cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (1998)" : 12 Documents clear
Evaluasi Pelaksanaan Program Pendidikan dan Pelatihan Struktural di Yogyakarta Alip Sudarjo
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 1, No 1 (1998)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v1i1.2112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetaliui dan mengevaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (diklat) struktural Staf dan Pimpinan Administrasi Tingkat Pertama (SPAMA) yang dilaksanakan oleh Diklat Wilayah III Departemen Dalam Negeri di Yogyakarta. Aspek yang dievaluasi adalah pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) sesuai komponen-komponen yang diamati. meliputi: widyaiswara. peserta, pengelola dan sarana prasarana. Komponen yang diamati tersebut dijabarkan dalam kompetensi atau faktor, kemudian dirinci ke dalam kriteria-kriteria. Widyaiswara, dengan tiga kompetensi yaiiu personal, sosial dan profesional; Peserta, dengan dua faktor yaitu sikap terhadap profesinya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan sikap terhadap bidang akadeniis; Pengelola. dengan dua faktor yaitu kualitas pelayanan dan pengaturan fisik kelas: Sarana prasarana. dengan tiga faktor yaitu kondisi lingkungan fisik, prasarana penunjang PBM dan pendukung terciptanya lingkungan belajar. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta diklat SPAMA Angkatan XVI sebanyak 33 (tiga puluh tiga) orang, dan sampelnya menggunakan studi populasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. lembar observasi dan wawancara. Instrumen tersebut telah diujicobakan pada peserta diklat SPAMA angkatan sebelumnya (XV) dengan menggunakan analisis faktor dan memenuhi syarat keandalan. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. teknis analisisnya menggunakan tabulasi silang (crosstabs) dan asosiasi analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterkaitan beberapa faktor terhadap sikap peserta dalam bidang akadeniis cenderung rendah. Adapun hasil analisis tabulasi silang menunjukkan: (1) Kemampuan profesional widyaiswara perlu ditunjang dengan kemampuan personal dan sosial. (2) Sikap peserta dalam bidang akadeniis atau kegairahan saat mengikuti kuliali di kelas dipengaruhi oleh kemampuan profesio­nal widyaiswara. usia, pangkat/golongan serta eselon. (3) Usia peser­ta diklat SPAMA idealnya di bawah 49 tahun. (4) Pangkat/golongan peserta diklat idealnya golongan III/c. (5) Kegairahan peserta dalam mengikuti kuliali tidak dipengaruhi oleh kualitas pelayanan pengelola, sarana prasarana yang tersedia maupun sikap mereka terhadap profesi sebagai PNS.
Sikap dan Perilaku Keagamaan Mahasiswa Islam di Daerah Istimewa Yogyakarta Mami Hajaroh
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 1, No 1 (1998)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v1i1.2107

Abstract

Penelitian eks post facto ini bertujuan untuk mengetahui: 1) gambaran perilaku keagamaan, sikap keagamaan, pengetahuan keaga­maan, pendidikan dalam keluarga, dan Hngkimgan kampus mahasiswa; 2) efek langsung dari pendidikan dalam keluarga, lingkungan kampus. dan pengetahuan keagamaan terhadap sikap keagamaan mahasiswa; 3) efek langsung dari pendidikan dalam keluarga, lingkungan kampus, pengetahuan keagamaan dan sikap keagamaan terhadap perilaku keagamaan mahasiswa; 4) efek tidak langsung dari pendidik­an dalam keluarga, lingkungan kampus, dan pengetahuan keagamaan terhadap perilaku keagamaan melalui sikap keagamaan mahasiswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa di Daerah Isti-mewa Yogyakarta, menurut kategori perguruan tinggi, dengan jumlali sampel sebanyak 382 orang. Pengambilan sampel dengan mengguna­kan teknik multi stage random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner, yang meliputi lima perangkat instnimen yaitu instnimen tentang pendidikan dalam keluarga, lingkungan kampus, pengetahuan keagamaan, sikap keagamaan, dan perilaku keagamaan. Uji validitas dan reliabilitas instnimen menggunakan analisis faktor. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik deskriptif, analisis regresi, dan anali­sis jalur (path analisis). Uji keberartian koefisien jalur menggunakan taraf signifikansi 0,05. Hasil analisis deskripsi menunjukkan gambaran bahwa pendidikan dalam keluarga, lingkungan kampus, pengetahuan keagamaan, sikap dan perilaku keagamaan mahasiswa pada kategori cukup/sedang. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat efek yang positif terhadap: 1) sikap keagamaan oleh variabel pendidikan dalam keluarga; 2) sikap keagamaan oleh variabel lingkungan kampus; 3) sikap keagamaan oleh variabel pengetahuan keagamaan; 4) perilaku keagamaan oleh variabel pendidikan dalam keluarga; 5) perilaku keagamaan oleh variabel lingkungan kampus; 6) perilaku keagamaan oleh variabel pengetahuan keagamaan; 7) perilaku keagamaan oleh variabel sikap keagamaan; dan 8) pendidikan dalam keluarga, lingkungan kampus, dan pengeta­huan keagamaan, mempunyai efek secara tidak langsung terhadap perilaku keagamaan melalui sikap keagamaan.
Karakteristik Tes Program Penyetaraan D2 PGSD Universitas Terbuka: Imlementasi Model Rasch Rustam Rustam
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 1, No 1 (1998)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v1i1.2113

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) memperoleh informasi tentang karakteristik butir dan tes ujian akhir semester Program Penyetaraan D2 PGSD UT, berdasarkan analisis dengan pendekatan teori respons butir model Rasch; (2) mengetahui butir-butir soal yang cocok dengan model Rasch dan (3) mengetahui kualitas butir-butir soal hasil telaah para ahli bidang studi dengan menggunakan pedoman telaah yang standar. Perangkat tes yang diteliti sebanyak empat matakuliah dengan rincian jumlah sampel: perangkat tes PPDG 2130 sebesar 3009 lembar jawab, PPDG 2332 sebesar 3897 lembar jawab, PPDG 2131 sebesar 3186 lembar jawab, dan PPDG 2531 sebesar 4959 lembar jawab; yang diambi 1 dengan teknik proportional cluster random sampling. Data penelitian inidiperoleh melalui dokumentasi. Secara kuantitatif, data diolah dengan menggunakan program Rascal untuk kepentingan estimasi parameter butir, dan secara kualitatif menggunakan pedoman yang telah standar yang dilakukan oleh tiga orang penelaah. Hasil analisis data secara kualitatif menunjukkan bahwa keempat perangkat tes tersebut memiliki kualitas cukup baik sebagai alat ukur, karena tidak satu butirpun yang ditolak, sedangkan butir yang baik masing-masing berjumlah: 30 butir (60%) untuk PPDG 2130, 34 butir (56,7%) untuk PPDG 2332, 46 butir (76,7%) untuk PPDG 2131, dan 48 butir (80%) untuk PPDG 2531; selebihnya butir yang perlu direvisi. Hasil analisis data empiris, baik hasil estimasi parameter butir maupun kecocokan data terhadap model menunjukkan bahwa keempat perangkat tes memiliki kualitas cukup baik dengan tingkat kesukaran sedang dan rerata sebesar 0,000 skala logits. Butir-butir soal yang baik masing-masing berjumlah: 39 butir (78%) untuk PPDG 2130, 46 butir (77,7%) untuk PPDG 2332, 33 butir (55%) untuk PPDG 2131, dan 46 butir (77,7%) untuk PPDG 2531, selebihnya butir soal yang ditolak. Berdasarkan temuan ini, Universitas Terbuka dan semua pihak yang terlibat dalam pengujian dan penilaian, dianjurkan untuk terlebih dahulu menganalisis baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif sebelum butir atau tes tersebut digunakan, sehingga penilaian lebih objektif dan kesalahan pengukuran dapat dihindari.
Pemerataan Kesempatan Memperoleh Pendidikan Tingkat SLTP di Daerah Perbatasan Kalbar-Malaysia Harun Harun
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 1, No 1 (1998)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v1i1.2108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: 1) tingkat pemerataan kesempat-an memperoleh pendidikan SLP 2) pengaruh faktor geografis, sosial-ekonomi. budaya terhadap penawaran pendidikan dan pemiintaan pendidikan anak usia 13-15 tahun; 3) pengaruh faktor geografis. sosial-ekonomi, budaya. penawaran pendi­dikan. dan permintaan pendidikan terhadap keputusan orang tua untuk menyeko­lahkan atau tidak menyekolahkan anaknya ke SLP; 4) merekomendasikan alternant kebijakan jenis wajib belajar pendidikan' SLP. Populasi penelitian ialah orang tua anak usia 13-15 tahun di daerah perbatasan Kalbar-Malaysia. dengan sampel 405 orang. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner mencakup kondisi geografis, sosial-ekonomi. budaya, penawaran pendidikan, permintaan pendidikan dan keputusan orang tua. Uji validitas instrumen menggunakan analisis faktor dan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha dari Cronbach. Analisis data dengan statistik deskriptif. regresi. dan analisis jalur dengan tiga langkah: analisis jalur terhadap keputusan orang tua secara umum. Kenyataan menuniukkan bahwa ada orang tua yang keputusannya menyekolahkan tapi tidak menyekolahkan. oleh karena itu dilakukan analisis jalur kedua untuk orang tua yang menyekolahkan dan ketiaa untuk orane tua vans: tidak menvekolahkan. Uji keberartian koefisien jalur: 0,05. Analisis deskriptif keenam variabel yang dilibatkan menunjukkan kategori sedang. Uji hipotesis tahap pertama menunjukkan: 1) penawaran pendidikan dipe-ngaruhi secara positif oleh variabel geografis, sosek. dan budaya: 2) permintaan pendidikan dipengaruhi secara langsung dan positif oleh geografis. sosek. budaya dan penawaran pendidikan. dan juga secara tidak langsung melalui penawaran pendidikan: 3) keputusan orang tua menyekolahkan atau tidak menyekolahkan anak dipengaruhi secara langsung oleh geografis. sosek. budaya, penawaran pendidik­an, dan permintaan pendidikan maupun secara tidak langsung melalui penawaran dan permintaan pendidikan. Analisis tahap kedua menunjukkan bahwa: keputusan orang tua untuk menye­kolahkan anak tidak dipengaruhi oleh geografis dan sosial-ekonomi baik secara langsung maupun tidak langsung melalui penawaran dan permintaan pendidikan. sedangkan budaya. penawaran dan permintaan pendidikan memberikan pengaruh yang berarti. Analisis tahap ketiga menunjukkan bahwa: Keputusan orang tua untuk tidak menyekolahkan anak dipengaruhi oleh geografis, budaya, penawaran dan permintaan pendidikan baik secara langsung mapun tidak langsung. sedang­kan sosek tidak mempengaruhinya. Alternatif kebijakan yang direkomendasikan: 1) memperluas jenis pendidikan SLP seperti: SLP satu atap dengan SD/M1 atau SLP kelas jauh dengan meman-faatkan fasilitas SD/MI: 2) menyamakan visi dan langkah antara Pemda dengan Kanwil Depdikbud terutama menyangkut anggaran; dan 3) memperluas peran GNOTA Kalbar hingga tingkat kecamatan.
Karakteristik Internal Soal Ebtanas SMU di Porpinsi Jawa Barat (Implementasi Logistik Tiga Parameter) Sudjani Sudjani
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 1, No 1 (1998)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v1i1.2114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang karakteristik internal perangkat soal pilihan ganda. Analisis butir soal menggunakan model teori responsi butir (item response theory, 1RT) dengan menerapkan model logistik tiga parameter. Perangkat soal yang menjadi objek penelitian adalah soal Fisika program Al pada EBTANAS SMU tahun pelajaran 1995/1996 di Propinsi Jawa Barat. Populasi penelitian ini adalah seluruh lembar jawaban soal Fisika yang berjumlah 21.532 lembar, sedangkan sampel penelitian berjumlah 3900 lembar yang terdiri dari 1.950 lembar diambil dari kelompok sekolah kotamadia (Bandung Selatan dan Cirebon) dan 1.950 lembar diambil dari kelompok sekolah kabupaten (Pandeglang, Tangerang, Sukabumi, Purwakarta, Indramayu, Ciamis, Sumedang, dan Bandung Barat Utara) dengan menggunakan teknik proportional cluster random sampling. Lembar jawaban setiap kelompok sekolah tersebut dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan estimasi parameter butir program ASCAL, selanjutnya untuk melihat tingkat invariansi parameter digunakan analisis varians satu jalur dengan program SPSS/PC +. Hasil analisis data dan pembahasan menunjukan bahwa: (1) Estimasi parameter butir soal yang berjumlah 40 butir, pada kelom­pok sekolah kotamadia diperoleh 20 butir (50%) baik, 6 butir soal (15%) perlu direvisi, dan 14 butir soal (35%) tergolong jelek. Pada kelompok sekolah kabupaten diperoleh 20 butir soal (50%) baik, 7 butir soal (17,5%) perlu direvisi, dan 13 butir soal (32,5%) tergo­long jelek. Butir soal yang tergolong jelek disebabkan butir soal terlalu sukar dan tingginya peluang tebakan butir. (2) Kehandalan tes yang dinyatakan oleh nilai fungsi informasi butir tergolong cukup memadai. (3) Tingkat kemampuan peserta EBTANAS tergolong sedang dengan rata-rata tingkat kemampuan dalam skala logit sebesar +0,0343 untuk peserta kelompok sekolah kotamadia dan +0,0377 untuk peserta kelompok sekolah kabupaten. (4) Parameter butir adalah invarian berdasarkan lokasi sekolah.
Penyesuaian Belajar Mahasiswa Berlatar Belakang PEndidikan Agama pada Program Studi Ilmu Umum di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Mujiansyah Mujiansyah
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 1, No 1 (1998)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v1i1.2109

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami dan menganalisis gejala-gejala penyesuaian belajar antara mahasiswa berlatar belakang pendidikan agama dan ilmu uraum serta orientasi hidup mereka terhadap ilmu tersebut. Berdasarkan pada data empirik, penelitian ini diharapkan bermanfaat secara teoritis sebagai suatu kajian dalam lingkup sosiologi, psikologi, dan metodologi belajar. Secara praktis, diharapkan bermanfaat sebagai suatu evaluasi terhadap kebijakan penerimaan mahasiswa beriatar belakang pendidikan agama untuk mempelajari ilmu umum dan pengembangan program serta pola-pola penyesuaian belajar yang baik untuk masa yang akan datang. Metode kualitatif digunakan sebagai pendekatan penelitian, dengan menggambarkan latar kasus penyesuaian belajar pada program studi ilmu umum di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Observasi partisipan, wawancara, rekaman visual, dan studi dokumentasi dipakai dalam pengumpulan data di lapangan. Responden dan informan adalah mahasiswa UAD yang dipilih secara purposif. Rektor, Pembantu Rektor, Dekan, dan Dosen UAD bertindak sebagai informan. Analisis domain, taksonomik, komponensial, dan tema diguna­kan dalam usaha mereduksi, mengklasifikasikan, mengorganisasikan. dan menginterpretasikan data yang diperoleh guna mendiskripsikan kenyataan empirik. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa selalu banyak paradoks dan ketidakseimbangan pengembangan aktivitas belajar dalam penye­suaian antara mahasiswa beriatar belakang pendidikan agama dan program studi ilmu umum. Fakta empirik menunjukkan bahwa secara fisik-psikologis mahasiswa beriatar belakang pendidikan agama memiliki daya tahan dan kemampuan untuk melakukan penyesuaian belajar terhadap program studi ilmu umum. Namun demikian, mahasiswa juga memiliki keterbatasan sendiri, sehingga penyesuaian belajar perlu dirancang secara konseptual-operasional, yang semaksimal mungkin membantu mahasiswa beriatar belakang pendidikan agama. Mahasiswa beriatar belakang pendidikan agama memandang penguasaan ilmu umum sebagai investasi masa depan dan secara sosial mereka memiliki modal untuk menempatkan diri dalam kualitas yang berharga.
Kualitas Keterampilan Pekerja Industri Kecil (Kasus di Sentra Industri Kecil Logam) Samsudi Samsudi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 1, No 1 (1998)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v1i1.2116

Abstract

Sektor industri kecil, terutama logam, saat ini memerlukan pemberdayaan (empowerment) pada aspek substansial, yaitu peningkatan kualitas sumber daya mamisia, terutama peningkatan kualitas keterampilan kerja. Upaya ini akan memberikan sumbangan yang besar terhadap peningkatan kualitas produk industri kecil, yang sementara ini banyak ditengarai berkualitas rendah. Salah satu hal yang dapat diupayakan adalah mengintensifkan pelaksanaan pelatihan kerja, baik dalam bentuk on the job training (OJT), maupun pemagangan (apprentice training) bagi para pekerja industri kecil. Hal ini mendesak untuk dilakukan karena pelaksanaan pelatihan kerja dan sejenisnya, saat ini tidak intensif dan sistematis serta terkesan parsial, sehingga kurang memberikan konstribusi secara kongkrit terhadap peningkatan kualitas keterampilan kerja. Dengan upaya ini maka kinerja industri kecil, terutama logam, tidak lagi berciri padat karya (labor intensive), tetapi secara perlahan bergeser ke arah padat keterampilan/keahlian (skill intensive).
Evaluasi Pelaksanaan Model Pendidikan Luar Biasa di SDLB Playen Gunungkidul dan Pengasih Kulonprogo Haryanto Haryanto
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 1, No 1 (1998)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v1i1.2111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan model Pendidikan Luar Biasa, khususnya model Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB). Pelaksanaan model diketabui dengan cara mengevaluasi komponen program yang telah digariskan dari Depdikbud, di antaranya: (1) komponen makro, meliputi pendataan anak berkelainan, penentuan lokasi dan persyaratan gedung sekolah, (2) komponen mikro, meliputi ketenagaan, kurikulum, alat dan fasilitas pendidik­an, kerjasama antar departemen, organisasi kemasyarakatan terkait. Model penelitian evaluatif, menggunakan pendekatan kualitatif. Terapat penelitian di SDLB Playen dan Pengasih. Pengumpulan data melalui observasi, interviu, dan dokumenter. Teknik analisis data jenis kualitatif, menerapkan pendekatan filsafat positivisme dan rasional, membandingkan kenyataan pelaksanaan program yang sebenarhya di lapangan dengan program yang seharusnya dilaksanakan sebagai kriterium. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pendataan anak berke­lainan telah dilaksanakan, walaupun belum sempurna, (2) penentuan lokasi gedung sekolah tidak berdasar populasi anak berkelainan, tetapi dipertimbangkan tersedianya lahan dan memenuhi volume proyek, (3) bangunan gedung sekolah belum memenuhi standart kriteria tempat pendidikan anak berkelainan, (4) tenaga kependidikan di kedua sekolah telah memenuhi kualifikasi yang ditentukan, sedang tenaga non kependidikan belum ad a, (5) pelaksanaan belajar-mengajar mengikuti kalender pendidikan dari Kanwil Depdikbud Propinsi DIY. (6) kerjasama kedua SDLB dengan instansi dan organisasi kemasyarakatan terkait berjalan baik.
Keefektifan Pelatihan Manajemen Koperasi bagu Manajer KUD di Kabupaten Kerinci Apizal, Arpizal
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 1, No 1 (1998)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v1i1.2106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mendeskripsikan keefektifan pelatihan manajemen koperasi ditinjau dari segi kinerja manajer, pengurus, pengawas, dan pembina KUD; 2) melihat kelengkapan raateri pelatihan yang disampaikan widyaiswara di Balai Latihan Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil di Jambi; 3) mengetahui hubungan pengetahuan, pengalaman, frekuensi pelatihan, dan sikap terhadap kinerja manajer KUD; dan 4) mendeskripsikan rungsi dan tanggung jawab manajer, pengurus, pengawas, dan pembina terhadap kinerja manajer dalam mengelola KUD. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan metode kualitatif. Data kuantitatif bersumber dari manajer, dengan menggunakan; lembar observasi, tes, dan angket. Data kuantitatif dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan korelasi Rho, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan teknik interaktif. Data kualitatif bersumber dari sampel yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan keefektifan pelatihan pengetahuan manajer tentang manajemen sebesar 67,71 % (kurang efektif) dan keefektifan pelatihan kinerja manajer sebesar 68,20% (kurang efektif), metode penyampaian materi pelatihan kurang tepat. Pengurus, pembina, penga­was, dan pembina yang menjalankan fungsi dan tanggung jawab yang baik adalah pengelola yang menjalin koordinasi dengan sesama KUD, aktif mendorong kinerja manajer, dan bekerja secara mandiri.
Penggunaan Metode Membaca SQ3R pada Siswa Kelas I SLTP di Kutoarjo Waijaya Heru Santosa
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 1, No 1 (1998)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v1i1.2117

Abstract

Salah satu penyebab rendahnya tingkat kemampuan membaca siswa SLTP diduga kaiena masih digunakannya cara membaca yang konven-sional. Padahal ada cara membaca yang lebih baru yang diduga lebih efektif, yaitu metode membaca SQ3R. Sehubungan dengan itu, perlu diadakan suatu penelitian tentang efektivitas metode membaca. Berdasarkan permasalahan yang muncul dan kajian pustaka, dirumuskan suatu hipotesis bahwa penggunaan metode membaca SQ3R lebih efek­tif dibanding dengan penggunaan metode membaca konvensional. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan rancangan Randomized Control Group Pre-test Post-test terhadap siswa kelas I SLTP 1 Kutoarjo. Instnunen yang berupa uji kemampuan membaca digunakan untuk mengetahui efektivitas metode membaca, sedangkan kuesioner I digunakan untuk menjaring langkah-langkah membaca, kuesioner II digunakan untuk mengetahui ada-tidaknya interaksi antar kelas, dan kuesioner III digunakan untuk mengungkap sikap responden terhadap penggunaan metode membaca SQ3R. Perlakuan terhadap kelompok eksperimen diadakan sebanyak 7 kali. Untuk mengetahui efektivitas metode membaca antar-kelompok eksperimen dan kontrol digunakan Uji t antara kelompok dengan P = 0,05. Untuk menge­tahui keefektifan metode membaca antara tes awal dan tes akhir masing-masing kelompok digunakan Uji t P = 0,05. Berdasarkan analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa (1) tingkat kemampuan membaca siswa pada kelas yang menggunakan metode konvensional sebanyak 54,61 kata per menit dengan simpangan baku = 4,67 kata per menit; (2) tingkat kemampuan membaca siswa pada kelas yang menggunakan metode SQ3R sebanyak 62,60 kata per menit dengan simpangan baku = 5,90 kata per menit; (3) terdapat perbedaan yang tidak signifikan antara hasil tes awal dan tes akhir dalam peng­gunaan metode konvensional pada kelas kelompok kontrol (t = 0,57; P = 0,28); (4) terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara hasil tes awal dan tes akhir dalam penggunaan metode SQ3R pada kelas kelompok eksperimen (t = 8,96; P 0,001); dan (5) penggunaan metode membaca SQ3R lebih efektif dibanding dengan penggunaan metode membaca konvensional (t = 7,35; P 0,001).

Page 1 of 2 | Total Record : 12