Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Learning Development Based On Multicultural In Inclusion School Abdul Wahid; DYP. Sugiharto; Samsudi Samsudi; Haryono Haryono
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 2 (2018): Islamic Education and Humanization
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2018.12.2.2744

Abstract

The aim of the study was to describe the development of multicultural-based inclusion learning in TK Talenta Semarang. This type of research is qualitative descriptive. The findings in this study are that first, multicultural-based inclusion learning is more emphasized in the implementation and evaluation of learning, second, multicultural values grow in students through activities in religious centers that emphasize social piety respecting differences, third: differences in institutions inclusive education is a miniature of diversity in ethnicity, race and religion.AbstrakTujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan pengembangan pembelajaran inklusi berbasis multikultural di TK Talenta Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Temuan dalam penelitian ini adalah bahwa pertama, pembelajaran inklusi berbasis multi kultural lebih ditekankan pada pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran, kedua, Nilai-nilai multikultural tumbuh dalam pribadi siswa melalui kegiatan di sentra agama yang menekankan kesalehan sosial menghormati perbedaan, ketiga : perbedaan yang ada di lembaga pendidikan inklusi merupakan miniatur dari keragaman suku, ras dan agama. 
Kualitas Keterampilan Pekerja Industri Kecil (Kasus di Sentra Industri Kecil Logam) Samsudi Samsudi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 1, No 1 (1998)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v1i1.2116

Abstract

Sektor industri kecil, terutama logam, saat ini memerlukan pemberdayaan (empowerment) pada aspek substansial, yaitu peningkatan kualitas sumber daya mamisia, terutama peningkatan kualitas keterampilan kerja. Upaya ini akan memberikan sumbangan yang besar terhadap peningkatan kualitas produk industri kecil, yang sementara ini banyak ditengarai berkualitas rendah. Salah satu hal yang dapat diupayakan adalah mengintensifkan pelaksanaan pelatihan kerja, baik dalam bentuk on the job training (OJT), maupun pemagangan (apprentice training) bagi para pekerja industri kecil. Hal ini mendesak untuk dilakukan karena pelaksanaan pelatihan kerja dan sejenisnya, saat ini tidak intensif dan sistematis serta terkesan parsial, sehingga kurang memberikan konstribusi secara kongkrit terhadap peningkatan kualitas keterampilan kerja. Dengan upaya ini maka kinerja industri kecil, terutama logam, tidak lagi berciri padat karya (labor intensive), tetapi secara perlahan bergeser ke arah padat keterampilan/keahlian (skill intensive).
MENALAR SEL MEWAH DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN Y.A. Triana Ohoiwutun; Samsudi Samsudi
Masalah-Masalah Hukum Vol 46, No 1 (2017): MASALAH-MASALAH HUKUM
Publisher : Faculty of Law, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3323.263 KB) | DOI: 10.14710/mmh.46.1.2017.48-54

Abstract

Ancaman pidana penjara menempati posisi sentral dalam stelsel pidana, berakibat pada banyaknya penjatuhan sanksi pidana penjara terhadap pelaku tindak pidana, sehingga terjadi kelebihan kapasitas daya tampung lapas. Kelebihan daya tampung lapas, berakibat keterbatasan fasilitas yang disediakan untuk narapidana, sehingga terjadi permainan kotor atau suap. Fasilitas tertentu yang istimewa di dalam sel, hanya dapat dinikmati sebagian orang kaya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dapat dilakukan pencegahan dan penanggulangan melalui kebijakan kriminal, yaitu melalui sarana penal dan non penal.