cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Cakrawala Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 24428620     DOI : -
Core Subject : Education,
Cakrawala Pendidikan (CP) merupakan jurnal ilmiah kependidikan. Jurnal ini menerbitkan berbagai artikel tentang kajian ilmiah dan hasil penelitian pendidikan baik dalam pengertian luas (pendidikan secara umum) maupun khusus (menunjuk pada bidang-bidang studi tertentu). Pemuatan suatu artikel diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan konsep keilmuan dan aplikasinya atau pada pemahaman pendidikan di Indonesia. Jurnal CP terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu edisi Februari, Juni, dan November, diterbitkan oleh LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1984,TH.IV" : 8 Documents clear
KETERLIBATAN MINAT BACA MAHASISWA DALAM MENUNJANG SISTEM KREDIT : SEBUAH MASALAH Sardiman AM.
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1984,TH.IV
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.398 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.7458

Abstract

Perkembangan science dan teknologi yang begitu cepat dewasa ini telah mengakibatkan berbagai perubahan di setiap sektor kehidupan, termasuk sektor pendidikan. Justru pada pendidikan inilah yang sering kali mengalami perubahan-perubahan baik yang hanya sekedar tambal sulam maupun perubahan secara struktural. Perubahan, penyempurnaan dan pembaharuan dalam penyelenggaraan pendidikan itu sebagai suatu yang wajar. Karena memang menangani bidang pendidikan berarti mengurus manusia yang dalam dirinya terkandung berbagai kompleksitas komponen yang dinamis, tidak statis. Mendidik adalah usaha kemanusiaan yang notabenenya akan menggarap berbagai persoalan mengenai sikap tingkah laku yang begitu uniek dan kompleks.Dikaitkan dengan kegiatan pembangunan manusia seutuhnya maka bidang pendidikan yang tidak pernah mandeg itu memiliki posisi sangat strategis. Tetapi sebagai konsekuensinya, hal itu merupakan tantangan yang cukup berat bagi setiap warga Negara terutama yang secara langsung menangani bidang pendidikan ini. Diamanatkan oleh Pembukaan UUD 1945, bahwa kita harus mensejahterakan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Kemudian ditunjukkan oleh GBHN bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan ketrampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang mampu membangun dirinya sendiri dan bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.Untuk mencapai cita-cita tersebut bukan sesuatu yang ringan tetapi merupakan tanggung jawab yang sangat besar. Apalagi ditambah dengan timbulnya tantangan akibat dari dmnpak kemajuan teknologi yang amat pesat ini. Manusia harus dapat menyesuaikan dengan perkembangan (dalam arti penyesuaian seeara aktif, tidak saja pasrah) dan mampu melanjutkan tugas pembangunan. Sehubungan dengan itu maka manusia, apalagi generasi muda dan mahasiswa senantiasa harus terus belajar.
PROGRAM REMEDIAL PENGAJARAN BAHASA INDONESIA BERDASARKAN ANALISIS KESALAHAN Zamzani, Zamzani
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1984,TH.IV
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.124 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.7452

Abstract

Pendidikan dan pengajaran bahasa Indonesia perlu ditingkatkan dan dikembangkan sehingga mencakup semua lembaga pendidikan dan menjangkau masyarakat luas, demikian isarat yang diberikan oleh GBHN 1983. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurang berhasilnya pengajaran bahasa Indonesia selama ini yang bukan hanya merupakan suara burung yang bernada sumbang tetapi ditopang oleh hasil penelitian terhadap pengajaran bahasa Indonesia yang dilakukan selama ini. Selain itu, ada suatu kesadaran akan kewajiban kita untuk membina dan mengembangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional bahasa resmi kenegaraan. Bila kita membatasi diri dalam kancah kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di sekolah, kita dapat melihat keadaan anak didik kita yang sebagian besar mempunyai bahasa ibu bahasa daerah (seperti bahasa Jawa, Sunda, Bali, Batak, dsb) dan mengakui sisi bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Dengan demikian, sebagian besar mereka merupakan bilingual, bahkan mungkin multilingual. Keadaan seperti ini bila tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya akan merugikan karena akan dapat menimbulkan kekacauan bahasa, setidak-tidak nya akan menimbulkan kesulitan di dalam mengajarkan bahasa dalam usaha membina dan mengembangkan bahasa Indonesia (Halim 1979). Kekaaauan bahasa Indonesia sekarang ini diperbesar lagi oleh kurangnya penguasaan bahasa Indonesia bukan saja di kalangan rakyat banyak tetapi juga di kalangan terpelajar. Penyebab kurangnya penguasaan bahasa Indonesia adalah (1) kurangnya motivasi bagi pemakai bahasa Indonesia yang baik, (2) kenyataan bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa kedua bagi kebanyakan orang Indonesia, dan (3) anggapan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang mudah bagi orang Indonesia sebab bahasa itu adalah bahasa sendiri dan oleh sebab itu tidak perlu dipelajari (Ibid).
PERANAN PROGRAM REMIDIAL DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI BELAJAR Warji Reksohutomo
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1984,TH.IV
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.555 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.7460

Abstract

Adalah suatu realita bahwa dalam proses belajar mengajar terdapat perbedaan-perbedaan pada diri siswa, baik yang berasal dari faktor-faktor internal maupun eksternal. Perbedaan perbedaan itu antara lain dalam hal : Waktu dan irama perkembanganMotif, inteligensi dan emosiKecakapan menangkap pelajaranPembawaanLingkungan Dengan perbedaan-perbedaan itu akan dihasilkan tingkat penguasaan belajar yang berbeda-beda pula. Ini berarti bahwa dalam pelaksanaan proses belajar-mengajar itu ada siswa-siswa yang cepat dan berhasil mencapai tujuan instruksional yang hendak dicapai. Namun sebaliknya ada pula siswa-siswa yang lambat dan menemui kesulitan dalam mencapai tujuan instruksional itu. Untuk memberikan pelayanan kepada individu siswa dan tingkat keberhasilannya yang berbeda-beda, maka proses belajar mengajar di sekolah-sekolah kita selain berorientasi kepada tujuan instruksional yang hendak dicapai, juga berorientasi kepada prinsip belajar tuntas. Khusus untuk melayani siswa yang lamban, menemui kesulitan dalam mencapai tujuan isntruksional, maka dilaksanakan program remedial dalam proses belajar-mengajar. Dengan program remedial itu diharapkan semua siswa yang mengalami kesulitan belajar dapat ditolong, sehingga tak ada seorang pun dari seluruh populasi siswa yang tidak berhasil dalam mencapai tujuan instruksional yang di tentukan. Dengan demikian berarti bahwa dilaksanakannya program dalam proses belajar-mengajar akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi belajar.
MENYAMBUT PENDIDIKAN HUMANIORA : BEBERAPA CATATAN TENTANG SASTRA DAN PENGAJARANNYA Suminto A. Sayuti
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1984,TH.IV
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.394 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.7454

Abstract

Di antara kita sering timbul pernyataan-pernyataan yang bernada sumbang serta agak meremehkan dan mengejek bahwa karya sastra hanyalah merupakan hasil angan-angan dan khayalan para sastrawan; para sastrawan yang dinilai tidak mermpunyai pekerjaan, kecuali hanya melamun, berkhayal. Dengan demikian bagi mereka yang melecehkan sastra, hasil kerja para sastrawan tersebut tentu saja tidaklah realistik, bahkan sama sekali tidak menggambarkan kehidupan sehari-hari yang sesungguhnya. Anggapan seperti itu bertambah parah manakala ditambah dengan pembicaraan tentang seniman (inklusif sastrawannya), yang dibayangkan sebagai profil atau figur seorang tokoh yang serba 'kumal' dan 'jorok', yang hidup tanpa aturan dan seenak perut sendiri, yang hanya sibuk lalu-Ialang ke sana ke mari atau bergerombol dengan sesamanya sambil mengobrol 'menunggu datangnya ilham'. Oleh karena itu, sering timbul pula pertanyaan-pertanyaan seperti; Apakah kita perlu membaca karya sastra, bahkan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh? Apakah hal itu bukan merupakan pekerjaan yang sia-sia belaka, yang tidak bermanfaat dan hanya memboroskan waktu tanpa hasil apa pun? Bukanlah sebiji novel hanya pantas dibaca mana kala kita duduk di halte menunggu bis datang, atau dalam kereta api jarak jauh, atau di ruang antre dokter untuk menunggu giliran dipanggil ? Dst. dst. Semen tara itu, di pihak yang lain timbul pula anggapan yang kuat bahwa seorang pembaca karya sastra yang 'dewasa' akan menernukan kebahagiaan tersendiri manakala membaca karya sastra. Bukankah karya sastra memberikan kenikmatan tersendiri itu? Bukankah yang kita kejar dalam hidup ini adalah kebahagiaan dan kenikmatan itu, dan sastra menyediakannya? Betapa bodoh orang yang berpendapat bahwa sastra itu tidak bermanfaat. Mukti Ali, bekas menteri agama kita, pernah bilang bahwa hidup tanpa seni adalah kasar, dan sastra itu termasuk seni. Dengan demikian, sastra dapat mernperhalus perilaku kita dalam kehidupan. Mengapa demikian? Sebab sastra merangsang kita untuk lebih memahami dan menghayati kehidupan yang hanya sejenak ini. Sastra tidak pernah atau bukan merumuskan kehidupan, dan juga tidak mengabstraksikannya, akan teeapi menampilkan kehidupan itu sendiri kepda kita. Kehidupan yang imajinatif, tapi bukan khayalan.
ADA MAKNA IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN Wirojoedo, Soebijanto
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1984,TH.IV
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.047 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.7462

Abstract

Biasanya disebut "Kitab Adam Maima" , yalah satu burit dalam buku centini yang terdiri dari 12 Jilid dengan 4200 halaman folio, atau l/2 meter tebal halaman folio. Ada 28 macam ilmu, atau 166 bagian kecil dari masalah filsafat sampai pada ilmu kuda dan yang terakhir adalah masalah magig hitam.Mengapa salah satu masalah dibahas disini? Menurut penulis sekedar bahan pertimbangan untuk para pembaca tentang pandangan penulis terhadap buku centini, terutama tentang kitab "Adam Makna" tersebut. Perhatian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta khususnya Prof. Dr. Notonagoro (almarhum) sangat besar perhatian beliau tentang pustaka centini ini. Maka dapat dikatakan disini sebagai suatu usaha atau cara memperkenalkan pandangan masyarakat "Jawa" (baca: Indonesia) terhadap berbagai masalah, khususnya tentang manusia yang disebut kitab Adam Makna tsb.
PENDEKATAN EPISODE DALAM PENGEMBANGAN PROGRAM PENDIDlKAN SEJARAH PERJUANGAN BANGSA A. Daliman
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1984,TH.IV
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.315 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.7456

Abstract

Dalam rangka mengembangkan semangat cinta tanah air sebagai tercantum dalam Tujuan Pendidikan Nasional (GBHN - 1983), maka mulai tahun akademik 1984/1985 akan dilaksanakan progam Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa. Program Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa dikembangkan dari Sejarah Nasional. Titik berat program pendidikan ini adalah pada matra afektif (pendidikan nilai) dengan tujuan untuk menanamkan, meresapkan, mengembangkan, dan meneruskan jiwa, semangat dan nilai-nilai1945 kepada generasi muda. Status program Pendidikau Sejarah Perjuangau Bangsa adalah sebagai bidang studi yang berdiri sendiri dan masuk pada kelompok Program Pendidikan Umum sejajar dengan Pendidikan agama, PMP, Pendidikan Olah Rga dan Kesehatan serta Pendidikan Kesenian. Pendektan yang dipergunakan dalam Pendidikan Sejarah perjuangan Bangsa adalah pendekatan episode. Yang dimaksud episode adalah tonggak-tonggak sejarah yang memiliki nilai-nilai perjuangan penting, yang mengandung jiwa, semangat danb nilai-nilai perjuangan yang luhur dan hakeki dari suatu bangsa. Makna dan nilai-nilai yang dikandung didalamnya inilah yang menentukan peranan penting episode sebagai wahana dan pendekatan dalam pengembangan program PendidikanSejarah Perjuangan Bangsa.
KOMPETENSI : SUDAH SAATNYA KITA MELANGKAH ? Ferry Adenan
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1984,TH.IV
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v1i1.7463

Abstract

Tujuan utama dari Pendidikan Guru Berdasarkan Kompetensi (PGBK) di Indonesia ada1ah untuk meningkatkan kua1itas seko1ah-seko1ah kita dengan meningkatkan kua1itas para guru. Langkah ini sangat terpuji dan perlu kita dukung. Meskipun demikian, di da1am imp1ementasi program-program PGBK, orang seringka1i berasumsi bahwa memang te1ah ditemu dan diketahui cirri-ciri kompetensi-kompetensi khusus yang dapat menghasi1kan guru-guru yang efektif dengan kriteria-kriteria yang telah diuji coba. Salah satu contoh ada1ah kriteria dasar tentang profi1 kemampuan dasar guru.Di da1am pe1aksanaannya, orang sebenarnya hanya dapat speku1asi tentang efektif-tidaknya kompentensi-kompentensi tersebut.
BEBERAPA HAL TENTANG ORGANISASI SEKOLAH DAN USAHA UNTUK MENGEMBANGKANNYA B. Suryosubroto
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1984,TH.IV
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v1i1.7453

Abstract

Organisasi secara umum dapat diartikan memberi struktur atau susunan yakni dalam penyusunan/penempatan orang-orang dalam suatu kelompok kerjasama, dengan maksud menempatkan hubungan antara orang-orang dalam kewajiban-kewajiban, hak-hak dan tanggung jawab masing-masing. Penentuan struktur, hubungan tugas dan tanggung jawab itu dimaksudkan agar tersusun suatu pola kegiatan untuk menuju kepada tercapainya tujuan bersama. Dengan kata lain organisasi adalah aktivitas dalam membagi-bagi kerja, menggolong-golongkan jenis pekerjaan, member wewenang, menetapkan saluran perintah dan tanggung jawab diantara para pelaksana. Sekolah sebagai lembaga pendidikan sudah semestinya mempunyai organisasi yang baik agar tujuan pendidikan formal ini tercapai sepenuhnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

1984 1984


Filter By Issues
All Issue Vol. 44 No. 3 (2025): Cakrawala Pendidikan (October 2025) Vol. 44 No. 2 (2025): Cakrawala Pendidikan (June 2025) Vol. 44 No. 1 (2025): Cakrawala Pendidikan (February 2025) Vol. 43 No. 3 (2024): Cakrawala Pendidikan (October 2024) Vol. 43 No. 2 (2024): Cakrawala Pendidikan (June 2024) Vol. 43 No. 1 (2024): Cakrawala Pendidikan (February 2024) Vol. 42 No. 3 (2023): Cakrawala Pendidikan (October 2023) Vol 42, No 3 (2023): Cakrawala Pendidikan (October 2023) Vol 42, No 2 (2023): Cakrawala Pendidikan (June 2023) Vol 42, No 1 (2023): Cakrawala Pendidikan (February 2023) Vol 41, No 3 (2022): Cakrawala Pendidikan (October 2022) Vol 41, No 2 (2022): Cakrawala Pendidikan (June 2022) Vol 41, No 1 (2022): Cakrawala Pendidikan (February 2022) Vol 40, No 3 (2021): Cakrawala Pendidikan (October 2021) Vol 40, No 2 (2021): Cakrawala Pendidikan (June 2021) Vol 40, No 1 (2021): Cakrawala Pendidikan (February 2021) Vol 39, No 3 (2020): CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 39, NO. 3, OCTOBER 2020 Vol 39, No 2 (2020): CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 39, NO. 2, JUNE 2020 Vol 39, No 1 (2020): CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 39, NO. 1, FEBRUARY 2020 CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 38, NO. 3, OCTOBER 2019 CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 38, NO. 2, JUNE 2019 CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 38, NO. 1, FEBRUARY 2019 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2018, TH.XXXVII, NO.3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2018, TH.XXXVII, NO.2 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2018, TH.XXXVII, NO.1 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2017, TH.XXXVI, NO.3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2017, TH. XXXVI, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2017, TH. XXXVI, NO. 1 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2016, TH. XXXV, NO. 3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2016, TH. XXXV, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2016, TH. XXXV, NO. 1 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2015, TH. XXXIV, NO. 3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2015, TH. XXXIV, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN FEBRUARI 2015, TH. XXXIV, NO. 1 CAKRAWALA PENDIDIKAN OKTOBER 2014, TH. XXXIII, NO. 3 CAKRAWALA PENDIDIKAN JUNI 2014, TH. XXXIII, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN FEBRUARI 2014, TH. XXXIII, NO. 1 No 3 (2013): CAKRAWALA PENDIDIKAN NOVEMBER 2013, TH. XXXII, NO. 3 No 2 (2013): CAKRAWALA PENDIDIKAN Juni 2013, Th. XXXII, No. 2 No 1 (2013): CAKRAWALA PENDIDIKAN Februari 2013, Th. XXXII, No. 1 No 3 (2012): Cakrawala Pendidikan edisi November 2012, Th. XXXI, No. 3 No 2 (2012): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Juni 2012, Th. XXXI, No. 2 No 1 (2012): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Februari 2012, Th. XXXI, No. 1 No 3 (2011): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI NOVEMBER 2011, Th. XXX, No. 3 No 1 (2011): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Februari 2011, Th. XXX, No. 1 No 2 (2011): CAKRAWALA PENDIDIKAN Mei 2011, Th. XXX, Edisi Khusus Dies Natalis UNY No 3 (2010): Cakrawala Pendidikan, November 2010, Th. XXIX, No. 3 No 2 (2010): Cakrawala Pendidikan, Juni 2010, Th. XXIX, No. 2 No 3 (2010): Mei 2010, Th. XXIX, Edisi Khusus Dies Natalis UNY No 1 (2010): Cakrawala Pendidikan Edisi Februari 2010 No 3 (2009): Cakrawala Pendidikan, November 2009, Th. XXVIII, No. 3 No 2 (2009): Cakrawala Pendidikan, Juni 2009, Th. XXVIII, No. 2 No 1 (2009): CAKRAWALA PENDIDIKAN, Februari 2009, Th. XXVIII, No. 1 Vol 2, No 2 (2008): Cakrawala Pendidikan, Juni 2008, Th. XXVII, No. 2 Vol 1, No 1 (2008): Cakrawala Pendidikan, Februari 2008, Th. XXVII, No. 1 No 3 (2008): Cakrawala Pendidikan, November 2008, Th. XXVII, No. 3 Vol 3, No 3 (2007): Cakrawala Pendidikan, November 2007, Th. XXVI, No. 3 Vol 2, No 2 (2007): Cakrawala Pendidikan, Juni 2007, Th. XXVI, No. 2 Vol 1, No 1 (2007): Cakrawala Pendidikan, Februari 2007, Th. XXVI, No. 1 No 3 (2006): Cakrawala Pendidikan, November 2006, Th. XXV, No.3 No 2 (2006): Cakrawala Pendidikan, Juni 2006, Th. XXV, No.2 No 1 (2006): Cakrawala Pendidikan, Februari 2006, Th. XXV, No.1 No 3 (2005): Cakrawala Pendidikan, November 2005, Th. XXIV, No.3 No 2 (2005): Cakrawala Pendidikan, Juni 2005, Th. XXIV, No.2 No 1 (2005): Cakrawala Pendidikan, Edisi Februari 2005, Th. XXIV, No.1 No 3 (2004): Cakrawala Pendidikan edisi November 2004, Th. XXIII, No.3 No 2 (2004): CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI JUNI 2004, TH. XXIII, NO. 2 No 1 (2004): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2004, TH. XXIII, NO. 1 No 3 (2003): Cakrawala Pendidikan edisi November 2003, Th. XXII, No. 3 No 2 (2003): CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI JUNI 2003, TH. XXII, NO. 2 No 1 (2003): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2003, TH. XXII, NO. 1 No 3 (2002): CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI NOVEMBER 2002, TH. XXI, NO. 3 No 2 (2002): Cakrawala Pendidikan edisi Juni 2002, Th. XXI, No. 2 No 1 (2002): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2002,TH XXI. NO.1 CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,2001,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,2001,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,2001,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,2000,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1999,TH.XVIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1999,TH.XVIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1999,TH.XVIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1998,TH.XVII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1998,TH.XVII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1997,TH.XVI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1997,TH.XVI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1997,TH.XVI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1996,TH.XV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1996,TH.XV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1996,TH.XV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1995,TH.XIX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1995,TH.XIX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1995,TH.XIX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1994,TH.XIV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1994,TH.XIV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1994,TH.XIV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1993,TH.XIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1993,TH.XIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1993,TH.XIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1992,TH.XII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1992,TH.XII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1991,TH.XI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1991,TH.XI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1990,TH.X CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1990,TH.X CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1989,TH.VIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1989,TH.VIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1989,TH.VIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1988,TH.VII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1988,TH.VII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1988,TH.VII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1987,TH.VI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1987,TH.VI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1985,TH.IX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1985,TH.IX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1984,TH.IV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1984,TH.IV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1983,TH.III CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1983,TH.III CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1983,TH.III CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1982,TH.II CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1981,TH.I CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1981,TH.I More Issue