cover
Contact Name
Ummu Harmain
Contact Email
jrp.pasca.usi@gmail.com
Phone
+628126449719
Journal Mail Official
jrp.pasca.usi@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Sekolah Pascasarjana - Universitas Simalungun Jl. Sisingamangaraja - Pematangsiantar
Location
Kota pematangsiantar,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Regional Planning (Edisi Elektronik)
Published by Universitas Simalungun
ISSN : -     EISSN : 23025980     DOI : https://doi.org/10.36985
Jurnal Regional Planning (JRP) merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Simalungun yang berisikan tentang artikel ilmiah Perencanaan Wilayah dan Kota. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ini diharapkan dapat menambah khasanah pengetahuan di bidang Perencanaan Wilayah dan Kota serta menjadikan sarana bagi para profesional baik dari dunia usaha, pendidikan, ataupun peneliti untuk menyebarluaskan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang Perencanaan Wilayah dan Kota melalui publikasi hasil penelitian. Terbit Februari dan Agustus
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 72 Documents
Evaluasi Kinerja Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Panombean/Pane Tongah Di Kabupaten Simalungun Esther Ria Aurora S; Jef Rudiantho Saragih; M Ade Kurnia Harahap
Jurnal Regional Planning Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Regional Planning Vol 7 No 1 Februari 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/8rh8j130

Abstract

Dalam meningkatkan jaringan irigasi diperlukan pengelolaan aset irigasi untuk menjaga keberlanjutan sistem irigasi. Terbatasnya data kondisi jaringan irigasi yang disediakan oleh pengelola irigasi menjadi permasalahan pemerintah dalam mengoptimalkan kegiatan operasi dan pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aset jaringan irigasi, menganalisis kinerja jaringan irigasi Daerah Irigasi Panombean/Pane Tongah berbasis EPAKSI di Kabupaten Simalungun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2024 dan berlokasi di Kecamatan Panombean Pane dan Pane Tongah Kabupaten Simalungun. Data diperoleh dari pengukuran, survei dan observasi langsung yang disimpan di server pusat. Metode penelitian yang digunakan adalah kombinasi kualitatif kuantitatif berbasis Elektronik Pengelolaan Aset dan Kinerja Sistem Irigasi (EPAKSI). Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Panombean/Pane Tongah memiliki saluran dan bangunan irigasi dengan kondisi lebih dari 50 persen mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan sampai rusak berat. Tingkat kerusakan paling tinggi terdapat pada tempat cuci pada saluran sekunder. Penilaian kinerja aset Daerah Irigasi Panambean/Pane Tongah secara kualitatif berada pada kondisi jelek dengan tingkat kerusakan rusak berat dan secara kuantitatif memiliki indeks kinerja sebesar 58,35% terhadap keseluruhan indikator utama fisik dan non fisik sistem irigasi. Rekomendasi penanganan perbaikan kerusakan yang bisa digunakan sebagai alternatif kebijakan dalam pengelolaan jaringan irigasi di Daerah Irigasi Panambean/Pane Tongah adalah kegiatan pemeliharaan berkala yang bersifat perbaikan berat dan penggantian aset yang mengarah pada kegiatan fisik Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Daerah Irigasi Panambean/Pane Tongah
Analisis Kelayakan Pemekaran Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batu Bara Ahmad Fadli; Ummu Harmain; Pinondang Nainggolan
Jurnal Regional Planning Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Regional Planning Vol 7 No 1 Februari 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/sqdckv82

Abstract

Otonomi daerah telah memberikan kewenangan kepada daerah untuk membuat kebijakan dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik dan kesejahteraan rakyat. pemekaran kecamatan merupakan salah satu bentuk otonomi daerah dan merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan karena dengan adanya pemekaran kecamatan diharapkan dapat lebih memaksimalkan pemerataan pembangunan daerah dan pengembangan wilayah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis kelayakan pemekaran Kecamatan Medang Deras berdasarkan PP 17 Tahun 2018 dan mendiskripsikan faktor-faktor pendukung dan penghambat pemekaran Kecamatan Medang Deras serta aspirasi masyarakat. Analisis kelayakan pemekaran Kecamatan Medang Deras dilakukan berdasarkan kelayakan persyaratan dasar, persyaratan teknis dan persyaratan administratif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kualitatif deskriptif yang menggabungkan dengan studi literatur terhadap berbagai data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persyaratan dasar berupa jumlah penduduk minimal, luas wilayah minimal, usia minimal kecamatan, dan jumlah desa/kelurahan yang menjadi cakupan sudah memenuhi syarat. Persyaratan teknis berupa kemampuan keuangan daerah sarana dan prasarana pemerintahan dan persyaratan teknis lainnya terpenuhi namun indikator kesesuaian dengan RTRW belum memenuhi karena dalam Perda tidak memuat tentang rencana pemekaran. Persyaratan administratif yang mensyaratkan kesepakatan musyawarah desa yang dituangkan dalam bentuk surat keputusan sudah memenuhi syarat. Melalui BPD/LPM Desa/Kelurahan, ditampung aspirasi masyarakat yang juga menginginkan pemekaran Kecamatan Medang Deras sebelum rencana pemekaran dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Batu Bara. Dengan terpenuhinya persyaratan dasar, persyaratan teknis, dan persyaratan administratif maka penelitian ini menyimpulkan Kecamatan Medang Deras layak untuk dimekarkan
Transformasi Penataan Ruang Daerah: Tantangan Dan Peluang Menuju Pembangunan Berkelanjutan Mochamad Ganza Baihaqi; R Satria Bagus Giri Kusuma; Farrel Ananta Ozora; Tisar Ramdani Ajesbiah
Jurnal Regional Planning Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Regional Planning Vol 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/mf19e110

Abstract

Perencanaan tata ruang merupakan instrumen penting dalam pengelolaan perkembangan perkotaan dan penggunaan lahan yang berkelanjutan. Urbanisasi yang pesat di Indonesia telah menimbulkan berbagai tantangan dalam tata ruang, termasuk perubahan fungsi lahan, ketidaksesuaian penggunaan lahan dengan rencana tata ruang, serta dampaknya terhadap infrastruktur dan ketahanan pangan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perencanaan tata ruang di Indonesia dengan menyoroti faktorfaktor yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan serta kebijakan yang telah diterapkan dalam menghadapi tantangan urbanisasi. Metode penelitian yang digunakan mencakup tinjauan literatur dari berbagai jurnal dan sumber akademik terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urbanisasi memicu pertumbuhan kawasan peri-urban, yang sering kali tidak diimbangi dengan regulasi yang efektif, sehingga mengakibatkan ketimpangan sosial-ekonomi dan degradasi lingkungan. Selain itu, integrasi kebijakan tata ruang yang melibatkan partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih holistik dan berbasis data dalam perencanaan tata ruang guna mengatasi dampak negatif urbanisasi dan meningkatkan ketahanan kota terhadap perubahan lingkungan
Perencanaan Sistem Cluster Pengelolaan Sampah Dalam Mengurangi Penumpukan Sampah Di Kota Pematang Siantar M Ade Kurnia Harahap; Ummu Harmain; Jef Rudiantho Saragih; Anggiat Sinurat; Benteng Sihombing; Ika Rosenta Purba; Hisarma Saragih
Jurnal Regional Planning Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Regional Planning
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/smz44433

Abstract

Pertumbuhan populasi, urbanisasi yang pesat, dan pola konsumsi yang meningkat telah menyebabkan volume sampah di daerah perkotaan menjadi semakin besar. Pengelolaan sampah di daerah perkotaan merupakan masalah yang semakin mendesak untuk diatasi dengan serius. Pertumbuhan populasi, urbanisasi yang pesat, dan pola konsumsi yang meningkat telah menyebabkan volume sampah di daerah perkotaan menjadi semakin besar. Akibatnya, sistem pengelolaan sampah yang ada seringkali tidak mampu mengakomodasi jumlah dan jenis sampah yang dihasilkan, mengakibatkan dampak lingkungan yang merugikan seperti pencemaran udara, tanah, dan air, serta masalah kesehatan Masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pengelolaan sampah berbasis klaster (cluster-based waste management) yang memanfaatkan teknologi pemusnah sampah (incinerator) pada setiap klaster, sehingga proses pengolahan dilakukan secara mandiri tanpa bergantung pada TPA di Kota Pematang Siantar. Metode penelitian ini meliputi pemetaan wilayah dan pembagian klaster, perancangan infrastruktur pengelolaan sampah, penerapan teknologi monitoring, edukasi dan pelibatan masyarakat, serta evaluasi sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem klaster ini mampu mengurangi timbulan sampah yang masuk ke TPA hingga 85% dan menurunkan penumpukan sampah di lingkungan masyarakat sebesar 65%. Keberhasilan sistem ini ditopang oleh kolaborasi multi pihak, dukungan teknologi, serta partisipasi aktif warga dalam proses pengelolaan sampah di tingkat lokal
Analisis Kebutuhan Sarana Dan Prasarana Pemadam Kebakaran Di Kabupaten Samosir Ferdy Berger Simbolon; Ummu Harmain; Anggiat Sinurat
Jurnal Regional Planning Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Regional Planning
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/8gy3z150

Abstract

Seiring dengan penetapan Danau Toba menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) melalui Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020, Kabupaten Samosir mulai berbenah diri dengan mulainya pembangunan-pembangunan yang masif. Pesatnya perkembangan fisik kota memerlukan rencana dalam pengendalian dari berbagai aspek termasuk perencanaan infrastruktur kebakaran wilayah. Penanganan kebakaran di Kabupaten Samosir masih menghadapi berbagai kendala, diantaranya. terlambatnya informasi yang diterima pihak terkait pada saat kejadian kebakaran, jarak tempuh ke lokasi yang jauh, padatnya permukiman serta sistem operasional dan kelengkapan sarana prasarana pemadam kebakaran yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan sebaran sarana prasarana pemadam kebakaran yang dibutuhkan di Kabupaten Samosir. Data dianalisisn menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan spasial. Penentuan sarana dan prasarana menggunakan analisis spasial, menggunakan alat analisis arcgis teknik overlay dan buffering untuk mengidentifikasi hubungan antara suatu titik dengan area sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan penambahan sebanyak 11 pos sektor dan 5 pos pemadam kebakaran, dimana masing-masing pos sektor membutuhkan 2 unit kendaraan pemadam kebakaran dan setiap pos membutuhkan 1 unit kendaraan pemadam kebakaran kapasitas 4000 liter, dan setiap pos membutuhkan personil sebanyak 2 regu (12 orang) serta hydran sebanyak 181 unit
Peran Sentra Industri Payung Geulis Sebagai Penggerak Ekonomi Lokal Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya Siti Nurlaili Masripah; Aulia Rohman; Sari Muna Laeliyah; Siti Fadjarajani; Cahya Darmawan
Jurnal Regional Planning Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Regional Planning Vol 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/rnd4c221

Abstract

Sentra industri Payung Geulis yang terletak di Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya adalah sebuah warisan budaya lokal yang memiliki nilai ekonomi besar dan dapat berfungsi sebagai penggerak ekonomi di daerah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran serta potensi pengembangan sentra industri Payung Geulis dalam kerangka perencanaan tata ruang yang berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik studi literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun industri ini masih beroperasi sebagai industri rumahan dan berada di daerah permukiman, kontribusinya dalam menciptakan lapangan kerja, menjaga keberlanjutan budaya, dan memberdayakan UMKM sangat berarti. Namun, sejumlah tantangan seperti minimnya dukungan infrastruktur, regenerasi pengrajin, dan masalah legalitas ruang masih menjadi hambatan yang harus diatasi. Penelitian ini merekomendasikan agar sentra industri Payung Geulis diintegrasikan dalam zonasi tata ruang sebagai kawasan industri kreatif dan budaya, serta penguatan digitalisasi untuk mendukung pemasaran dan kelangsungan industri tersebut. Dengan adanya kebijakan tata ruang yang tepat, industri ini berpotensi untuk tumbuh menjadi kekuatan ekonomi lokal sekaligus menjaga keberadaan budaya Kota Tasikmalaya
Evaluasi Kepuasan Masyarakat terhadap Program 100 Hari Pemerintah Kota Bontang: Perspektif Partisipasi dan Pengelolaan Publik Tahun 2025 Syarifuddin Syarifuddin; Mikhael Edy Salamba; Palupi Setyo Hapsari
Jurnal Regional Planning Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Regional Planning Vol 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/3abycs69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan 17 program prioritas dalam 100 hari pertama masa kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang pada periode 2025–2030. Penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods), menggabungkan metode kuantitatif dengan survei menggunakan Computer Assisted Web Interviewing (CAWI) dan kualitatif melalui Focus Group Discussion (FGD). Survei melibatkan 739 responden dari 15 kelurahan di Kota Bontang. Temuan menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat merasa puas terhadap program di bidang kesehatan, pendidikan, dan lingkungan. Namun, terdapat tantangan dalam koordinasi antarinstansi dan pengelolaan data sosial yang perlu diperbaiki untuk mendukung keberlanjutan program. Evaluasi berbasis partisipasi masyarakat terbukti menjadi alat penting dalam meningkatkan akuntabilitas dan kualitas pelayanan publik di daerah
Dampak Pengembangan Kawasan Wisata Alam Salbe Terhadap Sosial Dan Ekonomi Masyarakat (Studi Kasus: Nagori Togu Domu Nauli, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun) Ramainim Saragih; Wahyunita Sitinjak; Inciana Napitu
Jurnal Regional Planning Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Regional Planning
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/mw0zdb07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pengembangan kawasan wisata alam Salbe terhadap sosial dan ekonomi masyarakat di Nagori Togu Domu Nauli, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sampel penelitian terdiri dari 30 responden yang merupakan pelaku usaha wisata dan masyarakat lokal yang terdampak langsung oleh pengembangan wisata, dipilih secara purpose sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan wisata alam Salbe membawa perubahan signifikan pada pola interaksi sosial, gaya hidup, serta peningkatan keterbukaan masyarakat terhadap budaya luar. Secara ekonomi, sekitar 12,09% peningkatan pendapatan ini dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar dari terciptanya lapangan kerja baru, dan diversifikasi sumber ekonomi yang mengurangi ketergantungan pada sektor pertanian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan kawasan wisata alam Salbe memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan masyarakat, namun juga menimbulkan tantangan.
Sustainable Urban Development in Jakarta: Pentahenix and Public Perception Analysis Ahmad Ghazy Dananjaya
Jurnal Regional Planning Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Regional Planning Vol 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/901wjy60

Abstract

This study examines the complexities of urban planning and development in DKI Jakarta, a megapolitan facing infrastructural pressures and environmental challenges due to rapid urbanization. Employing a mixed-methods approach, this study analyzes development effectiveness by integrating the perspectives of Pentahelix model stakeholders through qualitative interviews with the quantitative perceptions of 400 public respondents. The quantitative results indicate that public satisfaction is significantly driven by pragmatic and directly experienced variables: Technology Innovation (β=0.348), which offers daily efficiency, and Public Participation (β=0.275), which fosters a sense of ownership. Conversely, fundamental variables such as Environmental Sustainability and Spatial Policy Effectiveness were not statistically strong predictors of general satisfaction, indicating a disconnect between expert priorities and public perception. The qualitative findings clarify this disconnect, highlighting a sharp gap between high-level policy design and on-the-ground implementation realities, as well as conflicting priorities among stakeholders. This research concludes the existence of a 'development paradox,' where short-term, pragmatic benefits more decisively shape public perception than long-term sustainability goals. To build a resilient city, the government must balance macro-strategic plans with tangible, inclusive wins that are directly felt by its citizens, transforming long-term objectives into currently relevant achievements
Implementasi Program Zero Waste Dalam Perspektif Ekonomi Hijau: Studi Kasus Kota Pematang Siantar Ummu Harmain; M Ade Kurnia Harahap; Jef Rudianto Saragih; Muhammad Julio Arenda Sembiring; Jemmi Pernando Sembiring; Andre Andika Sinaga
Jurnal Regional Planning Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Regional Planning Vol 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/z0bb9j21

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di Kota Pematang Siantar semakin kompleks seiring meningkatnya timbulan harian yang mencapai lebih dari 100 ton. Program Zero Waste yang dicanangkan pemerintah belum berjalan optimal akibat keterbatasan regulasi, infrastruktur, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan implementasi Zero Waste, mengidentifikasi peluang integrasi prinsip ekonomi hijau, serta merumuskan strategi kebijakan pengelolaan sampah berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta telaah dokumen pendukung. Data dianalisis dengan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di Pematang Siantar masih bersifat parsial, belum terintegrasi, dan dominan berakhir di Tempat Pembuangan Akhir tanpa proses pemilahan. Meski demikian, terdapat potensi signifikan untuk menciptakan lapangan kerja hijau, menambah nilai ekonomi melalui daur ulang dan pengomposan, serta mendorong pertumbuhan lokal berbasis circular economy. Rekomendasi kebijakan mencakup penyusunan regulasi daerah terkait Zero Waste, penguatan koordinasi kelembagaan, pembangunan infrastruktur pengolahan berbasis komunitas, pemberian insentif bagi pelaku usaha hijau, dan kampanye edukasi publik yang masif. Integrasi konsisten antara Zero Waste dan prinsip ekonomi hijau diharapkan mampu menjadikan Kota Pematang Siantar sebagai model kota menengah dengan sistem pengelolaan sampah yang efisien, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung agenda pembangunan ramah lingkungan di Indonesia