapat memicu perubahan besar dalam jangka panjang. Strategi Navigasi Efek Kupu-kupu muncul sebagai pendekatan proaktif dan adaptif dalam menghadapi dinamika perubahan dalam dunia organisasi. Dengan memahami konsep Efek Kupu-kupu, organisasi dapat mengidentifikasi potensi perubahan dan merancang strategi yang lebih responsif, memungkinkan mereka untuk tetap kompetitif dan adaptif dalam lingkungan yang terus berubah.
Implementing The Batik-Making Empowerment Program For Inmates in Semarang Class IIA Women’s Correctional Institution Hannisa Rahmadani Hapsari
Journal of Correctional Management Vol 2 No 2 (2025): Journal of Correctional Management (JCM)
Publisher : Polteknik Pengayoman Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jcm.v2i2.613

Abstract

Women's Penitentiary Class IIA Semarang is one of the Technical Implementation Units (UPT) that organizes batik independence development programs. This training aims to equip inmates with skills that will be useful when they return to society. Based on data obtained from the work activities section on 4 May 2020, out of 158 inmates who took part in the self-reliance development, 17 inmates took part in the batik training. This study aims to determine the implementation of batik independence training for inmates at the Semarang Class IIA Women's Prison. The research method used is qualitative using a case study approach. The research location was the Women's Penitentiary Class IIA Semarang. The types of data used included primary and secondary data. The data collection techniques used were interviews, observation, and documentation studies. The results of the study showed that the implementation of batik independence training for inmates at Women's Penitentiary Class IIA Semarang has not been optimal. In the implementation of the development of batik independence there are also obstacles: 1) the production process is only carried out when there is an order, 2) there is no training given to officers as instructors/trainers, 3) limited raw materials in making certain batik, 4) limited expertise owned by officers related to science technology.
Evaluation of Human Resource Management in the Indonesian Correctional System: Theoretical and Practical Perspectives Rihan Lestari
Journal of Correctional Management Vol 2 No 2 (2025): Journal of Correctional Management (JCM)
Publisher : Polteknik Pengayoman Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jcm.v2i2.614

Abstract

This literature review examines the management of human resources (HR) within Indonesia's correctional system by integrating theoretical frameworks and empirical findings. The study analyzes key components including recruitment, placement, competency development, workload, motivation, and performance management of correctional officers. Findings indicate significant gaps between theoretical HR management principles and real-world practices, particularly in areas of competency alignment, training quality, psychological readiness, and workload balance. Structural challenges such as overcrowding and limited resources contribute to high levels of stress and burnout among officers. The review concludes that comprehensive HR reforms—encompassing competency-based recruitment, continuous training, improved welfare, and performance-based incentives—are essential to enhance the effectiveness of Indonesia’s correctional system.Keywords :
PENERAPAN ANALITIK AUDIO DAN PEMINDAI BIOMETRIK SEBAGAI SISTEM PERINGATAN DINI PENGAMANAN LAPAS DAN RUTAN Ananda Fabiyan Nasrullah
Journal of Correctional Management Vol 3 No 1 (2026): Journal of Correctional Management (JCM)
Publisher : Polteknik Pengayoman Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jcm.v3i1.774

Abstract

Kepadatan hunian, kompleksitas pergerakan warga binaan, dan keterbatasan perhatian petugas meningkatkan kebutuhan deteksi keamanan yang lebih dini serta akuntabel di lapas dan rutan. Artikel ini merumuskan model peringatan dini dengan pengawasan manusia yang mengintegrasikan analitik audio dan verifikasi biometrik melalui studi kepustakaan naratif-terarah terhadap regulasi pemasyarakatan, laporan resmi, standar teknis, dan penelitian mutakhir mengenai surveilans koreksional. Analitik audio ditempatkan sebagai pemicu pemeriksaan anomali, bukan bukti terjadinya agresi, sedangkan biometrik mendukung verifikasi identitas satu-banding-satu pada titik akses terkendali. Alur yang diusulkan menghubungkan peringatan sensor, verifikasi petugas, respons berjenjang, pencatatan insiden, dan evaluasi berkala. Teknologi tidak menggantikan keamanan dinamis, pertimbangan profesional, atau interaksi langsung petugas dengan warga binaan. Implementasi memerlukan pemetaan lokasi, pengujian kinerja yang representatif, pelindungan data sejak desain, pembatasan akses, prosedur cadangan, jejak audit, serta peninjauan independen atas peringatan palsu dan perbedaan kinerja antarkelompok. Uji coba bertahap diperlukan karena bukti empiris analitik audio di lingkungan koreksional masih terbatas. Efektivitas diukur melalui waktu respons, deteksi terverifikasi, kesinambungan operasi, keadilan, insiden privasi, dan beban kerja petugas.
KESIAPAN SDM PEMASYARAKATAN DALAM INTEGRASI KECERDASAN ARTIFISIAL PADA SISTEM PENGAWASAN NARAPIDANA I Putu Bagus Arya Bakti Negara
Journal of Correctional Management Vol 3 No 1 (2026): Journal of Correctional Management (JCM)
Publisher : Polteknik Pengayoman Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jcm.v3i1.776

Abstract

Kecerdasan artifisial mulai dipertimbangkan untuk pengawasan narapidana melalui kamera pintar, pengenalan wajah, deteksi anomali, analisis prediktif, dan integrasi data keamanan. Efektivitasnya tidak terutama ditentukan oleh pengadaan perangkat, melainkan oleh kesiapan petugas Pemasyarakatan yang menafsirkan peringatan dan tetap bertanggung jawab atas keputusan. Artikel ini merumuskan kerangka kesiapan SDM melalui kajian pustaka naratif-terarah terhadap regulasi pemasyarakatan dan pelindungan data Indonesia, standar tata kelola AI, kerangka kompetensi sektor publik, serta penelitian digitalisasi koreksional. Sintesis menghasilkan lima dimensi: literasi AI dan data, kompetensi teknis-operasional, kompetensi etik-hukum, pengawasan manusia dan penilaian kritis, serta adaptabilitas organisasi. Dimensi tersebut diterjemahkan menjadi pelatihan berbasis peran, asesmen kompetensi, simulasi terawasi, uji coba terbatas, telaah insiden, dan sertifikasi ulang berkala. Keluaran AI harus diperlakukan sebagai sinyal probabilistik, bukan bukti pelanggaran, serta tidak boleh menjadi dasar tunggal keputusan disiplin, klasifikasi, atau hak bersyarat. Integrasi bertanggung jawab memerlukan kewenangan jelas, minimalisasi data, jejak audit, prosedur cadangan, interaksi petugas-warga binaan yang bermakna, dan evaluasi independen atas akurasi, bias, beban kerja, keamanan, serta dampak terhadap hak.
SMART-RELIGI: Sistem Monitoring dan Asesmen Reintegrasi Terpadu bagi Narapidana Terorisme di Lapas High Risk muhammad rian bahtiar sebastian
Journal of Correctional Management Vol 3 No 1 (2026): Journal of Correctional Management (JCM)
Publisher : Polteknik Pengayoman Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jcm.v3i1.780

Abstract

The management of terrorist prisoners in high-risk correctional facilities requires an approach that integrates security, risk assessment, rehabilitation, human-resource capacity, and social reintegration. Indonesia has established a normative framework through correctional and counter-terrorism legislation, the National Action Plan for Preventing and Countering Violent Extremism, and technical regulations on correctional security. This conceptual qualitative study uses document analysis of Indonesian regulations and institutional documents, supported by international literature from UNODC and ICCT. The study proposes SMART-RELIGI as an integrated model consisting of initial screening, intensive monitoring, multidisciplinary assessment, intervention and development, and reintegration tracking. The model places correctional human resources at the center of implementation and emphasizes dynamic security, structured risk assessment, inter-agency coordination, and continuous case review. SMART-RELIGI is proposed as a conceptual framework for strengthening evidence-based management of terrorist prisoners and supporting safe, sustainable reintegration.
Cyber Correctional Competency: Inovasi Penguatan SDM Pemasyarakatan dalam Menghadapi Kejahatan Siber di Lembaga Pemasyarakatan Bima Hafizh Ramadhan
Journal of Correctional Management Vol 3 No 1 (2026): Journal of Correctional Management (JCM)
Publisher : Polteknik Pengayoman Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jcm.v3i1.781

Abstract

Artikel ini mengembangkan konsep Cyber Correctional Competency sebagai inovasi manajemen sumber daya manusia untuk memperkuat kesiapan lembaga pemasyarakatan menghadapi kejahatan siber dan risiko layanan digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis dokumen terhadap regulasi pemasyarakatan, pelindungan data pribadi, serta informasi elektronik; laporan keamanan siber pemerintah; dokumen Sistem Database Pemasyarakatan; dan kerangka kompetensi ENISA serta NIST. Hasil analisis menunjukkan adanya kesenjangan antara meningkatnya pekerjaan digital pemasyarakatan dan belum meratanya literasi siber petugas. Enam pilar kompetensi dirumuskan, yaitu cyber awareness, data protection, digital evidence, incident response, secure system, dan correctional cyber intelligence. Kompetensi tersebut dipetakan pada fungsi pengamanan, registrasi, pelayanan publik, pembinaan, pengawasan, dan manajemen. Implementasi disarankan melalui microlearning berbasis peran, studi kasus, simulasi, tabletop exercise, cyber champion, serta SOP eskalasi insiden. Tantangan utama meliputi beban kerja, kesenjangan kemampuan digital, keterbatasan sarana, budaya pelaporan, koordinasi lintas unit, dan risiko privasi. Penguatan kompetensi yang bertahap dan berbasis hak dapat meningkatkan keamanan, integritas data, akuntabilitas, serta ketahanan layanan pemasyarakatan.
PEMANFAATAN INTERNET OF THINGS (IoT) UNTUK KEAMANAN DAN KONTROL AKTIVITAS NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN Gigih Nanda Wirayuda
Journal of Correctional Management Vol 3 No 1 (2026): Journal of Correctional Management (JCM)
Publisher : Polteknik Pengayoman Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jcm.v3i1.790

Abstract

Indonesian correctional institutions need security systems that can respond to overcrowding, limited personnel, prohibited-goods trafficking, violence, and escape risk without reducing prisoners to permanent objects of surveillance. This article examines the lawful use of the Internet of Things (IoT) for prison security and the control of prisoner activities. It applies normative legal research through statutory, conceptual, and comparative approaches to correctional law, personal data protection, electronic-system governance, cybersecurity standards, and international prisoner-treatment principles. The study finds that intelligent cameras, biometric access controls, wearable devices, and environmental sensors may strengthen early warning, accountability, and emergency response. Nevertheless, biometric, location, health, and behavioral data create high risks of excessive surveillance, cyber incidents, algorithmic discrimination, and unclear liability. Indonesia therefore requires a risk-based regulatory model founded on legality, necessity, proportionality, data minimization, human oversight, security by design, independent audit, and effective remedies. IoT should support professional correctional judgment, not replace it.

Page 2 of 2 | Total Record : 20