WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim (Journal of Maritime Technology) (e-ISSN: 2614-641X, p-ISSN: 1978-886X) is journal for publication result in science, assessment and application of technology from Engineer, Scienties, Researcher, Lecturer and Scholar in Maritime Technology (Naval Architecture, Offshore Engineering and Coastal Engineering). WAVE is an accredited Sinta 4 which is publised twice a year in June dan December. WAVE accept journal manuscript is result from research (not journal review) and is never publish anywhere. Journal manusript have focus and scope in Maritime Technology (Naval Architecture, Offshore Engineering and Coastal Engineering) which cover: Shipbuilding and Floating Structure Design Technology Hydrodynamic Technology of Offshore Structures Marine Engineering and Underwater Acoustic Technology Planning & Management of Ports and Coastal Areas Port Infrastructures and Coastal Structures Technology Coastal Processes Ocean Wave Mechanics, Extreme Waves/Tsunamis, and Other Water Related Disasters Coastal Hydroinformatics Marine Renewable Energy Conversion Technology Marine Numerical and Safety Analysis WAVE is index in: DOAJ, GARUDA, SINTA, GoogleScholar, Dimensions, OpenAire, ScienceGate, Scilit, ROAD, WorldCat and Crossref.
Articles
170 Documents
PERANCANGAN SISTEM MONITORING VOLUME BAHAN BAKAR PADA PROTOTYPE SEPHULL BUBBLE VESSEL
Mochammad Nasir
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 4 No. 1 (2010)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sephull Bubble Vessel adalah kapal dengan pelumas udara yaitu kapal dengan injeksi udara di bagian bawahnya, desain kapal ini untuk mendapatkan sebuah kapal dengan kemampuan berlayar dengan kecepatan tinggi dengan konsumsi bahan bakar yang minimal. Untuk mengetahui efesiensi bahan bakar ini, dilakukan perbandingan konsumsi bahan bakar pada saat kapal beroperasi dengan menggunakan sistem pelumasan udara dengan tanpa menggunakan sistem pelumas udara. Pada saat ini masih menggunakan cara manual dengan mengukur sisa bensin setiap selesai dilakukan uji coba pada kedua kondisi tersebut. Dalam kesempatan ini akan dirancang Sistem Monitoring Volume Bahan Bakar pada Prototype Sephull Bubble Vessel, dengan sistem ini maka untuk mengetahui efisiensi penggunaan bahan bakar bisa diketahui dengan mudah. Perancangan sistem ini menggunakan sensor Universal Fuel Sender, output dari sensor tersebut akan diolah oleh Mikrokontroller AT-Mega 8535 dan volume bahan bakar akan ditampilkan melalui tampilan LCD 16x2. Volume bahan bakar ini juga dapat dimonitor melalui komputer dengan menggunakan program LabView sehingga data volume bahan bakar dapat disimpan dalam sebuah file komputer.
OPTIMASI DESAIN TRUNCATED MOORING SYSTEM UNTUK PENGUJIAN MODEL PERAIRAN DALAM (DEEPWATER)
Totok Triputrastyo Murwatono
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 9 No. 1 (2015)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Keterbatasan kedalaman fasilitas pengujian model yang ada mengharuskan adanya rekayasa sehingga bisa dilakukan simulasi pada tangki uji, yaitu dengan melakukan optimasi desain sistem tambat yang ada menjadi seolah-olah lebih pendek (perairan yang lebih dangkal) sehingga bisa dilakukan simulasi model fisik. Filosofinya adalah bahwa sistem tambat (mooring) yang telah direncanakan diperpendek sesuai dengan yang diharapkan kemudian hasil simulasi numerik sistem tambat yang lebih pendek divalidasi dengan hasil simulasi numerik kondisi sistem tambat kedalaman penuh. Jenis tali tambat yang digunakan, besarnya pre-tension, sudut pre-tension, ukuran dan jenis kapal (floater) merupakan aspek yang memainkan peran utama. Validasi hasil simulasi meliputi validasi statis yaitu untuk mengetahui karakteristik statis dari material sistem tambat, kemudian validasi dinamis yaitu untuk mengetahui sifat dinamis dari material sistem tambat. Hasil prediksi yang dilakukan dengan simulasi numerik diterapkan pada set-up pengujian model hingga ditemukan model sistem tambat yang mempunyai sifat dinamis dan statis yang mendekati sistem tambat kedalaman penuh.
PERSAMAAN ENERGI UNTUK PERHITUNGAN DAN PEMETAAN AREA YANG BERPOTENSI UNTUK PENGEMBANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT
Jamrud Aminuddin
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 9 No. 1 (2015)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gelombang laut merupakan salah satu sumber energi alternatif yang dapat digunakan sebagai pembangkit listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL) secara umum bekerja dengan mengkonversi energi gelombang laut menjadi energi mekanik, kemudian energi mekanik tersebut selanjutnya dikonversi menjadi energi listrik. Perhitungan energi gelombang laut membutuhkan persamaan yang mampu menghubungkan antara parameter gelombang laut yang diukur secara langsung dengan parameter energi rata-rata gelombang laut tersebut. Perumusan persamaan tersebut telah dilakukan dengan memanfaatkan konsep gelombang mekanis dimana energi total sebuah gelombang adalah penjumlahan linear antara energi kinetik dan energi potensial. Berdasarkan perumusan yang telah dilakukan diketahui bahwa parameter-parameter yang berpengaruh terhadap nilai rata-rata energi gelombang laut persatuan luas adalah massa jenis air laut, percepatan gravitasi, dan amplitudo gelombang laut. Selain itu, melalui perhitungan pada beberapa sampel data diketahui bahwa nilai energi rata-rata gelombang laut mendekati dua kali lipat ketinggian gelombang tersebut.
PERANCANGAN SISTEM KENDALI MODEL KAPAL UNTUK UJI FREE RUNNING DAN TURNING CIRCLE
Chandra Permana
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 9 No. 1 (2015)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada uji free running dan turning circle maneuver, pergerakan model kapal perlu dikendalikan oleh operator menggunakan remote control. Kecepatan pergerakan maju mundur model kapal ditentukan oleh thrust akibat putaran propeller. Sedangkan perubahan heading model kapal ditentukan oleh sudut kemudi rudder. Perancangan sistem kendali ini dimaksudkan mengolah inputan kecepatan propeller dan sudut kemudi rudder yang ditentukan oleh operator melalui remote control. Pengolahan inputan tersebut menggunakan aplikasi berbasis software NI LabVIEW FPGA yang di-embedded kedalam controller cRio 9012 National Instruments. Output dari controller berupa sinyal digital PWM dengan duty cycle tertentu untuk menggerakkan motor DC yang memutar propeller dan menggerakkan motor DC lainnya untuk mengubah sudut rudder.
MODIFIKASI SISTEM BUBBLE PADA PROTOTYPE SEPHULL BUBBLE VESSEL UNTUK KINERJA OPTIMUM
Irfan Eko Sandjaja
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 9 No. 1 (2015)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu kendala dalam mengoperasikan sistem bubble dari prototype kapal Sephull terjadi apabila kondisi dari lubang outlet udara yang diinjeksikan pada bottom kapal berada di luar permukaan air karena kondisi ini menyebabkan sistem bubble tidak akan berfungsi, pada kecepatan tertentu saat kapal beroperasi kapal akan mengalami planning dimana pada bagian depan kapal akan terangkat dari permukaan air karena panjang kapal relatif kecil sehingga kemungkinan besar bagian ujung outlet sistem bubble juga terangkat dari permukaan air. Kondisi lain yang menyebabkan tidak berfungsinya dari sistem bubble ini bisa disebabkan kondisi perairan yang kurang mendukung dimana gelombang perairan membuat bagian outlet udara dari sistem bubble keluar masuk air. Kondisi ini memang sulit dihindari kecuali jika kapal dioperasikan di perairan tenang (tertutup) seperti di sungai atau danau, guna menyiasati hal ini maka pada prototype kapal Sephull Bubble Vessel dilakukan rekayasa agar sistem bubblenya tetap bisa dioperasikan. Rekayasa yang dilakukan dengan menambah lokasi outlet udara yang diinjeksikan dari kompressor sebanyak 2 tempat yaitu di sekitar bagian tengah dan bagian ujung bela- kang dari bottom kapal. Diharapkan dengan penambahan ini sistem bubble masih bisa dioperasikan secara menerus walaupun kondisi kapal trim belakang sehingga penghematan konsumsi bahan bakar masih bisa dilaksanakan.
KAJIAN APLIKASI ROBOT DALAM INDUSTRI PERKAPALAN
Edy Utomo
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 9 No. 1 (2015)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Paper ini membahas tentang aplikasi sistem robot dalam proses pembangunan kapal. Aplikasi yang ditinjau untuk pekerjaan welding, blasting dan painting, baik untuk struktur terbuka atau struktur tertutup (double hull). Beberapa kelebihan dan kekurangan pada aplikasi robot akan dibahas untuk mengembangkan aplikasi penggunaan robot yang sudah ada, salah satunya adalah dengan menggunakan konsep humanoid. Studi ini juga mengusulkan beberapa modifikasi aplikasi robot yang sudah ada dalam pembangunan kapal. Hasil dari usulan konsep membutuhkan studi analisis lanjut baik mengenai struktural mekanik pada body robot maupun kajian sistem yang lebih tepat untuk diterapkan.
AUDIT TEKNOLOGI GALANGAN KAPAL (STUDI KASUS di PT. IKI)
Dian Purnamasari
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 9 No. 1 (2015)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Industri galangan kapal nasional memiliki peran sangat penting dalam mendukung perekonomian di sektor transportasi laut dan salah satu komponen penting dalam menciptakan kemandirian dan kedaulatan dunia maritim Indonesia, upaya peningkatkan kapasitas dan produktifitas galangan melalui penguasaan dan pemanfaatan Iptek bagi kemandirian dan daya saing bangsa harus dijalankan. Kegiatan Audit Teknologi Galangan Kelas Menengah Untuk Produksi kapal Feeder Guna mendukung Sistem Pendulum Nusantara dilaksanakan pada bulan Maret 2014 dengan menggunakan metode survei di galangan PT. Industri Kapal Indonesia Makassar yang merupakan salah satu galangan yang aktif melayani reparasi dan produksi kapal. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mendeskripsikan pembangunan kapal di galangan tersebut. Selanjutnya untuk menilai tingkat teknologi dilakukan dengan menghitung nilai TCC (technology contribution coefficient) pada galangan digunakan model teknometrik dengan menilai kontribusi komponen teknologi yang diterapkan di galangan meliputi komponen technoware, humanware, infoware dan orgaware. Nilai kontribusi komponen humanware memiliki nilai kontribusi tetinggi sebesar 0,6778 sedangkan komponen infoware memiliki kontribusi terendah sebesar 0,4398. Nilai TCC dari galangan kapal PT. Industri Kapal Indonesia sebesar 0,5206 menunjukkan bahwa teknologi di galangan tersebut berada pada level semi modern.
Kajian Struktur Dasar Ganda pada Accomodation-Work Barge (AWB) Akibat Perubahan Fungsi Operasional dengan Pendekatan Metode Elemen Hingga
Hariyono Ismail;
Alamsyah;
Ferdian Pasha Anwar;
Chris Jeremy Verian Sitorus;
Harlian Kustiwansa;
Cindy Lionita Agusty;
Azhar Aras Mubarak
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 19 No. 1 (2025)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55981/wave.2025.11477
Accomodation-Work Barge (AWB) merupakan jenis kapal tongkang tanpa sistem propulsi yang berfungsi sebagai tempat akomodasi bagi pekerja di sektor migas dan industri kemaritiman. Untuk menunjang sistem tambat, pemilik kapal melakukan modifikasi dengan mengubah tangki air tawar menjadi ruang mooring dan anchor winch. Alih fungsi ini menyebabkan terjadinya perubahan pola pembebanan pada struktur double bottom. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja struktur double bottom sebelum dan sesudah modifikasi pada tiga kondisi pembebanan, yaitu air tenang, sagging, dan hogging. Beban yang dianalisis meliputi muatan fresh water pada kondisi awal serta beban mooring dan anchor winch pada kondisi setelah modifikasi. Hasil analisis menggunakan pendekatan metode elemen hingga menunjukkan bahwa tegangan maksimum terjadi saat kondisi hogging sebesar 162,19 MPa sebelum modifikasi dan meningkat menjadi 184,66 MPa setelah modifikasi. Evaluasi faktor keamanan pada frame 20–25 di bawah ruang mooring mengalami penurunan, baik kriteria bahan maupun tegangan ijin BKI. Nilai Safety Factor minimum setelah modifikasi adalah 1,02 saat hogging. Hasil ini menunjukkan bahwa modifikasi ruang tangki berpengaruh signifikan terhadap penurunan kekuatan struktur double bottom.
KAJIAN DISAIN KONSTRUKSI LAMINASI LAMBUNG PROTOTIPE KAPAL SEP-HULL 8 METER
Buana Ma'ruf
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 4 No. 2 (2010)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Prototipe kapal Surface Effect Planning Hull (SEP-Hull) 8 meter yang telah dibangun pada tahun 2009, merupakan kapal dengan sistem injeksi udara yang memungkinkan kapal melaju dengan kecepatan tinggi dan konsumsi bahan bakar yang minimal, sehingga cocok digunakan sebagai kapal patroli, kapal wisata pantai, dan sejenisnya. Kapal ini didesain berbahan fiberglass dan diharapkan kelak dapat dibangun skala komersil. Di sisi lain, hasil survei di beberapa galangan fiberglass dalam negeri menunjukkan, pembuatan kapal fiberglass umumnya belum mengacu pada persyaratan kelas, sehingga kekuatan konstruksi laminasinya sulit dijamin. Makalah ini mengkaji aspek disain konstruksi prototipe kapal SEP-Hull dan pengujian spesimen (uji tarik dan uji tekuk) laminasi lambung kapal tersebut sesuai rules BKI 2006. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa, nilai kuat tekuknya tidak memenuhi nilai minimum sebagaimana disyaratkan rules BKI. Berdasarkan hasil diskusi dengan pihak BKI dan praktisi galangan, diperoleh sebuah usulan penyempurnaan disain konstruksi dan susunan laminasi fiberglass untuk pembangunan kapal SEP-Hull skala komersil di masa mendatang, yang mengacu pada rules BKI.
PIEZOELECTRIC IMPACT SENSOR UNTUK PENGUKURAN WATER IMPACT PADA PENGUJIAN MODEL BANGUNAN KELAUTAN DI LABORATORIUM HIDRODINAMIKA BPPT
Taufiq Arif Setyanto
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 4 No. 2 (2010)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu hasil perancangan sensor berbasis piezoelectric material untuk pengukuran beban impact telah berhasil dilakukan. Contoh penggunaan/ penerapan sensor ini adalah untuk mengetahui respon benturan/impact pada proses mating pengujian model bangunan kelautan (lepas pantai) pada kolam uji. Untuk mengetahui karakteristik sensor pada kondisi penggunaan pada kolam uji, sebelum pengujian telah dilakukan proses kalibrasi terlebih dahulu. Sebagai acuan alat ukur digunakan seperangkat alat ukur berupa load cell untuk pengukuran. Sedangkan untuk mengengukur beban impact sebenarnya digunakan seperangkat komputer dengan software bantu dan interface yang berfungsi untuk pembacaan signal keluaran baik dari load cell maupun dari impact sensor.