cover
Contact Name
Ika Puspa Sari
Contact Email
ikapuspasari967@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journal.perkivisdm@gmail.com
Editorial Address
Jl Brigjen Sudiarto No.304 RT.02 RW.08 Desa/Kelurahan Pelabon, Kec,Pedurungan, Kota.Semarang 50246
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia
ISSN : 30904927     EISSN : 30904927     DOI : https://doi.org/10.51903/msdm
Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Misi dari Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia adalah untuk menyebarluaskan, mengembangkan dan menfasilitasi hasil penelitian mengenai Ilmu bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, sebagai media bagi para dosen, guru, peneliti dan para praktisi dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia dari seluruh Indonesia, dalam melakukan pertukaran informasi tentang hasil-hasil penelitian terbaru yang telah dilakukan.
Articles 22 Documents
Pengaruh Perceived Organizational Support dan Work Environment terhadap Employee Engagement Anisa Sofianti; Agus Frianto
Manajemen SDM Vol 3 No 1 (2026): Juni: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia
Publisher : PT Bisnis Digital Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/msdm.v3i1.97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Perceived Organizational Support (POS) dan Work Environment terhadap Employee Engagement pada karyawan PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Mojokerto. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausalitas. Sampel penelitian berjumlah 36 karyawan yang ditentukan menggunakan teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perceived Organizational Support berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Employee Engagement. Sebaliknya, Work Environment berpengaruh positif dan signifikan terhadap Employee Engagement, yang menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang kondusif mampu meningkatkan semangat, dedikasi, dan keterlibatan karyawan dalam bekerja. Model penelitian mampu menjelaskan 77,5% variasi Employee Engagement. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas lingkungan kerja merupakan faktor yang lebih efektif dalam mendorong keterikatan karyawan dibandingkan dukungan organisasi semata. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan dalam upaya meningkatkan Employee Engagement melalui penciptaan lingkungan kerja yang mendukung.
Quiet Quitting pada Generasi Z Tinjauan Scoping Review terhadap Faktor Penyebab, Dampak, dan Implikasi Organisasional Alivia Anisa Fatoni
Manajemen SDM Vol 3 No 1 (2026): Juni: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia
Publisher : PT Bisnis Digital Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/msdm.v3i1.102

Abstract

Fenomena quiet quitting menjadi salah satu isu yang semakin mendapat perhatian dalam kajian manajemen sumber daya manusia, khususnya pada karyawan Generasi Z yang memiliki karakteristik dan ekspektasi kerja yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Generasi ini cenderung mengutamakan keseimbangan kehidupan kerja, kesejahteraan psikologis, fleksibilitas kerja, serta kebermaknaan pekerjaan, sehingga lebih rentan menunjukkan perilaku quiet quitting ketika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku quiet quitting pada Generasi Z. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai penelitian yang berkaitan dengan quiet quitting, keterlibatan kerja, kesejahteraan karyawan, dan praktik organisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa rendahnya kepuasan kerja, kurangnya penghargaan, ketidakadilan kompensasi, beban kerja yang berlebihan, kelelahan emosional, lingkungan kerja yang toksik, serta rendahnya dukungan organisasi merupakan faktor-faktor utama yang mendorong munculnya perilaku quiet quitting. Sebaliknya, keseimbangan kehidupan kerja, dukungan pengembangan karier, kepemimpinan yang suportif, keadilan organisasi, dan budaya kerja yang positif terbukti mampu meningkatkan keterlibatan kerja serta menurunkan kecenderungan quiet quitting. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan literatur mengenai perilaku kerja Generasi Z serta implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang strategi pengelolaan sumber daya manusia yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan karyawan, keterlibatan kerja, dan retensi talenta.

Page 3 of 3 | Total Record : 22