cover
Contact Name
Agus Nugroho
Contact Email
lenteradunia78@gmail.com
Phone
+6281394295500
Journal Mail Official
lenteradunia78@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pasirkoja 58 Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Astanaanyar, Bandung, Provinsi Jawa Barat, 40241
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Transformasi: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan
ISSN : -     EISSN : 19071426     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
JURNAL TRANSFORMASI: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi INTI Bandung. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah untuk mempublikasikan hasil kajian ilmiah dan penelitian terkait dalam pengembangan isu-isu yang berhubungan dengan penggembalaan, misi, dan kepemimpinan Kristen dalam konteks yang luas dan transformatif. JURNAL TRASFORMASI: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan menerima karya ilmiah dari berbagai sub-disiplin ilmu teologi, pastoral, misi, kepemimpinan Kristen, dan Pendidikan Agama Kristen. Karya ilmiah yang dikirimkan haruslah belum pernah atau tidak sedang dalam proses dimuat di jurnal lainnya. Karya Ilmiah yang masuk harus sesuai dengan petunjuk penulisan atau format yang telah ditetapkan. Editor akan menolak karya ilmiah yang tidak memenuhi persyaratan tanpa proses lebih lanjut. Karya ilmiah yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer melalui proses blind review.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2023): Mei 2023" : 6 Documents clear
Analisis Doa Daniel Memohon Belaskasihan Tuhan Berdasarkan Daniel 9:1-19 dan Implikasinya Bagi Kehidupan Orang Kristen Febri Yanto Ziliwu
JURNAL TRANSFORMASI: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Vol. 2 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : STT INTI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prayer is a way of communicating with God, which means that only in prayer can people convey thei struggles or request to God, especially asking for God’s mercy. Awareness of the sins that have been committed, then one way to avoid getting the anger and wrath of God is ti ask God’s mercy through prayer. This paper is written to analyze Daniel’s prayer for God’s mercy based on the book of Daniel 9:1-19 and obtain it’s implications for Christians. In making thins paper, the method used is descriptive-qualitative method, which is to reveal a meaning and produce a view or interpretation of tha text being studied, before God, acknowledge God’s justice, and then ask God’s mercy
Memahami Manusia sebagai Imago Dei Dalam Kitab Kejadian 1:26-28 Bimba Valid Fathony Bimba Fathony
JURNAL TRANSFORMASI: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Vol. 2 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : STT INTI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Humans were created in the image of God. We cannot draw literal/physical meanings, but figurative meanings. We cannot understand it like humans have hands, then God also has hands, just like human hands, the human body is the same as God's body. Humans are created in the image of God or in other words imago dei is a perfection of God in the creation of his creatures. The discussion related to understanding Man as the Imago Dei in the Book of Genesis 1: 28 will be explained by the researcher in this article. The formulation of the problem in this article includes the purpose of human creation. The nature of human nature in the Bible and how does the Book of Genesis 1: 26-28 explain human beings as Imago Dei?. Short conclusion on this article. God in creating humans positioned humans as perfect creatures. Humans as imago dei do not have a physical meaning but the meaning of expression as a form of human glory. Humans have a responsibility to carry out divine missions to manage the universe. In this study, the researcher used a qualitative approach, in which this research approach produced descriptive data in the form of written or spoken words from people and observable behavior. This research includes the type of library research.
Analisis Kepemimpinan Kristen yang Autentik berdasarkan Eksegesis Injil Yohanes 10:1-21 Bayu Rikno Pamungkas; Panca Parulian S.; Royke Tumbelaka; Yessy Saputra
JURNAL TRANSFORMASI: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Vol. 2 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : STT INTI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bidang ilmu kepemimpinan telah mengalami perkembangan yang cepat dengan berbagai pendekatan yang telah ditawarkan. Di dalam konteks kepemimpinan organisasi telah banyak pendekatan kepemimpinan yang dikembangkan mulai dari pendekatan sifat, kemampuan atau skill, dan kepemimpinan yang autentik. Dengan melihat kebutuhan di dalam masyarakat banyak para peneliti mengembangkan kepemimpinan autentik yang membicarakan tentang bagaimana seorang pemimpin dapat dipercaya. Di dalam konteks kepemimpinan Kristen juga dibutuhkan pemimpin Kristen yang autentik di dalam menggembalakan domba-domba Allah. Pasalnya, di dalam menggembalakan domba-domba Allah diperlukan ketulusan dan kesukarelaan. Untuk itu, penulis berusaha menganalisis kepemimpinan Kristen yang autentik dengan metode eksegesis Injil Yohanes 10:1-21. Dalam upaya analisis ini penulis memberikan pemahaman kepemimpinan Kristen yang autentik melalui tiga aspek yaitu tinjauan teologis, proses kepemimpinan, dan kemudian direfleksikan ke dalam nilai-nilai kepemimpinan yang autentik dengan melihat empat komponen pembentuk kepemimpinan autentik, yaitu pemahaman diri, perspektif moral yang digunakan, pengolahan yang seimbang, dan transparansi hubungan.
Spiritualitas Kristen Dalam Tindakan Membasuh Kaki Dalam Yohanes 13:120: Sebuah Analisis Naratif Ramlo Pandiangan
JURNAL TRANSFORMASI: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Vol. 2 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : STT INTI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interpretasi Yesus membasuh kaki murid-muridnya memunculkan dua garis utama penafsiran. Pertama, kesediaan untuk merendahkan diri dalam pelayanan dalam diri para murid akibatnya menjadi contoh bagi orang percaya. Kedua, membasuh kaki berhubungan dengan kematian-Nya yang sudah dekat akibatnya memberikan efek keselamatan bagi para murid dan orang percaya lainnya. Dalam artikel ini pertanyaannya bagaimana melihat ke dua utama penafsiran ini sebagai satu kesatuan, khususnya jika dilihat dari dalam konteks Wejangan Perpisahan (Farewell Discourse) dari Injil Yohanes. Kesimpulannya adalah interpretasi terhadap dua bagian penafsiran itu jika dilihat sebagai suatu kesatuan memberikan penekanan pada gambaran spiritualitas Kristen. Dimana Inti Spiritualitas Kristen terletak pada kehidupan seorang murid Kristus.
Konsep Kasih Menurut St. Maximus The Confessor: Proses Menyatu Dengan Allah Fitri Juliani; Stephanus Liem
JURNAL TRANSFORMASI: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Vol. 2 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : STT INTI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasih adalah suatu hal yang sangat penting dalam hidup orang percaya, karena melalui kasih manusia bisa mencintai Allah dan mengasihi sesamanya manusia. Namun realitanya banyak orang percaya yang justru menyelepekan dan bahkan mereka sangat susah untuk mengasihi orang-orang yang mungkin derajatnya tidak sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan memberi penjelasan bagi setiap orang supaya mereka bisa memahami kasih itu seperti apa menurut pandangan St. Maximus, dan setelah mengetahui definisi tentang kasih, maka mereka akan mengaplikasikannya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari baik untuk mengasih sesama manusia terlebih-lebih untuk mengasihi Allah.
Mentalitas Pencari Riba: Di Antara Perspektif Birokrat Pemerintah Vs Max Weber (Studi Teoritis Menggunakan Input-Output dan Hasil) Edward Sitepu; Slamet Triadi; K. Dhwi Waspodo
JURNAL TRANSFORMASI: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Vol. 2 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : STT INTI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Max Weber's research in the 20th century regarding bureaucratic government was carried out by paying attention to the work ethic (outside and usability). Using the entities of efficiency and effectiveness, Weber termed the ideal bureaucracy. And of course the gate of achievement is selection. Weber argues, the right and correct selection will develop a long-term career in the company by giving them job security and performance-based rewards. What about the current condition, seen from the many cases of corruption in government institutions? This article reviews the virtues of external bureaucratic apparatus so as not to show a hedonic attitude stemming from usury-seeking activities. That is, the knowledge that underpins rational action is a causal property understood in terms of means-end relations, aspiring toward a logically interconnected and systematic whole. It is in this segment that serious and measurable improvements should be needed.

Page 1 of 1 | Total Record : 6