cover
Contact Name
Kusnindar Priohutomo
Contact Email
kusnindar.priohutomo@gmail.com
Phone
+6281235554939
Journal Mail Official
jurnal.wave@gmail.com
Editorial Address
BRIN Surabaya Jl. Hidrodinamika, Komplek ITS, Sukolilo Surabaya 60112
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim
ISSN : 1978886X     EISSN : 2614641X     DOI : https://doi.org/10.55981/wave
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim (Journal of Maritime Technology) (e-ISSN: 2614-641X, p-ISSN: 1978-886X) is journal for publication result in science, assessment and application of technology from Engineer, Scienties, Researcher, Lecturer and Scholar in Maritime Technology (Naval Architecture, Offshore Engineering and Coastal Engineering). WAVE is an accredited Sinta 4 which is publised twice a year in June dan December. WAVE accept journal manuscript is result from research (not journal review) and is never publish anywhere. Journal manusript have focus and scope in Maritime Technology (Naval Architecture, Offshore Engineering and Coastal Engineering) which cover: Shipbuilding and Floating Structure Design Technology Hydrodynamic Technology of Offshore Structures Marine Engineering and Underwater Acoustic Technology Planning & Management of Ports and Coastal Areas Port Infrastructures and Coastal Structures Technology Coastal Processes Ocean Wave Mechanics, Extreme Waves/Tsunamis, and Other Water Related Disasters Coastal Hydroinformatics Marine Renewable Energy Conversion Technology Marine Numerical and Safety Analysis WAVE is index in: DOAJ, GARUDA, SINTA, GoogleScholar, Dimensions, OpenAire, ScienceGate, Scilit, ROAD, WorldCat and Crossref.
Articles 170 Documents
APLIKASI SANDWICH PLATE SYSTEM BERBAHAN CORE LIMBAH CANGKANG KERANG PADA GELADAK KAPAL Kharis Abdullah; Achmad Zubaydi; Agung Budipriyanto
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 12 No. 2 (2018)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi dalam bidang material dan konstruksi menghasilkan banyak inovasi, salah satunya adalah sandwich plate system. Sandwich plate system merupakan sebuah material yang dibentuk oleh dua material yang berbeda menjadi ke dalam satu layer. Sandwich plate system terdiri dari face berupa plat dan core berupa komposit. Cangkang kerang merupakan salah satu bahan limbah yang dapat digunakan sebagai filler pada core. Material komposit yang digunakan sebagai core merupakan campuran antara serbuk cangkang kerang sebagai filler dan resin sebagai matrix. Perpaduan antara serbuk cangkang kerang dan resin, menghasilkan material komposit yang kuat. Sandwich plate system dengan menggunakan core dari serbuk cangkang kerang dan resin menghasilkan kekuatan yang baik dan dapat diaplikasikan pada konstruksi geladak kapal. Material dengan menggunakan filler serbuk cangkang kerang sebesar 20% dari berat resin menghasilkan tegangan maksimum pada geladak sebesar 53.32 N/mm2, dan 53.20 N/mm2 dengan filler sebesar 30% dari berat resin.
STUDI PENAMBAHAN FUNGSI KAPAL MELALUI PEMANFAATAN KAPAL TIPE LIGHTER ABOARD SHIP (LASH) UNTUK PULAU-PULAU KECIL: STUDI KASUS KEPULAUAN KANGEAN KABUPATEN SUMENEP Rodlitul Awwalin; Setyo Nugroho
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 12 No. 2 (2018)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi, ketersediaan dan harga kebutuhan pangan telah menjadi perhatian utama dan masalah rumit saat ini khususnya di daerah pulau-pulau kecil. Hal ini menjadikan pentingnya perubahan sistem logistik yang dapat memecahkan masalah sistem logistik di daerah pulau-pulau kecil. Salah satu fokus utama untuk menangani situasi ini adalah untuk menciptakan koneksi yang baik melalui pulau-pulau kecil yang ada di wilayah pulau-pulau di Indonesia, terutama di Kepulauan Kangean. Untuk menghubungkan pulau-pulau di Kepulauan Kangean, dengan gagasan pemanfaatan kapal tipe Lighter Abroad Ship (LASH) yang dioperasikan untuk menopang sistem logistik yang baik dalam aspek waktu, dan efisiensi penanganan muatan di pelabuhan kecil. Kapal ini adalah kapal kargo yang memuat tongkang-tongkang kecil sebagai kemasan, sehingga cocok untuk area operasional di negara-negara berkembang dan kepulauan, konsepnya adalah penanganan tongkang-tongkang yang efektif terhadap waktu, tongkang sebagai gudang apung ditinggalkan dan kapal langsung berlayar kembali, sehingga tidak membutuhkan antrian yang lama di pelabuhan serta menambah kinerja kapal dalam beroperasi. Tantangan memperbaiki logistik nasional memiliki banyak kendala seperti bentuk kondisi geografis yang berupa pulau-pulau kecil serta berjumlah banyak, dan kurangnya alat akses untuk menjangkau pulau-pulau terkecil tersebut menjadi kendala yang perlu diatasi. Untuk itu tujuan dari penelitian untuk mempelajari bagaimana pemanfaatan kapal tipe LASH, dengan menggunakan pendekatan berupa jumlah pertumbuhan penduduk serta Asal Tujuan Transportasi Nasional (ATTN) barang ke Kepulauan Kangean, untuk menentukan kapasitas muatan kapal, serta metode perhitungan optimasi biaya per-unit ton muatan paling rendah untuk memilih model kapal dan rute terpendek, kemudian penentuan konfigurasi gudang terapung yang berupa tongkang apung. Sehingga didapatkan model kapal dengan biaya perunit ton muatan paling rendah adalah kapal tipe LASH Gantry Crane rute R-2 (Situbondo-Sumenep-Sapudi-Arjasa-Kangayan-Sapeken-Situbondo) dengan biaya sebesar Rp. 625.912,-.
STUDI VARIASI MODEL SKEG BERDASARKAN RESISTANCE DAN POLA ALIRAN YANG MELEWATI LAMBUNG SELF PROPULSION BARGE Widodo Widodo; Ahmad Yasim; Rina Rina; Abdul Ghofur
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 12 No. 2 (2018)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aliran yang melewati lambung kapal dari ujung haluan hingga ke belakang buritan kapal selalu menghasilkan wakeyang merupakan perbedaan antara kecepatan kapal dan kecepatan air yang melalui propeller. Skegadalah salah satu komponen buritan yang bertujuan menjaga stabilitas kapal saat kapal melaju pada kecepatan tinggi serta membantu fluida mengalir lebih smooth melewati hull dan propeller kapal. Desain modelskegperlu direncanakan dengan baik karena jika tidak sesuai maka justru akan menghambat kinerja propeller. Penelitian inimenganalisa 4 bentuk skeg dengan pertimbangan resistance tambahan dan bentuk pola aliran yang ditimbulkan.Hasil pemodelan numerik didapatkan harga resistance kapal yang lebih kecil pada model 2 dan 4 yaitu 93,42 kN dan 97,43 kN. Untuk mendapatkan desain optimal maka model 2 dan 4 dipertimbangkan berdasarkan pola aliran dimana kecepatan aliran pada model 2 adalah 1,82 m/s lebih besar dari kecepatan aliran pada model 4 yaitu 1,68 m/s. Berdasarkan hasil analisa tahanan kapal dan pemodelan pola aliran maka disimpulkan bahwa desain yang paling optimal adalah skeg kondisi 2.
STUDI KELAYAKAN DESAIN KAPAL HISAP TAMBANG Ahmad Syafiul Mujahid; Kusnindar Priohutomo
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 12 No. 2 (2018)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Feasibility study menjadi salah satu langkah penting diawal perencanaan pembangunan kapal. Karena dengan melakukan feasibility study maka akan didapatkan perhiutngan awal gaya-gaya yang akan bekerja pada badan kapal. Pada paper ini feasibility study dilakukan pada kapal jenis Bore Hole Mining (BHM). Kapal BHM ini diharapkan mampu beroperasi pada kedalaman 60 m. Pada paper ini feasibility study yang dibahas adalah analisa stabilitas kapal BHM dan tegangan geser yang dialami kapal BHM kondisi Loadcase Departure, Loadcase Full Load, Loadcase Half Load dan Loadcase Arrival. Dari hasil dari feasibility study yang dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan kapal BHM tidak memenuhi standart yang ditetapkan dalam hal stabilitas pada berbagai kondisi loadcase dimana Angle of Minimum GZ kurang dari yang disyaratkan IMO pada 25 deg. Sedangkan untuk shear stress pada berbagai kondisi loadcase masih memenuhi kreteria yang ditetapkan BKI yaitu kurang dari 100 MPa.
KARAKTERISTIK SEA KEEPING KAPAL ANGKUT IKAN 60 GT DI SEBARAN WILAYAH PERIKANAN PERAIRAN INDONESIA Waluyo Waluyo; Setyo Leksono; Muhammad Guruh
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 12 No. 2 (2018)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menetapkan lokasi pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di pulau-pulau kecil dan kawasan perbatasan. Ini sesuai Keputusan Menteri (Kepmen) No.51 Tahun 2016 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu di Pulau-Pulau Kecil dan Kawasan Perbatasan yang bertujuan untuk mengembangkan jaringan konektivitas hasil tangkapan ikan nelayan untuk dikelola mulai pendaratan, penyimpanan hingga pemasarannya. Selama ini hasil tangkapan ikan dari nelayan hanya dipasarkan pada area terbatas yang dikarenakan sarana transportasi kapal pengangkut ke area pemasaran besar yang belum memadai, misalnya kapasitas kapal angkut yang kecil juga kendala cuaca selama pelayaran sulit diatasi. Desain kapal angkut ikan ikan 60 GT, ruang muat ikan dilengkapi sistem pendingin, juga dapat difungsikan sebagai kapal kolektor bagi nelayan yang tersebar pada area SKPT untuk mengangkut ikan ke area pemasaran. Pada kajian ini dilakukan analisa terhadap kemampuan olah gerak (seakeeping) hasil desain kapal angkut ikan 60 GT dalam menghadapi gelombang perairan Wilayah Indonesia. Hasil kajian ini sangat diperlukan pihak operator atau kapten kapal dalam mengenal kemampuan olah gerak kapal yang dioperasikan dalam menghadapi gelombang selama berlayar dan dapat selamat dan tepat waktu sampai tujuan yang direncanakan.
PERENCANAAN PENJADWALAN REPARASI KAPAL FERRY DENGAN MENGGUNAKAN METODE FLASH Wisnu Firstdhitama; I Ketut Suastika; Buana Ma'ruf
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 12 No. 1 (2018)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai negara kepulauan di Indonesia kapal ferry mempunyai peran sangat vital untuk melayani angkutan penumpang dan barang dengan jarak pendek. Pada operasinya armada kapal ferry ini memiliki frekuensi waktu kedatangan dan keberangkatan yang ketat, sehingga dalam setiap waktu dockingnya harus singkat dan terjadwal dengan baik. Namun pada kasusnya diperiode special docking ini masih relatif lama yakni sekitar 37 hari pada penyelesaian docking repairnya. Pada makalah ini mengambil studi kasus reparasi kapal penumpang jenis ferry di salah satu galangan kapal. Permasalahan yang biasa terjadi dilapangan adalah penyelesaian pekerjaan reparasi kritis atau critical path, dimana jika terjadi keterlambatan dalam penyelesaian, maka pekerjaan lainnya juga akan terjadi keterlambatan dalam penyelesaiannya. Dengan demikian dari permasalahan tersebut perlu dilakukan penjadwalan ulang melalui metode FLASH Fuzzy Logic Aplication for Schedulling, dimana metode ini lebih sistematis, sederhana dan akurat dalam merencanakan penjadwalan pekerjaan reparasi. Penjadwalan ulang dengan metode FLASH ini dilakukan melalui analisis data historical repair yang sudah ada untuk menentukan waktu yang efisien dalam realisasi pekerjaan. Selanjutnya dengan bantuan kuisioner didapatkan nilai tingkat kepercayaan pada beberapa faktor yang mempengaruhi keterlambatan dalam penjadwalan dengan kesesuaian class matter.Dengan data-data tersebut, selanjutnya dilakukan olah data dengan bantuan sofware microsoftexcel 2010, QM-windows versi-4 dan matlab v-20. Dari hasil komputasi didapatkan efisiensi waktu dari pekerjaan reparasi dengan pengaturan penjadwalan penyelesaian 25 hari dengan tingkat kepercayaan sebesar 90 persen dan tingkat kesesuaian dari faktor yang mempengaruhi dalam penjadwalan sebesar 39 persen.
OPTIMASI JUMLAH KAPAL PENANGKAP IKAN BERBASIS POTENSI LESTARI SUMBERDAYA IKAN: STUDI KASUS PENANGKAPAN IKAN PELAGIS DI PERAIRAN SUMATERA BARAT Yusep Sugianto; IGN Sumanta Buana
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 12 No. 1 (2018)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trend produksi ikan tahun 2016 di PPS Bungus yang terletak di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat meningkat dalam kurun waktu 2007-2015. Hasil tangkapan tertinggi adalah di tahun 2015 sebanyak 5.025,59 ton. Akan tetapi kecenderungan peningkatan produksi tangkapan ini tidak menyebabkan peningkatan pada nilai tangkapannya. Nilai produksi per ton justru memperlihatkan trend penurunan. Pada tahun 2015, nilai produksi ikan per ton adalah Rp. 60.118.000. Nilai produksi ini sangat kecil jika dibandingkan dengan nilai produksi pada tahun 2012 sebesar Rp. 89.645.000 per ton dengan hasil tangkapan sebanyak 4.155,9 ton. Penurunan nilai produksi ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah tangkapan meningkat namun mutu ikan yang dalam hal ini adalah ukuran ikan yang ditangkap justru semakin mengecil. Ini menandakan bahwa terdapat dugaan bahwa perairan Sumatera Barat tersebut telah terlalu banyak dieksploitasi sehingga menimbulkan kelangkaan sumber daya ikan tersebut. Untuk menghindari kelangkaan sumerdaya tersebut, maka perlu pengendalian jumlah kapal penangkap ikan. Untuk menentukan jumlah kapal ikan, langkah pertama adalah menentukan jumlah potensi lestari sumber daya ikan (Maximum Sustainable Yield). Potensi lestari sumber daya ikan dihitung dengan menggunakan metode surplus produksi. Jumlah kapal ikan dihitung dengan metode optimasi dengan kendala asli adalah jumlah tangkapan yang diperbolehkan, dan kendala sasaran adalah jumlah tangkapan masing-masing tipe kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi overfishing di perairan Sumatera Barat sebanyak 2.011,27 ton dari jumlah yang seharusnya diperbolehkan yaitu 3.013,82 ton. Jumlah kapal ikan yang diperbolehkan adalah 31 unit kapal longline dan 146 unit kapal purse seine.
HUBUNGAN UKURAN UTAMA DAN DAYA PENGGERAK PERAHU KATIR (PUMPBOAT) TUNA HAND LINE DI KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Fitria Fresty Lungari; Eunike Irene Kumaseh
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 12 No. 1 (2018)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ukuran utama kapal ikan yaitu terdiri dari panjang (Loa), lebar (B) dan dalam (D), dimana kesanggupan kapal sangat ditentukan oleh ukuran utamanya seperti: penentuan ruang kapal berkaitan dengan panjang kapal, stabilitas dan daya dorong kapal berkaitan dengan penentuan lebar kapal dan besarnya tinggi kapal berkaitan erat dengan penyimpanan barang atau hasil tangkap serta letak titik berat kapal. Dalam keperluan praktis, dengan hanya mengetahui ukuran panjang dapat diduga nilai ukuran utama lainnya atau ukuran sistem katir untuk kapal yang memiliki katir, akan tetapi informasi seperti ini belum tersedia. Kabupaten kepulauan Sangihe memiliki karakteristik kapal penangkap ikan tuna Hand line yang memiliki sistem katir dengan ukuran yang belum memiliki standar. Kajian ukuran utama dilakukan untuk mengetahui hubungan antar ukuran utama perahu katir (pumpboat), hubungan antar ukuran utama dengan sistem katir, serta ukuran utama dengan kapasitas daya penggeraknya di beberapa daerah di kabupaten kepulauan Sangihe seperti kecamatan Tabukan Selatan Tengah, kecamatan Tabukan Utara dan Pesisir Teluk Tahuna. Pada penelitian ini, analisis menggunakan rumusan matematis hubungan antara Loa dan B, Loa dan D, loa dan PK mesin yang digunakan adalah: y = f (x), berdasarkan regresi linier sederhana. Hubungan ukuran utama diperoleh yaitu B=0.063+0.098(L) dengan korelasi r=0.585, D= 0.036+0.068(L) dengan nilai korelasi r=0.797. Hubungan ukuran utama (loa) dengan sistem katir yaitu Lob= -0.339+0.431(L) dengan nilai korelasi r=0.772, Lof=0.055+0.704(L) dengan nilai korelasi r=0.916, Length Outrigger Arm yaitu loa=0.305+0.128(L) dengan nilai korelasi r=0.759 dan Hpo (High pole) yaitu Hpo=0.132+0.292(L) dengan nilai korelasi r=0.751. Hubungan panjang (loa) dengan PK mesin perahu katir pumpboat yaitu mengikuti persamaan matematis PK= -13.618+3.630(L) dengan nilai korelasi r=0.566.
STUDI PEMANFAATAN INTERNET OF THINGS DAN DATA MINING UNTUK PENGAWASAN BAHAN BAKAR MINYAK (STUDI KASUS: PERUSAHAAN PELAYARAN PENUMPANG NASIONAL) Anza Ansori
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 12 No. 1 (2018)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem distribusi tertutup diberlakukan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) sejak tahun 2009 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 45 Tahun 2009. Sistem ini mengatur distribusi bahan bakar minyak jenis tertentu dengan kuota dan daerah disribusi yang sudah ditentukan. Pada operasionalnya, sistem ini mewajibkan adanya pengawas yang akan melaporkan realisasi bahan bakar yang tersalur pada sisi pengguna bahan bakar minyak tersebut. Pengawas yang dimaksud dapat berupa personel dari pihak ketiga yang diikuti dengan biaya pengawasan ataupun sebuah sistem informasi pengawasan bahan bakar. Biaya pengawasan dengan menggunakan personel mencapai sebesar Rp 6.272.310.000 dalam setahun untuk semua kapal. Biaya tersebut dapat dikurangi dengan membangun sistem informasi pengawasan bahan bakar online dengan untuk menghilangkan komponen biaya personel. Sistem informasi tersebut dapat dibangun dengan memanfaatkan teknologi internet of things yang mengaplikasikan sensor yang dikendalikan mikrokontroler pada tangki kapal. Untuk mengetahui isi volume tangki digunakan metode simple moving average untuk menentukan ketinggian permukaan tangki yang kemudian dikonversikan ke dalam satuan volume. Sistem yang sudah dirancang kemudian akan dievaluasi berdasar keakuratan, kemudahan implementasi, keandalan perangkat, dan nilai investasi yang dibutuhkan. Penghematan biaya pengawasan pada satu kapal dalam setaun didapatkan sebesar 80% dengan nilai investasi sebesar Rp 59.500.000.
DESIGN OF CATAMARAN SHIP AS INLAND WATERWAYS TRANSPORTATION MODE IN SAMARINDA Alamsyah Alam; Muhammad Dipo Nugroho
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 12 No. 1 (2018)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhir tahun 2016 angkutan umum hanya menjangkau daerah perkotaan Samarinda dan belum menjamah di daerah perbatasannya. Kurangnya transportasi yang menghubungkan masyarakat dari tiap daerah menjadi permasalahan. Penelitian ini bertujuan mendesain moda transportasi perairan daratan di perbatasan kota Samarinda dan sekitarnya. Metode yang digunakan yaitu metode trend curve approach dari data kapal pembanding dan optimasi dari software. Hasil penelitian didapatkan ukuran utama dengan panjang (Loa)=12.70 meter, sarat (T)=0.94 meter, lebar tiap lambung kapal (B)=1.30 meter, lebar total kapal (BT)=5.50 meter dan H=2.10 meter, Cb=0.540, Vs=10 knot, crew=4 orang, kapasitas penumpang=36 orang. Hambatan yang dialami Kapal Katamaran sebesar 1,593 kN dan membutuhkan daya mesin 16 HP.

Page 7 of 17 | Total Record : 170