cover
Contact Name
-
Contact Email
penerbit.blb@gmail.com
Phone
+6285156221429
Journal Mail Official
penerbit.blb@gmail.com
Editorial Address
Kompleks Business Park Kebon Jeruk Blok I No. 21, Jl. Meruya Ilir Raya No.88, Desa/Kelurahan Meruya Utara, Kec. Kembangan, Kota Adm. Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Pustaka Edukasi: Jurnal Pendidikan Indonesia
ISSN : -     EISSN : 31233317     DOI : -
Core Subject : Education,
Pustaka Edukasi: Jurnal Pendidikan Indonesia adalah jurnal ilmiah open access yang diterbitkan oleh PT Bukuloka Literasi Bangsa dan berafiliasi dengan Universitas Bima Internasional (Lihat MOU). Jurnal ini menjadi wadah bagi peneliti, akademisi, dosen, dan praktisi pendidikan untuk mempublikasikan karya ilmiah yang berkualitas dalam rangka mendukung perkembangan dan inovasi pendidikan di Indonesia. Seluruh artikel yang diterima akan melalui proses review sejawat (peer-review) untuk memastikan kualitas, keaslian, serta integritas ilmiah. Dengan dukungan standar editorial yang profesional, jurnal ini berkomitmen menyediakan referensi ilmiah yang terpercaya serta mendorong peningkatan mutu penelitian dan praktik pendidikan di Indonesia. Jurnal Pustaka Edukasi terbit 3 kali per tahun (September, Januari, Mei). Fokus dan Ruang Lingkup Pustaka Edukasi: Jurnal Pendidikan Indonesia berfokus pada publikasi karya ilmiah orisinal yang berkaitan dengan pengembangan ilmu pendidikan, teori, dan praktik pembelajaran. Jurnal ini mencakup berbagai topik, antara lain pengembangan kurikulum, metode pembelajaran inovatif, teknologi pendidikan, serta evaluasi dan asesmen pendidikan. Selain itu, jurnal ini juga membahas manajemen pendidikan, kebijakan pendidikan, pendidikan inklusif, dan pendidikan karakter. Kami menerima artikel yang relevan dengan berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar, menengah, hingga pendidikan tinggi, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan praktik pembelajaran di Indonesia. Pustaka Edukasi menyediakan ruang bagi peneliti, akademisi, dan praktisi untuk berbagi temuan penelitian dan ide-ide yang berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 23 Documents
The Role of AI as a Communication Mediator in the Learning Process Muhammad Ridha; Mamdukh Budiman; Junaidi; Audy Rifdah Widyastuti; Suryanti; Kamsar; Aliyah
Pustaka Edukasi: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 1 No 2 (2026): Pustaka Edukasi
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/pe.v1i2.80

Abstract

ABSTRACT The development of Artificial Intelligence (AI) has brought significant changes to digital learning practices, particularly in the way educational communication takes place. This study aims to examine the role of AI as a communication mediator in the learning process through a synthesis of Scopus-indexed scientific literature. This study uses a literature review approach by analyzing 40 scientific articles discussing the use of AI in education, including generative AI, educational chatbots, intelligent tutoring systems, pedagogical agents, and social robots. The analysis was conducted thematically to identify patterns of AI's role in mediating learning communication. The results show that AI acts as a communication mediator through four main functions: (1) an instructional dialogue mediator that facilitates two-way interaction and cognitive scaffolding; (2) a feedback and learning regulation mediator that provides instant and dialogic responses; (3) a mediator of social and collaborative communication that supports group interaction and inclusive learning; and (4) a mediator of personalized learning communication that tailors the style and content of interactions based on learners' needs. These findings confirm that AI functions not only as a technological tool but also as a non-human communicative actor that shapes the structure, meaning, and dynamics of pedagogical communication. This research contributes to the development of educational communication studies by offering a conceptual perspective on AI as a communication mediator in learning. Its practical implications include the importance of pedagogical and ethical design in AI integration so that the communication mediation role performed by AI is aligned with educational goals and values. Keywords: artificial intelligence, educational communication, communication mediator, digital learning, literature review
Pemberdayaan Siswa dalam Pencegahan Bullying untuk Mewujudkan Lingkungan Sekolah yang Aman dan Nyaman di SMK 3 Kristen Tomohon Nurhidayah; Yuliani Pertiwi; Sri Wahayuni; Marita NurSekti
Pustaka Edukasi: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 1 No 3 (2026): Pustaka Edukasi
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/pe.v1i3.182

Abstract

Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan efektivitas pemberdayaan siswa dalam pencegahan bullying untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman di SMK Kristen 3 Tomohon. Latar belakang penelitian ini didorong oleh peningkatan kasus perundungan secara nasional serta rentetan kejadian memprihatinkan di wilayah Sulawesi Utara yang berdampak buruk pada psikologis dan prestasi akademik siswa. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek 30 siswa yang dipilih secara purposive sebagai calon agen penggerak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan melalui sosialisasi, refleksi, dan deklarasi memberikan dampak signifikan terhadap pemahaman siswa. Siswa yang sebelumnya menganggap bullying hanya sebatas kekerasan fisik, mulai memahami bentuk perundungan verbal, emosional, hingga digital. Melalui sesi refleksi, ditemukan bahwa 19 dari 30 siswa pernah melakukan perundungan, Pembahasan: Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan edukasi cara menghentikan perilaku tersebut dan membangun komunikasi dua arah. Puncak kegiatan berupa deklarasi anti-bullying berhasil memperkuat komitmen siswa untuk berperan aktif sebagai agen perubahan yang saling mengingatkan dan berani melaporkan tindakan perundungan. Simpulan: Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan holistik dan partisipatif yang melibatkan siswa secara aktif merupakan kunci utama dalam membangun budaya sekolah yang positif dan inklusif. Kata Kunci: Pemberdayaan Siswa, Pencegahan Bullying, Lingkungan Sekolah Aman, Agen Perubahan.
Perspektif Al-Qur’an tentang Perkembangan Anak dan Relevansinya dalam Pendidikan Islam Ahmad Suryadi; Nisrina Mutia Afifah
Pustaka Edukasi: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 1 No 3 (2026): Pustaka Edukasi
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/pe.v1i3.183

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan anak mencakup aspek biologis, psikologis, sosial, dan spiritual, dengan masa usia dini sebagai periode emas pembentukan kepribadian. Kajian psikologi perkembangan selama ini didominasi teori Barat yang menekankan aspek kognitif dan perilaku, sementara perspektif Al-Qur'an yang mengintegrasikan dimensi psikologis dan spiritual belum banyak dieksplorasi secara sistematis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep perkembangan anak menurut Al-Qur'an dan merumuskan relevansinya dengan psikologi perkembangan modern dalam konteks pendidikan Islam. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode kepustakaan. Sumber primer meliputi Al-Qur'an dan tafsir mu'tabar (Al-Thabari, Ibnu Katsir, Al-Mishbah), sedangkan sumber sekunder berupa literatur psikologi perkembangan dan pendidikan Islam. Data dianalisis menggunakan content analysis dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil: Perkembangan anak dalam Al-Qur'an bersifat holistik mencakup aspek moral-spiritual, fisik-motorik, kognitif, bahasa, dan sosial-emosional. Konsep fitrah menjadi pembeda mendasar dengan teori behaviorisme dan konstruktivisme Barat. Integrasi nilai Al-Qur'an dengan psikologi modern mendorong pertumbuhan anak yang seimbang, dengan keluarga sebagai lingkungan pendidikan utama. Kesimpulan: Pendidikan Islam modern perlu mengadopsi pendekatan holistik yang memadukan bimbingan moral Al-Qur'an dengan prinsip psikologi perkembangan. Penelitian selanjutnya disarankan melakukan kajian empiris untuk menguji penerapan model integratif ini. Kata Kunci: perkembangan anak, Al-Qur'an, psikologi perkembangan, pendidikan Islam, fitrah
Bagaimana Internet Memengaruhi Perilaku Belajar Siswa dalam Menavigasi Era Digital dengan Etika Pancasila dan Literasi Digital Shendy Febrilian Nabili; Fikri Fieresta; Muhammad Andriyawan; Saeful Jihadin Islam; Nurul Setiani
Pustaka Edukasi: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 1 No 3 (2026): Pustaka Edukasi
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/pe.v1i3.185

Abstract

Pendahuluan: Penetrasi internet di Indonesia mencapai 78,19% (APJII, 2023), dengan 89,15% aktivitas daring siswa terkonsentrasi pada media sosial. Kondisi ini membuka peluang sekaligus risiko bagi perilaku belajar siswa. Kajian yang mengintegrasikan perilaku belajar, etika Pancasila, dan literasi digital dalam kerangka Society 5.0 masih terbatas. Tujuan: Menganalisis pengaruh internet terhadap perilaku belajar siswa serta merumuskan strategi penguatan etika digital berbasis Pancasila dan literasi digital. Metode: Pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan terhadap 23 literatur (2017–2024) dari jurnal, buku, dan laporan institusi (APJII, Kominfo, UNICEF). Analisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber. Hasil: Sebanyak 61% siswa mengalami perubahan perilaku belajar akibat internet, terdiri atas 25% dampak positif, 14% tidak signifikan, dan 22% dampak negatif. Dampak negatif meliputi perjudian daring, pornografi, perundungan siber, hoaks, dan radikalisme. Pelatihan literasi digital terstruktur mampu menurunkan paparan konten negatif hingga 40%. Kesimpulan: Penguatan etika digital berbasis Pancasila (sila ke-1, 2, 3, dan 5) yang dipadukan dengan pelatihan literasi digital terbukti menjadi solusi strategis. Integrasi modul etika digital Pancasila ke dalam Kurikulum Merdeka direkomendasikan. Penelitian selanjutnya disarankan melakukan pengujian kuantitatif terhadap model integrasi ini. Kata Kunci: etika Pancasila, literasi digital, perilaku belajar, internet, Society 5.0
Perlindungan Privasi Konseling dan Etika Profesi dalam Pengelolaan Ruang Bimbingan dan Konseling Malim Soleh Rambe; Amelia Rizki; Asmaryadi; Azijah Tussolihah Siregar
Pustaka Edukasi: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 1 No 3 (2026): Pustaka Edukasi
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/pe.v1i3.186

Abstract

Pendahuluan: Prinsip kerahasiaan dan etika profesi merupakan aspek penting dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling, terutama dalam pengelolaan ruang bimbingan dan konseling (BK) di era digital. Perkembangan teknologi dan penggunaan media digital dalam layanan konseling menghadirkan tantangan baru terkait perlindungan data pribadi, keamanan informasi, dan profesionalitas layanan konseling di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip kerahasiaan dan etika profesi dalam pengelolaan ruang BK di era digital serta mengkaji tantangan yang dihadapi guru BK dalam menjaga privasi dan keamanan layanan konseling. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis berbagai jurnal ilmiah, buku akademik, dan regulasi terkait layanan bimbingan dan konseling pada periode 2019–2025. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk memahami hubungan antara pengelolaan ruang BK, etika profesi, dan perlindungan kerahasiaan siswa. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan ruang BK di era digital tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan fisik ruangan, tetapi juga mencakup keamanan data konseling, penggunaan media digital secara etis, serta perlindungan privasi peserta didik. Pembahasan: Guru BK dituntut memiliki kompetensi profesional dalam menjaga kerahasiaan informasi siswa baik dalam layanan tatap muka maupun layanan berbasis digital. Selain itu, dukungan sarana, kebijakan sekolah, dan pemahaman etika profesi menjadi faktor penting dalam menciptakan layanan BK yang aman, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan peserta didik. Simpulan: Prinsip kerahasiaan dan etika profesi dalam pengelolaan ruang BK di era digital menjadi landasan penting dalam menciptakan layanan konseling yang aman, profesional, dan mampu melindungi privasi peserta didik. Kata kunci: kerahasiaan, etika profesi, ruang BK, layanan konseling, era digital.
Pengaruh Intensitas Penggunaan Gawai terhadap Konsentrasi Belajar Siswa Malim Soleh Rambe; Fediansyah Siregar; Sukatno; Azijah Tussolihah Siregar
Pustaka Edukasi: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 1 No 3 (2026): Pustaka Edukasi
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/pe.v1i3.188

Abstract

Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas penggunaan gadget terhadap konsentrasi belajar siswa, dengan mempertimbangkan dimensi kognitif, perilaku, dan implikasi kebijakan pendidikan. Meningkatnya aksesibilitas perangkat digital di kalangan pelajar menciptakan dinamika baru dalam proses pembelajaran yang perlu dikaji secara kritis. Metode: Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis (systematic literature review) dengan menganalisis 15 sumber ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2024. Artikel-artikel tersebut diperoleh dari berbagai basis data akademik, termasuk Google Scholar, Scopus, dan ERIC. Hasil Penelitian: Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan gadget yang berlebihan terutama di atas empat jam per hari berkorelasi signifikan dengan penurunan kemampuan fokus perhatian, melemahnya daya ingat kerja, serta degradasi kebiasaan belajar yang produktif. Di sisi lain, penggunaan gadget yang terstruktur dan terbatas justru dapat mendukung proses pembelajaran apabila diintegrasikan dengan strategi pedagogis yang tepat. Pembahasan: Penelitian ini juga menemukan bahwa regulasi kebijakan penggunaan gadget di sekolah di Indonesia masih belum konsisten dan perlu diperkuat dengan pendekatan berbasis bukti. Temuan ini menegaskan urgensi intervensi terpadu dari pihak sekolah, keluarga, dan pembuat kebijakan dalam mengelola penggunaan gadget pada peserta didik. Implikasi praktis berupa rekomendasi kebijakan dan strategi pembelajaran berbasis bukti turut dibahas dalam artikel ini. Simpulan: Penggunaan gadget yang berlebihan dapat berdampak negatif terhadap konsentrasi belajar siswa, namun penggunaan yang terstruktur dan terintegrasi dengan strategi pedagogis yang tepat dapat mendukung proses pembelajaran. Kata Kunci: gadget, konsentrasi belajar, kognitif siswa, teknologi pendidikan, kebijakan sekolah
Evaluasi Kualitas Laboratorium/Ruang Bimbingan dan Konseling di Sekolah: Penyusunan Instrumen, Analisis Hasil Evaluasi, dan Rekomendasi Perbaikan Malim Soleh Rambe; Suci Ramadani; Normita Ika Saputri; Azijah Tussolihah Siregar
Pustaka Edukasi: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 1 No 3 (2026): Pustaka Edukasi
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/pe.v1i3.189

Abstract

Pendahuluan: Ruang Bimbingan dan Konseling (BK) merupakan bagian penting dalam mendukung layanan perkembangan peserta didik di sekolah. Kualitas ruang BK tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas fisik, tetapi juga berkaitan dengan kenyamanan, privasi, aksesibilitas, dukungan teknologi, dan efektivitas penggunaannya dalam proses layanan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji evaluasi kualitas laboratorium atau ruang BK melalui penyusunan instrumen evaluasi, analisis hasil evaluasi, serta penyusunan rekomendasi perbaikan berbasis kebutuhan sekolah. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan dukungan analisis kuantitatif sederhana melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran instrumen evaluasi kepada guru BK, kepala sekolah, dan peserta didik. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ruang BK di sekolah masih menghadapi kendala pada aspek privasi layanan, keterbatasan sarana digital, tata ruang yang kurang mendukung kenyamanan psikologis, serta minimnya standar evaluasi berkala. Instrumen evaluasi yang disusun dalam penelitian ini mencakup indikator fisik, psikologis, administratif, teknologi, dan efektivitas layanan. Analisis menunjukkan bahwa kualitas ruang BK memiliki hubungan signifikan terhadap kenyamanan siswa dalam mengakses layanan konseling. Pembahasan: Penelitian ini juga menegaskan bahwa evaluasi ruang BK perlu dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan agar layanan BK dapat berjalan optimal. Rekomendasi penelitian mencakup penguatan standar nasional ruang BK, pengembangan sistem Simpulan: evaluasi berbasis digital, peningkatan kompetensi pengelola ruang BK, dan optimalisasi dukungan kebijakan sekolah. Kata kunci: evaluasi kualitas, ruang BK, laboratorium BK, instrumen evaluasi, layanan konseling
Optimalisasi Manajemen Sumber Daya Manusia oleh Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Motivasi Guru untuk Mendukung Pembelajaran Efektif di SMA Negeri 11 Kendari Teguh Saputra; Halima; Rahmawati M
Pustaka Edukasi: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 2 No 1 (2026): Pustaka Edukasi: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/pe.v2i1.184

Abstract

This study aims to analyze the strategy of optimizing Human Resource Management (HRM) by the principal at SMA Negeri 11 Kendari in an effort to increase teacher work motivation to support the creation of effective learning. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation studies. The results showed that the principal performed optimization through competency-based planning, appropriate organization of tasks, providing motivation through appreciation systems and leadership by example, as well as clinical supervision. This strategy is proven to be able to increase work ethic and teacher innovation in the teaching and learning process. The implication of this effective management is the creation of a conducive academic atmosphere for students. Keywords: Optimization, Principal, HRM, Teacher Motivation, Effective Learning.
Pengelolaan Ruang Bimbingan dan Konseling dalam Mendukung Efektivitas Layanan Konseling di Sekolah Menengah Pertama: Studi Kepustakaan Malim Soleh Rambe; Aida Rizkina; Vitria Larseman Dela; Azijah Tussolihah Siregar
Pustaka Edukasi: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 2 No 1 (2026): Pustaka Edukasi: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/pe.v2i1.187

Abstract

The management of guidance and counseling (GC) rooms is an important aspect in supporting the effectiveness of counseling services in junior high schools. A comfortable, safe, and private room can create a conducive counseling environment and encourage students’ openness. This study aims to analyze the management of GC rooms in supporting the effectiveness of counseling services and to identify factors that influence the quality of GC services. This study employs a qualitative approach using a library research method through a review of scientific journals, academic books, educational regulations, and relevant previous studies published during the 2019–2025 period. The data were analyzed using content analysis to identify the relationship between GC room management and the effectiveness of counseling services. The findings indicate that GC room management includes aspects of comfort, privacy, psychological atmosphere, and the availability of supporting facilities. A representative GC room can increase students’ openness and trust, facilitate counseling communication, and support both individual and group counseling services. Conversely, inadequate rooms can hinder the counseling process. Therefore, effective GC room management plays an important role in improving the quality of guidance and counseling services in junior high schools. Keywords: GC room management, guidance and counseling, counseling services, junior high school.
Efektivitas Media Film dalam Layanan Bimbingan dan Konseling untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional Peserta Didik Malim Soleh Rambe; Aida Rizkina; Vitria Larseman Dela; Azijah Tussolihah Siregar
Pustaka Edukasi: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 2 No 1 (2026): Pustaka Edukasi: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/pe.v2i1.190

Abstract

Emotional intelligence is an important ability that students need to manage their emotions, build social relationships, and deal with various problems in everyday life. However, some students still experience difficulties in controlling their emotions, lack empathy, and are unable to interact positively in the school environment. One effort to improve emotional intelligence is through guidance and counseling services supported by film media that are engaging and communicative. This study aims to determine the effectiveness of using film media in guidance and counseling services to improve students' emotional intelligence. This study employed a quantitative approach with an experimental method. Data were collected through an emotional intelligence questionnaire administered before and after the intervention. The data were analyzed using statistical tests to determine changes in students' emotional intelligence levels. The results showed that the use of film media in guidance and counseling services was effective in improving students' emotional intelligence. Film media helped students understand emotions, increase empathy, develop self-control, and understand the service materials through visual presentation and storylines relevant to their lives. Therefore, film media can serve as an innovative and effective alternative medium to support students' emotional development. Keywords: film media, guidance and counseling, emotional intelligence, students, service effectiveness

Page 2 of 3 | Total Record : 23