cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Cakrawala Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 24428620     DOI : -
Core Subject : Education,
Cakrawala Pendidikan (CP) merupakan jurnal ilmiah kependidikan. Jurnal ini menerbitkan berbagai artikel tentang kajian ilmiah dan hasil penelitian pendidikan baik dalam pengertian luas (pendidikan secara umum) maupun khusus (menunjuk pada bidang-bidang studi tertentu). Pemuatan suatu artikel diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan konsep keilmuan dan aplikasinya atau pada pemahaman pendidikan di Indonesia. Jurnal CP terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu edisi Februari, Juni, dan November, diterbitkan oleh LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1993,TH.XIII" : 10 Documents clear
DAMPAK PEMBANGUNAN PARIVIISATA TERHADAP EKONOMI, SOSIAL, DAN ,BUDAYA Heru Pramono
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1993,TH.XIII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.058 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.8911

Abstract

Pariwisata, pada mulanya sebagai aktivitas di kalanganmasyarakat tinggi, namun sekarang telah menjadi kebutuhanhampir setiap orang. Pembangunan pariwisata di berbagainegara telah menjadi andalan bagi perolehan devisa. Kecualiperolehan devisa tersebut, ternyata pembangunan pariwisatajuga mempunyai dampak ekonomi yang lain, seperti: menciptakanlapangan pekerjaan, sebagai alat pembangunan regional,memungkinkan terjadinya pelipatgandaan (multiplier) pariwisata,meningkatkan pendapatan negara, namun' dapat pulamenimbulkan kerusakan pada sektor ekonomi lain atau menciptakanpersaingan dengannya, dan dapat menimbulkaninflasi umum.Pembangunan pariwisata ternyata pula mcnimbulkandampak di bidang sosial-budaya, seperti: pcrubahan strukturdemografi, perubahan jenis pekerjaan, perubahan nilai-nilai,peningkatan perhatian terhadap pelestarian seni-budayatradisional, penurunan nilai-nilai artistik, dan perubahankonsumsi harian.
PLTN SEBAGAI ALTERNATIF PEMBANGKIT ENERGI LISTRIK DI PULAU JAVIA Setya Hadi
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1993,TH.XIII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1178.882 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.8918

Abstract

Pada era Pembangunan Jangka Panjang II nanti, kebutuhanenergi listrik di pulau Jawa akan 'meningkat, seiringd~ngan meningkatnya tara! hidup masyarakat dan kemajuansektor industri. Untuk itu pemerin~ah t~lah dan akan membangunbanyak pemhangkit energi listrik, baik yang menggunakansumber' energi air, batubara, minyak, gas alam,panas bumi, ataupun tenaga surya. Dengan pertimbanganketerbatasan sumber "energi dan pencemaran akibat industri,maka pemerintah menawarkan alternatif pembangkit energilistrik dengan menggunakan tenaga nuklir. Untuk merealisasikanrencana tersebut, pemerlntah mengharapkan adanyapengertian dari masyarakaf. Sayangnya pengetahuan masyarakat tentang teknologi nuklir masih sangat terbatas, merekahanya tahu bahwa tek.~logi itu membayakan masyarakatsehingga pemerintah ,memandang perlu penyebaran informasiyang benar tentang. t~knologi nuklir.Berdasark~~ perigalaman di negara maju, PLTN menghasilkanpen'cemar"a·n ling'kungan yang tidak berarti hila dibandingkandengan pembangkit lis~rik dengan bahan bakarfosH, yang pencemarannya. telah .terbukti merusak lingkungandi dunia ini. PLTN dalam jangka panjang juga menawarkaqkeuntungan ekonomis yang lebih besar, serta risiko kematianatau luka yang keeil sekali bila dibandingkan dengan risi~oakibat kecelakaan angkutan jalan raya atau pe'sawat terbang.Sedangkan keselamatan reaktor nuklir dapat dipenuhi dengan'adanya sistem kerekayasaan dengan faktor kegagalan yangkecil sekali. Faktor-faktor tersebut mendorong ·pemerintahmemilih alternatif PLTNsebagai sumber energi Iistrik." -·Bagaimanapun juga pemilihan alternatif' PLTN sebagai'pembangkit energi listrik perlu persiapan yang matang dariberbagai pihak yang terlibat karena tekriologi tersebutmemang dapat menyebabkan kecelakaan besar.
DESENTRALISASI PENGEMBANGAN KURIKULUM~ SUATU MEKANISME· ADMINISTRASI KURIKULUM MASA KINI Subandijah, Subandijah
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1993,TH.XIII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.34 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.8920

Abstract

Mengingat bahwa pemerintah Republik Indonesia terdiriatas pemerintah pusat dan pemerintah daerah, maka sisteinadministrasinya pun "menyesuaikan sehingga dikenaI adanyasistem sentralisasi dan sistem desentralisasi. Sistem administrasisentralisasi adalah suatu sistem yang mengacu pada kewenanganadministras~ yang berada di pemerintah pusat•. Sedang sistem desentralisasi adalah suatu sistem yang" mengacukepada kewenangan pengadministrasian yang berada dipemerintah daerah.Penerapan kedua ~istem administrasi tersebut merupakansuatu siklus dan mekanisme administrasi yang dinamis.Satu dengan yang lainnya berkaitan dan saling menunjang.:Dalam kaitannya dengan administrasi program pendidikan(administrasi kurikulum), di Indonesia kedua sistem. tersebuttelah diterapkan. Penerapannya ditujukan untuk menunjangketerpaduan dan keserasian pelaksanaan pendidikan ataupunkurikulum yang direalisasikan melalui persyaratan mutu dankewenangan pengelolaannya.Salah satu contoh penerapan sistem administrasi secaradesentralisasi dalam pengembangan program pendidikan(pengembangan kurikulum) di Sekolah Dasar adalah programnmuatan loka}". Dalam pengembangan kurikulum muatan lokalini kepada pemerintah daerah, sekolah dasar setempat danpihak lain yang t~rkait diberikan kewenangan untuk mengembangkanprogram muatan lokal yang dilaksanakan.Keberadaan sistem desentralisasi dalam pengembangankurikulum pada siklus dan mekanisme administrasi sistempendidikan nasional Indonesia ini diharapkan mampu membentukpeserta didik yang memiliki modal dasar dan wawasanluas, sebagai bekal dalam pengembangan potensi daerahnya,mewujudkan budaya bangsa, memperkuat kemandirian identitasnasional, meningkatkan mutu kehidupan dan lingkungan- "'nya,serta menumbuhkan kader penerus perjuangan bangsadan pembangunan nasional.
PERANAN PETA DALAM BIDANG KEPENDUDUKAN Ischak Ischak
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1993,TH.XIII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.512 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.8914

Abstract

Sejak jaman dahulu sampai sekarang, peta selalu mempunyaiperanan" yang penting; tidak hanya dalam bidang .geografi,bidang-bidang Jain pun membutuhkannya. Para pemimpinperang jaman dahulu, apalagi sekarang, jika bisa mempunyaipeta daerah-daerah strategis dari pihak lawan, sarnanilainya dengan memiliki senjata yang ampuh. Bagi parapemimpin proyek pembangunan suatu wilayah, peta jugasangat dibutuhkan, baik pada tahap perencanaan maupuntahap operasional. Jadi, jelaslah bahwa peta mempunyaiperanan yang penting, sejak dahulu sampai sekarang, daJamrnasa perang ataupun damai.Banyak sekali data kependudukan yang dapat dipetakan,narnun sayang data tersebut umumnya belum disajikan dalambcntuk peta. Data kependudukan yang ada di kantor-kantorKalurahan, Kecamatan, bahkan Kantor Sensus atau Data dariBil-O Pusat Statistik, sebagian besar masih disajikan dalambentuk tabel-tabel panjang sehingga sulit diinterpretasi. Olehkarena itu, perlu dibiasakan menyajikan data kependudukandalam bentuk peta sehingga mudah ditafsirkan atau diinterpretasi.Data kependudukan yang dapat disajikan dalambentuk peta, antara lain: data jumlah penduduk, kerapatanpenduduk, penyebaran penduduk, migrasi dan tingkat kelahiranatau kematian.Beberapa jt::nis peta yang dapat dipiJih untuk menyajikanda ta kcpendudukan antara lain: peta kOrI1binasi lingkaran dantitik (pie graph and dot map), peta yang mcnggunakan titik(Jot map), peta yang menggunakan arsir (choropleth map) danpeta dinamis (dynamic map).
MENGKONSUMSI MAKANAN YANG AMAN Marwanti Marwanti
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1993,TH.XIII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1079.861 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.8916

Abstract

Setiap manusia membutuhkan makanan untuk kelangsunganhidupnya. Makanan tersebut diperlukan baik untukpertumbuhan fisik, menambah energi maupun meningkatkandaya tahan tubuh. Oleh karena itu, agar makanan dapat berfungsidengan baik, maka diperlukan berbagai syarat agarmemenuhi kriteria seperti yang diharapkan. Selain makananharus mengandung zat gizi Oemak, protein, karbohidrat,mineral dan "vi tamin), makanan harus baik dan yang tidakkalah penting untuk diperhatikan adalah bahwa makananharus aman untuk dikonsumsi. Setelah ketiga 'unsur tersebutterpenuhi, maka baru dapat disebut dengan makanan "sehat".Keamanan pangan sekarang sudah perlu mendapatkanperhatian karena dengan semakin majunya ilmu pengetahuandan teknologi juga mempunyai dampak negatif terhadapmakanan. Misalnya, penanganan limbah industri, polusi' udara,penggunaan antihama, dan pemberian hormon pada pcternakanyang tidak terkontrol. Di samping itu, dewasa ini dirasaadanya kecenderungan penggunaan bahan kimia dalamproduksi makanan yang semakin luas schingga risiko kontarninasioleh bahan-bahan kimia terutama yang bukan diperuntukkanmakanan juga dirasa semakin luas. Oleh karena itu,agar makanan yang kita konsumsi dalam keadaan aman, makaperlu diperhatikan cara-cara pemilihan dan penangananmakanan secara baik.
MENGENAL JENIS-JENIS CACING TANAH ASLI INDONESIA DAN KEMUNGKINAN PEMANFAATANNYA Yulipriyanto Yulipriyanto
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1993,TH.XIII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.113 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.8922

Abstract

Caeing tanah merupakan salah satu biota tanah yangdewasa ini baoyak memperoleh perhatian dari para ahli diberbagai bidang ilmu, seperti biologi, pertanian, ekologimaupun tanah, karena mempunyai sumbangan yang tidak keeilbagi berlangsungnya kehidupan, baik tumbuh-tumbuhan, hewan·.maupun manusia.Penelitian-penelitian mengenai caeing tanah di negaranegarakawasan Eropa, Amerika Serikat dan Australia sertabeberapa negara di benua Asia, seperti China, India dan Filipina,sudah banyak dilakukan, hal ini dapat diketahui daripublikasi-publikasi ilmiah yang disajikan. Bahkan beberapajenis cacing tanah yang mempunyai kemampuan istimcwCi,seperti dalam mengelola limbah padat, yang berarti dapatme.mperbaiki kuali tas lingkungan, sudah diketemukan.Di Indonesia, informasi mengenai caeing tanah yangasH, artinya yang hidup di wilayah nusantara ini masih sedikitsekali. Berbagai upaya kiranya perlu dilakukan baik melaluipenelitian ilmiah maupun penelusuran pustaka terhadapcacing tanah - di negara kita ini agar masyarakat dapatmengetahui dan mengenalnya. Bertitik tolak dari hasil-hasilpeneliti-an yang sangat menarik tentang potensi cacing tanahdi negara-negara lain tersebut, maka usaha-usaha untukmengenal caeing tanah asH sebagai tahap awal dalam mencaripotensinya serta kemungkinan pemanfaatannya sangatdiperlukan.
PENGAJARAN DAN EVALUASI BIDANG STUDIIPA 01 SEKOLAH DASAR Bandiyah Bandiyah
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1993,TH.XIII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1188.081 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.8909

Abstract

Tahun 1986 berlaku kurikulum Sekolah Dasar yang disempurnakan,yang mengutamakan pendekatan keterampilanproses. Keterampilan proses dalam bidang studi IPA mengembangkankemampuan dalam ranah kognitif, ranah psikomotordan ranah afektif. Pemerintah telah berusaha rnelengkapisarana pendidikan beripa kit IPA agar terlaksana tujuanbidang studi IPA di Sekolah Dasar. Evaluasi bidang studi IPAdi Sekolah Dasar yang berupa tes hasil belajar (THB), ~anevaluasi belajar tahap akhir nasional (EBTANAS), sernuanyahanya mengukur kemampuan dalam ranah kognitif. EBTANASdijadikan standar untuk memasuki jenjang pendidikan· yanglebih tinggi. Timbul kesenjangan antara tujuan pengajaranIPA yang dicapai melalui pendekatan keterampilan proses danevaluasi iPA. Agar kesenjangan ini tidak berkepanjangan,perlu adanya evaluasi yang mengukur kemampuan dalamranah kogniti~, psikomotor maupun ranah afcktif.
PENDEKATAN EKOLOGIS DALAM PEMAHAMAN MASALAH BIOLOGI IGP Suryadarma
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1993,TH.XIII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.384 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.8912

Abstract

Banyak kendala yang dihadapi dalam ·memahami masalahBiologi sesuai dengan normatif pendekatannya., Di sisi lain,Indonesia memiliki kekayaan laboratorium alamiah yang dapatmemberi informasi ekologis yang beragam.Perrdekatan ekologisdiharapkan dapat mengatasi hambatan .sarana, memaksimalkanpemanfaatan lingkungan daJ:l merrib~ri pengalamanpemahaman masalah bioJogi yang bersi{at retikuler dankomprehensif.Pendekatan ini dapat dilakukan roehilui; (1) pemahamanobjek-persoalan tingkat organisasi kehidupan. (2.) memahamikonsep dasar kajian ekosistem. (3) memahami dan merumuskanpersoalan biologi sesuai dengan kons~psi".ekologis, dan (4)membuat model kajian untuk berbagai"'p~rsoalan biologi.Persoalan ekologis paling esensial adalah adanya kesatuankomponen struktur pendukung, interaksi fungsional antarkomponenstruktur dan adanya sistem pengatul\. ,Kajian ini diharapkan dapat memberi alter;-oatif dalammengat~si hambatan sarana, memaksimaikar{pemanfaatanlingkung'an Indonesia yang bersifat khas, merriberikan pengalaman~,'dalam memecahkan persoalan biologi·~secara. lebihkomprehensif. Dip~rlukan tindak lanjut pengkajian secaramolekuler ataupun seluler, untuk menghindari pemahamanyang c~nderung bersifat makro dan superfisiat·
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PEMETAAN DAN KAITANNYA DENGAN PENDIDIKAN Rochmadi, Sonar
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1993,TH.XIII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.525 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.8921

Abstract

Teknologi pemetaan berkembang makin pesat pada akhirab~d ke-20 ini. Perkembangan' tersebut terutama berupamakin berperannya teknologi elektronika dan in!ormatika.Teknologi pemetaan mulakhir telah menunjukkan berbagaikelebihan dibanding teknologi konvensional.Di samping mempunyai berbagai kelebihan, teknologipemetaan . baru ternyata mempunyai beberapa- keterbatasanpula. Di samping itu, teknologi yang lebih canggih menuntutkualitas pemakaian yang lebih tinggi. Untuk itu teknologibaru perlu dipahami dengan benar.Untuk mengantisip~si perkembangan teknologi, duniapendidikan harus mampu menangkap arah perkembangantersebut. Peserta didik harus disiapkan agar mampu berkembangdan mengembangkan ilmunya, antara lain dengan bekalpengetahuan dasar yang kuat.
STRATEGI PENGGUNAAN BENTUK PASIF Dl- DAN DIRlPADA PENULISAN KARANGAN ILMIAH Syamsi, Kastam
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1993,TH.XIII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v1i1.8915

Abstract

Penggunaan bentuk pasif dalam penulisan karanganUmiah masih diperdebatkan sebagian ahli bahasa. Ada yangsetuju dan ada pula yang tidak setuju. Mengingat beranekaragamnyabentuk pasif bahasa Indonesia, bentuk pasif yangmana yang digunakan? Bagaimana penggunaannya? Makalahini berusaha mengungkap penggunaan bentuk pasif di- dandiri- dalam penulisan karangan ilmiah.Berdasarkan kajian yang dilakukan diperoleh simpulanbahwa bentuk pasi! di- tepat digunakan dalam hal penulisakan menyampaikan pesan atau informasi yang tidak bersifatpengajuan ide, gagasan atau pendapat karena penggunaanbentuk pasif di- membawa nuansa verbal yang naratif.Sedangkan bentuk pasif diri- tepat digunakan dalam halpenulis akan menyampaikan ide, gagasan atau pendapatkarena penggunaan bentuk pasif diri- m'embawa nuansa verbalyang taknaratif (performatif) dan proposif. Selain itu, bentukpasif di- hanya digunakan jika pelaku adalah persona III,sedang bentuk pasif diri- dapat digunakan dengan persona If IIatau III.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

1993 1993


Filter By Issues
All Issue Vol. 44 No. 3 (2025): Cakrawala Pendidikan (October 2025) Vol. 44 No. 2 (2025): Cakrawala Pendidikan (June 2025) Vol. 44 No. 1 (2025): Cakrawala Pendidikan (February 2025) Vol. 43 No. 3 (2024): Cakrawala Pendidikan (October 2024) Vol. 43 No. 2 (2024): Cakrawala Pendidikan (June 2024) Vol. 43 No. 1 (2024): Cakrawala Pendidikan (February 2024) Vol 42, No 3 (2023): Cakrawala Pendidikan (October 2023) Vol. 42 No. 3 (2023): Cakrawala Pendidikan (October 2023) Vol 42, No 2 (2023): Cakrawala Pendidikan (June 2023) Vol 42, No 1 (2023): Cakrawala Pendidikan (February 2023) Vol 41, No 3 (2022): Cakrawala Pendidikan (October 2022) Vol 41, No 2 (2022): Cakrawala Pendidikan (June 2022) Vol 41, No 1 (2022): Cakrawala Pendidikan (February 2022) Vol 40, No 3 (2021): Cakrawala Pendidikan (October 2021) Vol 40, No 2 (2021): Cakrawala Pendidikan (June 2021) Vol 40, No 1 (2021): Cakrawala Pendidikan (February 2021) Vol 39, No 3 (2020): CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 39, NO. 3, OCTOBER 2020 Vol 39, No 2 (2020): CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 39, NO. 2, JUNE 2020 Vol 39, No 1 (2020): CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 39, NO. 1, FEBRUARY 2020 CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 38, NO. 3, OCTOBER 2019 CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 38, NO. 2, JUNE 2019 CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 38, NO. 1, FEBRUARY 2019 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2018, TH.XXXVII, NO.3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2018, TH.XXXVII, NO.2 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2018, TH.XXXVII, NO.1 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2017, TH.XXXVI, NO.3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2017, TH. XXXVI, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2017, TH. XXXVI, NO. 1 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2016, TH. XXXV, NO. 3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2016, TH. XXXV, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2016, TH. XXXV, NO. 1 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2015, TH. XXXIV, NO. 3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2015, TH. XXXIV, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN FEBRUARI 2015, TH. XXXIV, NO. 1 CAKRAWALA PENDIDIKAN OKTOBER 2014, TH. XXXIII, NO. 3 CAKRAWALA PENDIDIKAN JUNI 2014, TH. XXXIII, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN FEBRUARI 2014, TH. XXXIII, NO. 1 No 3 (2013): CAKRAWALA PENDIDIKAN NOVEMBER 2013, TH. XXXII, NO. 3 No 2 (2013): CAKRAWALA PENDIDIKAN Juni 2013, Th. XXXII, No. 2 No 1 (2013): CAKRAWALA PENDIDIKAN Februari 2013, Th. XXXII, No. 1 No 3 (2012): Cakrawala Pendidikan edisi November 2012, Th. XXXI, No. 3 No 2 (2012): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Juni 2012, Th. XXXI, No. 2 No 1 (2012): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Februari 2012, Th. XXXI, No. 1 No 3 (2011): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI NOVEMBER 2011, Th. XXX, No. 3 No 1 (2011): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Februari 2011, Th. XXX, No. 1 No 2 (2011): CAKRAWALA PENDIDIKAN Mei 2011, Th. XXX, Edisi Khusus Dies Natalis UNY No 3 (2010): Cakrawala Pendidikan, November 2010, Th. XXIX, No. 3 No 2 (2010): Cakrawala Pendidikan, Juni 2010, Th. XXIX, No. 2 No 3 (2010): Mei 2010, Th. XXIX, Edisi Khusus Dies Natalis UNY No 1 (2010): Cakrawala Pendidikan Edisi Februari 2010 No 3 (2009): Cakrawala Pendidikan, November 2009, Th. XXVIII, No. 3 No 2 (2009): Cakrawala Pendidikan, Juni 2009, Th. XXVIII, No. 2 No 1 (2009): CAKRAWALA PENDIDIKAN, Februari 2009, Th. XXVIII, No. 1 Vol 2, No 2 (2008): Cakrawala Pendidikan, Juni 2008, Th. XXVII, No. 2 Vol 1, No 1 (2008): Cakrawala Pendidikan, Februari 2008, Th. XXVII, No. 1 No 3 (2008): Cakrawala Pendidikan, November 2008, Th. XXVII, No. 3 Vol 3, No 3 (2007): Cakrawala Pendidikan, November 2007, Th. XXVI, No. 3 Vol 2, No 2 (2007): Cakrawala Pendidikan, Juni 2007, Th. XXVI, No. 2 Vol 1, No 1 (2007): Cakrawala Pendidikan, Februari 2007, Th. XXVI, No. 1 No 3 (2006): Cakrawala Pendidikan, November 2006, Th. XXV, No.3 No 2 (2006): Cakrawala Pendidikan, Juni 2006, Th. XXV, No.2 No 1 (2006): Cakrawala Pendidikan, Februari 2006, Th. XXV, No.1 No 3 (2005): Cakrawala Pendidikan, November 2005, Th. XXIV, No.3 No 2 (2005): Cakrawala Pendidikan, Juni 2005, Th. XXIV, No.2 No 1 (2005): Cakrawala Pendidikan, Edisi Februari 2005, Th. XXIV, No.1 No 3 (2004): Cakrawala Pendidikan edisi November 2004, Th. XXIII, No.3 No 2 (2004): CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI JUNI 2004, TH. XXIII, NO. 2 No 1 (2004): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2004, TH. XXIII, NO. 1 No 3 (2003): Cakrawala Pendidikan edisi November 2003, Th. XXII, No. 3 No 2 (2003): CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI JUNI 2003, TH. XXII, NO. 2 No 1 (2003): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2003, TH. XXII, NO. 1 No 3 (2002): CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI NOVEMBER 2002, TH. XXI, NO. 3 No 2 (2002): Cakrawala Pendidikan edisi Juni 2002, Th. XXI, No. 2 No 1 (2002): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2002,TH XXI. NO.1 CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,2001,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,2001,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,2001,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,2000,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1999,TH.XVIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1999,TH.XVIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1999,TH.XVIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1998,TH.XVII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1998,TH.XVII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1997,TH.XVI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1997,TH.XVI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1997,TH.XVI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1996,TH.XV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1996,TH.XV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1996,TH.XV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1995,TH.XIX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1995,TH.XIX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1995,TH.XIX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1994,TH.XIV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1994,TH.XIV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1994,TH.XIV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1993,TH.XIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1993,TH.XIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1993,TH.XIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1992,TH.XII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1992,TH.XII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1991,TH.XI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1991,TH.XI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1990,TH.X CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1990,TH.X CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1989,TH.VIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1989,TH.VIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1989,TH.VIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1988,TH.VII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1988,TH.VII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1988,TH.VII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1987,TH.VI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1987,TH.VI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1985,TH.IX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1985,TH.IX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1984,TH.IV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1984,TH.IV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1983,TH.III CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1983,TH.III CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1983,TH.III CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1982,TH.II CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1981,TH.I CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1981,TH.I More Issue