cover
Contact Name
I Made Dedi Mahariawan
Contact Email
piskarias@ub.ac.id
Phone
+6285738084447
Journal Mail Official
piskarias@ub.ac.id
Editorial Address
Jln. Veteran Malang, Gedung FPIK B Lt.2 65145 Jawa Timur – Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 30267617     DOI : 10.21776/ub.piskarias
Fokus dan Ruang Lingkup Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat di Bidang Perikanan dan Kelautan Meliputi: Teknologi pasca panen Aplikasi teknologi budidaya Pengolahan pasca panen Lingkungan perairan Pengabdian di usaha kenelayanan Kegiatan pengabdian pada masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil Penerapan teknologi untuk masyarakat pesisir dan kelautan Koperasi perikanan Kelompok usaha perikanan Diseminasi teknologi budidaya
Articles 39 Documents
Pemasangan Keramba Penampung untuk Meningkatkan Nilai Ekonomi Hasil Tangkapan Bagan Tancap di Desa Gejugan, Kabupaten Probolinggo: Installation Of Floating Cages to Increase The Economic Value of Lift Net Catches in Gejugan Village, Probolinggo Regency
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Sept
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2023.001.01.4

Abstract

Bagan tancap termasuk jenis alat tangkap statis. Kelebihan alat tangkap ini adalah memberi kepastian kepada nelayan lokasi penangkapan. Namun apabila nelayan tidak bijak dalam mengeksploitasi ikan maka hasil tangkapan akan menurun ataupun collapse, penyebabnya adalah bagan tancap akan sangat mengandalkan stock/ kelimpahan ikan lokal di perairan tersebut. Hal ini ditandakan dari hasil tangkapan yang terdiri dari ikan pelagis kecil, mollusca dan crustace yang daerah migrasinya sangat sempit. Selanjutnya musim puncak penangkapan organisme tidak berlangsung lama dan hal ini diperparah dengan merosotnya harga hasil tangkapan selama musim puncak. Pengabdiann bertujuan untuk membuat keramba penampung. Harapannya adalah untuk menjaga harga ikan selama musim puncak dan memberikan informasi tingkah laku ikan untuk diaplikasikan pada kegiatan penangkapan ikan. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode Participatory Action Research (PAR). Hasil dari pengabdian adalah dibuatnya keramba yang dapat menjadi tempat penampungan sementara hasil tangkapan bagan. Berdasarkan hasil pengabdian pembuatan keramba dapat disimpulkan bisa meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan bagan karena nelayan bisa menyimpan terlebih dahulu ikan pada saat harganya merosot.   Stationary lift net includes static fishing gear types. The advantage of this fishing gear is that it provides certainty to fishermen of the fishing ground. However, if fishermen are not wise in exploiting fish, the catch will decrease or collapse, the cause is that lift net will rely heavily on the stock / abundance of local fish in these waters. This is indicated by the catch consisting of small pelagic fish, mollusks and crustaces whose migration areas are very close. Furthermore, the peak season of catching organisms does not last long and this is exacerbated by falling catch prices during the peak season. One of the sollutions that can be offer is to make a container cage. The aim is to maintain fish prices during peak seasons and provide information on fish behavior to be applied to capture fisheries.
Pelatihan Pertolongan Pertama bagi Nelayan di Pantai Kondang Merak, Kabupaten Malang: First Aid Training for Fishermen at Kondang Merak Beach, Malang Regency
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Sept
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2023.001.01.5

Abstract

Pantai Kondang Merak memiliki beberapa kelompok masyarakat yang mendiami dan mengola pantai tersebut. Salah satu kelompok dan warga lokal disana adalah kelompok nelayan Bina Karya Mina. Selain mencari ikan yang merupakan mata pencaharian utama, kelompok nelayan ini juga mahir dalam hal menyelam serta snorkling. Namun dikarenakan minimnya pelatihan tentang penyelaman untuk para nelayan membuat peralatan selam yang ada disana kurang dimanfaatkan dengan baik. Pengetahuan tentang pertolongan pertama korban kecelakaan saat menyelam juga diperlukan tidak hanya saat terjadi kecelakaan pada kegiatan penyelaman nelayan, namun juga dapat bermanfaat untuk menolong wisatawan ketika terjadi kecelakaan saat snorkling ataupun berenang di pantai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok nelayan Bina Karya Mina dalam hal penyelaman khususnya pertolongan pertama korban kecelakaan di Pantai Kondang Merak, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dibagi menjadi tiga tahap kegiatan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan tahap evaluasi dan pelaporan. Tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan secara hybrid yaitu materi sosialisasi diberikan secara daring, sedangkan kegiatan praktik, sertifikasi, dan penyerahan bantuan P3K dilakukan secara luring. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan nelayan dalam bidang penyelaman. Selain itu, pada kegiatan ini juga dilakukan sosialisasi tentang peralatan P3K sebagai peralatan pendukung untuk pertolongan pertama korban kecelakaan sehingga dapat menambah kesiapsiagaan para nelayan di Pantai Kondang Merak ketika terjadi keadaan darurat   Kondang Merak Beach has several community groups that inhabit and manage the beach. One of the local community groups is Bina Karya Mina fishing group. Apart from fishing, which was their main livelihood, this group of fishermen was also proficient in diving and snorkeling. However, due to the lack of training in diving for the fishermen, the diving equipment that is there is not properly utilized. Knowledge about first aid for diving accident victims is also needed not only when a fishermen’s diving accident occurs but can also be used to help tourists when an accident occurs while snorkeling or swimming at the beach. This community service activity aimed to increase the knowledge and skills of the Bina Karya Mina fishing group in terms of diving, especially first aid for accident victims at Kondang Merak Beach, Malang Regency. This activity was divided into three stages of activity, namely the preparation, implementation, evaluation, and reporting stages. The implementation stage of this community service activity was carried out in a hybrid manner, namely socialization material was given online, while practical activities and handover of first aid assistance are carried out offline. Through this activity, it was expected to improve the ability of fishermen in the field of diving. In addition, socialization about first aid kits as supporting equipment to help accident victims was carried out as well so that they could increase the preparedness of fishermen on Kondang Merak Beach in case of an emergency.
Penerapan Budidaya Ikan Guppy (Poecilia reticulata) pada Pekarangan di Kelurahan Guntung Manggis Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan: Implementation Of Guppy (Poecilia reticulata) Fish Cultivation in Yards in Guntung Manggis Village, Banjarbaru City, South Kalimantan
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Sept
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2023.001.01.2

Abstract

Budidaya ikan Guppy (Poecilia reticulata) pada pekarangan di Kelurahan Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Mitra yang terlibat merupakan khalayak sasaran dengan mata pencaharian perkebunan dan pertanian tanaman sayuran yang berminat meningkatkan usaha dengan usaha perikanan dengan memanfaatkan pekarangan rumah yang pemanfaatan tidak optimal dan tidak bernilai ekonomi. Permasalahan saat masa produktivitas pertanian menurun sehingga menurunkan penghasilan dalam mencukupi kebutuhan rumah tangga, dan pekarangan rumah yang tidak termanfaatkan secara optimal. Solusi yang ditawarkan pemanfaatan pekarangan dalam budidaya ikan ikan hias Guppy, khalayak sasaran diberikan penyuluhan dan pelatihan serta demonstrasi percontohan budidaya ikan hias guppy. Hasil kegiatan berupa penyuluhan, percontohan dan evaluasi pengetahuan dan ketrampilan sebelum dan sesudah kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik. Hasil rerata nilai tingkat pengetahuan sebelum kegiatan adalah 7,0 dan sesudah kegiatan dilaksanakan meningkat menjadi 33,3.  Dari hasil tersebut menyatakan terjadi perubahan tingkat pengetahuan tentang budidaya ikan guppy yang cukup besar yaitu 375.71% atau tingkat pengetahuan meningkat 3,76 kali dari sebelum penyuluhan. Tingkat ketrampilan sebelum kegiatan sebesar 8.2 terjadi peningkatan menjadi 32.8 sesudah kegiatan. terjadi perubahan tingkat ketrampilan terhadap budidaya ikan guppy yang cukup besar yaitu 300% atau tingkat ketrampilan meningkat sebanyak 3 kali dari sebelum pelaksanaan kegiatan.   Guppy fish cultivation in the yard in Guntung Manggis Village, Landasan Ulin District, Banjarbaru City, South Kalimantan Province. The partners involved are the target audience with a livelihood from plantations and vegetable farming who are interested in increasing their business with aquaculture businesses by utilizing yards that are not optimally utilized and have no economic value. The problem is when agricultural productivity declines, thereby reducing income to meet household needs, and yards that are not utilized optimally. The solution offered is the use of yards in the cultivation of ornamental guppy fish, the target audience is given counseling and training as well as pilot demonstrations of ornamental guppy fish cultivation. The results of the activities are in the form of counseling, piloting and evaluation of knowledge and skills before and after the activity can be implemented properly. Results the mean value of the level of knowledge before the activity was 7.0 and after the activity was carried out it increased to 33.3. From these results it was stated that there was a change in the level of knowledge about guppy fish cultivation which was quite large, namely 375.71% or the level of knowledge increased 3.76 times from before counseling. The skill level before the activity was 8.2, there was an increase to 32.8 after the activity. There is a significant change in the level of skill for guppy fish cultivation, namely 300% or the skill level has increased 3 times from before the implementation of the activity
Introduksi Good Manufacturing Practices dan Pemasaran Online Hasil Olahan Ikan Budidaya Budikdamber Pokhlasar Kota Kediri: Introducing The Good Manufacturing Practices and Online Marketing Of Processed Fish From Budikdamber
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Sept
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2023.001.01.1

Abstract

Pengolahan ikan lele Pokhlasar Bankid Sejahtera untuk menghasilkan sistem keamanan produk dan mutu yang baik maka membutuhkan introduksi Good Manufacturing Practice (GMP). Selain itu membutuhkan kemudahan dalam memasarkan hasil produksi olahan melalui pendampingan teknik pemasaran online. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan kualitas produk olahan ikan lele dan memperluas jaringan pemasaran melalui pemasaran online. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan pendampingan dengan sasaran anggota pokhlasar sebanyak 40 orang. Kegiatan introduksi dibutuhkan oleh Pokhlasar Bankid Sejahtera karena masih belum menerapkan proses pengolahan yang baik sehingga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan dan melalui pemasaran online jangkauan pemasaran lebih meluas. Hasil evaluasi tingkat keberhasilan dalam memahami materi GMP sebanyak 84,21% anggota mengalami peningkatan pemahaman dari awal skor rata-rata 51,58 menjadi 74,47. Sedangkan materi mengenai pemasaran online menghasilkan tingkat keberhasilan sebanyak 78,95% anggota mengalami peningkatan pemahaman dari awal skor rata-rata 37,37 menjadi 77,11. Hasil pendampingan pemasaran online melalui media sosial (Tik Tok) menghasilkan peningkatan penjualan dan setiap melakukan live minimal 600 viewer. Pokhlasar Bankid Sejahtera menghasilkan persentase nilai GMP sebesar 90,5% artinya bahwa telah menjalankan GMP dengan baik.   Implementing Good Manufacturing Practices (GMP) was needed for Catfish product processing at Poklahsar Bankid Sejahtera to achieve food safety standards and produce good quality products. Moreover, Poklahsar Bankid Sejahtera needs convenience in marketing its products through the online marketing strategy. This community service activity aimed to improve the quality of catfish-processed products and expand their network marketing through online marketing. The method used in this community service activity was lecturing and accompanying 40 members of Poklahsar Bankid Sejahtera as target audiences. Poklahsar Bankid Sejahtera needs this activity to apply an exemplary manufacturing process. It may increase customer loyalty and reach a more comprehensive customer by doing online marketing. The assessment result by evaluating an audience's understanding of GMP subject is increasing as much as 84,21% since their scores improved from 51,58 on their pre-assessment to 74,47. Then, the assessment result from the audience's understanding of online marketing increased by 78,95% since their scores improved from 37,37 on their pre-assessment to 77,11. The result of online marketing accompaniment through social media (Tik Tok) experienced a significant increase in sales and reached 600 live viewers on Tik Tok. The results in applying GMP in Poklahsar Bankid Sejahtera was 90.5%, which means they have implemented it well.
Pelatihan Teknik Pengemasan Vakum pada Produk Nugget Ikan di UMKM Sumber Rejeki, Trenggalek: Vacuum Packaging Training for Fish Nugget Product at UMKM Sumber Rejeki, Trenggalek
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Sept
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2023.001.01.3

Abstract

Ikan merupakan salah satu bahan pangan yang cukup mudah didapatkan di Indonesia. Hasil perikanan tangkap dapat dikonsumsi dalam bentuk segar dan diolah menjadi berbagai bentuk pangan. Pengolahan ini dilakukan untuk memperpanjang daya simpannya (shelf-life) dan menimbulkan perubahan cita rasa dan tampilan pada produk. Salah satu komoditi hasil perikanan yang potensial sebagai bahan pangan sumber protein yang dapat diolah menjadi bentuk pangan lain adalah ikan tuna (Thunnus sp.). Kabupaten Trenggalek, merupakan salah satu daerah penghasil ikan cakalang, ikan tongkol dan ikan tuna. Hasil tangkapan ini menjadi potensi bagi warga sekitar dalam pengolahannya untuk meningkatkan mutu ikan yang kemudian mendukung peningkatkan taraf perekonomian. Namun, masih terdapat kendala berupa minimnya pengetahuan masyarakat khususnya pelaku usaha UMKM Sumber Rejeki dalam pengemasan produk olahan, sehingga produksi olahan ikan tidak dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama dan dipasarkan keluar wilayah Trenggalek. Oleh karena itu, akan dilakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini berupa pelatihan teknik pengemasan vakum pada produk nugget ikan di UMKM Sumber Rejeki, Trenggalek. Metode pengabdian yang digunkan berupa pengajaran dan pelatihan, yakni sosialisasi pembuatan nugget dan simulasi pembuatan serta pengemasan nugget.   Fish is a food ingredient that is quite easy to find in Indonesia. Capture fisheries products can be consumed in fresh form and processed into various forms of food. This processing is done to extend its shelf-life and cause changes in the taste and appearance of the product. One of the potential fishery product commodities as a food source of protein which can be processed into other forms of food is tuna (Thunnus sp.). In East Java Province, Trenggalek Regency is one of the areas producing Skipjack tuna, mackarel and Blue fin tuna. The amount of fish caught is a potential for local residents in order to improve the quality of fish and also become a business opportunity to increase the level of the economy. However, there are still obstacles in the lack of knowledge, especially in the packaging of processed products, so that processed fish production cannot be stored for a long time and marketed outside Trenggalek area. Therefore, Community Service activities will be carried out in the form of training on vacuum packaging techniques for fish nugget products at Sumber Rejeki UMKM, Trenggalek. Method that used teaching and training, namely socialization of nugget making and simulation of making and packaging nuggets.
Pendampingan Budidaya Ikan Lele Dan Belut Untuk Lumbung Ketahanan Pangan Kelurahan Arjosari: Assistance In Cultivating Catfish And Eel For “Lumbung Ketahaan Pangan” In Arjosari Urban Village
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Dese
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2023.001.02.1

Abstract

Ikan lele merupakan salah satu komoditas perikanan yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Ikan ini memiliki harga yang murah sehingga benyak dimintai oleh masyarakat. Ikan lele merupakan ikan yang mudah dibudidayakan. Ikan ini memiliki ketahanan hidup yang baik sehingga dalam budidayanya dapat dilakukan oleh masyarakat pada umumnya. Budidaya ikan lele dapat dilakukan dalam skala rumah tangga, industri kecil maupun dalam skala besar. Ikan belut sawah merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang potensial untuk dikembangkan sebagai ikan budidaya di masa mendatang. Saat ini ikan belut sawah telah dimanfaatkan sebagai sumber protein. Di Indonesia belum banyak dilakukan, padahal permintaan ikan belut terus meningkat setiap tahunSelama ini kegiatan lumbung ketahanan pangan masih terbatas pada pertanian saja, sedangkan untuk menciptakan ketahanan pangan juga dibutuhkan dari sector perikanan budidaya. Lumbung ketahanan pangan telah memiliki 2 kolam terpal untuk budidaya lele namun belakangan ini terdapat kerusakan pada kolam tersebut sehingga kegiatan budidaya lele harus terhenti karena biaya perbaikan yang cukup mahal. Oleh karena itu, melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya berupaya menyelesaikan permasalahan tersebut dengan memberikan bantuan berupa kolam terpal, benih lele dan belut beserta pakannya serta memberikan pelatihan budidaya lele dan belut.   Catfish is one of the fishery commodities that is popular with Indonesian people. This fish has a cheap price so it is often requested by the public. Catfish is a fish that is easy to cultivate. This fish has good survival so that its cultivation can be carried out by the general public. Catfish cultivation can be done on a household scale, small industry or large scale. Rice eels are a type of freshwater fish that have the potential to be developed as farmed fish in the future. Currently, rice eel fish has been used as a source of protein. Not much has been done in Indonesia, even though the demand for eels continues to increase every year. So far, Lumbung ketahanan pangan activities are still limited to agriculture, whereas to create food security, the aquaculture sector is also needed. The Lumbung ketahanan pangan already has 2 tarpaulin ponds for cultivating catfish, but recently there was damage to the ponds so that catfish cultivation activities had to be stopped because the repair costs were quite expensive. Therefore, through this community service activity, the Aquaculture Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Brawijaya University, was trying to solve this problem by providing assistance in the form of tarpaulin ponds, catfish and eel seeds and their feed, as well as training in catfish and eel cultivation..
Upaya Peningkatan Kesadaran Masyarakat untuk Konservasi Sungai: Efforts to Increase Public Awareness of River Conservation
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Dese
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2023.001.02.8

Abstract

Sungai Brantas berhulu di kaki Gunung Arjuno, tepatnya Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Apabila terjadi kerusakan di bagian hulu sungai, maka sungai bagian hilir juga akan terganggu. Masalah utama dari kerusakan sungai ini adalah masuknya sampah ke badan Sungai. Kegiatan pengabdian masayarakat ini lebih ditekankan kepada pengelolaan sampah hasil dari aktifitas masyarakat sekitar sungai. Sampah popok bayi maupun dewasa (pampers) dan sisa pembalut wanita menurut informasi dari masyarakat sekitar sungai, belum bisa dikelola dengan baik. Solusi yang di berikan adalah sebaiknya isi (gel) dari popok yang berisi kotoran “urin, feses maupun darah haid” dikeluarkan dan di timbun tanah, sedangkan bagian plastiknya dibersikan dan di daur ulang. Kertas beserta kotorannya di pendam didalam tanah, selanjutnya plastiknya di bersihkan dan di tampung sebagai plastik daur ulang. Sampah kaca harus diberi penanganan khusus ketika dibuang ke tempat sampah, agar bermanfaat tidak melukai petugas kebersihan. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini yaitu Program Hibah Pengabdian Dosen FPIK UB 2023, terlaksana dengan baik, masyarakat memahami tentang cara penanganan sampah agar tidak mencemari lingkungan terutama sungai.   The Brantas River originates at the foot of Mount Arjuno, precisely in Sumber Brantas Village, Bumiaji District, Batu City. If damage occurs in the upstream part of the river, the downstream river will also be disturbed. The main problem of river damage is the entry of rubbish into the river body. This community service activity places more emphasis on managing waste resulting from community activities around the river. According to information from the community around the river, waste from baby and adult diapers (pampers) and sanitary napkins cannot be managed properly. The solution given is that the contents (gel) of diapers containing dirt "urine, feces or menstrual blood" should be removed and buried in the ground, while the plastic part is cleaned and recycled. The paper and its dirt are buried in the ground, then the plastic is cleaned and collected as recycled plastic. Glass waste must be given special handling when thrown into the trash, so that it does not injure the cleaning staff. The results obtained from this activity, namely the 2023 FPIK UB Lecturer Service Grant Program, were carried out well, the community understood how to handle waste so that it does not pollute the environment, especially rivers.
Edukasi Mangrove pada Anak-Anak melalui Permainan di Edupark Cisiu Desa Pangkahkulon, Kecamatan Ujungpangkah Gresik: Mangrove Education To Children Through Games At Edupark Cisiu, Pangkahkulon Village, Ujungpangkah Gresik District
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Dese
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2023.001.02.2

Abstract

Anak-anak merupakan aset bangsa yang akan membawa masa depan Indonesia ke arah yang lebih baik. Edukasi pada anak tentang pelestarian ekosistem mangrove perlu dilakukan ager mereka menjadi generasi yang peduli terhadap alam. Kegiatan edukasi dilakukan melalui permainan yang menyenangkan sehingga diharapkan akan terbentuk memori jangka panjang yang dapat diterapkan pada saat mereka dewasa nanti. Kegiatan ini bertujuan membentuk kesadaran, nilai dan karakter pada anak akan pentingnya menjaga lingkungan alam sekitar demi keberlanjutan bumi. Kegiatan ini diikuti anak-anak TK Ta Miriyah yang tinggal di sekitar lokasi mangrove Cisiu, Desa Pangkahkulon, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. Kegiatan yang dilakukan anak-anak, meliputi tebak gambar hewan yang hidup dimangrove, bagian-bagian pohon gambar disertai penjelasan pentingnya dan manfaat dari mangrove. Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan penanaman mangrove di area pembibitan oleh anak-anak sebagai bentuk partisipasi dalam upaya konservasi alam. Dari kegiatan ini diharapkan anak-anak peserta pelatihan mengetahui manfaat dari mangrove sehingga bersedia turut aktif dalam upaya pelestarian mangrove melalui penanaman benih mangrove.   Children are a national asset that will lead Indonesia's future in a better direction. Education for children about preserving the mangrove ecosystem is a necessity thus they become a generation that cares about nature. Educational activities were carried out through fun games with the intention that long-term memories will be formed to be applied in their adultescent. This activity aims to form awareness, values ​​and character in children regarding the importance of protecting the natural environment around them for the sake of the earth. This activity was attended by Ta Miriyah Kindergarten children who live close to the mangrove Island Cisiu, Pangkahkulon Village, Ujungpangkah District, Gresik. The activities carried out by children include guessing pictures of animals that inhabit of mangroves, guessing part of mangroves tree accompanied with an explanation of the importance and benefits of mangroves. The further activity is mangrove plantation in the nursery area as a form of participation in nature conservation efforts. From this activity, it is expected that the training participating children will know the benefits of mangroves, thus willing to actively participate in mangrove conservation efforts through mangrove seeds plantation.
Diversifikasi Produk Eskrim Rumput Laut dan Analisis Strategi Pemasarannya di Kota Malang: Seaweed Ice Cream Diversification and Its Marketing Strategy Analysis In Malang City
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Dese
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2023.001.02.3

Abstract

Diversifikasi produk penting dilakukan oleh produsen skala kecil menengah karena dapat mengembangkan kapabilitas bisnis, menciptakan nilai tambah, dan memperkuat fondasi bisnisnya untuk pertumbuhan jangka panjang. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat diberikan kepada mitra yang merupakan salah satu produsen olahan hasil perikanan di Kota Malang. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan ketrampilan teknis mengenai produksi eskrim rumput laut kepada mitra dan memberikan pengetahuan mengenai strategi pemasaran produk eskrim rumput laut di Kota Malang. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan intensif terhadap anggota UMKM dalam meningkatkan ketrampilan produksi eskrim rumput laut berhasil dilakukan. Para mitra menunjukkan respon positif terhadap praktik produksi eskrim dan berkomitmen untuk memproduksi eskrim rumput laut sebagai hasil diversifikasi produk hasil perikanan. Selain itu, strategi pemasaran yang dapat diterapkan adalah segmentasi didasarkan pada faktor geografis, perilaku, dan demografis konsumen di Kota Malang. Target konsumen dipilih dengan fokus pada anak-anak dan remaja yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi eskrim sebagai cemilan, terutama yang tinggal di daerah dekat lokasi produksi. Posisi produk eskrim rumput laut diidentifikasi dengan memanfaatkan kelemahan kompetitor dalam distribusi, dengan strategi penjualan langsung ke rumah warga dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan merek nasional   Product diversification is crucial for small medium producers as it can develop business capabilities, create added value, and strengthen the business foundation for long-term growth. Therefore, community service activities were provided to partners who are among the processed seafood producers in Kota Malang. The aim of this community service is to provide technical skills in the production of seaweed ice cream to partners and impart knowledge about the marketing strategies for seaweed ice cream products in Kota Malang. The outcome of this community service is an intensive training for small enterprise members to enhance their skills in producing seaweed ice cream successfully. The partners showed a positive response to the ice cream production practices and committed to producing seaweed ice cream as a result of diversifying the seafood product. Additionally, applicable marketing strategies include segmentation based on geographic, behavioral, and demographic factors of consumers in Malang. The target consumers are selected with a focus on children and adolescents who have a habit of consuming ice cream as a snack, especially those residing near the production area. The positioning of seaweed ice cream products is identified by leveraging competitors' weaknesses in distribution, employing a direct selling strategy to residents at more affordable prices compared to national brands.
Workshop Analisis Kualitas Air pada Kelompok Budidaya Udang Vaname Lamongan: Workshop of Water Quality Analysis In Lamongan’s Vaname Shrimp Cultivation Group
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Dese
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2023.001.02.4

Abstract

Wilayah kabupaten lamongan merupakan pemukiman padat penduduk dan Pertambakan.  Tingginya aktifitas tambak lambat laun menjadi ancaman pada kualitas air di perairan sekitar dan memerlukan perhatian khusus, karena ancaman yang terjadi dapat menyebabkan kefatalan dan/atau dampak negatif terhadap lingkungan fisik lamongan sendiri. Kesesuaian kualitas air pada tambak udang akan berperan terhadap kondisi dan performa udang yang dibudidayakan. Secara tidak langsung kondisi parameter kualitas air dengan kadar konsentrasi yang stabil dan ideal akan memberikan pengaruh positif terhadap tingkat produktifitas panen udang. Permasalahan yang dihadapi dalam melakukan kegiatan pembesaran udang vannamei adalah tingkat produktivitas yang rendah, disebabkan kualitas air menurun akan menimbulkan masalah pada budidaya tambak udang. Petambak dilamongan masih awam pengetahuannya mengenai pentingnya kualitas air dan akibat yang akan di timbulkan jika kualitas air semakin memburuk. Selain itu ketersediann alat pengukur kualitas air yang terbatas membuat petani mengalami kesulitan untuk melakukan pengecekan kualitas air secara lengkap Oleh karena itu, melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Program Studi magister Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya berupaya menyelesaikan permasalahan tersebut dengan memberikan pelatihan pengukuran kualitas air melalui workshop secara hybrid dan pemberian alat pengukuran kualitas air. Hasil dari kegiatan ini adalah terlaksananya kegiatan workshop secara hybrid dan pemberian alat pengukuran kualitas air kepada para petambak di Kawasan Tambak 74,2 Desa Kandang Semangkon, Kec. Paciran Kab. Lamongan   The Lamongan district area is densely populated with residential areas and fish farms. The high level of pond activity is gradually becoming a threat to the water quality in the surrounding waters and requires special attention, because the threat that occurs can cause fatalities and/or have a negative impact on the physical environment of Lamongan itself. Suitability of water quality in shrimp ponds will play a role in the condition and performance of cultivated shrimp. Indirectly, water quality parameter conditions with stable and ideal concentration levels will have a positive influence on the level of shrimp harvest productivity. The problem faced in carrying out vannamei shrimp rearing activities is the low level of productivity, due to decreased water quality which will cause problems in shrimp pond cultivation. Farmers in Lamongan still have little knowledge about the importance of water quality and the consequences that will arise if water quality gets worse. Apart from that, the limited availability of water quality measuring equipment makes it difficult for farmers to carry out complete water quality checks. Therefore, through this community service activity, the Aquaculture Master's Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Brawijaya is trying to solve this problem by providing training on water quality measurements through hybrid workshops and providing water quality measurement tools. The results of this activity were the implementation of hybrid workshop activities and the provision of water quality measurement tools to farmers in the Pond Area 74.2, Kandang Semangkon Village, Kec. Paciran District. Lamongan

Page 1 of 4 | Total Record : 39