cover
Contact Name
Mulyo Kurniati
Contact Email
mulyokurniati@uit-lirboyo.ac.id
Phone
+6281215305293
Journal Mail Official
mulyokurniati@uit-lirboyo.ac.id
Editorial Address
Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, Jl. KH. Wahid Hasyim 62 Kediri Telp. (0354) 772879
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 31235980     EISSN : 31235980     DOI : https://doi.org/10.33367/multatuli
Core Subject : Education,
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia hanya memuat artikel penelitian dan survei lengkap yang orisinal dan belum pernah diterbitkan sebelumnya, yang mencerminkan penelitian dan perkembangan terbaru baik dalam aspek teoritis maupun praktis dari kajian pendidikan bahasa dan budaya. Cakupan topik meliputi pendidikan bahasa, linguistik terapan (termasuk sosiolinguistik dan psikolinguistik) dalam pendidikan bahasa, kajian sastra & pendidikan sastra, studi budaya & pendidikan budaya, seni, pendidikan antarbudaya, serta studi terjemahan dan pendidikan terjemahan, serta BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Konsep Dasar Alih Wahana dan Implementasi di Sekolah Moh Yusuf Fanani; Shinta Oktaviana Putri; Sindy Febrianti; Dewi Triana; Moh Fikri Zulfikar
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 02 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/multatuli.v1i02.8502

Abstract

Transfer seni adalah perubahan dari satu jenis seni ke jenis seni lainnya. Transfermencakup kegiatan menerjemahkan, mengadaptasi, dan memindahkan dari satu jenisseni ke jenis seni lainnya. Pembahasan mengenai transfer wahana pada dasarnya tidakdapat dipisahkan dari hubungan antar media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuimakna sebenarnya dari konsep dasar transfer wahana dalam pembelajaran karya sastra.Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan dengan metode kualitatif dan gayapenulisan deskriptif kualitatif, yang menjelaskan secara rinci pembahasan berdasarkansubjek berupa ikon, indeks, dan simbol dalam karya sastra. Metode pengumpulan datayang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik membaca dan memahami jenis-jenistransfer wahana, mengidentifikasi bentuk perubahan dalam transfer wahana, sertamenjelaskan beberapa tahapan transfer wahana. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa banyak konsep dasar digunakan dalam pembelajaran karya sastra
Pengaruh Bahasa Gaul di Era Digital terhadap Kemurnian Bahasa Indonesia Rizki Amsari Saragih; Ratna Isnawati; Mulyo Kurniati
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 02 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/multatuli.v1i02.8588

Abstract

Bahasa gaul Adalah salah satu bentuk variasi Bahasa nonformal yang berkembang cepat di kalangan reemaja Indonesia, khususnya sejak era digital dan media sosial menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Fenomena ini telah melahirkan kekhawatiran mengenai kemungkinan terjadinnya degradasi kemurnian Bahasa Indonesia sebagai Bahasa nasional yang memiliki peran penting dalam persatuan bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan Bahasa gaul terhadap kemurnian Bahasa Indonesia, baik dari segi kosa kata, struktur kalimat, sikap Bahasa penutur, mauoun fungsi sosial Bahasa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi Pustaka, analisis wacana, observasi penggunaan Bahasa di media sosial, serta dokumentasi contoh-contoh tuturan Bahasa gaul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa gaul memberikan pengaruh signifikan terutama bterutama pada perkembangan kosa kata nonbaku dan sikap Bahasa generasi muda yang cenderung lebih menyukai ragam informal daripada formal. Namun, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Bahasa gaul tidak serta-merata mengancam keberadaan Bahasa Indonesia baku, selama pengguna mampu membedakan konteks formal dan informal. Dengan demikian, Bahasa gaul merupakan salah satu dinamika perkembangan Bahasa yang wajar terjadi dalam Masyarakat multilingual dan multicultural. Upaya menjaga kemurnian Bahasa Indonesia harus terus dilakukan melalui Pendidikan, literasi Bahasa, dan pembiasaan penggunaan Bahasa baku dalam konteks formal.

Page 2 of 2 | Total Record : 12