cover
Contact Name
Indria Nurfadanti
Contact Email
jiksi.iitss@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiksi.iitss@gmail.com
Editorial Address
Jl.Tegal Binangun Perumahan PJP 99 No.F5 Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi (JIKSI)
ISSN : -     EISSN : 27211193     DOI : https://doi.org/10.61346/jiksi.v1i1.26
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi (JIKSI) is a peer-reviewed journal devoted to publishing multidisciplinary issues in computer science, information systems, and technology innovation both in Indonesia and around the world. JIKSI is a triannual, open access, peer-reviewed, and international e-journal, published in Indonesia. We accept unpublished, high quality, and original research manuscripts in English, resulting primarily from quantitative, qualitative, and mixed research methodologies related to or associated with computer science, information systems, and technology applications. JIKSI is published three times per year by the Institute of Information Technology and Social Science (IITSS). All research articles appearing in JIKSI have undergone a thoroughly blind peer-review.
Articles 92 Documents
Literatur Review : Akses Internet Khusus Anak-Anak Studi Litratur : Permasalahan Etika Pada Teknologi Informasi NUGRAHA RACHMATULLAH
Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi |JIKSI| Vol. 1 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi (JIKSI)
Publisher : Institute of Information Technology and Social Science (IITSS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61346/jiksi.v1i3.89

Abstract

Internet telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, termasuk anak-anak. Namun, internet juga memiliki potensi bahaya bagi anak-anak, seperti konten yang tidak sesuai usia, cyberbullying, dan eksploitasi seksual. Oleh karena itu, penting untuk menyediakan akses internet khusus anak-anak yang dapat melindungi mereka dari bahaya tersebut. Adapun pada Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan etika pada akses internet khusus anak-anak. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis artikel-artikel ilmiah yang relevan.
Keunggulan Operasional Aplikasi Daftarinaja RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang: Studi Literatur Peluang Manajemen Pada Teknologi Informasi: Keunggulan Operasional Aplikasi Daftarinaja RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang: Studi Literatur Peluang Manajemen Pada Teknologi Informasi Eddy Faisal Ritonga
Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi |JIKSI| Vol. 1 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi (JIKSI)
Publisher : Institute of Information Technology and Social Science (IITSS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61346/jiksi.v1i3.94

Abstract

RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang didirikan untuk memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Provinsi Sumatera Selatan. Dalam pelaksanaan pelayanan sebagaimana dimaksud, RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang mendapatkan banyak penilaian negatif dari masyarakat, terutama menyangkut membludaknya antrian di admisi setiap pagi hari. Untuk mengatasi hal tersebut, maka sejak awal tahun 2023 dilakukan pembuatan dan diimplementasikan Aplikasi Daftarinaja. Metodologi penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan metode penelitian yang digunakan adalah metode studi literatur. Dengan Aplikasi Daftarinaja mengurangi membludaknya antrian onsite, memperlancar proses pendaftaran, meningkatkan jumlah pelayanan, memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, hemat biaya, fleksibel, lebih mobilitas, dan bisnis agility.
Komunikasi Anonim: Studi Literatur Permasalahan Etika pada Teknologi Informasi Evariani evariani
Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi |JIKSI| Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi (JIKSI)
Publisher : Institute of Information Technology and Social Science (IITSS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61346/jiksi.v1i3.95

Abstract

Dalam era digital yang terus berkembang, praktik komunikasi anonym menjadi semakin relevan dan kompleks. Artikel ini bertujuan untuk menyajikan gambaran komprehensif tentang fenomena komunikasi anonym, mengeksplorasi konsep, dampak, dan implikasinya dalam berbagai konteks. Dengan menguraikan definisi komunikasi anonym, mempertibangkan keuntungan dan tantangan yang terlibat, serta menganalisis penerapannya dalam konteks social, bisnis dan teknologi. Penelitian ini didasarkan pada analisis literature review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa etika komunikasi anonim menjadi semakin umum dan terdiversifikasi melalui berbagai platform online. Ini termasuk aplikasi pesan instan, forum, dan platform media social yang memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi tanpa mengungkapkan identitas pribadi mereka. Namun penting untuk diingat bahwa komunikasi anonim dapat memiliki dampak positif dan negative. Sementara itu dapat memberikan kebebasan untuk berbicara tanpa takut konsekuensi pribadi, juga dapat menyulitkan untuk mengatasi pelecehan atau perilaku yang merugikan.
Kekayaan Intelektual: Studi Literatur Review Permasalahan Etika Pada Teknologi Informasi billi
Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi |JIKSI| Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi (JIKSI)
Publisher : Institute of Information Technology and Social Science (IITSS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61346/jiksi.v1i3.96

Abstract

In the dynamics involving advances in information technology, intellectual property emerges as a central element that links creativity and legal rights in the digital sphere. This article summarizes the literature related to intellectual property and the ethical challenges that accompany it in the context of information technology. Copyrights, patents, trademarks and business secrets form the main foundation of intellectual property, forming a legal and normative framework that supports innovation. However, as technology grows, deep ethical issues surrounding intellectual property rights emerge. By analyzing key concepts and current findings in the literature, this article attempts to assemble a balanced and holistic view of emerging ethical issues. It is hoped that a better understanding of these dynamics can help shape ethical frameworks that promote innovation, while respecting intellectual property rights. Through this literature review, we are invited to explore the ethical dimensions of managing intellectual property in the era of information technology, leading us towards a more solid and sustainable ethical foundation in an ever-evolving digital world. Kata kunci: Intellectual Property, Ethics, information technology
Kontradiksi antara Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan Gerakan Open-Source Software pada Teknologi Informasi: Studi Literatur terhadap Dampak dan Solusi Etika Arief Algiffary; Edi Surya Negara
Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi |JIKSI| Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi (JIKSI)
Publisher : Institute of Information Technology and Social Science (IITSS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61346/jiksi.v1i3.97

Abstract

Perlindungan terhadap Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) merupakan langkah untuk melindungi karya kreatif dan inovatif seseorang atau entitas, mencakup hak cipta, paten, merek dagang, dan hak desain industri. Tujuannya adalah memberikan insentif kepada pencipta, penemu, dan inovator dengan memberikan hak eksklusif atas karyanya, mendorong kemajuan dalam teknologi dan seni. Di sisi lain, gerakan Open-Source Software adalah inisiatif pengembang perangkat lunak yang mendorong distribusi terbuka dan akses terhadap source code. Tujuan utamanya adalah mempromosikan kolaborasi, inovasi terbuka, dan kebebasan penggunaan perangkat lunak. Meskipun keduanya memiliki dampak positif, mereka sering bertentangan karena ketatnya perlindungan HAKI dapat menghambat prinsip terbuka yang dianut oleh gerakan Open-Source Software. Penelitian menggunakan metode studi literatur ini bertujuan untuk menawarkan solusi atas pertentangan yang telah berlangsung lama antara perlindungan HAKI dan gerakan Open-Source Software.
Studi Literature : Etika Teknologi Informasi Dalam Menghadapi Ancaman Malicious Insider Dyah Ikhtiarti
Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi |JIKSI| Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi (JIKSI)
Publisher : Institute of Information Technology and Social Science (IITSS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61346/jiksi.v1i3.98

Abstract

The development of information technology in Indonesia is experiencing rapid progress. One of them is that currently many companies and organizations operating in Indonesia use information technology and information systems in their business processes. One of the potential risks of attacks from within the company is known as insider threats. Therefore, service providers offer strong security policies and monitoring systems detect suspicious activities. The security models used are kill chain, network development life cycle (NDLC), convolutional neural network (CNN) and recurrent unit (GRU) as well as industrial control systems (ICS). The research results show that successful infrastructure security requires human resources, technical and policy aspects, how to implement advanced security technology that can prevent malicious insider crimes early on. Take proactive action to mitigate threats and protect systems from attacks and minimize potential losses. Keywords: Malicious Insiders, Insider Threats, Technology Information
Jaringan Teroris di Media Sosial: Studi Litratur Permasalahan Etika Pada Teknologi Informasi Muhammad Irdian Saputra Putra
Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi |JIKSI| Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi (JIKSI)
Publisher : Institute of Information Technology and Social Science (IITSS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61346/jiksi.v1i3.99

Abstract

Jaringan teroris semakin mengadopsi teknologi informasi, khususnya media sosial, sebagai alat untuk berkomunikasi, merekrut anggota, dan menyebarkan propaganda. Penelitian ini bertujuan untuk menggali permasalahan etika yang muncul seiring dengan penggunaan teknologi informasi dalam konteks jaringan teroris di media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis literatur untuk menyelidiki dampak jaringan teroris di media sosial terhadap etika teknologi informasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adopsi teknologi informasi oleh jaringan teroris menimbulkan sejumlah permasalahan etika, antara lain privasi, keamanan, dan penyalahgunaan informasi. Permasalahan privasi muncul karena penggunaan media sosial sebagai alat untuk memantau dan merekrut anggota baru. Keamanan informasi terancam oleh potensi serangan siber dan penggunaan teknologi untuk mengkoordinasikan aktivitas teroris. Selain itu, penyalahgunaan informasi menjadi perhatian utama, di mana media sosial digunakan untuk menyebarkan propaganda, meradikalisasi individu, dan merencanakan aksi teror. Diperlukan keseimbangan antara keamanan masyarakat dan hak privasi individu, serta peran aktif dari penyedia platform media sosial untuk memitigasi penyalahgunaan teknologi informasi oleh jaringan teroris.
Email Spam: Studi Literatur Permasalahan Etika pada Teknologi Informasi Rianda Pratama
Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi |JIKSI| Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi (JIKSI)
Publisher : Institute of Information Technology and Social Science (IITSS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61346/jiksi.v2i3.100

Abstract

Teknologi informasi menjadi pilar utama dalam memfasilitasi komunikasi, pertukaran informasi, dan interaksi global serta dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat tanpa adanya batasan wilayah dan waktu. Oleh karena hal tersebut memunculkan suatu permasalahan baru yang berhubungan dengan etika di dalam penerapan teknologi informasi. Salah satu permasalahan yang muncul adalah Email Spam yang telah menjadi isu yang meresahkan, memunculkan kekhawatiran tentang privasi, keamanan, dan penggunaan teknologi yang bertanggung jawab. Bahkan Email Spam pun dapat dianggap sebagai serangan siber yang terkadang masih sering diabaikan. sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan etika pada kasus Email Spam. Penelitian ini menggunakan metode analisis systematic literature review. Didapat bahwa hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa pelanggaran etika yang terjadi pada Email Spam, yaitu pelanggaran privasi, keamanan, dan penipuan. Pelanggaran privasi dan keamanan dapat digunakan untuk melakukan penipuan, yang dapat merugikan pihak lain baik secara finansial, reputasi, moral, dan sosial. Berdasarkan hal tersebut masalah etika lain akan bermunculan mulai dari merugikan pihak lain baik secara finansial, reputasi, moral, dan sosial. Maka dari itu perlunya pengembangan sistem filtering email spam yang memiliki kemampuan deep learning sehingga dapat mencegah penyebarluasan email spam serta dapat menyesuaikan dengan pola-pola yang berkembang di kemudian hari
Tindakan Plagiarisme Pada Dunia Pendidikan Studi Litratur LKP Palcomtech Baturaja Rosita Diana; Edi Surya Negara
Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi |JIKSI| Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi (JIKSI)
Publisher : Institute of Information Technology and Social Science (IITSS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61346/jiksi.v2i2.102

Abstract

The rampant phenomenon of plagiarism in the academic world is categorized as a violation due to the act of appropriating the work of others. Engaging in plagiarism hampers students' development of creative and critical thinking patterns, leading them to seek convenience, resulting in intellectual impoverishment for future generations. This research aims to explore the meaning of plagiarism for students and the motives behind students engaging in plagiarism within the university context. Additionally, the study aims to outline the various forms of plagiarism committed by student. The research employs a qualitative method, utilizing Alfred Schutz's phenomenological approach, which categorizes human consciousness into two aspects: because of motive (reasons for actions) and in order to motive (goals of actions). Data collection techniques involve observation and interviews, while data analysis follows Miles and Huberman's techniques, including data reduction, presentation, and exposition. The findings reveal that students engage in plagiarism for various reasons, such as the teaching culture of instructors, easy access to information, lack of knowledge about plagiarism, insufficient supervision, orientation towards grades and GPA, and economic factors.
pencemaran nama baik Penyebaran Pencemaran Nama Baik dan Ujaran Kebencian: Studi Literatur Permasalahan Etika Pada Teknologi Informasi Arif Alfarisy
Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi |JIKSI| Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi (JIKSI)
Publisher : Institute of Information Technology and Social Science (IITSS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61346/jiksi.v2i2.105

Abstract

Dalam era digital saat ini, penyebaran informasi melalui teknologi informasi telah membawa dampak signifikan terhadap masyarakat, termasuk dalam hal pencemaran nama baik dan ujaran kebencian. Artikel ini menyelidiki bagaimana teknologi informasi memfasilitasi penyebaran pencemaran nama baik dan ujaran kebencian, serta implikasi etis yang terkait. Dengan menggunakan metode studi literatur, penelitian ini mengkaji berbagai sumber akademis untuk mengeksplorasi aspek hukum, psikologis, dan sosial dari masalah ini. Temuan utama menunjukkan bahwa teknologi informasi, sementara memberikan manfaat dalam penyebaran informasi, juga memungkinkan penyebaran cepat konten negatif dengan dampak yang luas. Penelitian ini juga mengidentifikasi kebutuhan mendesak akan pendekatan etis yang lebih kuat dalam pengembangan dan penggunaan teknologi informasi. Implikasinya meliputi perlunya regulasi yang lebih efektif, pendidikan etis bagi pengguna, dan tanggung jawab yang lebih besar dari pihak penyedia layanan teknologi. Artikel ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang tantangan etis dalam era digital dan menawarkan panduan bagi pengembang teknologi, pengguna, serta pembuat kebijakan.

Page 2 of 10 | Total Record : 92