cover
Contact Name
Ima Fransiska
Contact Email
jurnal_fkm@unsri.ac.id
Phone
+6285768587976
Journal Mail Official
jurnal_fkm@unsri.ac.id
Editorial Address
Faculty of Public Health, Jl. Palembang-Prabumulih, Km. 32,Ogan Ilir, South Sumatra, Indonesia.
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 20866380     EISSN : 25487949     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) is a scientific peer-reviewed journal. Its aims are to share out, to develop, to facilitate research findings in Public Health that it will give benefit to managers, decision makers, public health officer, health problem practitioners, lecturers, as well as students. The content of the journal includes literature review, research-based article dealing with: 1. Health policy and administration 2. Environmental health 3. Occupational health and safety 4. Public health nutrition 5. Health promotion and behavioral sciences 6. Epidemiology & Biostatistics 7. Others related to public health challenges
Articles 440 Documents
Hyperurisemia dan Hubungan antara Asam Urat Darah Dengan Gula Darah Sewaktu dan IMT pada Komunitas Etnik Asli di Halmahera Utara
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2018.9.2.96-106

Abstract

Latar Belakang: Studi hiperurisemia pada masyarakat dengan latar-belakang etnik tertentu di Indonesiamenarik dipelajari karena selain terkait dengan sejumlah indikator/penyakit metabolik tetapi juga karenakeunikan budaya dan kontribusi genetik yang mungkin signifikan memberi pengaruh. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui prevalensi hiperurisemia dan melihat hubungannya dengan indikator metabolik lain,khususnya kadar gula darah sewaktu (GDS) dan indeks massa tubuh (IMT) pada komunitas etnik asli diHalmahera Utara.Metode: Sebanyak 240 responden dari 4 komunitas etnik asli di Halmahera Utara diikutsertakan dalampenelitian ini. Penentuan responden (etnik asli) melalui seleksi acak. Penelusuran responden dilakukandengan mengidentifikasi marga yang mewakili nama-nama keluarga pada masing-masing etnik asli diHalmahera Utara. Data dianalisis menggunakan uji statistik Mann Whitney dan Spearman correlation.Hasil Penelitian: Prevalensi hiperurisemia tergolong tinggi, yakni 60% (pria 50,83% dan wanita 69,17%).Sebaliknya, prevalensi hiperglikemia lebih rendah sebesar 1,25% (pria 1,67% dan wanita 0,83%). Prevalensiberat badan lebih (overweight) dan obese adalah berturut-turut 29,17% dan 12,50%; pria 30% dan 11,67%;serta, wanita 28,33% dan 13,33%. terdapat korelasi positif namun tidak nyata antara kadar asam urat danGDS (r=0,082, ρ=0,207), dan terdapat korelasi negatif tidak nyata antara kadar asam urat dan IMT pada populasi etnik (r=-0,047, ρ=0,468). Hubungan antara kadar gula darah dan IMT pada keseluruhan data etnikmenunjukkan hubungan positif dan nyata (r=0,176, ρ=0,006).Kesimpulan: Prevalensi hiperurisemia (dan berat badan lebih) pada etnik-etnik di Halmahera tergolongsangat tinggi. Secara statistik, tidak terdapat hubungan antara nilai kadar asam urat dengan kadar GDS,demikian pula antara kadar asam urat dengan IMT. Terdapat korelasi positif nyata antara nilai IMT dankadar GDS.Kata Kunci: IMT, asam urat, gula darah sewaktu, halmahera utara
Kajian Kandungantimbal dalam Air Sumur Gali di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah Sukawinatan Kota Palembang
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2018.9.2.107-114

Abstract

Latar Belakang: Tempat pembuangan akhir sampah merupakan tempat akhir untuk menimbun berbagai jenis sampah. salah satu jenis sampah tersebut berupa logam berat diantaranya timbal. Timbal merupakan salah satu logam berat yang sangat beracun bagi manusia terutama anak – anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kandungan logam berat timbal dalam sumur gali masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah Kota Palembang. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Contoh uji diambil dari 5 jarak dengan kriteria jarak 100 meter, 200 meter, 300 meter, 400 meter dan 500 meter dari TPA, jumlah contoh uji sebanyak 15 sumur gali, teknik pengambilan sampel dilakukan teknik purposive sampling. Pengujian kandungan timbal dilakukan di laboratorium menggunakan Atomic Absorption Spectrometry (AAS) dengan metode SNI 6969.8.2000. Pengukuran pH dan suhu dilakukan secara in situ, sedangkan untuk kondisi konstruksi sumur gali dan kualitas fisik air sumur menggunakan lembar observasi.Hasil: Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kondisi konstruksi sumur gali yang tidak memenuhi syarat konstruksi sebanyak 93,3%,tetapi kualitas fisik air sumur gali (warna, bau dan rasa)memenuhi syarat kesehatan. Rerata kandungan timbal dalam sumur gali masyarakat yaitu 0,03 mg/L dengan rentang nilai yaitu 0,012 – 0,052 mg/L, dari 15 sumur gali ada 1 sumur yang melebihi nilai baku mutu lingkungan, sedangkan pH air sumur gali berkisar antara 3,2 – 6,7. Namun jika kadar timbal dalam sumur gali dibandingkan denganpersyaratan air minum maka semuanya tidak memenuhi syarat untuk air minum.Kesimpulan: Kandungan timbal dalam air sumur gali masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah Kota Palembang ditemukan masih berada dibawah baku mutu persyaratan air bersih, hanya ada satu sumur yang kandungan timbal melebihi nilai baku mutu. Oleh karena itu partisipasi masyarakat dan peran pemerintah setempat diperlukan untuk melakukan pengolahan air sumur dan memperbaiki konstruksi sumur gali masyarakat yang berada di sekitar pembuangan akhir sampah.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Asi Eksklusif pada Ibu Di Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2018.9.2.115-124

Abstract

Latar Belakang: Pemberian ASI eksklusif merupakan asupan yang direkomendasikan untuk bayi sampai usia 6 bulan. Setelah berusia 6 bulan, makanan tambahan direkomendasikan hingga usia 2 tahun. Namun, persentase ibu yang melakukan ASI eksklusif masih rendah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.Metode: Ini adalah studi kasus kontrol yang dilakukan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan dari Juni hingga Desember 2016. Sampel terdiri dari 258 ibu menyusui, terdiri dari 136 ibu yang menyusui secara eksklusif (kelompok kontrol) dan 122 ibu yang tidak menyusui secara eksklusif (kelompok kasus), dipilih untuk penelitian ini dengan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan wawancara.Data dianalisis dengan regresi logistik.Hasil Penelitian: Pendidikan ibu rendah (OR=1,34; 95% CI=1,18-1,82), pengetahuan ibu rendah (OR=2,24;95% CI=1,69-2,42), kondisi kesehatan ibu yang buruk (OR=1,34, 95% CI=0,08-3,93), dan dukungan keluarga yang rendah (OR=2,06; 95% CI=0,02-8,93) dikaitkan dengan penurunan kesempatan pemberian ASI eksklusif. Usia ibu 20-29 tahun (OR=2,82; 95% CI=0,18-6,74) dan status ibu rumah tangga (OR=2,54; 95% CI=1,00-8,29) dikaitkan dengan peningkatan peluang pemberian ASI eksklusif. Hasil wawancara menunjukkan bahwa kurangnya pengetahuan ibu tentang manfaat pemberian ASI eksklusif merupakan prediktor kuat untuk tidak melakukan menyusui secara eksklusif.Sebagian besar ibu yang diwawancarai percaya bahwa menyediakan makanan selain ASI dapat mempercepat pertumbuhan anak-anak mereka.Kesimpulan: Kurangnya pengetahuan tentang manfaat pemberian ASI eksklusif merupakan faktor prediktor yang dominan dan berpotensi menghambat pemberian ASI eksklusif. Promosi pemberian ASI eksklusif harus ditingkatkan oleh petugas kesehatan untuk ibu sehingga mereka dapat memahami manfaat pemberian ASI eksklusif pada anak-anak.
Hubungan Promosi Penggunaan Kondom, Seks Aman Terhadap Pencegahan Penyakit Menular Seksual di Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2018.9.2.125-133

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Menular Seksual sering juga disebut Penyakit kelamin ini merupakan penyakit yang sebagian besar ditularkan melalui hubungan seks atau hubungan kelamin. Sejak pertama kali ditemukan (1987) sampai dengan Juni 2012, kasus HIV/AIDS tersebar pada 498 kabupaten/kota di seluruh (33) provinsi di Indonesia, tahun 2010 sebanyak 21.591 kasus, tahun 2011 sebanyak 21.031 kasus, untuk Aceh sendiri terdapat 65 kasus HIV. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan promosi penggunaan kondom dan seks aman dengan pencegahan danpenanggulangan PMS pada Wanita Usia Subur.Metoda: Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh Wanita Usia Subur (WUS) beresiko yang berusia 21- 35 tahun yang datang ke Klinik IMS di Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh berjumlah 63 orang. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah Consecutive sampling Analisis data secara univariat dan bivariat.Hasil: Hasil uji statistik Chi-square Promosi kondom didapat nilai p=0,013 dan Seks Aman, nilai p=0,029 artinya ada hubungan yang signifikan antara Promosi Penggunaan Kondom, seks Aman dengan Pencegahan Infeksi Menular Seksual.Kesimpulan: Pencegahan dan penanggulangan IMS melalui promosi penggunaan kondom dan seks aman di Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh masih kurang baik. Diharapkan petugas kesehatan agar lebih aktif melaksanakan Komunikasi, Informasi, Edukasi sehingga dapat memberikan pemahaman yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan IMS.
Skrining Miopia pada Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Temanggung
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2018.9.2.134-140

Abstract

Latar Belakang: Miopia adalah satu kelainan refraksi yang menyebabkan gangguan penglihatan. Deteksidini pada anak usia sekolah sangat diperlukan untuk mencegah gangguan penglihatan permanen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko miopia pada siswa sekolah dasar di Kabupaten Temanggung.Metode: Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan desain cross sectional study. Skrining dilakukan terhadap siswa kelas 4-6 di Kecamatan Temanggung dan Ngadirejo (dipilih 3 sekolah perkecamatan). Pengukuran visus dilakukan oleh petugas puskesmas yang terlatih menggunakan kartu snellen. Data mengenai faktor risiko diperoleh melalui kuesioner yang diisi oleh orang tua siswa. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat.Hasil Penelitian: Terdapat 477 siswa yang diperiksa, 50,9% laki-laki dan 49,1% perempuan. Rentang umur antara 9-15 tahun. Prevalensi miopia sebesar 14,7% (95% CI: 0,11-0,17). Prevalensi miopia lebih banyak ditemukan pada siswa perempuan (17,5%), berasal dari Kecamatan Ngadirejo (17,3%) dan sedang duduk di kelas 6 (23,1%). Hasil uji bivariat menunjukkan faktor risiko yang berhubungan dengan miopia adalah riwayat genetik (OR=2.41, 95% CI: 1.29-4.38) p-value 0.002, lama menonton televisi dan/atau bermain game(OR=2.08, 95%CI: 1.17-3.79) p-value 0.007, jarak membaca (OR=1.83, 95% CI: 1.04-3.22) p value 0.034 dan posisi saat membaca (OR=2.46, 95%CI: 1.26-4.68) p-value 0.003. Analisis multivariat menunjukkan bahwa riwayat genetik merupakan faktor risiko utama penyebab miopia (OR=2.23; 95%CI; 1,23-4,02).Kesimpulan: Prevalensi miopia pada siswa sekolah dasar di Kabupaten Temanggung cukup tinggi. Riwayat genetik merupakan faktor risiko utama miopia. Disarankan agar melakukan skrining secara rutin untuk mencegah gangguan penglihatan permanen. Anak dengan riwayat genetik miopia harus dibatasi dalam melakukan aktivitas melihat dekat.
Pengetahuan, Sikap, dan Penggunaan Kacamata Renang Pada Komunitas Selam di Kolam Renang Tawangalun, Banyuwangi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2018.9.2.141-150

Abstract

Latar Belakang: Air kolam renang mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan iritasi mata.Penggunaan kacamata renang merupakan upaya pencegahan terbaik untuk melindungi mata para perenangdari bahan kimia pada air kolam renang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antarapengetahuan dan sikap dengan tindakan penggunaan kacamata renang pada anak anggota komunitas selamsaat mereka berlatih di Kolam Renang Tawangalun, Banyuwangi.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancang bangun cross-sectional. Populasipenelitian ini adalah anak anggota Komunitas Selam sebagai pengguna Kolam Renang TawangalunBanyuwangi. Sampel penelitian diperoleh menggunakan teknik simple random sampling, dengan besarsampel 30 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai responden dengan menggunakankuesioner. Data dianalisis secara analitik menggunakan uji statistik chi-square untuk mengetahui hubunganantara pengetahuan dan sikap dengan penggunaan kacamata renang (α< 0,05).Hasil Penelitian: Responden penelitian berumur antara 5-16 tahun. Data yang diperoleh menunjukkanbahwa 87% responden memiliki pengetahuan baik dan 80% responden bersikap baik terkait penggunaankacamata renang, 93% responden selalu menggunakan kacamata renang saat berlatih di Kolam RenangTawangalun, Banyuwangi. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antarapengetahuan responden dengan penggunaan kacamata renang (p=0,014), sebaliknya antara sikap danpenggunaan kacamata renang tidak ada hubungan (p=0,366).Kesimpulan: Perilaku tidak sehat, seperti tidak memakai kacamata renang masih sering ditemukan padaanggota komunitas selam sebagai pengguna kolam renang. Strategi pencegahan dalam bidang kesehatanmasyarakat harus diterapkan untuk meningkatkan kesadaran penggunaan kacamata renang.Kata kunci: Pengetahuan, sikap, penggunaan kacamata renang, komunitas selam
Respon Adaptasi Molekuler Imunitas Tubuh Penduduk yang Berada di Lingkungan Terpapar Polusi Udara
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2018.9.2.150-160

Abstract

Latar Belakang: Perindustrian di berbagai wilayah dunia telah berpengaruh terhadap polusi ataupencemaran udara. Paparan polusi udara secara terus-menerus dapat mengakibatkan penurunan sistem imun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon molekuler imunitas tubuh penduduk yang berada di lingkungan terpapar polusi udara.Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar Pabrik Karet Gandus dan TPA sampah Sukawinatan Palembang yang berjumlah 60 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Pemeriksaan kadar TNF-α dan IL-6 menggunakan teknik ELISA Human kit, pengukuran kadar H2S dilakukan pada jarak 250 meter, dengan metode biru metilen.Hasil Penelitian: Kadar H2S di sekitar TPA Sampah Sukawinatan (0,428 ppm) lebih tinggi dibandingkan kadar H2S disekitar Pabrik Karet Gandus (0,332 ppm). Tidak terdapat perbedaan yang bermakna rerata kadar TNF-α (p=0,701) dan rerata kadar IL-6(p=0,618) antara kedua lokasi. Nilai korelasi karakteristik responden dengan kadar TNF-α dan kadar IL-6 di dua lokasi penelitian sangat lemah dan tidak bermakna secara statistik. Nilai korelasi antara dengan IL-6 sangat lemah dan tidak bermakna secara statistik di sekitar Pabrik Karet Gandus (r= 0,284; p=0,128) dan di sekitar TPA sampah Sukawinatan (r=-0,258;p=0,169).Kesimpulan: Meskipun kadar H2S di sekitar TPA Sampah Sukawinatan lebih tinggi, diharapkan penduduk yang berada disekitar Pabrik karet dan TPA sampah menggunakan alat pelindung diri seperti masker saat berada diluar rumah dan menjaga asupan nutrisi dengan baik agar kekebalan tubuh terjaga.Kata kunci: Hidrogen Sulfida, tumor necrosis factor-alpha, interleukin-6.
Analisis Situasi Penduduk Lanjut Usia dan Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial di Indonesia
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hak atas jaminan sosial merupakan salah satu hak warga negara, begitupun pada penduduk lanjut usia (lansia) juga mempunyai hak yang sama dengan penduduk lain. Penduduk lansia yang dibiarkan tanpa adanya jaminan sosial, misalnya tanpa adanya jaminan kesehatan memang rentan menjadi beban masyarakat. Tujuan makalah ini untuk melakukan analisis situasi terhadap populasi lansia di Indonesia dan upaya peningkatan kesejahteraan sosialnya.Metode: Makalah ini merupakan study literatur, yang diambil dari berbagai sumber terkait topik penduduk lansia dan kebijakan jaminan sosialnya di Indonesia.Hasil Penelitian: Berdasarkan kajian dari berbagai sumber diketahui bahwa populasi lansia di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup berarti selama 30 tahun terakhir, populasi di tahun 2014 sebanyak 20,7 juta jiwa (sekitar 8,2%). Angka kesakitan lansia sebesar 25,05%. Ada empat penyakit yang sangat erat dengan proses menua yaitu: gangguan sirkulasi darah, gangguan metabolisme hormonal, gangguan pada persendian, serta berbagai macam neoplasma. Sebagian besar lansia (61,7%) masih berperan sebagai kepala rumah tangga. Peran ini dinilai paling berat karena sebagai orang yang bertanggung jawab dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari di rumah tangga. Upaya-upaya peningkatan kesejahteraan sosial bagi lansia yang diselenggarakan Pemerintah antara lain: perlindungan sosial, bantuan sosial, pemeliharaan kesejahteraan sosial, dan pemberdayaan.Kesimpulan: Upaya jaminan sosial bagi lansia masih terbatas karena fokus penyelenggaraannya hanya pada lansia terlantar, dan dinilai belum optimal untuk menangani semua permasalahan kesejahteraan penduduk lansia di Indonesia. Rekomendasi bagi Pemerintah agar secara konsisten melaksanakan upaya peningkatan kesejahteraan sosial bagi lansia, sehingga mendukung healthy aging dan active aging.
Analisis Risiko Pajanan Gas Amoniapada Pekerja Peternakan Ayam di Desa Lembak Sumatera Selatan
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Peternakan merupakan salah satu sektor yang penting dalam memenuhi kebutuhan manusia akan pangan. Adapun salah satu faktor kimia yang ada di peternakan ayam adalah amonia sebagai komponen yang dapat mengganggu kesehatan pekerja. Amonia berasal dari menur berupa bahan sisa pencernaan atau feses yang bercampur urine dan berbahaya bagi kesehatan hewan ternak dan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis risiko kesehatan akibat pajanan amonia pada pekerja di peternakan ayam Desa Lembak.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian yang memprediksi perkiraan risiko akibat pajanan amoniaterhadap pekerja peternakan ayam. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peternakan ayam di Desa Lembak, sampel subjek adalah pekerja di peternakan ayam, dan sampel objek adalah kadar amonia di peternakan. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, timbangan, serta pengukuran konsentrasi amonia secara langsung. Estimasi risiko dihitung dengan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL)dengan perhitungan intake serta perhitungan risiko non-karsinogenik.Hasil Penelitian: Konsentrasi amonia berada dibawah nilai ambang batas yaitu 0.0032 mg/m3 .Perhitungan intake amonia pekerja untuk realtime rata-rata 0.0020 dan lifetime sebesar 0.7671.Nilai RQ realtime untuk amonia tertinggi dan terendah sebesar 0.3006 dan 0.0321 sedangkan untuk lifetime nilai tertinggi sebesar 3.0066 dan 0.3006.Pajanan gas amonia belum menimbulkan risiko kesehatan non karsinogenik (RQ <1).Kesimpulan: Analisis risiko kesehatan pajanan amonia menunjukkan bahwa pajanan gas amonia di peternakan saat ini masih di bawah Nilai Ambang Batas (NAB). Sebaiknya Dinas Kesehatan setempat melakukan manajemen risiko kesehatan di peternakan untuk mengantisipasi peningkatan konsentrasi gas amonia dan melakukan penyuluhan serta pengawasan secara berkala.
Determinan Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja SMA Negeri 1 Indralaya Utara
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Remaja yang melakukan perilaku seksual pranikah merupakan kelompok berisiko terhadap masalah kesehatan. Pengaruh negatif teman sebaya dan paparan pornografi meningkatkan risiko terjadinya perilaku seksual pranikah remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual pranikah pada remaja di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Indralaya Utara.Metode: Jenis penelitian adalah cross sectional dengan pengambilan sampel secara random sebanyak 165 siswa yang berada pada kelas X dan XI SMAN 1 Indralaya Utara.Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p value = 0,047; PR 0,487: 95% CI 0,252-0,953), kepercayaan diri (p value = 0,010; PR 2,561: 95% CI 1,291-5,079), pengaruh teman sebaya (p value = 0,0001; PR 4,626: 95% CI 2,229-9,598), pengaruh orang tua(p value = 0,030; PR 2,292: 95% CI 1,135-4,626) terhadap perilaku seksual pranikah. Tidak ada hubungan antara status keluarga, pendidikan orang tua, sikap, paparan media pornografi terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja SMA Negeri 1 Indralaya Utara.Kesimpulan: Variabel peran teman sebaya merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja SMA Negeri 1 Indralaya Utara. Diharapkan pihak sekolah dapat memberikan pendidikan mengenai seksualitas sejak dini agar siswa dapat terhindar dari perilaku seksual pranikah berisiko.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 3 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Mayarakat Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat More Issue