cover
Contact Name
Mulyo Kurniati
Contact Email
mulyokurniati@uit-lirboyo.ac.id
Phone
+6281215305293
Journal Mail Official
mulyokurniati@uit-lirboyo.ac.id
Editorial Address
Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, Jl. KH. Wahid Hasyim 62 Kediri Telp. (0354) 772879
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 31235980     EISSN : 31235980     DOI : https://doi.org/10.33367/multatuli
Core Subject : Education,
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia hanya memuat artikel penelitian dan survei lengkap yang orisinal dan belum pernah diterbitkan sebelumnya, yang mencerminkan penelitian dan perkembangan terbaru baik dalam aspek teoritis maupun praktis dari kajian pendidikan bahasa dan budaya. Cakupan topik meliputi pendidikan bahasa, linguistik terapan (termasuk sosiolinguistik dan psikolinguistik) dalam pendidikan bahasa, kajian sastra & pendidikan sastra, studi budaya & pendidikan budaya, seni, pendidikan antarbudaya, serta studi terjemahan dan pendidikan terjemahan, serta BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Teori Resistansi James C. Scott Sebagai Kajian Representasi Sastra Moh. Fikri Zulfikar Fikri; Djoko Saryono; Moch. Syahri; Moh Abidzar Maulana Ghifari
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.333367/multatuli.v1i1.6200

Abstract

Tujuan penelitian ini meninjau berbagai literatur tentang teori resistansi, terutama dari pemikiran James C. Scott yang bisa digunakan sebagai metode analisis mengungkap representasi resistansi dalam karya sastra. Teori resistansi Scott menekankan pada perlawanan yang dilakukan kaum subordinat kepada kaum superordinat melalui perlawanan secara terang-terangan hingga sembunyi-sembunyi. Dalam konteks karya sastra, banyak karya sastra yang mengungkap isu-isu yang berkembang di masyarakat terutama dari kaum tertindas yang mendapatkan kondisi represif kaum kuat. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan terkait teori resistansi serta studi-studi sastra yang menerapkannya sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian membahas (1) konsep resistansi, (2) resistansi kaum tani, (3) resistansi kaum buruh, (4) resistansi sebagai gagasan, dan (5) sastra sebagai representasi resistansi.
Pembelajaran Sastra di SMAN 1 Pare, Berdasar Kajian Sastra Lingkungan serta Integrasi pada Profil Pelajar Pancasila Ganes Tegar Derana
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.333367/multatuli.v1i1.6253

Abstract

Kajian ini membahas integrasi pembelajaran sastra lingkungan di SMAN 1 Pare dalam rangka mengembangkan profil Pelajar Pancasila, yang mencakup aspek spiritual, kognitif, dan aksi sosial-ekologis. Melalui kajian sastra lingkungan, siswa tidak hanya mengenal estetika sastra tetapi juga memahami peran sastra dalam membentuk kesadaran lingkungan dan memperkuat nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong, kemandirian, dan tanggung jawab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka untuk mengeksplorasi konsep, metode pengajaran, dan dampak yang dihasilkan dalam konteks pembelajaran sastra lingkungan.
Analisis Tindak Tutur Perlokusi terhadap Kritik Sosial melalui Humor Gelap dalam Video Youtube Somasi: Kajian Pragmatik Mulyo Kurniati
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.333367/multatuli.v1i1.6287

Abstract

The popularity of digital media such as YouTube has made it an effective platform for delivering social criticism through entertainment content. One example is the program "Somasi" by Deddy Corbuzier, which combines dark humor with social issues. This research aims to analyze perlocutionary acts in the dark humor of "Somasi" videos on YouTube to understand the hidden meanings and its communicative effects on the audience. The research method used is qualitative descriptive, employing a pragmatic approach through discourse analysis of "Somasi" videos that contain dark humor related to social issues. The results indicate that dark humor in "Somasi" utilizes perlocutionary acts to convey social criticism and sensitive issues in a light yet meaningful manner. The findings reveal four types of perlocutionary acts: (1) expressive perlocutionary acts, (2) representative perlocutionary acts, (3) directive perlocutionary acts, and (4) declarative perlocutionary acts
PENGARUH METODE STORY TELLING DALAM PEMBELAJARAN SASTRA TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS 1 SD MOJOROTO 4 RATNA ISNAWATI
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.333367/multatuli.v1i1.6364

Abstract

Penelitian ini dilakukan atas dasar permasalahan yang ditemukan di SD Mojoroto 4 yaitu rendahnya keterampilan berbicara siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) untuk mengetahui gambaran penerapan metode story telling, (2) untuk mengetahui gambaran keterampilan siswa, dan (3) untuk mengetahui pengaruh penerapan metode story telling, terhadap keterampilan berbicara siwa kelas 1 SD Mojoroto 4. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Quasi Experimen dengan tipe nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas 1 SD Mojoroto 4. Adapun sampel dalam penelitian ini yaitu 14 siswa kelas 1 A dan 14 siswa kelas 1 B yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan dokumentasi, observasi dan tes yang diberikan sebelum dan sesudah pelaksanaan pembelajaran. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan inferensial. Hal tersebut menunjukkan bahwa adanya peningkatan keterampilan berbicara siswa pada kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa: (1) proses pembelajaran dengan menerapkan metode story telling berlangsung dengan sangat efektif, (2) hasil tes siswa menunjukkan adanya peningkatan keterampilan siswa dalam pembelajaran, (3) terdapat pengaruh yang signifikan pada penerapan metode story telling terhadap keterampilan berbicara siswa.
KAJIAN PRAGMATIK DALAM KONSTRUKSI PEMBERITAAN MEDIA ONLINE Ahmad Ridwan
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.333367/multatuli.v1i1.6387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki sejauh mana pemberitaan di media online, khususnya Kompas dan Tempo, memengaruhi aspek pragmatik dalam wacana berita yang mereka sajikan. Fokus utama dari penelitian ini adalah menganalisis bagaimana tindak tutur representatif digunakan secara pragmatis dalam berbagai artikel yang dipublikasikan di kedua media tersebut. Analisis ini mencakup semua pernyataan atau ucapan yang terdapat dalam artikel berita, khususnya yang mengandung tindak tutur representatif, seperti pernyataan asertif, deskriptif, dan informatif. Data penelitian dikumpulkan melalui metode Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), dengan teknik pencatatan sistematis menggunakan tabel khusus untuk memetakan berbagai bentuk tindak tutur yang muncul. Untuk memastikan kredibilitas dan akurasi data yang diperoleh, penelitian ini melibatkan proses verifikasi oleh para ahli di bidang linguistik pragmatik, serta menggunakan uji intrarater. Selain itu, keabsahan data diperkuat melalui validitas semantis, yang memastikan bahwa interpretasi makna dalam setiap tindak tutur sesuai dengan konteks aslinya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa berbagai jenis tindak tutur representatif yang ditemukan dalam artikel berita di Kompas dan Tempo memberikan gambaran yang jelas tentang penerapan aspek pragmatik dalam wacana media. Beragamnya tindak tutur representatif ini mencerminkan bagaimana media mengonstruksi dan menyampaikan informasi kepada pembaca, serta bagaimana penggunaan bahasa memengaruhi pemahaman dan interpretasi khalayak terhadap suatu peristiwa atau isu yang diberitakan.
Penggunaan Bahasa Daerah dalam Jam’iyyah Daerah di Pondok Pesantren Lirboyo Al-Mahrusiyah Kediri Muhammad Maghfur Ghufron Ggron
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.333367/multatuli.v1i1.6579

Abstract

The existence of regional languages as a reflection of cultural identity is increasingly threatened by globalization, especially in multicultural environments such as Islamic boarding schools. This study examines the role of Jam’iyyah Daerah (regional organizations) in preserving regional languages at Pondok Pesantren Lirboyo Al-Mahrusiyah Kediri. Employing a qualitative descriptive method, the research involved purposive sampling of santri (students) participating in jam’iyyah activities. Data collection was conducted through in-depth interviews, direct observation, and documentation. The findings reveal that Jam’iyyah Daerah serves as a vital space for santri to use their native languages, thereby maintaining their cultural identity and fostering solidarity. Despite challenges such as the dominance of Indonesian and Javanese languages, as well as limited time, jam’iyyah creates an inclusive environment that naturally encourages the use of regional languages. These activities also boost santri confidence in using their languages beyond pesantren. This research suggests integrating digital tools and expanding community-based models to strengthen language preservation efforts in diverse educational settings.
Peran Santri dalam Melestarikan Budaya Lokal dan Literasi Santri Pondok Ngunut: Membangun Tradisi dan Inovasi Andy Prasetyo
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 02 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/multatuli.v1i02.6742

Abstract

Pondok Pesantren Ngunut memiliki peran yang sangat penting dalam melestarikan budaya lokal dan meningkatkan literasi di kalangan santrinya. Sebagai lembaga pendidikan berbasis agama, pondok ngunut tidak hanya fokus pada pengajaran ilmu agama, tetapi juga berperan dalam menjaga, mengembangkan, dan meneruskan budaya lokal kepada generasi penerus. Santri di Pondok Ngunut diajarkan untuk memahami dan mengapresiasi kesenian tradisional, sastra lokal, serta nilai-nilai budaya yang ada di sekitar mereka. Selain itu, pesantren ini juga memberikan pendidikan literasi yang menggabungkan aspek agama dan budaya lokal, dengan melibatkan santri dalam kegiatan membaca, menulis, dan mendokumentasikan budaya daerah melalui teknologi digital. Melalui kolaborasi antara tradisi dan inovasi, Pondok Pesantren Ngunut menciptakan generasi santri yang tidak hanya terampil dalam ilmu agama, tetapi juga aktif dalam melestarikan dan memajukan budaya lokal, serta mengembangkan literasi yang relevan dengan perkembangan zaman.
Kesantunan Tindak Tutur Direktif di Lingkungan Sekolah Berdasarkan Teori Facework Erving Goffman Dwiky Yoga Karuniawan; Agusniar Dian Savitri
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 02 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/multatuli.v1i02.6807

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesantunan tindak tutur direktif di lingkungan sekolah berdasarkan teori wajah (facework) Erving Goffman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk, fungsi, dan faktor-faktor yang memengaruhi kesantunan tindak tutur direktif di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa tuturan langsung di SMAN 7 Kediri. Data dikumpulkan melalui observasi dan dianalisis menggunakan teori face Goffman, yang mengklasifikasikan wajah positif dan wajah negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesantunan wajah positif mencerminkan kebutuhan untuk dihargai dan diterima, seperti terlihat pada arahan guru kepada siswa yang disampaikan dengan motivasi dan penghargaan. Sementara itu, kesantunan wajah negatif mencerminkan penghormatan terhadap kebebasan dan otonomi, misalnya pada permintaan siswa yang menyisipkan kesan tidak memaksa. Fungsi kesantunan tindak tutur direktif meliputi meningkatkan efektivitas komunikasi, membangun hubungan interpersonal, dan mendukung pembentukan karakter siswa. Faktor-faktor yang memengaruhi kesantunan dalam tindak tutur direktif meliputi hubungan sosial, konteks formalitas, hierarki sosial, dan tujuan komunikatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan kesantunan tindak tutur direktif di lingkungan sekolah tidak hanya mendukung komunikasi yang efektif tetapi juga membangun budaya komunikasi yang harmonis. Kata Kunci: kesantunan, tindak tutur direktif, lingkungan sekolah, dan teori facework
Penggunaan Jargon pada Content Youtube Bella Kuku Tanesia dan Gerry Girianza Aziz Fauzi; Ardhya Cahyani; Nasyiatul Aisyah
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 02 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/multatuli.v1i02.8437

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan bahasa atau jargon yang digunakan oleh para YouTuber atau pembuat konten di Indonesia saat ini. Hal ini bermula dari munculnya para youtuber dan vlogger akibat populernya platform YouTube di kalangan generasi muda saat ini sebagai salah satu media online menggantikan berbagai media tradisional. Para pembuat konten ini pun berlomba-lomba membuat konten video yang menarik dari segi konten, bahasa, dan gaya penyampaiannya. Penelitian ini mengadopsi metode penelitian kualitatif yang berupaya menemukan data deskriptif kata dan ungkapan melalui metode penelitian pengumpulan referensi seperti singkatan, penggalan, bahasa asing dilakukan dengan menonton konten video youtube tersebut dan mencatat percakapan lalu dianalisis gaya dan jargon yang digunakan kedua creator tersebut.. Peran Bella Kuku Tanesia dan Gerry Girianza sebagai influencer seringkali memberikan pendapat dan pengalaman pribadi dalam mengonsumsi produk makanan tertentu, sebagai sumber informasi bagi konsumen untuk memilih produk makanan yang tepat.
Kekerasan Simbolik terhadap Perempuan dan Kelas Sosial dalam Novel Entrok: Kajian AWK Tiga Dimensi Fairclough Imraatus Shalihah; Ahmad Ridwan
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 02 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/multatuli.v1i02.8447

Abstract

Artikel ini membahas kekerasan simbolik terhadap perempuan dan masyarakat kelas bawah dalam novel Entrok karya Okky Madasari dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis tiga dimensi Fairclough. Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana bahasa, struktur narasi, dan praktik sosial membangun serta melegitimasi dominasi pada masa Orde Baru. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh dari dialog, narasi, dan konteks sosial-budaya yang muncul dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan simbolik hadir melalui peran gender yang dinormalisasi, kontrol negara, dan penindasan berbasis kelas. Bentuk dominasi tersebut direproduksi lewat bahasa sehari-hari, tokoh berotoritas, dan norma budaya yang divisualisasikan dalam novel. Penelitian menyimpulkan bahwa Entrok berfungsi sebagai kritik sastra yang memperlihatkan bagaimana wacana menaturalisasi ketimpangan sosial.

Page 1 of 2 | Total Record : 12