cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2007)" : 9 Documents clear
Pengembangan Instrumen Evaluasi Budi Pekerti Siswa SMU Negeri di Kabupaten Bantul Esti Setiawati
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 9, No 1 (2007)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.25 KB) | DOI: 10.21831/pep.v9i1.1997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen evaluasi budi pekerti siswa SMU Negeri. Untuk itu perlu dirumuskan langkah-langkah pengembangan instrumen dan menyelidiki karakteristik instrumen tersebut. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMU Negeri di Kabupaten Bantul. Penentuan banyaknya sampel dilakukan dengan teknik Purposive sampling sesuai dengan tujuan pengembangan. Instrumen penelitian ini adalah inventory Data dianalisis dengan analisis faktor. Hasil analisis data uji coba pengembangan Instrumen adalah: 1) Uji coba pertama dengan 85 butir, menunjukkan angka KMO and bartllets test sebesar 0,644 dengan p 0,05. Setelah butir-butir tersebut dianalisis sejumlah, terdapat 11 butir yang tidak layak analisis yaitu butir 1, 2, 3, 5, 7, 8, 9, 10, 14, 32, dan butir 77 karena angka MSA 0,5. Hasil pengujian ulang dengan 74 117 butir menunjukkan angka KMO and Bartllets test sebesar 0,761 dengan p 0,05, berarti mengalami kenaikan sebesar 0,117. Angka kumulatif muatan faktor sebesar 41,351 % dan nilai reliabilitas instrumen sebesar 0, 9656 2) Uji coba kedua dengan 85 butir hasil perbaikan instrumen uji coba pertama, menunjukkan angka KMO and Bartllets test sebesar 0,874 dengan p 0,05. Setelah butir-butir tersebut dikenakan sejumlah pengujian, terdapat 1 butir yang tidak layak analisis yaitu butir 11 karena angka MSA 0,5 hasil pengujian ulang dengan 84 butir menunjukkan angka KMO and Bartllets test sebesar 0,876 dengan P 0,05, yang berarti mengalami kenaikan sebesar 0,002, sedangkan angka kumulatif muatan faktor sebesar 42,775% dan nilai reliabilitas Instrumen sebesar 0,9634. Hasil analisis data tersebut menunjukkan tingkat reliabilitas instrumen tergolong tinggi, namun validitas konstruk masih rendah. Kata kunci: pengembangan instrument, evaluasi budi pekerti.
Pengembangan Animasi Komputer pada Pembelajaran Fisika SMA Suharyanto, Suharyanto
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 9, No 1 (2007)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v9i1.1993

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan software pembelajaran Fisika SMA; (2) mengungkapkan kelayakan software untuk pembelajaran; dan (3) mengungkapkan kenaikan nilai posttest terhadap nilai pretest setelah pembelajaran dengan software yang dikembangkan. Subjek uji coba adalah tiga orang guru mata pelajaran Fisika, tiga siswa untuk uji coba perorangan, sembilan siswa untuk uji coba kelompok kecil, dan 30 siswa untuk uji coba lapangan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan tes. Penilaian terhadap kelayakan software dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan guru mata pelajaran Fisika. Tanggapan terhadap penggunaan software dilakukan oleh siswa SMA Negeri 1 Minggir Sleman kelas X. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan teknik kategorisasi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa software pada kategori baik menurut penilaian ahli materi dan guru mata pelajaran Fisika, pada kategori sangat baik menurut penilaian ahli media, dan pada kategori baik siswa SMA Negeri 1 Minggir Sleman ditinjau dari aspek pembelajaran, tampilan, dan penggunaan program. Secara umum software dinyatakan layak untuk pembelajaran Fisika SMA. Hasil pretest dan posttest menunjukkan bahwa setelah pembelajaran dengan menggunakan software terjadi kenaikan nilai rata-rata yang cukup besar. Kata kunci: pengembangan animasi^ pembelajaran fisika.
Pengembangan Model Evaluasi Kebijakan Kegiatan Belajar Membaca di Taman Kanak-Kanak Rusjiono Rusjiono
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 9, No 1 (2007)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v9i1.1999

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model evaluasi kebijakan dan mengkaji implikasi model tersebut terhadap kebijakan kegiatan belajar membaca di Taman Kanak-kanak (TK). Model evaluasi yang dikembangkan mencakup evaluasi konteks, masukan, partisipasi, dan hasil (KMPH). Evaluasi konteks mencakup budaya baca keluarga, ketersediaan bahan bacaan untuk anak di rumah, dan kegiatan literasi keluatga bersama anak. Evaluasi masukan, partisipasi, dan hasil masing-masing terdiri atas satu variabel, yaitu: kesiapan membaca anak, aktivitas anak dalam kegiatan belajar membaca di TK, dan kemampuan membaca anak. Subjek penelitian ini adalah anak TK di Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket, tes, dan observasi. Teknik analisis yang digunakan adalah model persamaan struktural. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model KMPH didukung data sehingga dapat digunakan untuk mengevaluasi kebijakan kegiatan belajar membaca di TK. Kata kunci: pengembangan model evaluasi kebijakan, belajar membaca di taman kanak-kanak
Evaluasi Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) Padi di Kabupaten Jember RIzal Rizal
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 9, No 1 (2007)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v9i1.1994

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas pelaksanaan program SLPHT, mengevaluasi pengaruh variabel proses program SLPHT terhadap tingkat pemakaian pestisida dan produktivitas usahatani, dan gambaran tentang keadaan usahatani, proses adopsi, proses inovasi, dan perubahan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti SLPHT. Populasi penelitian ini adalah 150 penyuluh/PHP dan 22.240 petani yang tergabung dalam 556 kelompok tani yang telah mengikuti SLPHT di Kabupaten Jember. Sampel penelitian adalah 110 penyuluh/PHP dan 400 petani yang telah mengikuti SLPHT ditentukan dengan tehnik area random sampling. Data dianalisis secara deskriptif untuk komponen konteks, input, proses, dan hasil, serta inferensial (struktural model) untuk mengetahui pengaruh variabel proses terhadap tingkat produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap tingkat produksi adalah: (1) penggunaan pestisida, (2) penyuluhan yang partisipatif, (3) pemberian motivasi, (4) pemberian wawasan, (5) kesiapan peserta, (6) keaktifan peserta, (7) perencanaan, dan (8) koordinasi. Variabel yang berpengaruh siginifikan terhadap perubahan pemakaian pestisida yaitu: (1) penyuluhan yang partisipatif, (2) pemberian remedial, (3) pemberian motivasi, (4) pemberian wawasan, (5) kesiapan peserta, (6) keaktifan peserta, dan (7) pencanaan. Kata kunci: evaluasi sekolah slpht
Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada SMA Negeri di Kabupaten Lombok Timur Mulabbiyah Mulabbiyah
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 9, No 1 (2007)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v9i1.1995

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan KBK di SMAN di Kabupaten Lombok Timur, khususnya terkait dengan: (1) kesiapan kepala sekolah, (2) kesiapan guru, (3) kesiapan sarana dan prasarana, (4) perencanaan pembelajaran, (5) pelaksanaan pembelajaran, (6) pelaksanaan penilaian, (7) pelaksanaan remedial dan pengayaan, (8) hasil belajar siswa, (9) pendapat guru dan siswa tentang pelaksanaan KBK di sekolah, dan (10) kendala-kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan didukung pendekatan kualitatif. Model evaluasi yang digunakan adalah model evaluasi formarif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa di SMAN 1 Selong dan SMAN 1 Masbagik. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kepala sekolah dan guru di kedua sekolah tersebut belum sepenuhnya siap melaksanakan KBK; (2) sarana dan prasarana di SMAN Selong sudah cukup memadai sedangkan di SMAN 1 Masbagik masih kurang; (3) perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di kedua sekolah tersebut tergolong cukup baik; (4) pelaksanaan penilaian di SMAN 1 Selong sudah sangat baik dan di SMAN 1 Masbagik tergolong baik; (5) pelaksanaan program remedial dan pengayaan di kedua sekolah tersebut masih tergolong kurang baik; (6) hasil belajar siswa di kedua sekolah tersebut hampir semua sudah mencapai standar kemampuan belajar minimal (SKBM), (7) guru-guru di kedua sekolah tersebut masih ragu-ragu, sedangkan siswa-siswa di kedua sekolah tersebut setuju dengan pelaksanaan KBKdi sekolah; dan (9) kendala yang dihadapi kedua sekolah tersebut adalah jumlah rombongan belajar yang besar dan rendahnya parbsipasi orang tua siswa. Kata kunci: pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi.
Penskalaan Butir Format Respons Pilihan dan Respons Bebas Berdasarkan Model Rasch dan Partial Credit Eko Hariadi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 9, No 1 (2007)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v9i1.1992

Abstract

Penelitian melihat pengaruh jumlah parameter butir, kategori respons bebas (RB), pengaruh sampel terhadap akurasi estimasi parameter kemampuan untuk menghasilkan estimasi yang stabil dan pengaruh pembobotan butir RP dan butir RB terhadap kesalahan baku. Penelitian dalam dua tahap, simulasi menggunakan 30 kondisi dengan replikasi 50 dengan variabel panjang tes, jumlah kategori, dan jumlah parameter butir, dan analisis deskriptif, dilanjutkan penerapan penskalaan gabungan butir tipe respons pilihan (rp) dan butir respons bebas (rb) pada konstruksi tes elektronika yang terdiri 40 butir pilihan ganda dan 4 butir jawaban tersusun, 3 butir memiliki lima kategori jawaban dan 1 butir dengan 4 kategori jawaban, melibatkan 355 siswa. Hasil penelitian menunjukkan: ukuran sampel kurang berpengaruh pada root mean square error atau (RSME) dan korelasi antara 9 dengan 0, namun berpengaruh terhadap akurasi estimasi parameter butir pilihan ganda (//y,)dan parameter butir respons tersusun (3^)- Jumlah parameter butir berpengaruh terhadap parameter kemampuan, tetapi tidak berpengaruh terhadap akurasi dari b^, dan S„,. Estimasi dari parameter tingkat kesulitan butir jawaban tersusun tiga kategori lebih akurat daripada butir jawaban tersusun lima kategori. Estimasi tahan {robust) untuk parameter kesulitan butir jawaban tersusun 5 kategori memerlukan sampel minimal 250 responden, sedangkan untuk butir respons tersusun 3 kategori memerlukan sampel minimal 100 responden. Estimasi parameter kemampuan dari skor total (0^^) tidak sama dengan rata-rata jumlah tbeta dari masing-masing subtes (0^ + 0CR). Theta dari tes yang dikalibrasi bersama-sama berbeda dengan theta dari total subtes yang dikalibrasi secara terpisah. Korelasi kemampuan yang mengunakan pembobotan dan kemampuan tanpa pembobotan mempunyai suatu rentang dari 0,988 sampai 0,948. Kata kunci: penyekaiaan, model rash dan partial credit.
Pengembangan Instrumen untuk Menganalisis Keefektifan SKB di Kalimantan Selatan Sugeng Sugeng
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 9, No 1 (2007)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v9i1.1998

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan instrument untuk menganalisis keefektifan SKB di Kalimantan Selatan. Instrumen dikembangkan melalui diskusi terbatas (focus group discussion) dan teknik Delphi. Diskusi terbatas melibatkan akademisi, praktisi bidang pendidikan luar sekolah dan penyelenggaraan SKB, pamong belajar SKB dan Balai Teknologi Pendidikan dan Pengembangan Kegiatan Belajar (BTKPPKB), dan Subdin Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Laut Subjek penelitian ini adalah 6 SKB yang ada di Kalimantan Selatan. Sebelum digunakan, instrument diujicobakan kepada 29 orang dari SKB Tapin dan SKB Hulu Sungai Selatan. Validitas konstruk dari butir-butir instrument ditentukan dengan analisis factor dan reliabilitasnya ditentukan dengan indeks reliabilitas berdasarkan rumus Alpha Cronbach. Indeks reliabilitas untuk butir-butir pengamatan dihitung dengan reliabilitas antarpeneliti. Instrument komponen penyelenggaraan SKB terdiri atas pedoman pengamatan untuk mengukur aspek penunjang penyeleng­garaan dan angket untuk mengukur aspek perencanaan, peng­organisasian, pelaksanaan, dan produk pembelajaran. pada aspek perencanaan, pengorganisasian, produk pembelajaran dan penunjang penyelenggaraan SKB di Kalimantan Selatan masih dalam kategori kurang efektif. Untuk aspek pelaksanaan program sudah termasuk dalam kategori efektif dan sanget efektif. Kata kunci: pengembangan instrument, keefektifan skb.
Penignkatan Minat Belajar IPS dengan Memanfaatkan Lingkungan Sekitar sebagai Sumber Belajar di SMPN 2 Kedungbanteng Kabupaten Banyumas Prihantoro Prihantoro
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 9, No 1 (2007)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v9i1.1996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar IPS dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Penelitian tindakan kelas ini dengan subjek penelitian siswa kelas VIII F SMP N 2 Kedungbanteng. Data diperoleh melalui pengamatan, angket, wawancara, dan dokumentasi. Pembelajaran IPS dengan pengamatan lingkungan sekitar secara langsung dilanjutkan dengan diskusi kelompok, dapat meningkatkan minat siswa belajar IPS; siswa yang memiliki minat belajar sangat tinggi dan tinggi pada siklus I hanya 22.4% meningkat menjadi 78% pada siklus IV. Kepala Sekolah, guru pelaksana, kolaborator dan siswa menanggapi positif terhadap pelaksanaan pembelajaran IPS dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Kata kunci: minat belajar ips, lingkungan sumberpembelajar ips.
Pengembangan Multimedia Interaktif Pembelajaran Mata Kuliah Akuntansi Dasar 1 B. Indah Nugraheni
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 9, No 1 (2007)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v9i1.1991

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan tahapan-tahapan dalam mengembangkan multimedia pembelajaran untuk mata kuliah Akuntansi Dasar 1 dengan karakteristik: (1) interaktif; (2) mencakup berbagai komponen media yaitu teks, gambar, animasi, suara, dan video; dan (3) dilengkapi lembar kerja mahasiswa. Penelitian dan pengembangan {research and development) ini dilakukan lima tahap, yaitu: analisis kebutuhan, desain, produksi, evaluasi, dan revisi. Pada tahap produksi awal dievaluasi oleh ahli materi, ahli media, dan dosen mata kuliah Akuntansi Dasar 1. Ujicoba ada tiga tahap, yaitu oleh individu, kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Subjek uji coba produk adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi. Data berupa hasil penilaian mengenai kualitas produk, saran untuk perbaikan produk, skor tes, serta data kualitadf lainnya dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, tes, dan observasL Data kuantitatif dianalisis dengan statisdk deskripdf dan inferensiaL Saran-saran yang diperoleh digunakan sebagai dasar untuk merevisi produk. Mahasiswa berpendapat bahwa multimedia yang dikembang-kan berkualitas baik. Aspek pembelajaran memiliki rerata skor 4,17 (baik), aspek isi 4,16 (baik) dan aspek media 4,04 (baik). Rerata skor secara keseluruhan sebesar 4,12 yang termasuk dalam kriteria baik. Dari tes yang dilaksanakan diperoleh rerata skotpre-test sebesar 58,98 dan rerata skor post-test sebesar 79,65, jadi ada kenaikan rerata skor sebesar 20,67 atau sebesar 35%. Hasil uji / menunjukkan bahwa kenaikan rerata skor signifikan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa produk multimedia yang dikembangkan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran Akuntansi Dasar 1.Kata kunci: pengembangan multimedia interaktif, pembelajaran, akuntansi dasar

Page 1 of 1 | Total Record : 9