cover
Contact Name
Putu Yoga Sukma Pratama
Contact Email
yoga_pratama@unud.ac.id
Phone
+6281237581597
Journal Mail Official
jpu@unud.ac.id
Editorial Address
https://ejournal4.unud.ac.id/index.php/jpu/en/about/editorialHistory
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Psikologi Udayana
Published by Universitas Udayana
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi Udayana aims to facilitate the process of interaction, discussion, and further discussion of the development of psychology in Indonesian society, with a particular interest in Cultural and Health Psychology. Jurnal Psikologi Udayana covers articles related to: 1. Clinical Psychology 2. Industrial/Organizational Psychology 3. Educational Psychology 4. Developmental Psychology 5. Social Psychology Jurnal Psikologi Udayana accepts various research methods, both quantitative and qualitative methods. This journal also covers discussions related to the development of problems found in society.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2019)" : 20 Documents clear
Hubungan antara kecemasan akademik dan sleep paralysis pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana tahun pertama Karla Amanda Permata; Putu Nugrahaeni Widiasavitri
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p01

Abstract

Sleep paralysis adalah gangguan tidur dimana individu memiliki kesadaran saat tidur tetapi tidak mampu bergerak dan berbicara dalam beberapa detik atau menit bahkan sulit bernapas serta merasakan sesak di dada. Sleep paralysis dapat dialami paling tidak satu kali dalam hidup manusia. Usia rata-rata individu pertama kali mengalami ganguan tidur ini adalah 14-18 tahun. Salah satu penyebab terjadinya sleep paralysis adalah kecemasan. Sedangkan bentuk kecemasan mahasiswa adalah kecemasan akademik. Kecemasan akademik adalah perasaan gelisah yang tidak menyenangkan yang mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis mahasiswa dalam situasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara kecemasan akademik terhadap terjadinya sleep paralysis. Subyek dalam penelitian ini adalah 80 mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana 2016/2017 tahun pertama. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling daerah. Instrumen penelitian ini adalah skala kecemasan akademik dan skala sleep paralysis. Hasil yang diperoleh dari analisis chi square menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kecemasan akademik terhadap terjadinya sleep paralysis. Kata kunci: Sleep paralysis, Kecemasan Akademik, Mahasiswa FK Unud
Hubungan intensitas menonton film porno terhadap maskulinitas remaja laki-laki di Bali Ratih Ryoningrat; Yohanes Kartika Herdiyanto
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p02

Abstract

Masa remaja sebagai periode transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa, yang melibatkan perubahan-perubahan biologis, kognitif, dan sosio-emosional. Remaja ingin mengetahui banyak hal serta ingin selalu mencoba berbagai hal baru dan ingin mengetahui berbagai informasi tentang seksualitas, karena berhubungan dengan perubahan dan perkembangan aspek fisiologis yang dialaminya. Oleh karena itu, pada masa ini, remaja mulai tertarik untuk mengeksplorasi pengetahuan tentang seksualitas dari berbagai macam sumber, termasuk mengaksesnya dari pornografi salah satunya film porno karena dianggap lebih membangkitkan gairah seksual remaja. Selain itu film porno juga memengaruhi konsep “maskulinitas” ketika remaja ingin menunjukkan pengetahuan dan keahlian yang dimilikinya dan ingin di akui oleh teman sebayanya. Maskulinitas adalah peran gender, kedudukan, perilaku, dan bentuk konstruksi kelelakian terhadap laki-laki yang dihubungkan dengan kualitas seksual kemudian dibentuk oleh kebudayaan (Barker, 2001). Maskulinitas yang tinggi juga ditemukan pada budaya yang menganut garis keturunan patrilineal yang mengganggap posisi laki-laki lebih dominan dibandingkan perempuan dalam segala hal. Darwin (2001) mengemukakan bahwa timbulnya “maskulinitas yang tinggi” pada budaya patriarki karena adanya anggapan bahwa laki-laki menjadi sejati jika berhasil menunjukkan kekuasaannya atas perempuan. Berdasarkan pemaparan diatas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan intensitas menonton film porno terhadap maskulinitas remaja laki-laki di Bali Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan subjek sejumlah 243 remaja laki-laki pada rentang usia 15-18 tahun dan tengah menempuh pendidikan di SMAN Bali yang dipilih dengan menggunakan teknik probability sampling yaitu cluster sampling. Instrumen penelitian ada dua, yaitu skala intensitas menonton film porno (r= 0,925) dan skala sifat maskulinitas (r= 0.882). Metode analisis data menggunakan korelasi product moment dengan hasil signifikansi sebesar 0,136 (p>0,05), sehingga kesimpulan penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan intensitas menonton film porno terhadap maskulinitas remaja laki-laki di Bali. Kata kunci: Intensitas menonton film porno, maskulinitas, remaja Bali.
Perbedaan motivasi berpretasi dan dukungan sosial teman sebaya antara mahasiswa perantau dan non perantau di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Nurul Lady Choirunisa; Adijanti Marheni
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p03

Abstract

Setiap individu berhak mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya, salah satunya dengan menempuh perkuliahan di perguruan tinggi. Tujuan utama menjadi mahasiswa adalah mencapai prestasi akademik. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi antara lain motivasi berprestasi dan dukungan sosial teman sebaya. Motivasi berprestasi sebagai keinginan individu untuk menjalani proses perkuliahan dengan baik, sedangkan dukungan sosial teman sebaya sebagai bantuan dari teman dalam berbagai bentuk. Mahasiswa perantau dan non perantau memiliki kondisi yang berbeda, sehingga penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan antara motivasi berprestasi dan dukungan sosial teman sebaya yang dimiliki oleh mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan subjek sejumlah 238 mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala motivasi berprestasi dan dukungan sosial teman sebaya. Analisis data menggunakan Independent Sample T-Test dengan hasil signifikansi sebesar 0,001 (p<0,05) pada motivasi berprestasi dengan mean empiris perantau lebih tinggi yaitu 110,38 dan mean empiris non perantau 106,98. Hasil signifikansi dukungan sosial teman sebaya sebesar 0,047 (p<0,05) dengan mean empiris perantau lebih tinggi yaitu 173,70 dan mean empiris non perantau sebesar 170,95. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan motivasi berprestasi dan dukungan sosial teman sebaya antara mahasiswa perantau dan non perantau di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Mahasiswa perantau memiliki motivasi berprestasi dan dukungan sosial yang lebih tinggi daripada mahasiswa non perantau. Kata Kunci: Dukungan sosial teman sebaya, motivasi berprestasi, mahasiswa non perantau mahasiswa perantau.
Peran stres akademik dan hardiness terhadap kecenderungan gangguan psikofisiologis pada mahasiswa kedokteran tahun pertama I Made Riantama Adi Saputra; Luh Made Karisma Sukmayanti Suarya
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p04

Abstract

Gangguan psikofisiologis merupakan gangguan fisik yang disebabkan oleh faktor-faktor psikologis terutama stres. Gangguan psikofisiologis memfokuskan perhatian pada hubungan kausal satu arah pada interaksi antara psike dan soma, atau dampak dari faktor psikologis secara negatif terhadap kondisi medis secara umum. Bagi sebagian individu, pendidikan kedokteran dipersepsikan sebagai keadaan yang penuh dengan stres. Adanya stres akademik pada mahasiswa kedokteran, khususnya mahasiswa kedokteran tahun pertama memiliki konsekuensi yang merugikan terhadap kondisi kesehatan, seperti kecenderungan gangguan psikofisiologis. Hardiness merupakan sekumpulan trait dari karakteristik kepribadian yang menjadi sumber perlawanan ketika individu berhadapan dengan peristiwa yang penuh dengan stres. Adanya hardiness pada mahasiswa kedokteran tahun pertama akan membantu untuk mengatasi stres akademik secara efektif sehingga tidak mengarah pada kecenderungan gangguan psikofisiologis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk mengetahui peran stres akademik dan hardiness terhadap kecenderungan gangguan psikofisiologis pada mahasiswa kedokteran tahun pertama. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Sebanyak 158 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Udayana dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa digunakan sebagai subjek dalam penelitian ini. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Somatic Symptom Scale–8, Skala Gangguan Psikofisiologis, Skala Stres Akademik, dan Skala Hardiness. Hasil uji Moderated Regression Analysis (MRA) menunjukkan nilai koefisien parameter individual stres akademik sebesar 0,727 dengan signifikansi 0,028 (p<0,05), yang berarti stres akademik berperan seacara signifikan terhadap kecenderungan gangguan psikofisiologis, selanjutnya nilai koefisien parameter individual moderasi Hardiness sebesar -0,003 dengan signifikansi 0,348 (p>0,05), yang berarti Hardiness tidak berperan secara signifikan dalam memperkuat ataupun memperlemah hubungan antara stres akademik terhadap kecenderungan gangguan psikofisiologis. Kata Kunci: Stres Akademik, Hardiness, Kecenderungan Gangguan Psikofisiologis Mahasiswa Kedokteran Tahun Pertama
Hubungan kematangan emosi dan konformitas teman sebaya terhadap agresivitas remaja di SMAN 3 Denpasar Tarate Timur Raviyoga; Adijanti Marheni
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p05

Abstract

Menurut survei, SMAN 3 Denpasar merupakan salah satu sekolah yang dipilih sebagai sekolah dengan tingkat agresivitas siswa rendah. Namun, ditemukan perbedaan fakta di lapangan yang menjelaskan kasus-kasus agresivitas yang dilakukan oleh siswa SMAN 3 Denpasar yang tidak diketahui oleh pihak luar sekolah. Agresivitas pada remaja dapat disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. Faktor internal penyebab agresivitas pada remaja adalah pelampiasan dari emosi marah dan frustrasi yang tidak tepat yang disebabkan oleh rendahnya kematangan emosi remaja. Emosi yang tidak stabil mendorong remaja bertndak tanpa berpikir kritis. Sedangkan faktor eksternal yakni adanya pengaruh serta tekanan dari lingkungan pergaulan remaja yang muncul dalam bentuk konformitas teman sebaya. Ketika remaja konform, maka remaja rela melakukan berbagai hal sekalipun melanggar normal sosial. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat agresivitas siswa dan melihat hubungan antara kematangan emosi dan konformitas teman sebaya dengan agresivitas siswa SMAN 3 Denpasar. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan subjek sejumlah 258 siswa SMAN 3 Denpasar, berusia 15-18 tahun, serta berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode klaster. Instrumen penelitian ini adalah skala agresivitas, kematangan emosi, dan konformitas yang sudah diuji validitasnya. Metode analisis data menggunakan regresi berganda dengan signifikansi 0.00 (p<0.05) yang menjelaskan agresivitas siswa dipengaruhi oleh kematangan emosi dan konformitas teman sebaya. Nilai R Square sebersar 0,140 artinya kematangan emosi dan konformitas teman sebaya menjelaskan 14% dari agresivitas siswa. Sebanyak 10,46% subjek yang memiliki skor diatas mean teoritis. Hal ini sekaligus menjelaskan bahwa tingkat agresivitas siswa SMAN 3 Denpasar dapat dikatakan rendah.. Kata kunci: Agresivitas, kematangan emosi, konformitas teman sebaya, remaja.
Peran pola asuh otoritatif dan internal locus of control terhadap kecerdasan emosional remaja madya di SMA Negeri 1 Tabanan Ni Luh Putu Nina Idelia Aryantha Putri; I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p06

Abstract

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan yang dimiliki individu untuk mengenali, memotivasi, dan mengelola emosi pada diri sendiri maupun orang lain. Kecerdasan emosional dapat berkembang karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan, salah satunya adalah pola asuh. Disamping pengaruh lingkungan, kecerdasan emosional juga dipengaruhi oleh cara individu memandang penyebab kejadian dalam hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pola asuh otoritatif dan internal locus of control terhadap kecerdasan emosional pada remaja madya. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja madya yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tabanan berjumlah 107 orang. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai R sebesar 0,617 (p<0,05), dengan demikian koefisien determinasi adalah 0,381 yang berarti pola asuh otoritatif dan internal locus of control secara bersama-sama memiliki sumbangan efektif sebesar 38,1% terhadap kecerdasan emosional. Koefisien beta terstandarisasi dari pola asuh otoritatif menunjukkan nilai sebesar 0,167 (p<0,05), sehingga pola asuh otoritatif berperan secara signifikan terhadap kecerdasan emosional remaja madya. Koefisien beta terstandarisasi dari internal locus of control menunjukkan nilai sebesar 0,537 (p<0,05), sehingga internal locus of control berperan secara signifikan terhadap kecerdasan emosional remaja madya. Kata kunci: Kecerdasan emosional, pola asuh otoritatif, internal locus of control, remaja madya.
Hubungan antara citra tubuh dengan kecenderungan body dysmorphic disorder (BDD) pada remaja akhir laki-laki di Denpasar Anak Agung Istri Galuh Ganeswari; Ni Made Ari Wilani
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p07

Abstract

Masa remaja juga merupakan suatu tahap dalam perkembangan individu mengalami perubahan-perubahan yang sangat pesat diantaranya perubahan fisik. Hal ini yang mendasari remaja cenderung lebih banyak memperhatikan penampilan fisik. Pada masa sekarang bentuk tubuh remaja akhir laki-laki adalah bentuk tubuh atletis dan proporsional dengan bentuk tubuh kurus dengan otot. Tak jarang hal tersebut menimbulkan ketidakpuasan pada tubuh remaja akhir laki-laki, ketidakpuasan ini jika terjadi secara terus menerus maka dapat menyebabkan munculnya kecenderungan Body Dysmorphic Disorder. Individu dengan Body Dysmorphic Disorder (BDD) biasanya melebih-lebihkan daya tarik dari kecantikan wajah dan merendahkan penampilan sendiri. Salah satu faktor yang menyebabkan adalah citra tubuh, citra tubuh merupakan pemikiran seseorang tentang bagaimana penilaian dari orang lain terhadap bentuk tubuhnya. Adanya distorsi dan citra tubuh yang negatif yang menyebabkan munculnya ketidakpuasan tubuh pada remaja akhir laki-laki. Berdasarkan pemaparan tersebut tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dengan kecenderungan Body Dysmorphic Disorder (BDD) pada remaja akhir laki-laki di Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan subjek sejumlah 208 remaja akhir laki-laki dengan rentang usia 17-22 tahun yang merupakan mahasiswa di Denpasar yang dipilih dengan menggunakan teknik probability sampling yaitu cluster area. Instrumen penelitian terdapat dua, yaitu skala citra tubuh (r= 0,912) dan skala kecenderungan Body Dysmorphic Disorder (BDD) (0,909). Metode analisis menggunakan korelasi product moment dengan hasil signifikansi sebesar 0,007 (p<0,05), sehingga kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara citra tubuh dengan kecenderungan Body Dysmorphic Disorder (BDD) pada remaja akhir laki-laki di Denpasar. Kata kunci: Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder (BDD), citra tubuh, remaja akhir laki-laki.
Peran pola asuh orangtua dan penggunaan gadget terhadap interaksi sosial anak prasekolah Kadek Dwinita Viandari; Luh Kadek Pande Ary Susilawati
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p08

Abstract

Masa prasekolah adalah masa anak-anak belajar mengenal lingkungan sosial, mengembangkan potensi yang dimiliki, dan membentuk kemandirian. Kemampuan berinteraksi sosial yang baik sangat diperlukan pada masa ini, guna mencapai perkembangan sosial yang optimal. Pola asuh yang diterapkan oleh orangtua terhadap anak dapat mempengaruhi kemampuan interaksi sosial anak. Belajar dari figur orangtua, anak-anak dapat menerapkan cara berinteraksi dan melakukan hubungan timbal balik dengan teman seusianya. Penggunaan teknologi gadget pada anak prasekolah juga dapat memberikan dampak positif maupun negatif terhadap interaksi sosial anak di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pola asuh orangtua dan penggunaan gadget terhadap interaksi sosial anak prasekolah. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 100 anak prasekolah di Taman Kanak-Kanak Adhi Mekar dan Taman Kanak-Kanak Bintang Besar yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala interaksi sosial, skala pola asuh orangtua, dan angket penggunaan gadget. Hipotesis penelitian diuji menggunakan teknik analysis of covariance (ancova). Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi pada corrected model sebesar 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa pola asuh orangtua dan penggunaan gadget secara bersama-sama berperan terhadap interaksi sosial anak prasekolah. Kata kunci: Interaksi sosial, pola asuh orangtua, penggunaan gadget.
Hubungan antara komunikasi interpersonal orangtua-remaja dengan keterampilan sosial remaja Kinanti Larasati; Adijanti Marheni
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p09

Abstract

Remaja adalah salah satu masa perkembangan yang dimulai dari usia 13 tahun sampai 21 tahun. Pada masa ini kebanyakan waktu dihabiskan remaja dalam kegiatan sekolah atau bersama teman sebaya. Interaksi dan penerimaan teman sebaya merupakan hal penting bagi perkembangan remaja. Untuk dapat berinteraksi dan diterima dengan baik oleh lingkungan, remaja diharapkan dapat memiliki keterampilan sosial yang baik. Keterampilan sosial terutama diperoleh melalui proses pembelajaran (terutama pembelajaran sosial, termasuk observasi, modeling, latihan, dan proses umpan balik). Salah satu faktor yang memengaruhi keterampilan sosial seseorang adalah keluarga. Komunikasi orangtua dengan anak merupakan proses pembentukan sikap dan perilaku anak, yang berpengaruh pada perkembangan anak dan disinilah unsur pendidikan terhadap anak akan dibentuk. Remaja akan belajar cara berinteraksi dan berperilaku yang baik melalui interaksi mereka dengan orangtua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi interpersonal orangtua-remaja dengan keterampilan sosial remaja. Subjek pada penelitian ini adalah 114 orang siswa SMA Dwijendra Denpasar. Instrument dalam penelitian ini adalah skala komunikasi interpersonal orangtua-remaja dan skala keterampilan sosial remaja. Hasil analisis korelasi product moment menunjukkan angka korelasi sebesar 0,681 dan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), yang berarti ada hubungan yang signifikan antara komunikasi interpersonal orangtua-remaja dengan keterampilan sosial remaja. Semakin efektif komunikasi interpersonal yang dimiliki orangtua-remaja maka akan semakin tinggi keterampilan sosial yang dimiliki remaja, begitu pula sebaliknya semakin kurang efektif komunikasi interpersonal orangtua-remaja maka akan semakin rendah keterampilan sosial yang dimiliki remaja. Kata kunci: Remaja, komunikasi interpersonal antara orangtua-remaja, keterampilan sosial.
Hubungan antara citra tubuh dan konformitas terhadap perilaku konsumtif pada remaja putri di Universitas Udayana Ni Luh Ayu Putri Windayanti; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p10

Abstract

Perilaku konsumtif adalah tindakan yang dilakukan individu untuk membeli barang atau jasa yang berlebihan dan tanpa pertimbangan yang rasional, demi kepuasan fisik dan dorongan untuk memuaskan keinginan. Munculnya perilaku konsumtif tidak terlepas dari adanya faktor-faktor yang mempengaruhi seperti konformitas dan citra tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran citra tubuh dan konformitas pada remaja putri di Universitas Udayana. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik one stage cluster random sampling. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswi di Universitas Udayana yang berjumlah 227 orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Perilaku Konsumtif, Skala Konformitas, dan Skala Citra tubuh yang sudah diuji reliabilitas dan validitasnya. Hasil uji regresi menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,335 dan koefisien determinasi sebesar 0,113, dengan signifikasi sebesar 0,000 (p<0,05) yang berarti citra tubuh dan konformitas secara bersama-sama berperan sebesar 11,3% dalam menjelaskan varian perilaku konsumtif. Konformitas secara mandiri diyakini dapat beperan dalam mempengaruhi perilaku konsumtif dan citra tubuh secara mandiri tidak berperan secara signifikan terhadap perilaku konsumtif. Citra tubuh hanya dapat berperan ketika bersama-sama dengan variabel konformitas. Kata kunci: Perilaku konsumtif, konformitas, citra tubuh.

Page 1 of 2 | Total Record : 20