cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran
ISSN : 25805525     EISSN : 25805533     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
The journal publishes articles about the research results in the field of education both in the broad sense (general education) or specific (refers to certain fields of study).
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol. 41, No.1 (2011)" : 17 Documents clear
TRANSFORMASI SOSIAL DI PEDESAAN: STUDI FENOMENOLOGIS PROSES PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Rahmad Santosa
Jurnal Kependidikan Vol. 41, No.1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v41i1.1898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan transformasi sosial anggota masyarakat pedesaan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan paradigma fenomenologis untuk menganalisis data penelitian. Subjek penelitian terdiri dari para anggota masyarakat miskin dan para pengrajin keramik di desa Panjangrejo, kabupaten Bantul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan desa tradisional pengrajin keramik menjadi desa moderen pengrajin keramik bermula dari inovasi individual yang dilakukan oleh para pengrajin keramik itu sendiri. Perubahan ini juga diikuti oleh dinamika internal masyarakat dan akhirnya mendorong munculnya pemberdayaan masyarakat dan proses transformasi sosial.
MODEL PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN PADA PKBM BINAAN SKB KABUPATEN TEMANGGUNG Azhar Azhar
Jurnal Kependidikan Vol. 41, No.1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v41i1.502

Abstract

The study is aimed at describing the enterpreneurship learning model of the enterpreneurship training and the contribution of the education and training to enterpreneurship in the economic aspects. The study is conducted in the Community Learning Centre (CLC) in Temanggung regency. The study is qualitative research data are analysed by using the interactive analysis model. The subjects of the study are members of the CLC guided group. Research findings show that (1) The curriculum is developed on the basis of the needs of the course participants; learning activities include guided production, marketing, and independent entrepreneurship; emphasis is on trainees activities in business; and approaches are andragogic involving simulations and group discussions; (2) There is contribution from the training implementation toward the economic aspects in the form of earning increases in of the business units; and (3) There is contribution from the training implementation toward the increament of the knowledge and skills of the trainees as well as of the people in the surrounding
EVALUASI KINERJA GURU IPA SD, SMP, DAN SMA PASCA SERTIFIKASI Suparwoto Suparwoto
Jurnal Kependidikan Vol. 41, No.1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v41i1.506

Abstract

The study is aimed at describing teachers perceptions of their competencies after their certification processes in relation to their work performances in elementary schools, junior secondary schools, and senior secondary schools. The study is evaluation research as a follow-up of the certification process. The participants are Physics teachers of elementary schools, junior secondary schools, and senior secondary schools in Yogyakarta. The study involves two research stages of preliminary and development activities. The preliminary stage consists in reference reviews and field work to obtain accurate information on the research problems. The development stage consists in the contruction and validation of the research instruments. The validated instrument is used for data collection. Findings show that the most prominent aspect of professional competencies occurs in junior secondary school teachers followed by elementary school teachers and junior secondary school teachers. The pedagogic, personal, and social aspects are prominent with elementary school teachers followed by junior secondary school teachers and junior secondary school teachers. All aspects related to work performances in all teachers show prominence in procedural matters. Creativity development is not prominent in all teachers
MODEL NETWORKING SEKOLAH SEBAGAI BASIS PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Suhartanta Suhartanta; Sukoco Sukoco; Zainal Arifin
Jurnal Kependidikan Vol. 41, No.1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v41i1.1921

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan model jaringan yang terbaik antara sekolah kejuruan dan para pemangku kepentingan. Penelitian ini dilakukan di sekolah kejuruan di DIY selama tiga tahun. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Sumber data diperoleh dari lapangan kerja, kepala sekolah, dan tim pengemnangan sekolah kejuruan. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif. Hasil penelian menunjukkan: 1) model jaringan yang dikembangkan dalam penelitian ini sudah efektifuntuk memperoleh data dan informasi tentang kebutuhan lapangan kerja, dan 2) Sekolah telah mampu menerjemahkand ata dan informasi yang diperoleh dari lapangan dalam bentuk kegiatan operasional dengan melibatkan para penanggungjawab kegiatan. Apabila sekolah telah dapat mengembangkan kemampuan lebih lanjut untuk mengolah sumber data dan informasi lainnya, diharapkan sekolah yang bersangkutan dapat lebih bersikap responsif terhadap pertumbuhan dan kemajuan tuntutan lapangan kerja. Oleh karena itu, kualitas dan problem yang dihadapi para lulusan dapat segera dipecahkan.
KEEFEKTIFAN MODEL PENEMUAN TERBIMBING DAN COOPERATIVE LEARNING PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Yoppi Wahyu Purnomo
Jurnal Kependidikan Vol. 41, No.1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v41i1.1916

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menemukan model pembelajaran yang menghasilkan prestasi belajar terbaik (2) menemukan kategori kreativitas siswa yang menghasilkan prestasi belajar terbaik (3) menemukan interaksi model pembelajaran dan kreativitas siswa yang menghasilkan prestasi belajar terbaik. Hasil belajar pada riset ini dibatasi pada topik bangun ruang sisi lengkung. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan menggunakan analisis varian dua jalur dengan ukuran sel berbeda. Populasi penelitian ini adalah siswa semester enam di SMP 4 kabupaten Wonogiri. Sampel diambil dengan teknik strafkasi dan kluster acak. Data dikumpulkan dengan dokumentasi, kuesioner, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan (1) guided discovery model dan cooperative learning memberikan hasil yang tidak berbeda tetapi dampak terhadap hasil belajar siswa, keduanya lebih baik daripada model pembelajaran konvensional. (2) siswa yang memiliki kreativitas lebih dalam bidang matematika memiliki hasil belajar lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memiliki kreativitas lebih rendah (3) pada level kreativitas tinggi, siswa memiliki hasil belajar lebih baik dengan menggunakan model pembelajaran guided discovery dibanding menggunakan model cooperative learning. Selanjutnya model cooperative learning menghasilkan hasil belajar siswa lebih baik daripada model pembelajaran konvensional.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BILINGUAL DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Margana Margana; Sukarno Sukarno
Jurnal Kependidikan Vol. 41, No.1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v41i1.1922

Abstract

Penelitian ini berhubungan dengan pengembangan model pembelajaran bilingual di Pilot Sekolah Standar Internasional (PSSI) SMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan establishing the bilingual teaching model model pembelajaran bilingual di SMK di Yogyakarta. Tempat penelitian adalah SMKN Depok 1, SMKN Depok 2, dan SMKN 1 Kalasan. Subjek penelitian terdiri atas 6 guru dan 90 siswa SMK. Instrumen penelitian terdiri atas angket dan lembar observasi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan perekaman. Teknik observasi digunakan untuk mengetahui pelaksanaan model yang dikembangkan. Perekaman digunakan untuk merekam model yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model imersi parsial adalah model yang paling sesuai bagi SMK di Yogyakarta sehubungan dengan keterbatasan penguasaan bahasa Inggris guru dan siswa.
EVALUASI KINERJA GURU IPA PASCASERTIFIKASI Suparwoto Suparwoto; Zuhdan Kun Prasetya; Mundilarto Mundilarto; Sukardjo Sukardjo; Anti Kolonial Prodjosantosa
Jurnal Kependidikan Vol. 41, No.1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v41i1.1920

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi guru tentang kompetensi mereka setelah proses sertifikasi berkaitan dengan kinerja guru di sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Penelitian ini adalah penelitian evaluasi sebagai tindak lanjut dari proses sertifikasi guru. Partisipan penelitian ini adalah guru mata pelajaran IPAdi sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas di Yogyakarta. Penelitian ini terdiri dari dua tahapan, yaitu tahap pendahuluan dan pengembangan aktivitas. Tahap pendahuluan terdiri dari kajian referensi dan lapangan untuk mendapatkan informasi akurat tentang permasalahan penelitian. Tahap pengembangan meliptui kegiatan pengembangan dan validasi instrumen penelitian. Instrumen yang sudah divalidasi digunakan untuk emngumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkanbahwa aspek terpenting dari kompetensi profesional ditunjukkan oleh para guru sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Aspek pedagogis, pribadi, dan sosial memiliki peranan paling penting bagi guru sekolah disusul kemudian bagi sekolah menengah pertama. Semua aspek yang berhubungan dengan kinerja guru berkaitan erat dengan hal-hal prosedural. Pengembangan kreativitas dipersepsikan oleh guru sebagai hal yang tidak penting.  

Page 2 of 2 | Total Record : 17