cover
Contact Name
Riki Muhamad Fadilah
Contact Email
riki@umkuningan.ac.id
Phone
+6282315404844
Journal Mail Official
educationfirstjournal@gmail.com
Editorial Address
Yayasan Satya Daya Insani in affiliation with the Faculty of Teacher Training and Education - Universitas Sindangkasih Majalengka JL. Lingkar Bayuning, Perum Quanta2 Blok C08/01, Kuningan, Jawa Barat 45561
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Education First Journal
ISSN : -     EISSN : 31108032     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Education First Journal is an academic journal that focuses on studies, innovations, and developments in the field of education. This journal aims to be a forum for scientists, researchers, and education practitioners to publish research results and critical thinking related to educational theory, policy, and practice at various levels and contexts. Education First Journal covers a variety of topics, such as learning strategies, curriculum, educational technology, educational evaluation, and the development of pedagogy in the digital era. With a strict and scientific-based review process, this journal is committed to contributing to improving the quality of education and supporting the exchange of ideas in the academic community. The scope of Education First Journal includes, but is not limited to, the following areas: primary education, social education, mathematic education, technology education. Education First Journal particularly encourages contributions that bridge theory and practice, and that reflect innovation, inclusivity, and relevance to the evolving needs of English language education worldwide.
Articles 11 Documents
Pendayagunaan Lingkungan Sekitar sebagai Sumber Belajar IPS di Kelas Rendah Riyan Sukma Maulana
Education First Journal Vol. 1 No. 1 2025 (August)
Publisher : Yayasan Satya Daya Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendayagunaan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar IPS di kelas rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat mendeskripsikan tentang lingkungan sekitar yang menjadi sebagai sumber belajar IPS di sekolah. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap anak, seperti kita, memiliki pertumbuhan fisik yang dipengaruhi oleh lingkungannya. Lingkungan sekitar peserta didik dapat dipengaruhi oleh fenomena (peristiwa, situasi, atau kondisi) fisik atau sosial yang mempengaruhi pertumbuhan mereka. Lingkungan sekitar peserta didik juga dapat merasakan dan melihat peristiwa, keadaan, atau kondisi sekitarnya. Dalam konteks IPS, pemanfaatan sumber belajar lingkungan dapat dilakukan melalui tinjauan, camping, perjalanan, proyek pengabdian dan pengabdian masyarakat, dan mengundang narasumber. Penggunaan sumber belajar lingkungan dalam IPS memiliki banyak keuntungan. Pembelajaran menjadi lebih menarik dan tidak membosankan bagi peserta didik, meningkatkan motivasi peserta didik, membuat proses pembelajaran menjadi lebih bermakna, dan mengenalkan peserta didik dengan lingkungan yang ada di sekitar tempat tinggal mereka dan lingkungan sekolah mereka. Every child, like us, has physical growth that is influenced by their environment. Various factors, such as temperature, diet, nutritional status, activity, and so on, affect children's growth and development, including the instincts, habits, and behaviors they learn. The environment around students can be influenced by physical or social phenomena (events, situations, or conditions) that affect their growth. The environment around students can also feel and see events, circumstances, or conditions around them. In the context of social studies, the use of environmental learning resources can be done through reviews, camping, trips, community service and service projects, and inviting resource persons. The use of environmental learning resources in social studies has many advantages. Learning becomes more interesting and not boring for students, increases student motivation, makes the learning process more meaningful, and introduces students to the environment around their homes and their school environment.
Analisis Strategi Pembelajaran IPS di Kelas Rendah Sekolah Dasar Yusuf Hisyam
Education First Journal Vol. 1 No. 1 2025 (August)
Publisher : Yayasan Satya Daya Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari berbagai pendekatan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang tersedia di sekolah dasar kelas rendah, dengan mempertimbangkan dasar-dasar yang digunakan untuk memilih pendekatan pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian pustaka dengan penyajian data kualitatif interpretatif. Objek utama penelitian ini berasal dari berbagai buku kepustakaan yang tersedia. Strategi pembelajaran adalah rencana tindakan atau rangkaian kegiatan yang digunakan untuk mengajar dengan menggunakan metode dan berbagai sumber atau kekuatan. Strategi pembelajaran IPS harus dibuat semudah mungkin untuk menjadi mudah dipahami. IPS adalah pelajaran sosial yang mempelajari banyak hal, seperti kehidupan sosial dan struktur dunia.   The purpose of this study is to study the various approaches to learning Social Studies (IPS) available in lower elementary schools, considering the basics used to choose the learning approach. This study is a library research with interpretive qualitative data presentation. The main object of this study comes from various available library books. Learning strategies are action plans or series of activities used to teach using methods and various sources or strengths. IPS learning strategies should be made as easy as possible to be easily understood. IPS is a social lesson that studies many things, such as social life and the structure of the world.
Budaya dalam Membentuk Karakter Siswa Emillia Bahar; Dina Munawaroh; Neng Lia Yulianengsih
Education First Journal Vol. 1 No. 1 2025 (August)
Publisher : Yayasan Satya Daya Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arus globalisasi telah memfasilitasi penetrasi budaya asing ke dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh masuknya budaya asing terhadap karakter siswa sekolah dasar, dengan fokus pada aspek gaya hidup, pola komunikasi, serta nilai-nilai sosial yang berkembang di kalangan peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SDN Dukuh Tengah, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh budaya asing tampak pada perubahan gaya rambut, pilihan busana, penggunaan riasan wajah, serta kecenderungan siswa dalam menggunakan bahasa asing dan singkatan dalam komunikasi sehari-hari. Di sisi lain, nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati mengalami dinamika yang beragam, tergantung pada peran guru, keluarga, dan lingkungan sosial. Meskipun terdapat nilai positif dari budaya asing, seperti kepercayaan diri dan keterbukaan berpikir, pengaruh negatif yang mengarah pada melemahnya identitas budaya lokal dan norma kesopanan juga mengemuka. Oleh karena itu, diperlukan strategi pendidikan karakter yang holistik untuk menyaring pengaruh global secara bijak dan memperkuat nilai-nilai kearifan lokal dalam proses pembelajaran. The wave of globalization has facilitated the penetration of foreign culture into various aspects of life, including the field of education. This study aims to analyze the influence of foreign culture on the character of elementary school students, focusing on lifestyle, communication patterns, and the evolving social values among learners. A descriptive qualitative approach was employed, conducted at SDN Dukuh Tengah, using observation, interviews, and documentation as data collection techniques. The findings reveal the influence of foreign culture through changes in hairstyle preferences, fashion choices, makeup use, and students' tendencies to incorporate foreign languages and abbreviations in daily communication. On the other hand, character values such as honesty, responsibility, and empathy show diverse dynamics, influenced by the roles of teachers, families, and social environments. While there are positive values brought by foreign culture, such as self-confidence and open-mindedness, negative influences also emerge, including the weakening of local cultural identity and norms of propriety. Therefore, a holistic character education strategy is essential to wisely filter global influences and reinforce local wisdom within the learning process.
Peningkatan Pemahaman Konsep Dasar IPS pada Siswa Kelas Rendah Sekolah Dasar melalui Pembelajaran Kontekstual Ahmad Faizuddin; Aditia Oktaviyanto
Education First Journal Vol. 1 No. 1 2025 (August)
Publisher : Yayasan Satya Daya Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran kontekstual merupakan salah satu pendekatan yang diyakini mampu meningkatkan pemahaman konsep dasar IPS pada siswa kelas rendah sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas pendekatan kontekstual dalam meningkatkan pemahamansiswa tehadap konsep dasar IPS. Metode yang digunakan adalah studi pustaka yang mengambil sumber dari dua jurnal ilmiah dan satu buku terbitan. Hasil kajian menunjukan bahwa pembelajaran kontekstual mampu mengaitkan materi IPS dengan pengalaman nyata siswa, sehingga memudahkan mereka dalam memahami konsep yang bersifat abstrak. Pendekatan ini juga mendorong siswa untuk aktif, berfikir kritis, dan lebih bermakna dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru disarankan untuk menerapkan srategi pembelajaran keontekstual secara konsisten agar pemahaman siswa terhadap IPS meningkat secara signifikan. Contextual learning is an approach believed to improve students' understanding of basic social studies concepts in lower grade elementary school. This study aims to explore the effectiveness of a contextual approach in improving students' understanding of basic social studies concepts. The method used was a literature review, drawing on sources from two scientific journals and one published book. The results of the study indicate that contextual learning can connect social studies material to students' real-life experiences, thus facilitating their understanding of abstract concepts. This approach also encourages students to be active, think critically, and make the learning process more meaningful. Therefore, teachers are advised to consistently implement contextual learning strategies to significantly improve students' understanding of social studies.
Integrasi Media Pembelajaran GVS (Gambar, Video dan Scrabble) terhadap Pemahaman Materi Bahasa Inggris Siswa Adilah Fauziyah; Mustaid; Aceng Jaelani; Gina Faojina
Education First Journal Vol. 1 No. 1 2025 (August)
Publisher : Yayasan Satya Daya Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari media pembelajaran GVS (Gambar, Video dan Scrabble) terhadap pemahaman Materi Bahasa Inggris Siswa Sekolah Dasar. Artikel ilmiah ini menggunakan penelitian kuantitatif Pre-Experimental Design (Nondesign) dengan desain one group pretest-posttest design. Untuk memaparkan dan menjelaskan yang dihasilkan penulis menggunakan teknik pengumpulan data berupa tes tanya jawab pretest dan posttest. Subjek dalam penelitian ini dilakukan di SDN 2 Babakanmulya siswa kelas 1 yang berjumlah 21 orang yang terdiri dari 13 laki-laki dan 8 perempuan. Hasil dari penelitian menunjukan adanya dampak yang positif setelah menggunakan media pembelajaran GVS (Gambar, Video dan Scrabble). Hal ini dibuktikan nilai pretest dengan rata-rata nilai 3,8 kemudian setelah menggunakan media pembelajaran GVS adanya peningkatan dengan nilai posttest rata-rata 61,9. Integrasi ketiga media tersebut saling berkaitan satu sama lain, saling menunjang dalam meningkatkan pemahaman materi siswa. This scientific article aims to determine the effect of GVS learning media (Images, Videos and Scrabble) on the understanding of English material for elementary school students. This scientific article uses a quantitative research Pre-Experimental Design (Nondesign) with a one group pretest-posttest design. To explain and explain the results the author uses data collection techniques in the form of pretest and posttest question and answer tests. The subjects in this study were conducted at SDN 2 Babakanmulya, 1st grade students totaling 21 people consisting of 13 boys and 8 girls. The results of the study show that there is a positive impact after using GVS learning media (Images, Videos and Scrabble).
Efektivitas Penggunaan Media Peta Interaktif Untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Geografi Pada Siswa Sekolah Dasar Adi Sofyan Firmansyah; Lanlan Muhria; Muhammad Abdul Gani
Education First Journal Vol. 2 No. 1 (2026): February
Publisher : Yayasan Satya Daya Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This research aims to analyze the effectiveness of using interactive map media in improving elementary school students' understanding of geography material. The method used is descriptive qualitative with a literature study, utilizing various recent sources from both national and international journals. The study results indicate that interactive map media, such as digital maps based on Google Earth and geographical learning applications, have a positive influence on students' understanding of spatial concepts, geographical location, and natural phenomena (Prastya & Maharani, 2023; Ramadhani & Kurnianto, 2025). Furthermore, these findings confirm that technology-based social studies learning can enhance students' learning motivation and spatial thinking skills, aligning with the research results of Dewi et al. (2024) and Novitasari & Miaz (2023), who emphasize that interactive visual media helps facilitate the understanding of abstract concepts. Critical analysis also shows that the use of digital maps can bridge the gap between theory and the geographical reality students face daily, as stated by Maulaya et al. (2025). Thus, the use of interactive map media is not only theoretically relevant but also has practical implications for improving the quality of social studies learning in elementary schools. This research recommends that teachers integrate interactive map technology with the curriculum to create educational, participatory, and contextual learning. Keywords : Interactive map media, geographical material, elementary school.
Analisis Penerapan Norma-Norma Sosial dalam Membentuk Karakter Siswa di Lingkungan SD Tia Sintia
Education First Journal Vol. 2 No. 1 (2026): February
Publisher : Yayasan Satya Daya Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan norma-norma sosial dalam membentuk karakter siswa di SDN 1 Legok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, serta melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma-norma sosial, yang meliputi kebiasaan, tata kelakuan, dan adat istiadat, telah diterapkan dengan baik. Kebiasaan hidup bersih dan kerja sama ditanamkan melalui kegiatan rutin seperti gotong royong dan Pramuka. Tata kelakuan siswa diperkuat dengan pendekatan edukatif oleh guru, sementara pelestarian adat istiadat diwujudkan melalui tradisi yasinan serta pelatihan seni budaya lokal. Dalam pembentukan karakter, nilai kejujuran berhasil ditanamkan melalui teladan dan diskusi, meskipun penerapan disiplin masih memerlukan peningkatan, terutama dalam kegiatan formal seperti upacara bendera. Kesimpulannya, penerapan norma sosial berkontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter siswa, khususnya pada aspek kejujuran, disiplin, dan penghormatan terhadap adat istiadat. Ka
PENGARUH PERMASALAHAN SOSIAL DAN KURANGNYA DUKUNGAN ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Vena Historina Muliani; Nadya Rahmawati
Education First Journal Vol. 2 No. 1 (2026): February
Publisher : Yayasan Satya Daya Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permasalahan sosial dan kurangnya dukungan orang tua terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku online, artikel, dan sumber daring yang relevan. Fokus penelitian pada bagaimana faktor eksternal, khusus nya dukungan keluarga dan kondisi sosial siswa, dalam mempengaruhi hasil belajar siswa. Pengaruh sosial dan kurangnya dukungan dalam pencapaian hasil belajar siswa sangat berpengaruh pada hasil belajar siswa. Dimana siswa akan merasa kurang termotivasi, malas dan mudah menyerah dikarenakan kurangnya dukungan dan motivasi dari orang tua. Maka dari itu dukungan orang tua berperan penting dalam meningkatkan motivasi, semangat belajar dan kepercayaan siswa dalam belajar. Dukungan orang tua terhadap siswa meliputi seperti perhatian, menyediakan fasilitas belajar yang memadai, bimbingan dalam mengerjakan tugas. Semakin tinggi dukungan maka semakin semangat siswa dalam belajar dan meraih hasil belajar yang bagus. Di sisi lain permasalahan sosial seperti bullying, kesenjangan ekonomi, lingkungan tempat belajar yang tidak kondusif memiliki dampak negatif terhadap siswa. Khususnya dalam konsentrasi dan prestasi siswa dalam belajar. Permasalahan sosial yang dialami seringkali membuat mereka malas dalam belajar, kurang fokus dan stress. Berdasarkan sintesis literatur dapat disimpulkan bahwa dukungan orang tua sangat berpengaruh signifikan yang positif terhadap hasil belajar IPS. Sementara itu permasalahan sosial memberikan pengaruh negatif. Kedua faktor ini saling berinteraksi, dimana peran orang tua dapat menjadi penyeimbang dalam mengatasi sampaikan buruk tersebut. Oleh karena itu, kolaborasi antara sekolah dan keluarga sangat diperlukan agar siswa mampu mencapai hasil belajar IPS yang optimal.
PERAN KETERAMPILAN MENTAL DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Farrel Gumelar; Yusup Hadi Permana
Education First Journal Vol. 2 No. 1 (2026): February
Publisher : Yayasan Satya Daya Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan mental dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang dalam mengatur pola pikir, emosi, dan tindakan guna meraih tujuan yang telah ditetapkan. Dalam dunia pendidikan, keterampilan ini berfungsi penting karena mampu memengaruhi tingkat konsentrasi, kepercayaan diri, kemampuan berkreasi, serta semangat belajar peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis pengaruh keterampilan mental terhadap motivasi belajar siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Darma. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa keterampilan mental yang positif, seperti kesadaran diri, keyakinan diri, penghargaan terhadap diri, kemampuan berpikir kreatif, serta motivasi intrinsik, memberikan kontribusi terhadap peningkatan semangat belajar siswa. Kurangnya penguasaan keterampilan mental dapat menimbulkan hambatan dalam menjaga perhatian, mengurangi tingkat kepercayaan diri, serta berakibat pada menurunnya prestasi belajar siswa. Dengan demikian, pendidik diharapkan berperan dalam menciptakan iklim belajar yang mendukung, memberikan perhatian emosional, serta menyusun strategi pembelajaran yang mampu menumbuhkan perkembangan keterampilan mental peserta didik Kata kunci: Harga Diri; Keterampilan
PENGARUH LINGKUNGAN SEKOLAH DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN SISWA DI ERA MODERN Adinda Rahmawati; Linda Ade Rahmawati; Ainun Rahmawati; Anis Kirana Lestari; Ira Nur Fakhira; Rehan Adittya Ramadhan
Education First Journal Vol. 2 No. 1 (2026): February
Publisher : Yayasan Satya Daya Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to examine the influence of the school environment on the personality development of elementary school students. A conducive school environment, supported by school culture, teacher role models, principal leadership, and the use of learning technology, plays an important role in instilling character values such as discipline, responsibility, and tolerance. In addition, support from families and the community strengthens students’ character development. However, the modern era also presents challenges in the form of shifting values. Therefore, adaptive character education through synergy among schools, families, and the social environment is needed. Such synergy is the key to shaping elementary school students with noble character who are prepared to face the challenges of the modern era. Modernization and technological development bring both positive impacts and challenges to character formation in elementary school students. This study also aims to examine the influence of the educational environment (family, school, and community) and discipline on students’ character development and learning motivation in the modern era.

Page 1 of 2 | Total Record : 11