cover
Contact Name
Hilalludin
Contact Email
hilalluddin34@gmail.com
Phone
+6281999248333
Journal Mail Official
hilalluddin34@gmail.com
Editorial Address
bantek, Bagik payung Lombok timur
Location
Kab. sumbawa barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
ISSN : 31235026     EISSN : 31235026     DOI : -
Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam [ISSN: 3123-5026] adalah jurnal akses terbuka yang diterbitkan oleh PT RisTekUtama (Riset Cendikia Teknologi Utama). Jurnal ini menjadi wadah untuk menyebarluaskan hasil penelitian ilmiah, kajian konseptual, serta pemikiran kritis di bidang hukum Islam, peradaban Islam, dan isu-isu kontemporer yang berkaitan dengan penerapan syariat Islam dalam masyarakat. Artikel-artikel yang diterbitkan dapat berasal dari akademisi, peneliti, praktisi hukum, maupun pemerhati studi keislaman. Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam menerima naskah berupa artikel hasil penelitian, tinjauan pustaka, studi kasus, maupun diskusi ilmiah. Semua naskah yang masuk akan melalui proses tinjauan sejawat (peer-review) secara double-blind oleh para reviewer nasional maupun internasional yang kompeten di bidangnya. Jurnal ini terbit tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Juni dan Oktober. Artikel yang telah dinyatakan diterima akan ditampilkan terlebih dahulu pada bagian In-Press sebelum diterbitkan secara resmi. Seluruh proses penerbitan dilakukan secara daring.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 16 Documents
Pemikiran Pendidikan Imam Muhammad Abduh Dan Peranannya Dalam Pembaruan Sistem Pendidikan Islam Anida Haya fadhila; Nur Apriyanto
IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol 2 No 01 (2026): Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imam Muhammad Abduh adalah salah satu tokoh penting dalam reformasi Islam yang memberikan dampak besar terhadap perkembangan pemikiran pendidikan Islam di akhir abad ke19 dan awal abad ke 20. Gagasan pendidikannya muncul sebagai reaksi terhadap kemunduran umat Islam yang disebabkan oleh stagnasi pemikiran, taqlid yang tidak kritis, serta sistem pendidikan tradisional yang tidak mampu mengikuti perubahan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran pendidikan Imam Muhammad Abduh dan kontribusinya dalam mereformasi sistem pendidikan Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menganalisis karya-karya Abduh serta tulisan-tulisan terkait. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa Abduh menekankan pentingnya penggabungan antara ilmu agama dan ilmu rasional, pengembangan akal sebagai cara untuk memahami ajaran Islam, serta pembaruan dalam kurikulum dan metode pengajaran. Ia juga mendorong perkembangan lembaga pendidikan Islam, terutama Al-Azhar, agar mampu menghasilkan generasi Muslim yang berpikir rasional, progresif, dan berakhlak baik. Pemikiran pendidikan Imam Muhammad Abduh memiliki dampak yang besar terhadap reformasi pendidikan Islam di kalangan umat Muslim dan tetap relevan untuk menghadapi tantangan pendidikan masa kini.
Urgensi Kemampuan Finansial Dalam Menopang Aktivitas Keilmuan: Analisis Pemikiran Islam Shinta Lestari; Nur Aprianto
IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol 2 No 01 (2026): Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan finansial memiliki posisi strategis dalam menopang perkembangan aktivitas keilmuan dalam tradisi pemikiran Islam. Akses terhadap sumber daya ekonomi memungkinkan penuntut ilmu memenuhi kebutuhan dasar kehidupan, menyediakan waktu belajar yang lebih luas, serta memperoleh sarana pendukung pengembangan intelektual. Tanpa kestabilan ekonomi, proses pencarian ilmu sering terganggu oleh tekanan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Dalam sejarah Islam, dukungan finansial menjadi motor penting lahirnya ulama besar melalui patronase negara, sistem wakaf pendidikan, dan kemandirian ekonomi sarjana. Banyak ulama menggabungkan etos kerja, kejujuran profesional, dan komitmen spiritual agar ilmu tetap bermartabat serta bebas dari ketergantungan tidak sehat. Penelitian ini menganalisis hubungan stabilitas finansial dan produktivitas keilmuan dengan menelusuri dasar normatif Al-Qur’an dan hadis, pandangan ulama klasik tentang kerja, zuhud proporsional, dan kemandirian materi. Implikasi praktis diarahkan pada penguatan ekosistem intelektual Muslim kontemporer melalui kebijakan pendidikan, riset berkelanjutan, dan pengelolaan sumber daya. Hasil kajian menunjukkan kemampuan finansial merupakan bagian integral ekosistem keilmuan Islam yang menuntut keseimbangan ketakwaan, profesionalitas akademik, dan kemandirian ekonomi berkelanjutan. Pendekatan ini menegaskan bahwa kesejahteraan material yang dikelola secara etis dapat memperkuat keberlanjutan tradisi ilmiah, memperluas akses pendidikan, serta melahirkan generasi cendekiawan yang mandiri, kritis, dan bertanggung jawab sosial bagi masyarakat Muslim global pada era modern saat ini dan masa depan berkelanjutan. 
Pendekatan Eksistensialisme Martin Heidegger Dalam Pengembangan Teori Dan Praktik Keilmuan Pendidikan Hilalludin Hilalludin
IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol 2 No 01 (2026): Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan eksistensialisme Martin Heidegger dalam pengembangan teori dan praktik keilmuan pendidikan. Eksistensialisme Heidegger menempatkan manusia sebagai makhluk yang sadar akan keberadaannya (Dasein) dan memiliki tanggung jawab dalam memaknai hidupnya. Dalam konteks pendidikan, pendekatan ini menekankan bahwa peserta didik bukan sekadar objek pembelajaran, tetapi subjek aktif yang mengalami proses pencarian makna diri melalui pengalaman belajar. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis karya-karya Heidegger, literatur filsafat pendidikan, serta jurnal ilmiah yang relevan. Teknik analisis data menggunakan analisis isi dan interpretasi filosofis untuk menemukan relevansi konsep eksistensialisme terhadap pengembangan pendidikan modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan eksistensialisme mampu memberikan arah baru dalam pendidikan yang lebih humanis, reflektif, dan kontekstual. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan kesadaran diri, tanggung jawab moral, dan keotentikan individu. Dalam era digital yang ditandai dengan krisis identitas dan disorientasi nilai, pendekatan ini menjadi penting untuk mengembalikan fungsi pendidikan sebagai proses pemanusiaan manusia. Dengan demikian, pemikiran Heidegger dapat menjadi landasan filosofis dalam membangun sistem pendidikan yang lebih bermakna dan berorientasi pada pengembangan manusia secara utuh.
Mukjizat Al-Qur’an Dan Kebenaran Sains Hilalludin Hilalludin
IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol 2 No 01 (2026): Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara mukjizat ilmiah dalam Al-Qur'an dengan kebenaran sains modern sebagai upaya memperkuat paradigma integrasi antara wahyu dan ilmu pengetahuan. Kajian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur tafsir, buku ulumul Qur’an, jurnal ilmiah, serta referensi sains modern yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa banyak ayat Al-Qur’an yang mengandung isyarat ilmiah terkait penciptaan manusia, perluasan alam semesta, serta fenomena alam lainnya yang sejalan dengan temuan sains modern. Hal ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai pedoman spiritual, tetapi juga sebagai sumber inspirasi ilmiah yang mendorong manusia untuk berpikir kritis dan melakukan penelitian. Integrasi antara wahyu dan sains memiliki peran penting dalam membangun paradigma pendidikan Islam yang seimbang antara rasionalitas dan spiritualitas. Dengan pendekatan integratif tersebut, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan moral dan keimanan yang kokoh. Kajian ini menegaskan bahwa kemajuan sains bukanlah ancaman bagi agama, melainkan sarana untuk semakin menguatkan keyakinan terhadap kebesaran Allah SWT serta kebenaran wahyu-Nya.
Pendekatan Emansipatoris Jurgen Hubermas Dalam Pengembangan Teori Dan Praktik Keilmuan Pendidikan Adel Vieka Octamiana
IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol 2 No 01 (2026): Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan emansipatoris yang dikemukakan oleh Jürgen Habermas menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai proses pembebasan manusia dari berbagai bentuk dominasi melalui refleksi kritis dan komunikasi yang rasional. Pendekatan ini relevan dalam dunia pendidikan karena membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir mandiri, kritis, serta memahami realitas sosial secara lebih objektif dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep pendekatan emansipatoris Habermas dalam pendidikan, mengkaji peran pemikirannya dalam pengembangan teori dan metode pendidikan yang bersifat kritis-dialogis, serta mengidentifikasi penerapan prinsip-prinsip emansipatoris dalam pembelajaran di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, melalui analisis terhadap karya-karya Jürgen Habermas dan berbagai literatur pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan emansipatoris Habermas memberikan landasan teoretis yang kuat bagi pengembangan paradigma pendidikan kritis, di mana proses pembelajaran dipahami sebagai komunikasi yang setara dan bebas dari dominasi. Dalam kerangka tindakan komunikatif, guru dan peserta didik diposisikan sebagai subjek yang sama-sama aktif dalam proses dialog, penilaian argumen, dan pencarian pemahaman bersama. Penerapan prinsip emansipatoris dalam pembelajaran tampak melalui penggunaan metode diskusi, kerja sama, pembelajaran berbasis masalah, serta peran guru sebagai fasilitator dan intelektual transformatif. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan emansipatoris Habermas mampu mengarahkan pendidikan menjadi proses yang demokratis, partisipatif, dan reflektif, sehingga berfungsi sebagai sarana pemberdayaan dan pembebasan peserta didik.
Analisis Kebijakan Kurikulum Nasional dalam Kerangka Ideologi dan Tujuan Pendidikan Nasional Hilalludin Hilalludin; Laelatul Badriah
IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol 2 No 01 (2026): Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Self Regulated Learning (SRL) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam serta implikasinya terhadap peningkatan kemandirian belajar peserta didik. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya kemampuan peserta didik dalam mengelola proses belajar secara mandiri, seperti kurangnya perencanaan belajar, lemahnya kontrol diri selama pembelajaran, serta rendahnya kemampuan refleksi terhadap hasil belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (Systematic Literature Review). Data dikumpulkan melalui penelusuran berbagai sumber literatur ilmiah seperti jurnal nasional dan internasional, buku akademik, serta dokumen penelitian yang relevan dengan konsep SRL dalam pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SRL dalam pembelajaran PAI dapat meningkatkan kesadaran belajar, tanggung jawab akademik, serta kemampuan pengendalian diri peserta didik. Selain itu, integrasi strategi SRL seperti perencanaan belajar, monitoring proses belajar, dan evaluasi diri terbukti mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran PAI secara berkelanjutan. Penelitian ini juga menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai fasilitator dalam membimbing peserta didik mengembangkan kemampuan regulasi diri. Dengan demikian, implementasi SRL menjadi salah satu pendekatan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI yang adaptif terhadap tantangan pendidikan modern.

Page 2 of 2 | Total Record : 16