cover
Contact Name
Riki Muhamad Fadilah
Contact Email
riki@umkuningan.ac.id
Phone
+6282315404844
Journal Mail Official
educationfirstjournal@gmail.com
Editorial Address
Yayasan Satya Daya Insani in affiliation with the Faculty of Teacher Training and Education - Universitas Sindangkasih Majalengka JL. Lingkar Bayuning, Perum Quanta2 Blok C08/01, Kuningan, Jawa Barat 45561
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Education First Journal
ISSN : -     EISSN : 31108032     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Education First Journal is an academic journal that focuses on studies, innovations, and developments in the field of education. This journal aims to be a forum for scientists, researchers, and education practitioners to publish research results and critical thinking related to educational theory, policy, and practice at various levels and contexts. Education First Journal covers a variety of topics, such as learning strategies, curriculum, educational technology, educational evaluation, and the development of pedagogy in the digital era. With a strict and scientific-based review process, this journal is committed to contributing to improving the quality of education and supporting the exchange of ideas in the academic community. The scope of Education First Journal includes, but is not limited to, the following areas: primary education, social education, mathematic education, technology education. Education First Journal particularly encourages contributions that bridge theory and practice, and that reflect innovation, inclusivity, and relevance to the evolving needs of English language education worldwide.
Articles 22 Documents
PERAN GURU DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN SISWA DI ERA DIGITAL Dina Munawaroh Dina Munawaroh; Agnia Lailatul Maspupah; Endah Nurfitri; Gilang Ramadan; Regit S Salsa Alpadiah; Zeni Nurfitriah
Education First Journal Vol. 2 No. 1 (2026): February
Publisher : Yayasan Satya Daya Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era digital membawa pengaruh besar terhadap pembentukan kepribadian siswa, baik dari segi sikap, perilaku, maupun nilai moral. Kondisi ini menuntut peran guru yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pembinaan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam membentuk kepribadian siswa di era digital. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan dalam menanamkan nilai moral, etika, tanggung jawab, serta literasi digital melalui integrasi pendidikan karakter dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, guru memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian siswa agar mampu menghadapi tantangan era digital secara bijak dan bertanggung jawab.
ANALISIS TEORI KECERDASAN MAJEMUK HOWARD GARDNER SERTA RELEVANSI DAN IMPLIKASI DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR Gina Faojina; Ilah Nurlaelah
Education First Journal Vol. 2 No. 1 (2026): February
Publisher : Yayasan Satya Daya Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori kecerdasan majemuk sangat penting diterapkan pada pembelajaran di sekolah dasar, karena terbukti berdampak positif bagi perkembangan peserta didik. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk Menganalisis Teori Kecerdasan Majemuk Howard Gardner Serta Relevansi Dan Implikasi Dalam Pembelajaran IPS Di Sekolah Dasar. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian literatur review. Sumber data meliputi artikel jurnal, skrpsi dan publikasi akademik lain yang membahas teori Gardner. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data seperti Google Scholar. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan multiple intelligences dalam pembelajaran di Sekolah Dasar terbukti berdampak positif bagi perkembangan peserta didik. bahwa strategi pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan teori multiple intelligences secara efektif meningkatkan hasil belajar dan motivasi siswa. pendekatan kecerdasan majemuk dapat meningkatkan motivasi belajar karena proses pembelajaran disesuaikan dengan gaya dan karakteristik tiap peserta didik. Selain itu pembelajaran multiple intellegence dapat meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan siswa dalam pembelajaran, dan prestasi akademik.
PENERAPAN METODE KELOMPOK INVESTIGASI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS RESENSI NOVEL Intan Aeni; Rosi Gasanti; Asih Wiarsih
Education First Journal Vol. 2 No. 1 (2026): February
Publisher : Yayasan Satya Daya Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesian language learning is a process in teaching language skills that has an important role in it, by mastering language skills. One of them is writing skills, as for students' problems in writing, namely the lack of students' ability to express ideas, and the lack of students' understanding of linguistic rules is also an influencing factor. In addition, in writing there are other problems such as the inappropriate use of methods or strategies that result in learning activities tending to be boring and making students less able to be more active in the learning process. The purpose of this study was to see how learning to write novel reviews for class XI MIPA 1 MAN 4 Tasikmalaya students before and after applying the investigation group method and to find out the results of applying the investigation group method in learning to write novel reviews for class XI MIPA 1 MAN 4 Tasikmalaya students. A quantitative approach with an experimental model through a one group pretest-posttest design was used in this study. The sampling technique used was a purposive sampling technique, while the sample taken was 22 students of class XI MIPA 1. The data collection technique in this study was through tests and documentation. The data analysis technique used a paired samples t-test and prerequisite tests, namely the normality test and homogeneity test on SPSS 26.0. The results of this study indicate that there are significant results with the application of the investigation group method in learning to write novel reviews and are proven by the value of the results of writing reviews of class XI MIPA 1 students after applying the investigation group method with an average result value of 92.05 from the previous value of 66.5
ANALISIS TEORI EVALUASI PENDIDIKAN RALPH W. TYLER SERTA IMPLIKASINYA DALAM EVALUASI PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR Tiara Maulidina; Ajeng Tri Hapsari; Achmad Firas Faishal Firdaos; Asep Usamah
Education First Journal Vol. 2 No. 2 (2026): August
Publisher : Yayasan Satya Daya Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi pendidikan memiliki peran penting dalam menentukan tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran. Salah satu teori yang berpengaruh dalam bidang evaluasi pendidikan adalah teori evaluasi yang dikemukakan oleh Tyler. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teori evaluasi pendidikan Tyler serta implikasinya dalam evaluasi pembelajaran IPS di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan memanfaatkan berbagai sumber seperti artikel jurnal, buku, dan publikasi akademik lainnya yang membahas teori evaluasi pendidikan Tyler. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori evaluasi Tyler menempatkan tujuan pembelajaran sebagai dasar utama dalam pelaksanaan evaluasi. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran telah tercapai melalui penggunaan instrumen evaluasi yang sesuai. Dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar, teori Tyler berimplikasi pada penyusunan alat evaluasi yang selaras dengan tujuan pembelajaran, pengukuran hasil belajar, penentuan ketercapaian tujuan pembelajaran, serta perbaikan proses pembelajaran berdasarkan hasil evaluasi. Dengan demikian, teori evaluasi pendidikan Tyler masih relevan dan dapat dijadikan landasan dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran IPS di sekolah dasar.
ANALISIS TEORI KONSTRUKTIVISME LEV VYGOTSKY SERTA RELEVANSI DAN IMPLIKASINYA DALAM MENINGKATKAN CAPAIAN PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR Tita Salamatul Aslamiyah; Heni Nuraeniah; Aam Aminudin; Linda Ade Rahmawati
Education First Journal Vol. 2 No. 2 (2026): August
Publisher : Yayasan Satya Daya Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori konstruktivisme sosial Lev Vygotsky memegang peranan mendasar dalam menumbuhkan potensi individu melalui proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep dasar, gagasan inti, dan implikasi praktis teori tersebut dalam pembelajaran IPS di Sekolah Dasar dengan menggunakan metode literatur review. Temuan menunjukkan bahwa kerangka teori Vygotsky bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Zone of Proximal Development (ZPD), scaffolding, dan interaksi sosial, yang kesemuanya menegaskan pentingnya lingkungan sosial dalam membentuk perkembangan kognitif peserta didik. Ketika diterapkan dalam pembelajaran IPS, pendekatan ini berhasil mengubah peserta didik dari penerima pengetahuan yang pasif menjadi partisipan aktif yang membangun pemahamannya sendiri melalui kegiatan inkuiri, diskusi kelompok, dan tugas kolaboratif. Selain itu, teori ini menumbuhkan kompetensi abad ke-21 yang esensial, meliputi berpikir kritis, komunikasi efektif, dan kerja sama, sehingga berkontribusi nyata terhadap peningkatan capaian belajar IPS peserta didik di jenjang Sekolah Dasar.
TEORI MASTERY LEARNING BENJAMIN BLOOM DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR Siska Ayu Rahmadani; Alvina Delianti; Husni Mubarok; Ita Yusritawati
Education First Journal Vol. 2 No. 2 (2026): August
Publisher : Yayasan Satya Daya Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar memiliki peran penting dalam membentuk pengetahuan, sikap, dan keterampilan sosial peserta didik. Namun, perbedaan kemampuan belajar siswa sering menyebabkan ketuntasan belajar belum tercapai secara optimal. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis teori Mastery Learning yang dikemukakan oleh Benjamin Bloom serta mengkaji relevansinya terhadap pembelajaran IPS di Sekolah Dasar, khususnya dalam penggunaan modul pembelajaran IPS di kelas rendah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan literature review. Data diperoleh melalui kajian berbagai sumber pustaka yang relevan, seperti buku, artikel jurnal, prosiding, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori Mastery Learning menekankan pencapaian ketuntasan belajar melalui pemberian waktu belajar yang memadai, umpan balik yang berkelanjutan, serta kegiatan remedial dan pengayaan sesuai kebutuhan peserta didik. Penerapan teori ini dalam pembelajaran IPS dinilai relevan karena dapat mengakomodasi perbedaan kemampuan belajar siswa, membantu pemahaman konsep secara bertahap, serta mendukung penggunaan modul pembelajaran yang lebih terstruktur dan berpusat pada peserta didik. Oleh karena itu, teori Mastery Learning dapat menjadi salah satu landasan dalam mengembangkan pembelajaran IPS yang efektif di kelas rendah Sekolah Dasar
TEORI BEHAVIORISME JOHN B. WATSON SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR Mega Raya Nur Khalifah; Aas Siti Ainul Muawanah; Yoga Sunandar; Dina Munawaroh; Hendi Murtadoilah
Education First Journal Vol. 2 No. 2 (2026): August
Publisher : Yayasan Satya Daya Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori behaviorisme John B. Watson memiliki peran penting dalam memahami proses pembelajaran yang menekankan hubungan antara stimulus dan respons dalam pembentukan perilaku peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teori behaviorisme John B. Watson serta relevansi dan implikasinya dalam pengembangan model pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (literature review) dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah dari jurnal nasional maupun internasional yang diperoleh melalui Google Scholar dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori behaviorisme Watson relevan diterapkan dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar karena mampu membentuk perilaku sosial peserta didik melalui stimulus, pembiasaan, dan penguatan (reinforcement). Penerapan prinsip tersebut dapat meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial siswa. Dengan demikian, teori behaviorisme Watson dapat menjadi dasar pengembangan model pembelajaran IPS yang tidak hanya berfokus pada penguasaan konsep, tetapi juga pada pembentukan karakter dan perilaku sosial peserta didik.
ANALISIS TEORI DISCOVERY LEARNING JEROME BRUNER SERTA RELEVANSINYA TERHADAP MATERI IPS  DI KELAS RENDAH SEKOLAH DASAR Destafany Nabila Azhar; Iyam Siti Maryam; Muhammad Dzulfikar Maulana; Herayanti
Education First Journal Vol. 2 No. 2 (2026): August
Publisher : Yayasan Satya Daya Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPS di kelas rendah sekolah dasar masih sering disampaikan secara konvensional yang mengakibatkan siswa kurang aktif dan sulit memahami konsep secara bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis materi IPS di kelas rendah sekolah dasar berdasarkan teori Discovery Learning Jerome Bruner, menguraikan relevansi teori tersebut terhadap karakteristik materi dan siswa kelas rendah, serta menunjukkan implikasinya dalam praktik pembelajaran IPS di sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian literatur review. Sumber data meliputi artikel jurnal, skripsi, dan publikasi akademik lain yang relevan. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar dengan kata kunci Discovery Learning, Jerome Bruner, materi IPS kelas rendah, dan pembelajaran IPS sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi IPS di kelas rendah yang bersifat kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa sangat sesuai untuk dipelajari melalui model Discovery Learning. Melalui tahapan stimulasi, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan, siswa dapat membangun pemahaman secara bertahap sesuai perkembangan kognitif mereka. Implementasi model ini terbukti meningkatkan hasil belajar, motivasi, keaktifan, dan kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran IPS di kelas rendah.
ANALISIS TEORI PROGRESIVISME JOHN DEWEY SERTA RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR Ana Faizatul Hasanah; Khodijah Siti Rohillah; Salwa Salsabila Danisa; lanlan Muhria; Hendi Murtadoilah
Education First Journal Vol. 2 No. 2 (2026): August
Publisher : Yayasan Satya Daya Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori Progresivisme yang dikemukakan oleh John Dewey menekankan pentingnya pengalaman belajar, aktivitas, dan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis teori Progresivisme John Dewey serta relevansinya terhadap pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (literature review) dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah, buku, dan publikasi akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori Progresivisme menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif melalui prinsip learning by doing. Penerapan teori ini dalam pembelajaran IPS mampu meningkatkan keaktifan, kreativitas, keterampilan sosial, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Selain itu, pembelajaran menjadi lebih bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Dengan demikian, teori Progresivisme John Dewey memiliki relevansi yang kuat sebagai landasan pengembangan pembelajaran IPS di Sekolah Dasar.
ANALISIS TEORI PEMBELAJARAN SOSIAL ALBERT BANDURA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR Ratih Aulia Rahmayana; Eliya Susanti; Azriel Hilmi Guspazri; Nanan Abdul Manan
Education First Journal Vol. 2 No. 2 (2026): August
Publisher : Yayasan Satya Daya Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam pendidikan dasar karena berperan dalam membentuk sikap dan perilaku peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis Teori Pembelajaran Sosial Albert Bandura, mengkaji relevansinya terhadap pembentukan karakter siswa sekolah dasar, serta menjelaskan implikasinya dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Teori Pembelajaran Sosial menekankan proses belajar melalui observasi, imitasi, dan interaksi sosial yang didukung oleh perhatian, retensi, mereproduksi perilaku, penguatan, dan motivasi. Teori ini memiliki relevansi yang kuat terhadap pembentukan karakter karena peserta didik cenderung meniru perilaku yang ditunjukkan oleh guru, orang tua, dan teman sebaya sebagai model sosial. Dalam pembelajaran IPS, penerapan teori ini dapat menumbuhkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, toleransi, dan kepedulian sosial. Dengan demikian, Teori Pembelajaran Sosial Albert Bandura memberikan landasan konseptual yang kuat dalam mendukung pembentukan karakter siswa sekolah dasar melalui pembelajaran IPS.

Page 2 of 3 | Total Record : 22