cover
Contact Name
Habibie
Contact Email
master.literaindo@gmail.com
Phone
+6285353545536
Journal Mail Official
qualivium@gmail.com
Editorial Address
Jl.H. A. Manap Lrg. Doa No.1, RT.006 RW.002, Kel.Sungai Kerjan, Kec.Bungo Dani, Kab.Bungo, Jambi, Indonesia
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Master Qualitative Research in Education
ISSN : -     EISSN : 31234062     DOI : 10.63461
Core Subject : Education,
QUALIVIUM adalah jurnal ilmiah yang ditelaah sejawat (peer-reviewed), berfokus pada pengembangan pengetahuan dalam bidang pendidikan melalui pendekatan penelitian kualitatif. Jurnal ini menjadi wadah akademik untuk publikasi hasil penelitian asli, refleksi kritis, serta kontribusi teoretis yang berakar pada tradisi kualitatif. QUALIVIUM mendorong kajian interdisipliner yang menggali fenomena pendidikan secara mendalam melalui pemahaman kontekstual, pengalaman hidup (lived experiences), serta proses penciptaan makna. Kami mengutamakan ketelitian metodologis, refleksivitas, dan inovasi dalam pendekatan kualitatif.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2025): September" : 3 Documents clear
Kesulitan Konsentrasi Siswa dalam Belajar Bahasa Indonesia: Studi Kasus Kelas V SDN 131/II SKB Fitria Rahmadani; Apdoludin Apdoludin; Dedek Helida Pitra
Master Qualitative Research in Education Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/qualivium.v12.254

Abstract

Difficulty in concentration is an obstacle experienced by students when focusing their attention on learning materials. This study was motivated by the noticeable learning concentration problems in Indonesian language lessons. The research aims to describe students’ learning concentration difficulties in Indonesian subjects, the factors influencing these difficulties, and the teachers’ efforts to overcome them. The research method employed was a case study with a qualitative approach. The study was conducted at SDN 131/II SKB from January to July with five fifth-grade students as research subjects, selected based on students’ habitual criteria and recommendations from the homeroom teacher. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that fifth-grade students at SDN 131/II SKB demonstrate uneven concentration in Indonesian language learning, as observed in their cognitive, affective, and psychomotor behaviors during the learning process. Supporting factors for students’ learning concentration include healthy physical conditions, engaging teaching methods, and non-coercive learning environments that make students feel more comfortable. Meanwhile, the factors contributing to concentration difficulties are lack of interest in the subject matter, fatigue, medical history, limited variation in teaching methods, unconducive learning environments, and peer influence. Teachers’ efforts to overcome these difficulties include recognizing students’ individual characteristics, applying the concept of reward and punishment, and fostering better study habits.  
Analisis Peran Teman Sebaya Dalam Memotivasi Belajar Siswa Sd Di Tinjau Dari Gender: Studi Kasus di SDN 197/II Pulau Pekan Pathul Ilham
Master Qualitative Research in Education Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/qualivium.v12.268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teman sebaya dalam memotivasi belajar siswa sekolah dasar, khususnya di SDN 197/II Pulau Pekan. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya interaksi sosial sebagai faktor eksternal yang signifikan dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dan observasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi yang melibatkan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran teman sebaya sangat signifikan dan multidimensional dalam memotivasi belajar siswa. Teman sebaya tidak hanya berfungsi sebagai sumber motivasi eksternal, tetapi juga sebagai sistem pendukung sosial-emosional yang meningkatkan rasa percaya diri dan mendorong kolaborasi. Ditemukan pula adanya perbedaan peran berdasarkan gender, di mana siswa laki-laki cenderung lebih terpengaruh oleh kompetisi sehat, sementara siswa perempuan lebih menekankan pada dukungan emosional dan kerjasama. Perbedaan ini menegaskan bahwa dinamika gender memengaruhi cara siswa menerima dan memberikan motivasi belajar dari teman sebayanya.
Peran Guru Dalam Pembelajaran di Madrasah Baitul Hasanah Muara Bungo Bodi Kurniawan
Master Qualitative Research in Education Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/qualivium.v12.314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam pembalajaran, peran guru sangatlah krusial dan multifaset, tidak hanya terbatas pada penyampaian materi saja, guru dituntut untuk memiliki keterampilan yang lebih luas, termasuk kemampuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, mendorong partisipasi aktif, dan mengadaptasi berbagai metode pengajaran sesuai dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dengan naramber, serta dokumentasi kegiatan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara analisis deskriptif dengan tiga cara, yaitu analisis, penyediaan data serta pembuatan kesimpulan. Berdasarkan temuan yang dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut: Dalam konteks pendidikan modern, guru berperan dalam mengembangkan keterampilan sosial dan emosional siswa, untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal dan intrapersonal mereka, guru sebagai fasilitator, motivator, pengelola dan pembimbing bagi siswa melalui kolaborasi dengan pembelajaran berbasis proyek, teknologi, dan pendekatan individual, guru dapat memfasilitasi pengalaman belajar yang lebih mendalam dan bermakna. Dengan demikian peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu membentuk karakter dan kesiapan siswa menghadapi tantangan di masa depan.

Page 1 of 1 | Total Record : 3