cover
Contact Name
Fitra Adi Prayogo
Contact Email
fitraadi@unkaha.ac.id
Phone
+6283838535153
Journal Mail Official
jbsh@unkaha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Biomedical Sciences and Health
ISSN : 30626854     EISSN : 30477182     DOI : https://doi.org/10.34310/
Core Subject : Health, Science,
The Journal of Biomedical Sciences and Health (JBSH) accepts manuscripts in basic sciences and applied clinical research. It covers various fields of biomedical sciences, but is not limited to Medical sciences. Our journal accepts and publishes original articles and review articles that significantly contribute to the understanding of biomedical sciences and health. The Journal of Biomedical Sciences and Health is published biannually in the months of February and August. This journal is available for download to anyone, including students, researchers, and lecturers. Authors are not charged for publication in JBSH. JBSH is a journal that disseminates, discusses, and presents scientific literature to support other communities on health developments, thereby increasing the knowledge of scientists and health workers and ultimately improving the health of the global population. JBSH covers a wide range of topics, including: 1. Biomedical Sciences: Molecular biology, microbiology, anatomy, physiology, biochemistry, etc. 2. Health: Medicine, Nursing, Obstetrics, Public Health, Pharmacy, Radiology, Administration of Community Health Centers, Hospitals, and Health Services, Health analyst. Journal of Biomedical Sciences and Health (JBSH) is published by Program Studi Ilmu Biomedis Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Karya Husada Semarang. JBSH is expected to increase its visibility through scientific studies and research findings accessible to academic circles and researchers.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2025)" : 6 Documents clear
Efek Pijat Bayi terhadap Peningkatan Berat Badan dan Panjang Badan Bayi Rahma Dini, Putri; Listya Fitriani, Ardhita; Marta DA C Cabral, Erlina
Journal of Biomedical Sciences and Health Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jbsh.v2.i2.229

Abstract

Pertumbuhan anak balita sangat dipengaruhi oleh perkembangan yang terjadi sejak masa bayi. Peningkatan berat dan panjang badan yang kurang optimal pada masa ini dapat berdampak pada proses tumbuh kembang di kemudian hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat dan panjang badan bayi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimen menggunakan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi berusia 6-7 bulan  berjumlah 20 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Data dianalisis (uji t berpasangan dan uji Wilcoxon). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi pijat bayi, rata-rata berat badan bayi sebesar 7.457,5 gram dan panjang badan 65,4 cm. Setelah diberikan pijat bayi, rata-rata berat badan meningkat menjadi 7.875 gram, dan panjang badan menjadi 69,15 cm. Terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian pijat bayi terhadap peningkatan berat badan (p=0,000) dan panjang badan (p=0,000) bayi. Puskesmas, rumah sakit, dan klinik disaranlan untuk mengembangkan program edukasi mengenai manfaat pijat bayi, termasuk pelatihan teknik pijat yang benar. Keywords: Pijat Bayi, Panjang Badan, Berat Badan, ABSTRACT The Growth The growth of toddlers is greatly influenced by the development that occurs during infancy. Suboptimal increases in weight and length during this period can impact growth and development in later stages. This study aims to evaluate the effect of infant massage on the increase in infants’ weight and length. The research method used is quantitative with a pre-experimental design, specifically a One Group Pretest-Posttest Design. The population in this study consisted of all infants aged 6–7 months, totaling 20 individuals. The sampling technique used was total sampling. Data were analyzed using univariate and bivariate tests (paired t-test and Wilcoxon test). The results showed that before the infant massage intervention, the average body weight of the infants was 7,457.5 grams and their average body length was 65.4 cm. After the massage intervention, the average body weight increased to 7,875 grams and the average body length to 69.15 cm. There was a significant effect of infant massage on the increase in both body weight (p=0.000) and body length (p=0.000). It is recommended that health centers, hospitals, and clinics develop educational programs on the benefits of infant massage, including training on proper massage techniques. Keywords: Infant Massage, Body Length, Body Weight, 
KARAKTERISASI KOLAGEN TULANG IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DENGAN HIDROLISIS MENGGUNAKAN PELARUT ETANOL Melati, Wa Melati; miladiarsi; Juniati binti Lukman
Journal of Biomedical Sciences and Health Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jbsh.v2.i2.230

Abstract

Kolagen merupakan salah satu jenis protein yang banyak terkandung di jaringan hewan salah satunya yaitu ikan cakalang Tulang ikan cakalang kaya akan nutrisi, mengandung 15 jenis asam 20,15% protein dan sekitar 30% adalah kolagen. Tulang ikan cakalang dapat dimanfaatkan sebagai sumber kolagen alternatif. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai rendemen kolagen yang dihasilkan dari ekstrak tulang ikan cakalang menggunakan pelarut Etanol. Penelitian ini merupakan desain penelitian kuantitaf dengan jenias penelitian eksperimental. Tulang ikan cakalang di rendam menggunakan etanol 95% selama 37 jam. Dihasilkan nilai rendemen kolagen 9,76%, kadar air sebanyak 1,01 % dan kadar abu sebanyak 0,036 % nilai tersebut masih memenuhui satnadar SNI kolagen, kadar protein yang di daptkan pada penelitian ini yaitu sebanyak 0,996% dan hasil FTIR pada penenlitian ini di dapatkan gugus fungsi Amida A, B, I, II, dan III. Hal ini menunjukkan bahawa hasil dari penelitian benar-benar kolagen dan belum terdenaturasi menjadi gelatin. Kata Kunci : Kolagen, Protein, Tulang ikan cakalang (Katsuwonus pelamis), Etanol   Collagen is one type of protein that is widely contained in animal tissues, one of which is skipjack. Skipjack bones (K. pelamis) are rich in nutrients, containing 15 types of acids 20.15% protein and about 30% is collagen. Skipjack bones can be utilized as an alternative collagen source. The main objective of this study was to determine the yield value of collagen produced from skipjack bone extract using Ethanol solvent. This research is a quantitative research design with experimental research type. Tuna bones were soaked using 95% ethanol for 37 hours. The resulting collagen yield value is 9.76%, water content is 1.01% and ash content is 0.036%, this value still meets the SNI collagen level, the protein content obtained in this study is 0.996% and the FTIR results in this research obtained the NH, NH, CH, C=O and C-N functional groups. This shows that the results of the study are really collagen and have not been denatured into gelatin. Keywords: Collagen, Protein, Skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) bones, Ethanol
Karakterisasi Kolagen Tulang ikan Cakalang Katsuwonus pelamis Dengan Hidrolisis Menggunakan Natrium Hidroksida Abdul Rahman, Nur Aini; Wahdaniar; Nur Insani Amir
Journal of Biomedical Sciences and Health Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jbsh.v2.i2.231

Abstract

Kolagen merupakan protein struktural utama yang ditemukan dalam jaringan ikat hewan vertebrata, mencakup 25-30% dari total protein hewani. Kolagen dari tulang ikan cakalang (Katsuwonus pelamis), memanfaatkan potensi melimpah dari perairan Indonesia. Kolagen, sebagai limbah perikanan dengan sifat biokompatibel dan rendah antigenisitas, memiliki aplikasi luas di industri kosmetik, farmasi, dan pangan. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut natrium hidroksida (NaOH) 5% selama tiga hari. Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak kolagen sebesar 29,85% dari berat simplisia, yang dianggap baik karena melebihi 10%. Karakterisasi proksimat memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 8076:2014), dengan kadar air 4,03% (maks. 16%) dan kadar abu 0,18% (maks. 3,25%), serta karakteristik organoleptik kental, coklat kehitaman, dan berbau tengik. Analisis gugus fungsi menggunakan FTIR mengidentifikasi puncak serapan khas kolagen seperti NH₂, NH, -CH, C=O, dan C-N. Namun, kadar protein yang diperoleh melalui metode Lowry sangat rendah (0,994 ppm atau 0,397%). Rendahnya nilai ini diduga disebabkan oleh perbedaan metode analisis dibandingkan penelitian lain (misalnya metode Kjeldahl) serta potensi ketidaksesuaian komposisi protein sampel dengan standar yang digunakan pada metode Lowry, mengindikasikan perlunya optimasi lebih lanjut.
CHARACTERIZATION OF LACTIC ACID BACTERIA FROM CHAO PANGKEP FOOD FERMENTATION PRODUCTS Ardeni, Iswan; Ade Irma; Juniati binti Lukman
Journal of Biomedical Sciences and Health Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jbsh.v2.i2.235

Abstract

Chao merupakan makanan fermentasi tradisional khas Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, yang dibuat dari campuran ikan, nasi, dan garam. Proses fermentasi pada Chao menghasilkan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri asam laktat (BAL), yaitu mikroorganisme yang berperan penting dalam pengawetan, pembentukan cita rasa, dan berpotensi sebagai probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi BAL dari Chao berdasarkan ciri morfologi, mikroskopis, serta sifat biokimia dan fisiologis. Isolasi dilakukan menggunakan media MRS agarengan ocal pengenceran bertingkat, sedangkan karakterisasi mencakup uji morfologi koloni, pewarnaan Gram, bentuk sel, uji katalase, TSIA, sitrat, indol, motilitas, dan ketahanan terhadap kondisi asam. Hasil menunjukkan terdapat 16 isolat dengan morfologi koloni seragam. Sebagian besar ocale menunjukkan karakteristik khas BAL, seperti Gram positif, berbentuk basil, dan katalase ocale. Beberapa ocale juga mampu beradaptasi pada lingkungan asam dan memfermentasi gula tertentu. Temuan ini menunjukkan bahwa Chao Pangkep merupakan sumber potensial ocale BAL ocal yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk aplikasi pangan fungsional maupun bioteknologi. Kata Kunci : Bakteri Asam laktat, Chao, Fermentasi Tradisional, Karakterisasi, Probiotik ABSTRACT Chao is a traditional fermented food from Pangkep Regency, South Sulawesi, made from a mixture of fish, rice and salt. The fermentation process in Chao produces a favorable environment for the growth of lactic acid bacteria (LAB), which are microorganisms that play an important role in preservation, flavor formation, and potentially as probiotics. This study aimed to isolate and characterize LAB from Chao based on morphological, microscopic, and biochemical and physiological characteristics. Isolation was done using MRS agar media with multistage dilution technique, while characterization included colony morphology test, Gram staining, cell shape, catalase test, TSIA, citrate, indole, motility, and resistance to acidic conditions. The results showed there were 16 isolates with uniform colony morphology. Most of the isolates showed typical LAB characteristics, such as Gram positive, bacillus-shaped, and catalase negative. Some isolates were also able to adapt to acidic environments and ferment certain sugars. These findings suggest that Chao Pangkep is a potential source of local LAB isolates that can be further developed for functional food and biotechnology applications Keywords: Lactic Acid Bacteria, Chao, Traditional Fermentation, Characterization, Probiotic
DETEKSI Gamma-Aminobutiryc Acid (GABA) PADA ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT PRODUK FERMENTASI CHAO PANGKEP Zaenab, Ririn Irfayanti; Ade Irma; miladiarsi
Journal of Biomedical Sciences and Health Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jbsh.v2.i2.236

Abstract

Bakteri Asam Laktat (BAL) adalah kelompok mikroorganisme General Recognized as Safe (GRAS) yang berperan penting dalam menghasilkan senyawa fungsional, termasuk Gamma-aminobutyric acid (GABA). GABA merupakan asam amino non-protein yang memiliki fungsi sebagai penghambat neurotransmitter utama dalam sistem saraf pusat juga berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan BAL dari produk fermentasi Chao khas daerah Pangkep dalam menghasilkan senyawa GABA sebagai antioksidan menggunakan metode Thin Layer Chromatography (TLC). Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh nilai Retention factor (Rf) isolat BAL C2 tanpa MSG yaitu 0,82, C2 MSG 1% 0,84, C10 tanpa MSG 0,8 dan 0,64, C10 MSG 1% 0,86 dan 0,68. Dengan aktivitas antioksidan berdasarkan nilai IC50 C2 tanpa MSG 940,11 ppm, C2 MSG 1% 1124,97 ppm, C10 tanpa MSG 884,73 ppm, dan C10 MSG 1% 939,17 ppm. Nilai Rf isolat C2 dan C10 dengan penambahan MSG 1% lebih menghampiri nilai Rf larutan standar yaitu 0,88 dan aktivitas antioksidan isolat C2 dan C10 tergolong sangat lemah dikarenakan nilai IC50 nya >200 ppm. Ini dapat menjadi dasar optimalisasi produksi GABA oleh BAL dari produk fermentasi lokal seperti Chao untuk pengembangan probiotik atau suplemen fungsional yang bermanfaat untuk kesehatan. Kata kunci: Chao, Bakteri Asam Laktat, Gamma-Aminobutyric Acid, Antioksidan Lactic Acid Bacteria (LAB) are a group of microorganisms generally recognized as safe (GRAS) that play a vital role in producing functional compounds, including Gamma-aminobutyric acid (GABA). GABA is a non-protein amino acid that functions as a major inhibitory neurotransmitter in the central nervous system and also acts as an antioxidant. This study aimed to determine the ability of LAB from a local fermented product, Pangkep Chao, to produce GABA as an antioxidant using Thin Layer Chromatography (TLC). Based on the research, the retention factor (Rf) values for LAB isolates were as follows: C2 without MSG was 0.82, C2 with 1% MSG was 0.84, C10 without MSG was 0.8 and 0.64, and C10 with 1% MSG was 0.86 and 0.68. The antioxidant activity, based on the IC50 value, was 940.11 ppm for C2 without MSG, 1124.97 ppm for C2 with 1% MSG, 884.73 ppm for C10 without MSG, and 939.17 ppm for C10 with 1% MSG. The Rf values of the C2 and C10 isolates with 1% MSG were closer to the standard solution's Rf value of 0.88, but the antioxidant activity of the C2 and C10 isolates was considered very weak because their IC50 values >200 ppm. This research can serve as a basis for optimizing GABA production by LAB from local fermented products like Chao for the development of beneficial probiotics or functional supplements
UJI BIOAKTIVITAS EKSTRAK TULANG IKAN CAKALANG (KATSUWONUS PELAMIS) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS PADA LUKA BAKAR TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) arista, arista; miladiarsi; Wahdaniar
Journal of Biomedical Sciences and Health Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jbsh.v2.i2.237

Abstract

Luka bakar adalah cedera yang rentan terhadap infeksi bakteri, terutama oleh Staphylococcus aureus, yang dapat memperparah kondisi dan memperlambat penyembuhan. Bakteri ini juga mampu membentuk biofilm, membuatnya lebih sulit diobati dengan antibiotik konvensional. Penelitian ini berfokus pada aktivitas antibakteri ekstrak tulang ikan cakalang terhadap Staphylococcus aureus pada luka bakar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental kuantitatif. Hasil pengukuran zona hambat diketahui bahwa ekstrak tulang ikan cakalang bersifat bakteriostatistik terhadap bakteri S. aureus menggunakan ekstrak tulang ikan cakalang konsentrasi 20%, 40%, 60%,80% dan kontrol positif ciprofloxacin serta kontrol negatif etanol dan aquades steril masing- masing sebanyak 3 kali replikasi yang menunjukkan kelompok perlakuan ektrak 20%, 40%, 60%, dan 80% tulang ikan cakalang berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus berdasarkan zona hambat yang terbentuk sebesar 5,4 mm, pengukuran ditunjukkan bahwa ekstrak 80% menghasilakan nilai daya hambat yang kuat paling berpengaruh dalam pertumbuhan Staphylococcus aureus.Ekstrak tulang ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) konsentrasi 20%, 40%,60%, dan 80% dapat menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak konsentrasi terbesar 80% di golongkan memiliki daya hambat kuat terhadap bakteri uji. Pada penelitian ini ekstrak tulang ikan cakalang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.

Page 1 of 1 | Total Record : 6