cover
Contact Name
Ratu Tsamarah Kusumaning Ayu
Contact Email
ratu.tsamarah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Editorial Address
Jalan Brigjen Dharsono No. 12 B, Kedawung, Kabupaten Cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20880278     EISSN : 27219518     DOI : https://doi.org/10.38165/
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan is a health scientific journal under Lembaga Pengembangan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) of Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon. This journal is published as a platform for academics and healthcare practitioners to disseminate information about the development of science and technology in the healthcare sector. The scope of this journal covers: public health, nursing, midwifery, physiotherapy, radiodiagnostic, pharmacy, and health analysis.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 226 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS MIKROBIOLOGIS PRODUK INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN Sri Mulyati; Herlinawati Herlinawati
Jurnal Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i1.159

Abstract

Pangan penyebab Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan yang paling banyak adalah dari masakan rumah tangga. Masakan rumah tangga dapat dikategorikan pada pangan produksi Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP). Keracunan makanan biasanya erat kaitannya dengan sanitasi dan hygienitas pangan, untuk itu perlu dilakukan pengawasan kualitas mikrobiologis makanan melalui uji colliform. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor tempat, peralatan, personal hygiene, pengetahuan serta hygiene dan sanitasi makanan dengan kualitas mikrobiologis makanan minuman produk IRTP di Kabupaten Tegal. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan metode survei dan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah 70 buah IRTP di Kabupaten Tegal. Pengambilan sampel melalui metode Proportional Random Sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tempat (p=0,011), personal hygiene (p=0,004), pengetahuan (p=0,022), dan hygiene dan sanitasi makanan (p=0,019), dengan kualitas mikrobiologis makanan.Kata kunci           :   Kualitas    mikrobiologis   makanan ABSTRACT               Food causes Extraordinary Events (KLB) food poisoning is at most of the home cooking. Household cooking can also be categorized on the food production industry Household Food Security (IRTP). Food poisoning is usually closely related to sanitation and food hygienitas, for it is necessary to control the microbiological quality of food through colliform test. This study aimed to determine the relationship between the factor space, equipment, personal hygiene, hygiene and sanitation knowledge and food with microbiological quality food and beverage products IRTP in Tegal regency. The study was observational methods and a cross sectional survey. Its population is 70 pieces IRTP in Tegal regency. Sampling through with proportional random sampling. Collecting data using interviews and observasions. Data analysis using chi square. The results showed that there is a relationship between the place (p = 0.011), personal hygiene (p = 0.004), knowledge (p = 0.022), and hygiene and sanitation of food (p = 0.019) the microbiological quality of food.Keywords             : Quality of food microbiological
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PETUGAS PENJAMAH MAKANAN DENGAN PRAKTEK PENGELOLAAN MAKANAN Lilis Banowati; Euis Siti Kurniasari
Jurnal Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i1.160

Abstract

Penyelenggaraan makanan bermutu di rumah sakit tidak terlepas dari tenaga penjamah, tenaga penjamah adalah seorang tenaga yang menjamah makanan dan terlibat langsung dalam menyiapkan, mengolah, mengangkut maupun menyajikan makanan. Berdasarkan wawancara terhadap 10 pegawai mengatakan bahwa 65% kurang memahami tentang penyelenggaraan makanan yang baik dan benar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap petugas penjamah makanan dengan praktek pengelolaan makanan di Instalasi Gizi RSUD Cideres Kabupaten Majalengka Tahun 2014. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif korelatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 15 tenaga penjamah makanan dengan menggunakan total sampling. Data diperoleh menggunakan wawancara dan angket. Analisis statistika menggunakan ujichi-square. Hasil penelitian karakteristik petugas penjamah makanan didapatkan usia ≥ 30 tahun sebanyak 86,7%. Pendidikan penjamah makanan sebanyak 73,3% SMU. Masa kerja penjamah makanan ≥ 10 tahun sebanyak  8 (53,3%). Pengetahuan penjamah makanan, 53,3% mempunyai pengetahuan baik, 66,7% mempunyai sikap positif, pelaksanaan pengelolaan makanan di Instalasi Gizi RSUD Cideres tahun 2014 yaitu 73,3% sesuai standar, terdapat hubungan antara pengetahuan dengan praktek pelaksanaan pengelolaan makanan p value 0,026 dan terdapat hubungan antara sikap dengan praktek pelaksanaan pengelolaan makanan di Instalasi Gizi  RSUD Cideres Kabupaten Majalengka Tahun 2014,  p value 0,004.Kata kunci :  Pengetahuan, Sikap, Pengelolaan makanan. ABSTRACTImplementation of quality food in the hospital can not be separated from the power handlers, handlers power is a power that touches food and directly involved in preparing, processing, transporting and serving food. Based on interviews with 10 employees say that 65 % lack of understanding about the operation of the food is good and right. The purpose of this study was to determine the relationship of knowledge and attitude of personnel management practices of food handlers in food in hospitals Nutrition Installation Cideres Majalengka 2014.This type of research is descriptive correlative study using cross- sectional approach (cross-sectional). The total sample of 15 workers total food handlers by using sampling. Data obtained using interviews and questionnaires and then analyzed statistically using the chi-square test. The results of the study characteristics of the officer seen food handlers aged ≥ 30 years as much as 86.7 %. Education of food handlers as much as 73.3 % of high school. Food handlers working life ≥ 10 years as many as 8 (53.3 %). Knowledge of food handlers, 53.3 % had good knowledge, 66.7 % had a positive attitude, food management implementation in hospitals Nutrition Installation Cideres 2014 is 73.3 % according to the standard, there is a relationship between knowledge management practice implementation of food p value 0.026 and there is a relationship between attitudes to food management practices implementation in hospitals Nutrition Installation Cideres Majalengka 2014, p value 0.004.Keywords    : Knowledge , Attitudes , Management of food.
PENATALAKSANAAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT PADA BALITA DENGAN PENDEKATAN MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT (MTBS) Muslimin Muslimin
Jurnal Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i1.161

Abstract

Tingginya angka kesakitan penyakit ISPA di Puskesmas Kedawung Kabupaten Cirebon dan  mengalami kenaikan yaitu 32% pada tahun 2008 dan 36,5% pada tahun 2009, rendahnya cakupan penemuan kasus pneumonia dan terdapatnya 3 kematian balita akibat infeksi sistem pernafasan padahal Puskesmas Kedawung Kabupaten Cirebon sudah menerapkan pendekatan  MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) sejak  tahun  2002. Penelitian ini bertujuan  mendapatkan gambaran tentang penatalaksanaan penyakit ISPA pada balita dengan pendekatan MTBS di Puskesmas Kedawung Kabupaten Cirebon tahun 2013. Metode penelitian deskripsi dengan menggunakan  instrumen penelitian lembar pengamatan  daftar tilik. Jumlah sampel adalah 65 kegiatan penatalaksanaan penyakit ISPA pada balita yang dilakukan oleh 5 orang petugas yang bertugas di ruang MTBS Puskesmas Kedawung Kabupaten Cirebon. Teknik pengambilan sampel dengan  accidental sampling. Hasil penelitian  ini didapatkan bahwa penatalaksanaan  penyakit ISPA pada balita dengan pendekatan MTBS di Puskesmas Kedawung Kabupaten Cirebon  tahun 2014 kurang baik. Dimana masing-masing sub variabel didapatkan hasil sebagai berikut : menilai penyakit ISPA pada balita 69,2% baik dan 30,8% kurang baik; mengklasifikasikan penyakit ISPA pada balita 46,2% baik dan 53,8%  kurang baik; menentukan  tindakan 98,5% baik dan 1,5% kurang baik;memberikan pengobatan  56,9% baik dan 43,1% kurang baik; konseling  terhadap  ibu  96,7% baik dan 3,3% kurang baik; sedangkan untuk tindak lanjut kasus hanya 5 kasus dari 15 kasus yang seharusnya datang dengan hasil 40% baik dan 60% kurang baik.Kata Kunci : Menilai, Mengklasifikasi, Tindakan, Mengobati, KonselingABSTRACTThe high rates of respiratory disease in hospital morbidity and Bradford is increased 32 % in 2008 and 36.5 % in 2009, the low coverage of the discovery of three cases of pneumonia and the presence of infant mortality due to respiratory system infections when Bradford hospitals already implementing IMCI approach ( Integrated Management Childhood Illness ) since 2002 . This study aims to gain an overview of the management of respiratory disease in young children with IMCI approach in Kedawung Hospital District Cirebon  in 2013.This research method is the description by using research instruments observation checklist sheet . The number of samples is 65 ARI disease management activities undertaken by toddlers 5 officers who served in the Bradford Hospital IMCI .Sampling techniques with accidental sampling.The results of this study found that the management of respiratory disease in young children with IMCI approach in 2013 Kedawung  Hospital District Cirebon unfavorable . Wherein each subvariabel obtained the following results: assessing respiratory disease in young children both 69.2% and 30.8 % unfavorable ; classify respiratory disease in infants 46.2% good and 53.8% unfavorable ; decisive action 98 , both 5% and 1.5% unfavorable ; provide better treatment 56.9% and 43.1% unfavorable ; counseling for both mothers and 96.7%,  3.3% unfavorable, while to follow up the case only 5 cases of the 15 cases that were supposed to come with 40% good results and 60% poor.Keywords    : Assess , Classify , Action, Treat , Counseling
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA PEMASANGAN INFUS DENGAN KEPUASAN PASIEN Irawati Irawati; Endang Subandi; Asiah Asiah
Jurnal Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i1.163

Abstract

Komunikasi perawat dengan klien di beberapa pelayanan kesehatan khususnya rumah sakit hanya berfokus pada tugas, sehingga gagal menyediakan perawatan informasi. penelitian tentang hubungan komunikasi terapeutik pada pemasangan infus dengan kepuasan pasien di Ruang UGD Rumah Sakit Tentara Ciremai Kota Cirebon tahun 2013. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik pada pemasangan infus dengan kepuasan pasien di Ruang UGD Rumah Sakit Tentara Ciremai Kota Cirebon. Jenis penelitian menggunakan deskriptif korelasi. seluruh  yang di infus di Ruang UGD Rumah Sakit Tentara Ciremai Kota Cirebon pada bulan April  2013. Teknik sampel dilakukan dengan menggunakan rumus minimal sample size kemudian pengambilan sampel dilakukan secara random, berjumlah sampel 78 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, sebelum digunakan terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisa data terdiri dari analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran pelaksanaan komunikasi terapeutik berada kategori cukup berjumlah 33 orang (42,3%). Gambaran kepuasan pasien berada pada kategori Puas berjumlah 40 orang (51,3%). Ada hubungan pelaksanaan komunikasi terapeutik pada pemasangan infus dengan kepuasan pasien di Ruang UGD Rumah Sakit Tentara Ciremai Kota Cirebon tahun 2013 dengan χ2hitung (18,545)>χ2tabel (12,6) dan ρ value = 0,005(ρ<0,050).Kata Kunci          : komunikasi terapeutik, kepuasan, pemasangan infus ABSTRACTNurse communications with the patient in several health services especially in hospital are just focusing in their job descriptions; it makes informational incompleteness care to be provided. This research is study about the relationship between the therapeutic communications of infusion installation with the patient satisfaction in emergency room of RST Ciremai Cirebon in 2013. The purpose of this research is to know about the relationship between the therapeutic communications of infusion installation with the patient satisfaction in emergency room of RST Ciremai Cirebon This research using descriptive correlation analytic method from all the patients in the emergency room of RST Ciremai Cirebon who had infusion installation, within April 2013. Sampling technique taken by minimizes sampling size and randomly taken, total samples are 78 persons. Questioners were used as a research instrument, which has passed validity and reliability test before. Univariate and bivariate data analysis were used as a data analytic technique. From this research comes a results that the implementation of therapeutic communications is in “enough” level for 33 person or 42.3% and in “satisfied” level for 40 persons or 51.3%. There are found relationship between the implementation of therapeutic communication in infusion installation with the patient satisfaction in emergency room of RST Ciremai Cirebon in 2013 with χ2count (18,545)>χ2tabel (12,6) and ρ value = 0,005(ρ<0,050).Keyword               : therapeutic communication, satisfaction, infusion installation
HUBUNGAN PERAN SERTA KADER DENGAN CAKUPAN KUNJUNGAN PENIMBANGAN BALITA KE POSYANDU Soleh Bastaman; Mokh Firman Ismana; Sigit Seno
Jurnal Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i1.164

Abstract

Posyandu merupakan kegiatan oleh dan untuk masyarakat, akan menimbulkan komitmen masyarakat, terutama para ibu, dalam menjaga kelestarian hidup serta tumbuh kembang anak.Peran serta atau keikutsertaan kader Pos Pelayanan Terpadu melalui berbagai organisasi dalam upaya mewujudkan dan meningkatkan pembangunan kesehatan masyarakat desa harus dapat terorganisir dan terencana dengan tepat dan jelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran serta kader dengan cakupan kunjungan penimbangan balita ke posyandu di UPT puskesmas plered kabupaten Cirebon tahun 2012. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan mengunakan metode pendekatan cross sectional.populasi dalam penelitian ini yaitu semua kader posyandu yang ada wilayah kerja UPT Puskesmas Plered Kabupaten Cirebon, sedangkan sampel diambil dari kader yang ada di posyandu sebanyak 57 kader dari populasi sebanyak 133 kader, cara pengambilannya menggunakan tehnik secara Proposional Random Sampling serta di lakukan uji statistic chi square dengan batas kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran serta kader di posyandu yang ada di wilayah kerja UPT Puskesmas plered sebesar 77,2 % menyatakan baik dan terdapat hubungan yang bermakna antara peran serta kader dengan cakupan kunjungan penimbangan balita ke posyandu di UPT Puskesmas Plered.Kata Kunci  :  Peran Serta Kader, Cakupan Kunjungan Penimbangan Balita ABSTRACTIHC is an activity by and for the community, will lead to commitment to the community, especially the mothers, in preserving the life and growth and development or participation anak. Actor and Integrated Service Post cadre through various organizations in efforts to create and enhance rural health development should be organized and planned precisely and clearly. The purpose of this study was to determine the relationship and the role of cadres with infants weighing coverage of the visit to the UPT clinic posyandu Plered Cirebon district in 2012. This research is descriptive method by using the Analytic cross sectional.populasi approach in this research that all existing posyandu working area Plered Cirebon UPT Health Center, while samples taken from the existing cadre in posyandu as many as 57 cadres, how to use the technique of extraction is Proportional Random Sampling and testing done by chi square statistic with significance limit α = 0.05.  The results showed that the participation of cadres in existing posyandu UPT Health Center in the work area by 77.2% Plered good state and there is a significant association between the role of the cadre with the coverage of infants weighing visit to Posyandu Plered UPT Health Center.Keywords    : Participation Kader, Toddler Weighing Coverage Visits
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS KERJA PETUGAS PEMBERANTASAN PENYAKIT DIARE Mohammad Sadli; Wawan Anwar K
Jurnal Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i1.165

Abstract

Dari data laporan yang dilaporkan oleh seluruh puskesmas angka kesakitan diare sebanyak 28648 penderita dengan golongan umur < 1 Tahun : 4316 penderita, 1 - 4 Tahun : 8703 Penderita , > 5 Tahun : 15196 penderita. Masih tingginya angka incident diare di Kabupaten Cirebon. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas kerja petugas pemberantasan penyakit diare. Penelitian ini adalah jenis penelitian Analitik deskriptif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional yaitu mempelajari semua individu yang berada taraf umurnya dan titik waktu yang sama atau pendekatan yang sifatnya sesaat pada satu waktu dan tidak diikuti dalam kurun waktu tertentu.yang menggambarkan tentang pelaksanaan program pemberantasan penyakit diare serta faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas kerja petugas P2 Diare yang berhubungan dengan pelaksanaan program pemberantasan penyakit diare. Dalam penelitian ini, populasi adalah semua petugas P2 Diare di 37 Puskesmas yang ada di Kabupaten Cirebon. Besar sempel adalah sebesar 37 orang petugas P2 Diare di wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon yang diambil secara keseluruhan.Hasil Penelitian menujukan bahwa dari hasil uji statistik diketahui P Value pendidikan 0.928 dan 0.100 untuk pelatihan dengan a = 0.05 maka Pvalue >a menujukkan bahwa kedua faktor tersebut tidak ada hubungan dengan kualitas kerja petugas diare Puskesmas, menujukan bahwa P Value Keterampilan 0.568, dan Monev 0.121, ternyata untuk keterampilan dan monev Pvalue >a (0.05) , maka tidak terdapat hubungan faktor keterampiian dan monev dengan kualitas kerja petugas Diare puskesmas.Sedangkan untuk keterampilan walaupun tidak terdapat hubungan yang erat namun ada kecendrungan dalam memberikan pengaruh terhadap kuaiitas kerja hal ini dapat dilihat dari adanya kenaikan rata-rata sebesar 0.31 poin, menunjukan bahwa P value sarana yang tersedia 0.019, Kepemimpinan 0.037 ternyata untuk Sarana dan kepemimpinan P value <a (0.05) maka terdapat hubungan antara faktor sarana dan kepemimpinan dengan kualitas kerja petugas Diare Puskesmas.Kata Kunci : Kualitas Kerja, Pemberantasan Penyakit Diare ABSTRACTFrom the report data reported by all health centers diarrhea morbidityas as 28 648 patients with go (Onganaged<1 Year: 4316 Patients, 1-4 years: 8703 patients, > 5 Years: 15196 patients. Stillhigh number ofincidents of diarrheain Cirebon. The purpose of this study was to determine the factors associated with quality work diarrheal desease control officer. Thisstudyis adescriptivetype of research Analytical using cross-sectional research designis to learnall the individuals who are ageleveland the same time point orapproach that character for a momentat a time and not followed within. describethe implementation of diarrheal disease eradication programand the factors that affect the quality of work P2 officer diarrhea associated with diarrheal disease control program implementation. In this study, the population is all Diarrhoea P2 officersin 37 health centers in Cirebon. Sampel large amount P2 Diarrhea 37 officersin The District Health Office Cirebon takenas a whole. Research address ingthat of the statistical test known Pvalue education 0928 and 0100 for training with a=0.05 then the PValue>a address that both factors had no connection withthe workquality of PHC diarrhea officer, directing that Pvalue Skills 0568, and M & E 0121, turned outto skills and M & E Pvalue>a(0.05), then there is no relationship keterampilan factors and monitoring and evaluation officer with quality work Diarrhea clinic.As for skills although there is noclose relationship, but there isa tendency to give effect to work quality this can be seen from the average increase of 0.31 points, showed that Pvalue meansavailable 0019, 0037 Leadership and leadership turns outto Suppor tthe Pvalue<a(0.05) then there is acorrelation between the means and leadership with quality work Diarrhea health center personnel.Keywords: Quality of Work, Diarrhea Disease Implementation
PERSEPSI WANITA USIA SUBUR TERHADAP METODE KONTRASEPSI Sumarni Sumarni
Jurnal Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i1.166

Abstract

Metode kontrasepsi adalah suatu cara yang ditempuh untuk menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan.Masalah metode kontrasepsi merupakan hal yang sangat erat kaitannya dengan wanita subur.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi wanita usia subur terhadap metode kontrasepsi di rumah bersalin Rajawali Kota Cirebontahun 2011. Jenis penelitian ini adalah deskriptif survey.Populasinya adalah wanita usia subur yang mengikuti program keluarga berencana di Rumah Bersalin Rajawali Kota Cirebon yaitu sebanyak 520 wanita usia subur. Jumlah sampel sebanyak 84 diambil  dengan teknik accidental sampling.Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner dan teknik analisa data menggunakan analisa univariate.Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukan bahwa 51 responden (60,7%) berpersepsi positif terhadap metode kontrasepsi, sedangkan yang berpersepsi negatif yaitu 33 responden (39,3%).Berdasarkan hasil penelitian masih terdapat wanita usia subur yang belum memahami metode kontrasepsi efektif terpilih dan metode kontrasepsi mantap.Kata kunci : Metode kontrasepsi, persepsi dan wanita usia subur ABSTRACTContraception method  is a certain method that is used for avoiding or preventing pregnancy. This problem has strong correlation against fertile women.The purpose of this research is to know the perception of fertile women towards  contraception method on Rajawali Maternity Hospital of Cirebon city, year 2011.Kind of method used on this research was descriptive survey.The objects of  population were fertile women, who followed “Keluarga Berencana” program on Rajawali Maternity Hospital of Cirebon city, as many as 520 fertile women, 84 women taken as samples by accidental sampling method.Data collection was taken by questioners while data analysis by univariate analysis.The overall result showed, that 51 respondents (60,7%) had positive perception towards contraception method, while the rest, 33 respondents (39,3%), had negative perception.Based on that, there were fertile women, who still didn’t understand the chosen effective contraception method and the good contraception method.Key words: contraception method, perception and fertile women
HUBUNGAN FAKTOR PEKERJAAN TERHADAP KEJADIAN KATARAK NUKLEARIS Uun Kurniasih; Lien Herlina; Siti Ni'mawati
Jurnal Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i1.167

Abstract

Pekerjaan  dengan paparan sinar matahari merupakan faktor risiko terjadinya katarak. Paparan sinar matahari yang lama cenderung menderita katarak khususnya nuklearis.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan hubungan faktor pekerjaan terhadap kejadian katarak nuklearis.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional study.Jumlah sampel sebanyak 52 orang penentuan sampelnya dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data akan dilakukan oleh peneliti, dengan cara observasi dan wawancara dan dianalisa secara statistika menggunakan uji Chi Square (X2). Dari hasil uji statistika didapatkan bahwa dari hasil tabulasi silang ada kecenderungan faktor pekerjaan karena paparan sinar matahari dengan katarak nuklearis, sedangkan berdasarkan uji Chi Square tidak ada hubungan antara faktor pekerjaan karena paparan sinar matahari dengan katarak nuklearis dengan nilai    p = 0,795 (p > 0,1).Kata Kunci          : Faktor pekerjaan  katarak nuklearis ABSTRACTWork with exposure to sunlight is a risk factor for cataracts. Long exposure to the sun tend to suffer from cataracts, especially nuklearis.The purpose of this study is to prove the correlation between the incidence of cataracts nuklearis work.This research is a descriptive study with cross -sectional correlation study. Total sample of 52 people who were taken through the large sample formula in which the determination of the sample by using purposive sampling. The data obtained by observation and interviews, and analyzed statistically using Chi Square ( X2 ).while based on Chi Square test was no association between occupational factors as sun exposure with cataract nuklearis with p = 0.795 ( p > 0.1 ).Keywords             : Occupational factors, cataract nuklearis
HUBUNGAN AKTIVITAS SEHARI-HARI DENGAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA LANSIA Muhammad Baihaqi; Agus Sutarna; Healthy Seventina
Jurnal Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i2.168

Abstract

Latar belakang: Proses menua akan menyebabkan kemunduran berbagai system pada lansia. Sejalan dengan kemunduran fisik nya lansia membutuhkan pertolongan keluarga utuk memenuhi personal hygiene. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara aktifitas sehari-hari dengan kadar gula darah lansia di desa Jungjang Wetan Blok 02 dan Blok 03. Metode penelitian ini adalah: penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 35 orang yang diambil melalui rumus besar sampel dimana penentuan sampel nya dengan menggunakan simple random sampling. Data diperoleh degan cara observasi dan gluco test. Analisis secara statistic menggunakan uji Chi-Square. Hasil uji statistic di dapatkan aktivitas sehari-hari lansia di Desa Jungjang Wetan blok 02 dan blok 03 Wilayah Kerja Puskesmas Tegalgubug sebagian besar berada pada kategori ringan (45,7%). Distribusi gula darah sewaktu responden yang paling banyak berada pada kategori normal yaitu 25 lansia ( 71,4 % ).Hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai Chi Kuadrat (X2)hitung 4,126dan nilai sig. (p-Value) 0,042 berarti ada hubungan antara aktifitas sehari-hari dengan kadar gula darah lansia.Kata Kunci : Kadar gula darah, Personal hygiene, Lansia ABSTRACTThe process of aging will lead to a deterioration of various system in the elderly. Along with the physical deterioration of elderly families in need weeks to meet personal hygiene. The purpose of this study to determine the relationship between daily activities with elderly blood sugar levels in the village JungjangWetan Block 02 and Block 03. This research is a descriptive study with cross-sectional correlation. The total sample of 35 people were taken through the large sample formula wherein determining the sample using simple random sampling. Data obtained inter alia, by observation and gluco test. Analyzed statistically using Chi-Square. From the statistical test results obtained with daily activities of the elderly in the village of JungaangWetan block 02 and block 03 PuskesmasTegalgubug largely gentleness in lightweight category (45.7%). Distribution of blood sugar while most respondents are in the 25 elderly normal category (71.4%). The results of hypothesis testing on the value obtained Chi Square (X2) count 4,126 and sig. (p-Value) 0.042 means that there is a relationship between daily activities with the elderly blood sugar levels.Keywords  : Role of Family, Personal hygiene Elderly
PENDEKATAN KONSELING DENGAN CBT (COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY) DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI PENDERITA KUSTA MENJALANI PENGOBATAN Haris Jamaludin; Uus Husni; Ira Farida Sari
Jurnal Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i2.169

Abstract

Penyakit kusta di Indonesia semakin hari semakin bertambah. Desa Blandongan wilayah kerja Puskesmas Bandungsari Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes merupakan Desa dengan penyebaran kusta terbanyak di Provinsi Jawa Tengah. Pesatnya penyebaran penderita kusta ini penyebabnya adalah kurang keinginan penderita kusta akan pentingnya pengobatan kusta, menjalani pengobatan kusta yang teratur dan konseling dengan tenaga Kesehatan atau Puskesmas mengenai penyakit kusta sehingga proses eliminasi kusta belum tercapai.Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pendekatan konseling dengan CBT dalam meningkatkan motivasi penderita kusta menjalani pengobatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi (deskriptif), dimana jumlah subjek tiga orang yang ditentukan dengan purposive  sampling, dan data dikumpulkan dengan wawancara dan observasi langsung pada responden selama 3 minggu. Hasil penelitian didapatkan bahwa penderita kusta yang telah melakukan konseling dengan CBT (Cognitive Behavior Therapy) merasakan lebih termotivasi untuk menjalani pengobatan secara teratur dan dapat sembuh, dimana  sebelumnya penderita kusta tidak teratur minum obat dan kurangnya pengetahuan maupun pemahaman penyakit kusta.Kata Kunci          : Kusta, Kualitatif, motivasi berobat ABSTRACTLeprosy in Indonesia is increasingly improved. Countryside Health Center jobs Blandongan region Bandungsrai Sub Banjarharjo Brebes Regency Village with the spread of infection is highest in Central Java Province. The rapid spread of leprosy sufferers this cause is less desire leprosy patients on the importance of treatment of leprosy, a disease undergoing regular treatment and counseling of energy or Health Centers of leprosy until a process of elimination of leprosy has not been achieved. The goal in this study to determine how to approach counseling with CBT in Enhancing motivation leprosy patients undergoing treatment. This study used a qualitative method with a phenomenological approach (descriptive), where the number of subjects is determined by three people who purposive sampling, and data were collected by interview and direct observation on the respondent for 3 weeks. The results showed that patients with leprosy who had done counseling with CBT (Cognitive Behavior Therapy) feel more motivated to undergo treatment on a regular basis and can be cured, where leprosy patients not previously taking the medication regularly and lack of knowledge and understanding of leprosy.Keywords : Leprosy, Qualitative, motivation for treatment

Page 11 of 23 | Total Record : 226