cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
gedearda@unud.ac.id
Phone
+6281910872532
Journal Mail Official
jitpagrotechno@unud.ac.id
Editorial Address
Gedung GA, Kampus Bukit Jimbaran, Universitas Udayana. Jl. Raya Bukit Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali. Telp: 0361 801701
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno
Published by Universitas Udayana
Scientific Journal of Agricultural Technology AGROTECHNO publishes the research results in the field of agricultural technology. This field comprises three main topics, namely Food Science and Technology, Agroindustry Technology and Management, and Agricultural Engineering and Biosystems. We encourage researchers to publish in the following topics: Food Science and Technology: Antioxidant, food development, food characteristics evaluation, nutrition assessment, functional food, food colorant, probiotics, food safety. Agroindustry Technology and Management: Industrial process technology, industrial system engineering, environmental engineering. Agricultural Engineering and Biosystem: Postharvest physiology and Technology of the fresh product, agricultural machinery design, precision farming, Internet of Things in biosystem, instrumentation and automation, biosystem management, water and soil management, composting engineering.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober" : 5 Documents clear
Pengaruh Variasi Tingkat Daya dan Waktu Pemanasan Microwave terhadap Karakteristik Tepung Jelai (Coix lacryma-jobi L.) Sukmiyati Agustin; Ratih Mardiatuzzakiah
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2024.v09.i02.p04

Abstract

Jelai (Coix lacryma-jobi L.) adalah tanaman jenis serealia yang masuk golongan suku padi-padian (Poaceae). Jelai merupakan jenis tanaman biji-bijian atau serealia. Kandungan pati dalam tanaman jelai sangat tinggi yaitu berkisar 52% sehingga berpotensi dapat diolah menjadi tepung. Pati alami yang terdapat pada biji jelai memiliki kekurangan yakni proses pengolahan dengan waktu yang lama dan tidak tahan pada perlakuan asam. Pemanasan menggunakan metode microwave merupakan salah satu metode untuk memodifikasi pati yang dinilai lebih efisien karena memberikan pemanasan yang lebih cepat, perlakuan yang lebih homogen, dan meminimalisir konsumsi energi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh tingkat daya dan waktu pemanasan microwave terhadap karakteristik fisikokimia dan fungsional tepung jelai. Percobaan faktorial dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu tingkat daya (20p, 60p, 100p) dan waktu pemanasan (5, 10, 15 menit) serta tiga kali ulangan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa variasi tingkat daya microwave berpengaruh nyata terhadap densitas kamba, swelling volume, dan solubility, tetapi pada kadar air dan viskositas tidak berpengaruh nyata pada tepung jelai termodifikasi. Sedangkan pada variasi waktu pemanasan microwave berpengaruh nyata terhadap solubility, tetapi pada kadar air, densitas kamba, swelling volume, dan viskositas tidak berpengaruh nyata pada tepung jelai termodifikasi. Perlakuan tingkat daya 20p dan waktu pemanasan 15 menit merupakan perlakuan terbaik karena dari hasil analisis densitas kamba dan solubility hampir mendekati tepung terigu.
Karakteristik Biochar Limbah Bubuk Kopi Produksi UMKM Kopi Tirtoyudo, Malang Selatan Razhika Faradila; Soni Sisbudi Harsono; Yuni Lasari
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2024.v09.i02.p03

Abstract

Limbah yang dihasilkan dari sebagian besar UMKM kopi di Malang Selatan ini masih belum dimanfaatkan secara optimal, hal ini dapat dilihat dari menumpuknya limbah kopi di sekitar tempat pengolahan. Penelitian ini merupakan inisiasi dari tim peneliti untuk memberikan pengetahuan dan kepercayaan terhadap pelaku UMKM Kopi Tirtoyudo dalam meningkatkan nilai guna Limbah Kopi dan ekonomi sirkular. Secara umum tujuannya memberikan informasi terkait kualitas pembakaran biochar limbah bubuk kopi melalui analisis proksimat dan sosialisai terkait pengolahan limbah kopi menjadi energi alternatif yaitu biochar. Dari penelitian yang dilakukan menghasilkan Biochar Limbah Kopi dengan suhu 500oC memiliki komposisi terbaik dengan nilai kadar air 9,33%, kadar abu 4,08%, pH 9,55, C-Organik 13,15% dan zat terbang 14,55%. Hal ini dikarenakan kopi memiliki komposisi yang baik untuk mengembalikan unsur hara dan dilakukan pengeringan sebelum run-off biochar.Kegiatan penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan keahlian kepada masyarakat khususnya pelaku UMKM Kopi Tirtoyudo di Malang Selatan agar dapat mengembangkan teknologi energi terbarukan biochar dari limbah bubuk kopi (Spent Coffee Ground) menjadi alternatif penggunaan bahan bakar yang lebih efisien, murah dan ramah lingkungan.
Perhitungan Luas Daun Tanaman Kayu Putih (Melaleuca leucadendra) dengan Manual dan Digital (ImageJ) Choirul Umam; Abdurrahman ‘Uluwiy; Rohmatul Auliya; Ratna Nurshakti Putri; Muhammad Tsabit Alwi
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2024.v09.i02.p02

Abstract

Daun merupakan organ penting dalam tanaman yang merupakan parameter utama dalam analisis pertumbuhan tanaman. Salah satu tanaman penting di Indonesia adalah tanaman kayu putih, dimana tanaman ini banyak digunakan sebagai bahan utama minyak atsiri dunia. Untuk mengukur luas daun, kecepatan dan ketepatan dalam pengukuran menjadi krusial. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pengukuran luas daun yang praktis dan terkalibrasi karena proses penghitungannya dilakukan secara otomatis melalui citra gambar dan diproses oleh aplikasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui beberapa tahap: Tahap 1, perhitungan secara digital dengan runtutan: pengambilan citra daun digital, dan perhitungan luas daun secara digital. Tahap 2, perhitungan luas daun konvensional melalui metode gravimetri dan kertas milimeter. Penelitian ini menggunakan daun kayu putih yang didapatkan dari 7 pohon kayu putih yang terdapat di beberapa desa di Kabupaten Bangkalan- Jawa Timur dengan total daun yang digunakan sebanyak 105 daun. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa analisis citra gambar menggunakan software ImageJ pada daun Kayu Putih terbukti lebih praktis dan efisien dibanding dengan metode manual yakni milimeter blok dan gravimetri. Pengukuran daun menggunakan ImageJ layak untuk digunakan dan dikembangkan dengan dasar hasil penelitian ini dan penelitian-penelitian terdahulu. Rata-rata nilai error pengukuran daun menggunakan ImageJ terhadap metode milimeter blok adalah 8,46% dengan nilai korelasi sebesar 0,9353 sedangkan pengukuran luas daun menggunakan ImageJ terhadap metode gravimetri adalah 47,31% dengan korelasi sebesar 0,7328. Hal ini menunjukkan keterikatan yang sangat kuat pada metode milimeter blok dan kuat pada metode gravimetri.
Pengembangan Tepung Ubi Jalar Ungu Pregelatinisasi serta Aplikasinya pada Pembuatan Flakes Bryan Bryan; Gusti Ayu Kadek Diah Puspawati; I Nengah Kencana Putra
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2024.v09.i02.p01

Abstract

Ubi jalar ungu mempunyai prospek yang baik sebagai bahan baku industri pangan terutama dalam bentuk tepung. Akan tetapi, tepung ubi jalar ungu mempunyai beberapa kelemahan seperti kelarutan dalam air yang rendah, daya serap air yang rendah dan bentuk gel yang dihasilkan kurang seragam. Modifikasi tepung ubi jalar ungu dengan pregelanisasi telah banyak dikembangkan, namun terjadi penurunan kadar komponen aktif antosianin dan antioksidannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui suhu dan waktu pregelatinisasi yang tepat untuk menghasilkan tepung ubi jalar ungu termodifikasi terbaik dan untuk mengetahui perbandingan tepung ubi jalar ungu termodifikasi dan tepung daun kelor untuk menghasilkan flakes dengan karakteristik terbaik. Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama yaitu ubi jalar ungu dipregelatinisasi dengan suhu pengukusan 70oC, 80oC dan 90oC serta lama pengukusan 5 menit, 10 menit dan 15 menit. Hasil terbaik dari penelitian tahap pertama kemudian diaplikasikan pada penelitian tahap kedua yaitu pengaruh penambahan tepung daun kelor terhadap flakes ubi jalar ungu dengan beberapa taraf yaitu 0%, 3%, 6%, 9% dan 12%. Hasil penelitian tahap pertama menunjukkan bahwa perlakuan pengukusan dengan suhu 70oC dan lama waktu pengukusan 5 menit menghasilkan tepung ubi jalar ungu termodifikasi terbaik dengan karakteristik rendemen sebesar 24,90%, kadar antosianin sebesar 25,65 mg/L, kadar pati sebesar 63,10%, kadar amilosa sebesar 28,73%, kadar amilopektin sebesar 34,37%, kadar antosianin 25,62 mg/L, viskositas 2597 cP, daya serap air 113,27% dan daya serap minyak 110,68%. Tepung ubi jalar ungu termodifikasi dengan perlakuan terbaik digunakan dalam pembuatan flakes ubi jalar ungu yang ditambahkan tepung daun kelor. Perlakuan dengan penambahan tepung daun kelor 12% menghasilkan serpihan ubi jalar ungu terbaik dengan karakteristik rendemen 59,41%, kadar antosianin 8,02 mg/L, aktivitas antioksidan 19,31%, dan uji organoleptik dengan karakteristik aroma suka, agak pahit dan suka, tekstur agak renyah dan suka serta penerimaan panelis secara keseluruhan suka.
Karakteristik Bubuk Biji Buah Salak Bali : Kajian Suhu dan Waktu Penyangraian I Gusti Ngurah Pratama Putra; Luh Putu Wrasiati; Ni Made Wartini
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2024.v09.i02.p05

Abstract

Biji salak adalah salah satu hasil samping perkebunan salak yang jarang dimanfaatkan. Tujuan dilakukannya penelitian ini yakni untuk mengetahui karakteristik mutu dan sensoris bubuk biji buah salak Bali. Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial digunakan pada penelitian ini. Terdapat dua faktor perlakuan yakni suhu dan waktu penyangraian dengan tiga level suhu penyangraian (190 ± 2°C, 200 ± 2°C dan 210 ± 2°C) dan waktu penyangraian (10 menit, 20 menit dan 30 menit). Variabel yang diamati antara lain uji kadar sari larut air, kandungan tanin, total fenol, kadar abu, kadar air, uji intensitas warna, uji skoring dan uji hedonik (parameter aroma, warna dan rasa), serta identifikasi senyawa citarasa. Analisis ragam digunakan dalam penelitian ini kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan apabila terdapat perlakuan yang memberikan pengaruh nyata atau sangat nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan level suhu, waktu penyangraian berpengaruh nyata (P < 0,05), akan tetapi interaksi antara kedua perlakuan tersebut berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Perlakuan penyangraian pada suhu 210oC dan waktu penyangraian selama 10 menit merupakan perlakuan terbaik menurut tingkat kesukaan panelis tertinggi dengan karakteristik kadar air 3,68%, kadar abu 3,34%, kadar kafein 0,0145%, kadar tanin 5,07g TAE/g, total fenol 20,07mg GAE/g, kadar sari larut air 13,51%, intensitas warna dengan nilai L* 57,05, a* 4,96, b* 17,88 dan warna yang didapat adalah French beige. Teridentifikasi beberapa senyawa dengan tingkat kemiripan diatas 90 % diantaranya asam palmitat dengan tingkat kemiripan 93% pada waktu retensi 15,136 menit, asam linoleat dengan tingkat kemiripan 96% pada waktu retensi 16,993 menit dan (tetrahydroxycyclopentadienone) tricarbonyliron dengan tingkat kemiripan 93% pada waktu retensi 17,197 menit.

Page 1 of 1 | Total Record : 5