cover
Contact Name
Ahmad Rayhan
Contact Email
ahmadrayhan30@gmail.com
Phone
+62 819-1763-7016
Journal Mail Official
edugrowselr@sinesia.id
Editorial Address
Puri Cempaka Azalea A9 No. 22, Panancangan, Cipocok Jaya, Kota Serang, Provinsi Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
EduGrows: Education and Learning Review
ISSN : -     EISSN : 31091881     DOI : https://doi.org/10.69836/edugrows
Core Subject : Education, Art,
EduGrows: Education and Learning Review (e-issn : 3109-1881) is a peer-reviewed, open-access academic journal that aims to promote high-quality research and scholarly discussion in the field of education. The journal provides a platform for researchers, educators, policymakers, and education practitioners to share new ideas, critical insights, and innovative practices that contribute to the advancement of teaching and learning across various educational contexts.EduGrows: Education and Learning Review 2 (two) issues a year in June And December, however articles that have been declared accepted will be queued in the In-Press issue before published in the determined time. The scope of EduGrows covers a wide range of topics, including but not limited to: Curriculum and instruction Educational policy and leadership Teacher education and professional development Learning assessment and evaluation Inclusive and special education Educational technology and digital learning Early childhood, primary, secondary, and higher education Lifelong learning and adult education Comparative and international education EduGrows encourages interdisciplinary approaches and welcomes both theoretical and empirical contributions in qualitative, quantitative, or mixed-methods research. The journal is committed to fostering educational transformation and equity through rigorous scholarship.
Articles 21 Documents
Karakteristik Guru Profesional Yang Tidak Tergantikan Oleh Artificial Intelligence Miftakhul Hidayah Agustina; Aprila Gita Safitri; Alfi Ma'rifah; Ahmad Roikhan Al-adha; Siti Zazak Soraya
EduGrows: Education and Learning Review Vol. 2 No. 2 (2026): Education for All People? Really?
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/edugrows.v2i2.318

Abstract

Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) memberikan dampak besar dalam dunia pendidikan melalui penyediaan materi adaptif, efisiensi informasi, dan evaluasi pembelajaran otomatis. Namun, kemajuan ini memunculkan kekhawatiran terkait potensi pengikisan peran pendidik serta batas kemampuan teknologi dalam menggantikan fungsi mendasar guru, khususnya pada aspek pembentukan karakter, moral, dan nilai kemanusiaan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis karakteristik utama guru profesional yang tidak dapat digantikan oleh keberadaan AI. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research) dan teknik analisis isi (content analysis) terhadap 16 sumber literatur berupa buku dan artikel ilmiah bereputasi terbitan tahun 2016–2026 yang relevan dengan profesionalisme guru, pembentukan karakter, dan teknologi AI. Hasil sintesis menemukan enam karakteristik utama guru profesional yang tidak tergantikan oleh AI, yaitu empati dan kepedulian terhadap peserta didik, keteladanan moral dan karakter, kemampuan membangun hubungan sosial, kreativitas dan inovasi pembelajaran, kemampuan menanamkan nilai dan budaya, serta kemampuan membimbing dan memotivasi peserta didik. Keterbatasan utama AI terletak pada ketiadaan pengalaman emosional, ikatan sosial timbal balik, pemahaman konteks kebudayaan yang mendalam, dan keteladanan nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI tidak dapat menggantikan peran sentral guru profesional karena pendidikan tidak hanya berfokus pada efisiensi pemrosesan data, melainkan melibatkan dimensi relasional, moral, sosial, dan perkembangan manusia. AI sejatinya berfungsi sebagai teknologi pendukung untuk membantu tugas teknis-informasional. Sebagai rekomendasi, guru disarankan untuk terus mengasah literasi AI secara kritis dan etis guna mempermudah administrasi pembelajaran, sembari memperkuat kompetensi pedagogik, sosial, dan kepribadian. Selain itu, lembaga pendidikan dan pembuat kebijakan perlu memfasilitasi pelatihan integrasi teknologi yang berorientasi pada etika serta penguatan karakter pendidik.

Page 3 of 3 | Total Record : 21