cover
Contact Name
Icol Dianto
Contact Email
icoldianto@uinsyahada.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaldakwah1@gmail.com
Editorial Address
Jl. H. T. Rizal Nurdin KM.4,5 SIHITANG, Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara, 22733
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Dakwah dan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 31108717     DOI : -
Fokus (Focus) dan Cakupan (Scope) Jurnal Dakwah dan Masyarakat meliputi: Ilmu Dakwah, Manajemen Dakwah, Metode Dakwah, Psikologi Dakwah, Media Dakwah, Sejarah Dakwah, Sosiologi Dakwah, Rijalud Dakwah, Efek Dakwah, Materi Dakwah, Dakwah Multikultural, Dakwah Lintas Iman, Dakwah Humanis, Dakwah Kontemporer, Gerakan Dakwah, dan Pemikiran Dakwah serta lingkup kajian dakwah yang belum terverifikasi dalam deskripsi ini.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Isu Lingkungan Global dan Lokal: Perubahan Iklim, Energi, Air dan Sampah Nasution, Siti Arbiah; Kahpi, Mhd Latip
Jurnal Dakwah dan Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Dakwah dan Masyarakat
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines global and local environmental issues, including climate change, the energy crisis, water scarcity, and waste management, within the framework of sustainable development in Indonesia. Using a qualitative descriptive approach through literature review, the research analyses the interconnection between global factors and their local impacts, emphasizing the role of development communication in raising public awareness and encouraging community participation in environmental protection. The findings indicate that environmental problems in Indonesia are not merely technical in nature but are also influenced by human behavior, government policies, and the effectiveness of cross-sector communication. Therefore, collaboration among government institutions, society, and the private sector is essential to achieve sustainable and equitable environmental management. Penelitian ini membahas isu-isu lingkungan global dan lokal yang meliputi perubahan iklim, krisis energi, ketersediaan air bersih, serta permasalahan sampah dalam konteks pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi pustaka, penelitian ini menganalisis keterkaitan antara faktor-faktor global dan dampaknya pada kondisi lokal, serta menyoroti pentingnya komunikasi pembangunan sebagai strategi untuk meningkatkan kesadaran publik dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan lingkungan di Indonesia tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga dipengaruhi oleh perilaku manusia, kebijakan pemerintah, dan efektivitas komunikasi lintas sektor. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Kritik dan Relevansi Paradigma Komunikasi Pembangunan di Era Digital: Studi Kasus pada UMKM Batik di Kota Pekalongan Yusup, Muhammad; Hasibuan, Muhammad Yusup
Jurnal Dakwah dan Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Dakwah dan Masyarakat
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to critique and assess the relevance of the classical development communication paradigm in the context of the digital era, characterized by decentralized information flows and increasingly broad public participation. Although development communication was initially oriented towards a linear, top-down, and modernization approach, social dynamics in the digital era demand a more dialogic, collaborative communication model that utilizes technology. To deepen the analysis, this study uses a case study of the Batik UMKM empowerment program in Pekalongan City, which since 2019 has utilized social media, digital marketing platforms, and community information systems as a means of developing the community's creative economy. Using qualitative methods using literature review and document analysis techniques, this study found that the classical development communication paradigm is no longer adequate to address the complexity of digital social change. Successful communication patterns instead emerge from participatory models based on digital networks, strengthening social capital, and collaboration between government, communities, and creative industry actors. This study contributes to the development of development communication theory by offering a critical framework that integrates the concepts of digital participation, co-creation, and community-driven development as a more adaptive approach in the digital era.   Penelitian ini bertujuan mengkritisi sekaligus menilai relevansi paradigma komunikasi pembangunan klasik dalam konteks era digital yang ditandai oleh arus informasi yang desentralistik dan partisipasi publik yang semakin luas. Meskipun komunikasi pembangunan awalnya berorientasi pada pendekatan linear, top–down, dan modernisasi, dinamika sosial di era digital menuntut model komunikasi yang lebih dialogis, kolaboratif, serta memanfaatkan teknologi. Untuk memperdalam analisis, penelitian ini menggunakan studi kasus pada program pemberdayaan UMKM batik di Kota Pekalongan, yang sejak 2019 memanfaatkan media sosial, platform digital marketing, dan sistem informasi komunitas sebagai sarana pengembangan ekonomi kreatif masyarakat. Melalui metode kualitatif dengan teknik kajian Pustaka dan analisis dokumen, penelitian ini menemukan bahwa paradigma komunikasi pembangunan klasik tidak lagi memadai untuk mengatasi kompleksitas perubahan sosial digital. Pola komunikasi yang berhasil justru muncul dari model partisipatif berbasis jejaring digital, penguatan modal sosial, serta kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku industri kreatif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori komunikasi pembangunan dengan menawarkan kerangka kritis yang mengintegrasikan konsep digital participation, co-creation, dan community-driven development sebagai pendekatan yang lebih adaptif di era digital.
Media Televisi dan Transformasi Masyarakat Indonesia: Peran Televisi dalam Pendidikan, Nilai Sosial, dan Pembentukan Opini Politik Matondang, Ahmad; Matondang, Ahmad Sultoni; Ray, Muhammad Gani; Fikri, Sholeh
Jurnal Dakwah dan Masyarakat Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Dakwah dan Masyarakat
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the global context of media and society, television remains a significant mass communication medium, particularly in developing countries, despite the rapid expansion of digital and social media platforms. While existing international studies predominantly focus on the declining influence of television or its quantitative media effects, limited attention has been given to how television continues to function as a social institution shaping education, social values, and political consciousness in transitional societies such as Indonesia. This study aims to analyze the role of television media in the process of social transformation, specifically in the domains of non-formal education, social value construction, and political opinion formation within Indonesian society. Employing a qualitative descriptive-interpretative approach, this research utilizes in-depth interviews, non-participant observation, and document analysis to capture audiences’ lived experiences and interpretations of television content. The findings reveal that television remains influential as a non-formal educational medium, a symbolic arena for negotiating social values, and a strategic actor in shaping political awareness through agenda-setting and framing mechanisms. Theoretically, this study contributes to media and communication scholarship by reaffirming the relevance of agenda-setting and social construction theories within a convergent media environment. Empirically, it provides contextual insights into the persistent socio-political role of television in the Global South, highlighting its adaptive capacity amid digital transformation. Dalam konteks global media dan masyarakat, televisi masih mempertahankan peran penting sebagai medium komunikasi massa, terutama di negara berkembang, meskipun ekosistem media mengalami transformasi signifikan akibat pesatnya perkembangan media digital dan media sosial. Namun, sebagian besar kajian akademik cenderung menekankan penurunan pengaruh televisi atau membatasi analisis pada pendekatan kuantitatif berbasis efek media, sehingga masih menyisakan kesenjangan penelitian terkait pemahaman mendalam mengenai fungsi televisi sebagai institusi sosial yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media televisi dalam proses transformasi masyarakat Indonesia, khususnya dalam aspek pendidikan nonformal, konstruksi nilai-nilai sosial, serta pembentukan opini dan kesadaran politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-interpretatif melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa televisi masih berfungsi sebagai media pendidikan nonformal yang memperluas literasi sosial masyarakat, menjadi arena simbolik dalam negosiasi dan perubahan nilai sosial, serta berperan strategis dalam pembentukan opini dan kesadaran politik melalui mekanisme agenda setting dan framing. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan kembali relevansi teori agenda setting dan konstruksi sosial media dalam konteks media konvergen. Secara empiris, penelitian ini memberikan kontribusi kontekstual terhadap kajian media dan masyarakat dengan menegaskan keberlanjutan peran televisi sebagai agen transformasi sosial di Indonesia di tengah dinamika globalisasi media dan transformasi digital.
Fungsi Manajemen sebagai Strategi Keberlanjutan Media Massa di Tengah Disrupsi Teknologi Khumairah, Azzahra; Handayani, Ricka
Jurnal Dakwah dan Masyarakat Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Dakwah dan Masyarakat
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital technological disruption has brought significant changes to the mass media industry, affecting the production, distribution, and consumption of information. This condition requires mass media organizations to implement strategic adjustments in order to maintain sustainability and relevance amid increasingly intense competition. This study aims to analyze management functions as a sustainability strategy for mass media in the context of technological disruption. The research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical method. Data were collected through in-depth interviews, document analysis, and relevant literature review related to mass media management. The findings indicate that the implementation of management functions, including planning, organizing, directing, and controlling, plays a crucial role in supporting media adaptation to technological change. Integrated management functions encourage content innovation, adaptive human resource management, transformation of media business models, and the strengthening of public trust. This study concludes that management functions constitute a key strategy for ensuring the sustainability of mass media from economic, organizational, and social responsibility perspectives in the digital era. Disrupsi teknologi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap industri media massa, baik dari sisi produksi, distribusi, maupun konsumsi informasi. Kondisi ini menuntut media massa untuk melakukan penyesuaian strategis agar dapat mempertahankan keberlanjutan dan relevansinya di tengah persaingan yang semakin ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi manajemen sebagai strategi keberlanjutan media massa di tengah disrupsi teknologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan kajian kepustakaan yang relevan dengan pengelolaan media massa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan berperan penting dalam mendukung adaptasi media terhadap perubahan teknologi. Fungsi manajemen yang diterapkan secara terpadu mampu mendorong inovasi konten, pengelolaan sumber daya manusia yang adaptif, transformasi model bisnis media, serta penguatan kepercayaan publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fungsi manajemen merupakan strategi kunci dalam menjaga keberlanjutan media massa, baik dari aspek ekonomi, organisasi, maupun tanggung jawab sosial di era digital.
Islam dan Rasionalitas dalam Wacana Digital: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough terhadap Konten YouTube Raymond Chin Azizah, Indah Fitria Nilna; Sukawi, Zaenal
Jurnal Dakwah dan Masyarakat Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Dakwah dan Masyarakat
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital media has changed the pattern of Islamic da'wah from a conventional approach to a digital discourse that is multimodal and dialogical. However, the practice of digital da'wah is still often dominated by emotional narratives with minimal rational argumentation. This condition raises the need for a study that highlights how Islamic rationality is constructed in the digital da'wah space. This study uses a qualitative method with Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis (AWK) approach which includes three dimensions of analysis, namely text, discourse practice, and socio-cultural practice. Primary data is in the form of YouTube Escape Episode 13 content entitled "Thoughts Are More Important! Don't Be Fooled by Feelings" which was hosted by Raymond Chin with the resource person Felix Siauw. Secondary data were obtained from scientific literature relevant to Islamic studies, rationality, and digital da'wah. The results of the study show that the discourse built in the content places reason as the main foundation in decision-making, while feelings are positioned as a supporting aspect that remains important but not dominant. The discursive strategy used combines Islamic postulates, philosophical references, and contemporary social examples to build rational legitimacy in the delivery of da'wah messages. This study emphasizes that digital da'wah has the potential to be a medium of rational Islamic construction that is able to answer the challenges of digital society. Through a discursive approach that balances reason and feeling, da'wah in the digital space not only functions as a means of disseminating teachings, but also as a space for the formation of a reflective and contextual Islamic way of thinking. Perkembangan media digital telah mengubah pola dakwah Islam dari pendekatan konvensional menuju wacana digital yang bersifat multimodal dan dialogis. Namun, praktik dakwah digital masih kerap didominasi oleh narasi emosional yang minim argumentasi rasional. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan akan kajian yang menyoroti bagaimana rasionalitas Islam dikonstruksi dalam ruang dakwah digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough yang mencakup tiga dimensi analisis, yaitu teks, praktik wacana, dan praktik sosial-budaya. Data primer berupa konten YouTube Escape Episode 13 berjudul “Pikiran Lebih Penting! Jangan Dibodohin Perasaan” yang dipandu oleh Raymond Chin dengan narasumber Felix Siauw. Data sekunder diperoleh dari literatur ilmiah yang relevan dengan kajian Islam, rasionalitas, dan dakwah digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana yang dibangun dalam konten tersebut menempatkan akal sebagai fondasi utama dalam pengambilan keputusan, sementara perasaan diposisikan sebagai aspek pendukung yang tetap penting namun tidak dominan. Strategi diskursif yang digunakan mengombinasikan dalil keislaman, rujukan filosofis, serta contoh sosial kontemporer untuk membangun legitimasi rasional dalam penyampaian pesan dakwah. Penelitian ini menegaskan bahwa dakwah digital berpotensi menjadi medium konstruksi Islam rasional yang mampu menjawab tantangan masyarakat digital. Melalui pendekatan diskursif yang menyeimbangkan akal dan perasaan, dakwah di ruang digital tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran ajaran, tetapi juga sebagai ruang pembentukan cara berpikir Islam yang reflektif dan kontekstual.

Page 2 of 2 | Total Record : 15