cover
Contact Name
Putu Yoga Sukma Pratama
Contact Email
yoga_pratama@unud.ac.id
Phone
+6281237581597
Journal Mail Official
jpu@unud.ac.id
Editorial Address
https://ejournal4.unud.ac.id/index.php/jpu/en/about/editorialHistory
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Psikologi Udayana
Published by Universitas Udayana
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi Udayana aims to facilitate the process of interaction, discussion, and further discussion of the development of psychology in Indonesian society, with a particular interest in Cultural and Health Psychology. Jurnal Psikologi Udayana covers articles related to: 1. Clinical Psychology 2. Industrial/Organizational Psychology 3. Educational Psychology 4. Developmental Psychology 5. Social Psychology Jurnal Psikologi Udayana accepts various research methods, both quantitative and qualitative methods. This journal also covers discussions related to the development of problems found in society.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2019)" : 20 Documents clear
Motivasi mahasiswa penerima beasiswa BIDIKMISI Universitas Udayana mengikuti gaya hidup hedonisme Yuli Endah Purwati Arum Buana; David Hizkia Tobing
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p01

Abstract

Globalisasi memengaruhi berbagai aspek salah satunya gaya hidup. Gaya hidup hedonisme adalah gaya hidup yang memandang kesenangan dan kenikmatan sebagai tujuan hidup. Masyarakat ekonomi menengah ke atas mudah mengikuti gaya hidup hedonisme karena mempunyai modal kapital yang cukup, sedangkan masyarakat ekonomi menengah ke bawah akan kesulitan karena tidak mempunyai cukup modal. Gaya hidup hedonisme cepat memengaruhi remaja karena pada periode tersebut remaja mudah terpengaruh oleh teman sebaya. Bali sebagai destinasi wisata nomor satu di Indonesia sangat memungkinkan terjadi interaksi warga lokal dan wisatawan mancanegara yang membawa gaya hidup hedonisme, sehingga sangat mungkin remaja Bali menjadi mudah terpengaruh gaya hidup hedonisme. Universitas Udayana sebagai universitas favorit di Bali yang mendapatkan bantuan dana yaitu Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (BIDIKMISI). Mahasiswa penerima beasiwa BIDIKMISI tidak luput dari pengaruh gaya hidup hedonisme, Studi pendahuluan dilakukan tehadap beberapa mahasiswa penerima beasiswa BIDIKMISI di Universitas Udayana menunjukkan beberapa mahasiswa memiliki kecenderungan gaya hidup hedonisme. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi mahasiswa penerima beasiswa BIDIKMISI Universitas Udayana untuk mengikuti gaya hidup hedonisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah tujuh orang mahasiswa penerima beasiswa BIDIKMISI di Universitas Udayana. Penelitian ini menghasilkan motivasi mengikuti gaya hidup hedonisme pada mahasiswa penerima beasiswa BIDIKMISI di Universitas Udayana berasal dari dalam diri yaitu percaya diri dan karier kemudian dari luar diri yaitu promosi, kepercayaan, penyetaraan, model, pengakuan, relasi, dan ingin menjadi terkenal.
Pengaruh kepuasan kerja dan persepsi pada iklim organisasi terhadap perilaku kewargaan organisasi karyawan PT. Garuda Indonesia, (Persero), Tbk. Cabang Denpasar Komang Mega Trisnayani; Naomi Vembriati
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p02

Abstract

Karyawan adalah salah satu kunci sukses perusahaan di tengah persaingan dalam era globalisasi sehingga penting bagi pemilik usaha memiliki karyawan dengan kinerja yang baik. Salah satunya dengan menunjukkan perilaku kewargaan organisasi di tempat kerja. Perilaku Kewargaan Organisasi adalah suatu bentuk perilaku yang merupakan pilihan dan inisiatif individual yang tidak berkaitan dengan sistem reward formal organisasi tetapi dapat meningkatkan efektivitas organisasi. Perilaku kewargaan organisasi dipengaruhi oleh kepuasan kerja. Karyawan yang puas cenderung akan memberikan pelayanan dan kinerja yang optimal, salah satunya adalah PKO. Selain kepuasan kerja, persepsi pada iklim organisasi juga berperan dalam memunculkan PKO. Jika karyawan mempersepsikan iklim organisasi secara positif maka hal tersebut dapat menumbuhkan semangat kerja sekaligus mendorong karyawan menampilkan PKO. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh kepuasan kerja dan persepsi pada iklim organisasi terhadap perilaku kewargaan organisasi karyawan PT. Garuda Indonesia (Persero), Tbk cabang Denpasar. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah sampling jenuh dengan menggunakan seluruh pegawai tetap berjumlah 71 orang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner/angket, sedangkan analisis data dilakukan dengan analisis regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini ialah : 1) Kepuasan kerja dan persepsi pada iklim organisasi memiliki kontribusi terhadap kemunculan PKO dengan persentase sebesar 50,5% dengan taraf signifikansi 0,000 (p<0,05). 2) Kepuasan kerja tidak berkontribusi secara signifikan terhadap PKO dengan nilai signifikansi sebesar 0,166 (p>0,05), 3) Terdapat kontribusi yang signifikan antara persepsi pada iklim organisasi terhadap PKO dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Kata kunci: Kepuasan kerja, perilaku kewargaan organisasi, persepsi pada iklim organisasi.
Perbedaan motivasi kerja tutor pendidikan nonformal ditinjau dari status pekerjaan di Provinsi Bali Putu Dina Yuniarini; Naomi Vembriati
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p03

Abstract

Tingginya angka putus sekolah mendorong pemerintah membentuk alternatif Tingginya angka putus sekolah mendorong pemerintah membentuk alternatif pilihan jenjang pendidikan yaitu pendidikan nonformal. Salah satu lembaga pendidikan nonformal adalah Pendidikan Kesetaraan yang berada di bawah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Pendidik di pendidikan nonformal disebut dengan tutor. Dilihat dari status pekerjaan tutor, dapat dibedakan menjadi dua yaitu tutor murni dan tutor dengan pekerjaan tambahan. Tutor murni adalah tutor yang kesehariaanya bekerja hanya di lembaga pendidikan non formal. Tutor dengan pekerjaan tambahan bekerja selain menjadi seorang tutor juga memiliki pekerjaan tambahan selain menjadi tutor contohnya mengajar les atau menjadi guru honor di pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan motivasi kerja tutor pendidikan nonformal ditinjau dari status pekerjaannya di Provinsi Bali. Subjek dalam penelitian ini sejumlah 322 orang yang terdiri dari 157 tutor murni dan 165 tutor dengan pekerjaan tambahan. Teknik Sampling dalam penelitian non random sampling dengan menggunakan sampel jenuh. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala motivasi kerja sebanyak 60 item (?= 0,845). Hasil uji hipotesis menggunakan independent sample t-test nilai signifikansi motivasi internal sebesar 0,662 dan motivasi eksternal 0,889 (p<0,05), maka tidak terdapat perbedaan antara motivasi kerja ditinjau dari status pekerjaannya Kata kunci: Motivasi kerja, status pekerjaan, tutor pendidikan nonformal.
Peran kontrol diri dan pola asuh autoritatif terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Anak Agung Made Teguh Ananta Sukarena Putra; I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p04

Abstract

Masalah yang dapat dialami mahasiswa terkait dengan tugas akademik adalah mahasiswa sering menunda-nunda untuk mengerjakan tugas. Perilaku menunda-nunda dalam mengerjakan sesuatu disebut dengan istilah prokrastinasi. Prokrastinasi akademik dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang dapat memengaruhi prokrastinasi akademik adalah kemampuan individu dalam mengendalikan perilakunya agar terhindar dari tindakan yang berdampak negatif seperti prokrastinasi akademik. Kemampuan mengendalikan perilaku merupakan salah satu aspek dari kontrol diri. Faktor eksternal yang dapat memengaruhi prokrastinasi akademik adalah pengawasan yang diberikan orangtua kepada anak agar anaknya tidak melakukan perilaku negatif seperti prokrastinasi akademik. Peran orangtua dalam memberikan pengawasan kepada anak merupakan salah satu aspek dari pola asuh autoritatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kontrol diri dan pola asuh autoritatif terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa. Subjek dalam penelitian ini adalah 96 mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kontrol diri, skala pola asuh autoritatif dan skala prokrastinasi akademik. Analisis data dilakukan teknik regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukan nilai koefisien regresi sebesar 0,760, nilai koefisien determinasi sebesar 0,577, nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), nilai koefisien beta terstandarisasi variabel kontrol diri sebesar -0,569 dan nilai koefisien beta terstandarisasi variabel pola asuh autoritatif sebesar -0,277. Hasil tersebut menunjukan bahwa kontrol diri dan pola asuh autoritatif berperan terhadap tingkat prokrastinasi akademik mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Hasil tersebut juga menunjukan bahwa kontrol diri memiliki peran lebih besar terhadap tingkat prokrastinasi akademik dibandingkan dengan pola asuh autoritatif. Kata kunci: Kontrol diri, mahasiswa, pola asuh autoritatif, prokrastinasi akademik.
Hubungan dukungan sosial teman sebaya terhadap motivasi berprestasi pada remaja awal di Kota Denpasar Anak Agung Ayu Rianika Wijaya; Putu Nugrahaeni Widiasavitri
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p05

Abstract

Motivasi berprestasi merupakandaya penggerak yang memotivasi semangat seseorang, mendorong seseorang untuk mengembangkan kreativitas dan menggerakkan semua kemampuan serta energi yang dimilikinya demi mencapai prestasi yang maksimal.Motivasi berprestasi mulai tumbuh pada usia remaja awal dimana mulai membentuk kebiasaan untuk mencapai suatu keberhasilan.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan terkait dukungan sosial teman sebaya terhadap motivasi berprestasi pada remaja awal di Kota Denpasar.Data Dinas Pendidikan Kota Denpasar mencatat bahwa prestasi remaja awal di Kota Denpasar tebilang tinggi. Peningkatan motivasi berprestasi salah satunya dipengaruhi oleh dukungan sosial teman sebaya, teman sebaya memiliki peran penting dalam perkembangan remaja terutama pada tahapan perkembangan belajar dimana remaja yang banyak memiliki teman akan mampu meningkatkan minat terhadap pendidikan guna meningkatkan motivasi berprestasi. Sampel penelitian ini berjumlah 92 orang dengan metode analisa data yang digunakan adalah metode korelasi Pearson Product Moment. Hasil koefisien korelasinya yang diperoleh sebesar (+) 0,477 menunjukan adanya hubungan antara variabel dukungan sosial teman sebaya terhadap motivasi berprestasi dan berada pada intensitas yang cukup kuat. Tanda positif (+) menunjukkan bahwa semakin positif dukungan sosial teman sebaya maka akan mengakibatkan semakin positif pula motivasi berprestasi. Kata kunci: Dukungan sosial, teman sebaya, remaja awal, motivasi berprestasi.
Persepsi penggunaan gaya manajemen konflik oleh pemimpin terhadap kepuasan anggota di organisasi kemahasiswaan Universitas Udayana Gusti Ayu Radhaswari Ananda Pinatih; Naomi Vembriati
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p06

Abstract

Organisasi kemahasiswaan merupakan wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan kecendekiawanan serta integritas kepribadian untuk mencapai tujuan pendidikan tinggi. Setiap organisasi pasti akan mengalami konflik dan pemimpin mempunyai peran untuk melakukan manajemen konflik, agar konflik yang ada menjadi konflik yang bermanfaat bagi organisasi. Manajemen konflik dapat dilakukan dengan menggunakan gaya yang tepat. Penggunaan gaya manajemen konflik yang tepat tentunya akan membawa kepuasan bagi anggota organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pengunaan gaya manajemen konflik oleh pemimpin terhadap kepuasan anggota di organsasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik one stage cluster random sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah anggota organisasi kemahasiswaan BEM dan HM di Universitas Udayana yang berjumlah 268 orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Gaya Manajemen Konflik dan Skala Kepuasan Anggota yang sudah diuji reliabilitas dan validitasnya. Hasil uji regresi menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,423 dan koefisien determinasi sebesar 0,176, dengan signifikasi sebesar 0,000 (p<0,05) yang berarti gaya manajemen konflik berperan sebesar 17,6% dalam menjelaskan kepuasan anggota. Kata kunci: Gaya manajemen konflik, kepuasan anggota, organisasi kemahasiswaan.
Gambaran kecemasan remaja perempuan dengan berat badan berlebih Ni Wayan Widi Kurniawati; Luh Made Karisma Sukmayanti Suarya
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p07

Abstract

Kesehatan didambakan oleh setiap individu, namun gaya hidup yang tidak sehat serta tidak diimbangi oleh aktivitas fisik berpotensi menyebabkan berat badan berlebih. Remaja perempuan cenderung lebih peka dengan keadaan tubuh karena keinginan remaja perempuan adalah menjadi kurus. Keinginan menjadi kurus dipengaruhi oleh kecenderungan untuk mengidentikkan tubuh yang sangat kurus dengan kecantikan. Kesadaran remaja perempuan yang tidak mungkin untuk mencapai tubuh ideal dapat menyebabkan munculnya kecemasan. Remaja perempuan yang merasakan kecemasan secara berlebihan akan mengalami kesulitan dalam pekerjaan, hubungan sosial, dan fungsi sosial, sehingga mengetahui gambaran kecemasan remaja perempuan dengan berat badan berlebih adalah penting. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kecemasan remaja perempuan dengan berat badan berlebih. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, menurut Strauss dan Corbin (2017). Responden adalah tiga remaja perempuan dengan berat badan berlebih, berusia 17 tahun hingga 18 tahun. Hasil penelitian adalah penyebab kecemasan, kecemasan yang dirasakan, faktor pendukung terjadinya kecemasan, upaya- upaya mengatasi kecemasan, dan faktor-faktor yang memengaruhi upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi kecemasan. Kata kunci: Berat badan berlebih, kecemasan, remaja perempuan.
Gambaran celebrity worship pada penggemar K-Pop usia dewasa awal di Bali Dyana Putri Kristina Sintya Dewi; Komang Rahayu Indrawati
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p08

Abstract

Celebrity worship merupakan suatu kecenderungan untuk memformulasikan kedekatan dengan seorang idola, yang mengarah kepada perilaku disfungsional (Rojek, 2012). Berdasarkan fakta di lapangan, diketahui bahwa pada penggemar K-Pop usia dewasa awal masih terlibat dalam celebrity worship. Hal tersebut terlihat dari berbagai aktivitas yang dilakukan penggemar K-Pop usia dewasa awal untuk menunjukkan ekspresi cinta kepada idola K-Pop yang terkadang dianggap terlalu berlebihan, obsesif, delusif, dan posesif. Celebrity worship berpotensi menghambat perkembangan usia dewasa awal untuk membangun hubungan intim dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran celebrity worship pada penggemar K-Pop Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendektan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan pengumpulan bahan visual pada empat penggemar K-Pop Bali. Seluruh responden berjenis kelamin perempuan dan berusia antara 21-22 tahun yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa celebrity worship mencakup alasan menyukai idola, motivasi pengidolaan, dan aktivitas pengidolaan. Hasil penelitian juga menemukan bentuk baru dari celebrity worship, yaitu supportive idolization pada penggemar K-Pop usia dewasa awal di Bali. Kata kunci: Celebrity worship, dewasa awal, k-pop.
Peran pengembangan karir terhadap komitmen organisasi karyawan Rumah Sakit Bali Royal Komang Sinta Maharani; Naomi Vembriati
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p09

Abstract

Bali sebagai ikon pariwisata Indonesia menjadi salah satu penyumbang devisa negara terbesar melalui sektor pariwisata. Salah satu daya tarik Bali yang telah populer di kalangan wisatawan adalah health and wellness tourism, oleh karena itu tujuan wisatawan berkunjung ke Bali saat ini tidak hanya untuk berlibur, melainkan juga untuk berobat yang dikenal sebagai perjalanan medis (medical tourism). Salah satu pusat pelayanan kesehatan di Bali yang terinspirasi dari konsep perjalanan medis ini adalah Rumah Sakit Bali Royal. Upaya yang dilakukan rumah sakit dalam meningkatkan kualitas adalah mengembangkan fasilitas dan melakukan manajemen sumber daya manusia agar tercipta sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu rumah sakit perlu memerhatikan aspek penting dalam diri karyawan yang berguna bagi kesuksesan organisasi. Salah satu aspek tersebut adalah komitmen karyawan terhadap organisasi. Komitmen organisasi dalam diri karyawan akan muncul apabila organisasi dapat memberikan dukungan berupa kesempatan atas pengembangan karir. Melalui pemberian kesempatan pengembangan karir, organisasi dapat menunjukkan rasa kepedulian dalam membantu karyawan mencapai tujuan karir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pengembangan karir terhadap komitmen organisasi karyawan Rumah Sakit Bali Royal. Hasil analisis menunjukan nilai koefisien regresi sebesar 0,882, nilai koefisien determinasi sebesar 0,778 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukan bahwa pengembangan karir berperan sebesar 77,8% terhadap komitmen organisasi karyawan Rumah Sakit Bali Royal. Kata kunci: Karyawan, komitmen organisasi, pengembangan karir, rumah sakit.
Pengaruh kepuasan kerja dan keadilan organisasional terhadap keterikatan karyawan hotel swasta X di Bali Made Trivikrama Dewantara; Ni Made Swasti Wulanyani
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p10

Abstract

Seorang karyawan yang sudah merasa terikat dengan pekerjaannya akan memiliki motivasi bekerja yang lebih tinggi, kinerja yang lebih baik, dapat mengembangkan dirinya serta jabatan yang dimilikinya, dan cenderung loyal terhadap perusahaan tempatnya bekerja. Hal-hal tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan. Keterikatan kerja karyawan dapat dibentuk oleh faktor-faktor yang terjadi di lingkungan perusahaan seperti perlakuan adil dan setara yang didapat dari perusahaan dan sikap atau perasaan berdasarkan penilaian karyawan terhadap pekerjaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja dan keadilan organisasional terhadap keterikatan kerja karyawan Hotel Swasta X di Bali. Subjek dalam penelitian ini adalah 115 orang karyawan Hotel Swasta X di Bali. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Kepuasan Kerja, Skala Keadilan Organisasional dan Skala Keterikatan Kerja. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,821, nilai koefisien determinasi sebesar 0,675, nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), nilai koefisien beta terstandarisasi variabel Kepuasan Kerja sebesar 0,363 dan nilai koefisien beta terstandarisasi variabel Keadilan Organisasional sebesar 0,502. Hasil ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja dan keadilan organisasional berpengaruh dalam meningkatkan tingkat keterikatan kerja karyawan. Keadilan organisasional memiliki pengaruh yang lebih besar dalam meningkatkan tingkat keterikatan kerja dibandingkan dengan kepuasan kerja. Kata kunci: Kepuasan kerja, keadilan organisasional, karyawan hotel, keterikatan kerja.

Page 1 of 2 | Total Record : 20