cover
Contact Name
I Made Dedi Mahariawan
Contact Email
piskarias@ub.ac.id
Phone
+6285738084447
Journal Mail Official
piskarias@ub.ac.id
Editorial Address
Jln. Veteran Malang, Gedung FPIK B Lt.2 65145 Jawa Timur – Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 30267617     DOI : 10.21776/ub.piskarias
Fokus dan Ruang Lingkup Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat di Bidang Perikanan dan Kelautan Meliputi: Teknologi pasca panen Aplikasi teknologi budidaya Pengolahan pasca panen Lingkungan perairan Pengabdian di usaha kenelayanan Kegiatan pengabdian pada masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil Penerapan teknologi untuk masyarakat pesisir dan kelautan Koperasi perikanan Kelompok usaha perikanan Diseminasi teknologi budidaya
Articles 39 Documents
Pelatihan Pembuatan Rencana Bisnis bagi Sentra Ikm Pengolahan Hasil Perikanan di Kabupaten Pesisir Selatan: Business Plans Training for Fishery Product Processing IKM Centers in Pesisir Selatan Regency
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Janu
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.polusea.2024.002.02.4

Abstract

Kabupaten Pesisir Selatan sebagai pusat perikanan di Sumatera Barat, memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan. Namun, keterbatasan keterampilan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dalam perencanaan bisnis yang strategis menghambat pengembangan usaha dan daya saing mereka. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui pelatihan penyusunan rencana bisnis untuk memberdayakan sentra IKM di sektor pengolahan hasil perikanan. Melalui focus group discussion (FGD) dan pelatihan, peserta berhasil menyusun rencana bisnis yang strategis dan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menyusun rencana bisnis yang strategis, membuka peluang pasar baru, menarik perhatian investor, serta meningkatkan kesadaran terhadap dampak lingkungan melalui pengelolaan limbah dengan praktik industri yang ramah lingkungan. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing IKM sektor perikanan, memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan rencana bisnis berkelanjutan.   Pesisir Selatan Regency, as the center of fisheries in West Sumatra, holds significant potential in the maritime and fisheries sectors. However, the limited business planning skills of Small and Medium Enterprises (SMEs) have hindered their business development and competitiveness. This community service program was implemented through business plan training to empower SME centers in the fishery product processing sector. Throughout focus group discussions (FGDs) and workshops, participants successfully developed strategic and sustainable business plans. The results demonstrated that participants were able to create well-structured business plans, explore new market opportunities, attract investors, and enhance awareness of environmental impacts through sustainable waste management practices. This initiative is expected to enhance the competitiveness of fisheries SMEs, strengthen the local economy, improve community welfare, and promote sustainable business planning
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Sidoarjo melalui Pelatihan Pembuatan Kudapan Berbahan Tepung Buah Api-Api (Avicennia Marina): Empowerment of The Coastal Community of Sidoarjo Through Training in Snacks Producing Made from Mangrove Flour (Avicennia Marina)
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Janu
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2024.002.02.1

Abstract

Desa Tanjungsari adalah salah satu desa di Kecamatan Jabon, Sidoarjo yang terdampak bencana lumpur Lapindo. Desa ini memiliki kawasan mangrove sekitar 30 ha, namun potensi ekologis dan sumberdayanya rusak akibat bencana tersebut. Mata pencaharian utama masyarakat pesisir tersebut adalah pembudidaya ikan dan udang di tambak dan sebagiannya perambah ranting dan pohon mangrove. Pohon api-api (Avicennia marina) adalah mangrove sejati yang buahnya dapat diolah menjadi bahan pangan bernilai gizi tinggi. Kegiatan ini berupa ceramah dan demonstrasi kepada ibu-ibu PKK dusun Tanjungsari dan Tegalsari. Materi ceramah tentang ekosistem mangrove dan pemanfaatannya. Demonstrasinya meliputi pembuatan tepung api-api dan pembuatan kudapan seperti bolu, brownies, pukis, kue lumpur, dan donat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ibu-ibu PKK peserta antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Selama kegiatan, peserta turut serta membuat produk secara mandiri. Produk-produk hasil kegiatan menunjukkan penerimaan organoleptik yang baik dan memiliki kandungan gizi yang dapat diterima. Penggunaan proporsi tepung api-api tidak boleh berlebih karena akan menghasilkan rasa getir. Beberapa produk, seperti brownies dan donat, bahkan memiliki kandungan kalori tinggi karena bahan penyusun dan metode pengolahannya. Pada masa pendampingan menunjukkan beberapa ibu PKK telah mempraktikkan dan menjualbelikan produk kudapan tersebut di lingkungan sekolah desa Tanjungsari. Kesimpulan kegiatan ini ibu-ibu PKK desa Tanjungsari sudah berpengetahuan, berpengalaman dan bersumber penghasilan baru dengan memanfaatkan buah mangrove menjadi kudapan   Tanjungsari Village is one of the villages in Jabon District, Sidoarjo, affected by the Lapindo mud disaster. This village has a mangrove area of about 30 ha, but the disaster damages its ecological potential and resources. The main livelihood of the coastal community is fish and shrimp cultivation in ponds, and some of them encroach on mangrove branches and trees. Avicennia marina is a true mangrove whose fruit can be processed into food with high nutritional value. This activity was in the form of lectures and demonstrations to PKK women in Tanjungsari and Tegalsari hamlets. The lecturer's material was mangrove ecosystems and their utilisation. The demonstrations included making mangrove flour and snacks like sponges, brownies, pukis, mud cakes, and doughnuts. The activity results showed that the participating PKK women were enthusiastic about participating in the activity from the beginning to the end. During the activity, participants participated in making products independently. The products resulting from the activity showed good organoleptic acceptance and had acceptable nutritional content. The proportion of mangrove flour should not be excessive because it will taste bitter. Some products, such as brownies and doughnuts, even have a high-calorie content due to the ingredients they make up and the processing method. During the mentoring period, it was shown that several PKK mothers had practised and traded snack products in the Tanjungsari village school environment. Conclusion of this activity: the PKK women of Tanjungsari village are knowledgeable and experienced and have a new source of income by utilising mangrove fruits as snacks.
Pemanfaatan Limbah Kayu Kapal sebagai Kerajinan Meja Resin Bernilai Tinggi: Pemberdayaan Masyarakat melalui Inovasi Produk Kreatif: Utilization of Boat Wood Waste for High-Value Resin Table Crafts: Community Empowerment through Creative Product Innovation
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Janu
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2024.002.02.5

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dari Mei hingga Desember 2024 dan bertujuan untuk memberdayakan pengrajin kapal tradisional dan usaha kecil mebel di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Limbah kayu dari pembuatan dan perbaikan kapal dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk meja resin bernilai seni tinggi. Program ini mencakup pelatihan pembuatan meja resin, penggunaan teknologi resin komposit, serta pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi dengan pengrajin mampu memproduksi hingga 10 unit meja per bulan, transfer teknologi tepat guna, dan peningkatan keterampilan mitra dalam pengelolaan limbah kayu. Selain itu, mitra mendapatkan dukungan berupa sarana produksi, pelatihan pemasaran, dan panduan perizinan usaha, yang berdampak pada diversifikasi produk serta peningkatan pendapatan. Namun, tantangan tetap ada pada aspek pemasaran, terutama karena biaya produksi yang tinggi dan dominasi perusahaan mebel besar di pasar, yang membatasi daya saing produk. Program ini berhasil meningkatkan keterampilan, kualitas produk, dan pendapatan pengrajin, namun keberlanjutan jangka panjang memerlukan strategi pemasaran inovatif serta akses pasar yang lebih luas.   This community service activity was carried out from January to December 2024 and aimed to empower traditional boat craftsmen and small-scale furniture businesses in Brondong Subdistrict, Lamongan Regency. Wood waste from boat construction and repair was utilized as raw material for high-artistic-value resin tables. The program included training in resin table production, the application of composite resin technology, and digital marketing. The results demonstrated significant improvements, including an increase in production capacity with craftsmen able to produce up to 10 resin tables per month, the transfer of appropriate technology, and enhanced partner skills in managing wood waste. Additionally, partners received support in the form of production facilities, marketing training, and business licensing guidance, leading to product diversification and increased income. However, challenges remain in marketing, particularly due to high production costs and the dominance of large furniture companies in the market, which limits the competitiveness of the products. This program successfully enhanced the skills, product quality, and income of the craftsmen. However, long-term sustainability requires innovative marketing strategies and broader market access to improve the competitiveness of the products amidst intense industry competition.  
Strategi Pengemasan dan Pemasaran Produk Olahan Berbasis Mangrove dalam Rangka Penguatan Ekowisata Bahari Mangrove Center di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujung Pangkah – Gresik: Packaging and Marketing Strategy of Mangrove-Based Processed Products for Strengthening Marine Ecotourism at the Mangrove Center in Banyuurip Village, Ujung Pangkah – Gresik
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Janu
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2024.002.02.3

Abstract

Mangrove menyimpan potensi yang besar untuk fungsi dan pemanfaatannya baik dari segi ekologis maupun ekonomi. Secara ekonomi, mangrove dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan. Bagian mangrove terutama buah dan daun, dapat diolah menjadi aneka produk makanan olahan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan dapat dijual di pasaran. Desa Banyuurip adalah salah satu desa di Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik yang memiliki potensi mangrove. Hutan mangrove di Banyuurip telah dikelola dengan baik, dan dikembangkan menjadi tempat ekowisata. Beberapa jenis mangrove yang tumbuh subur di desa ini sangat potensial untuk diolah menjadi produk olahan berbahan dasar mangrove, yang nantinya dapat dipasarkan dan dapat meningkatkan taraf perekonomian warga. Namun, masih terdapat beberapa kendala terutama terkait teknik pengemasan dan pemasaran produk. Kendala utama yaitu berupa minimnya pengetahuan warga mengenai cara pengemasan produk yang baik dan juga strategi pemasaran produk. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan Program Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya tahun 2019 ini melalui serangkaian kegiatan berupa pelatihan dan workshop teknik pengemasan produk olahan mangrove, dan beberapa strategi pemasarannya. Selain itu, juga diberikan bantuan beberapa alat dan bahan pengemasan produk, serta alat-alat pendukung pemasaran produk. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan warga dapat menghasilkan produk olahan mangrove dengan kemasan yang baik, rapi dan menarik, sehingga nantinya laku di pasaran dan dikenal masyarakat luas sebagai produk unggulan Desa Banyuurip.   Mangroves hold significant potential for both ecological and economic functions. Economically, mangroves can be used as raw materials for food products. Parts of the mangrove, particularly the fruits and leaves, can be processed into various food products that have high economic value and can be sold in the market. Banyuurip Village is one of the villages in Ujung Pangkah Subdistrict, Gresik Regency, which has mangrove potential. The mangrove forest in Banyuurip has been well-managed and developed into an ecotourism site. Several species of mangroves that thrive in this village are highly potential for processing into mangrove-based products, which can later be marketed and improve the economic conditions of the local community. However, there are still several obstacles, especially related to product packaging techniques and marketing strategies. The main obstacle is the limited knowledge of the community about proper packaging techniques and product marketing strategies. Therefore, the 2019 Doctoral Community Service Program from Brawijaya University was carried out through a series of activities, including mangrove product packaging techniques training and workshops, marketing strategy training, and also the handover of product packaging tools and marketing equipments. The expected outcome of this activity is to help the local community to produce mangrove-based processed products with good, neat and attractive packaging, which can later be successful in the market and widely recognized as a leading product of Banyuurip Village.
Bimbingan Teknis Budidaya Ikan Nila Salin sebagai Alternatif Pengganti Tambak Non Produktif di Kecamatan Sedati: Technical Guidance on Cultivation of Salin Tilapia as an Alternative to Replace Non-Productive Ponds in Sedati District
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Janu
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2024.002.02.6

Abstract

Budidaya ikan nila salin memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas ikan konsumsi di Indonesia, terutama dalam konteks pemanfaatan perairan payau. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok pembudidaya di Kecamatan Sedati tentang teknik budidaya ikan nila salin. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di SFV UPT Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo. Khalayak sasaran untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Kelompok Pembudidaya Ikan di Kecamatan Sedati yang berjumlah 29 orang. Pelaksanaan PkM di SFV UPT Politeknik KP Sidoarjo menunjukkan bahwa tambak yang berasa di Kecamatan Sedati bergantung dengan komoditas udang dan bandeng, Dimana hasil produktifitasnya tidak terlalu tinggi dikarenakan sistem budidaya yang masih tradisional. Pengetahuan dan keterampilan kelompok pembudidaya ikan tentang budidaya ikan ila salin masih rendah, bahkan masyarakat menyatakan banyak yang belum pernah mengetahui morfologi ikan nila salin. Kegiatan sosialisasi kepada kelompok pembudidaya ikan dapat menumbuhkan kesadaran untuk dapat memilih alternatif melakukan budidaya ikan nila salin pada tambak non produktif serta memanfaatkan jaring dengan minimum pergantian air pada kegiatan budidayanya. Pada masa yang akan datang, akan dilakukan pendampingan kepada kelompok pembudidaya ikan di Kecamatan Sedati tentang adopsi dan teknologi paket budidaya ikan nila salin di salah satu tambak percontohan kelompok pembudidaya Kecamatan Sedati. Sehingga akan mendukung keberlanjutan sumberdaya nila salin dan dapat meningkatkan kesejahteraan Masyarakat sekitar.   The cultivation of saline tilapia, Oreochromis niloticus, has a significant influence on the productivity of consumption fish in Indonesia, especially in the context of the utilization of brackish waters. The purpose of implementing this community service activity is to improve the knowledge and skills of fish farmer groups in Sedati District regarding saline tilapia fish farming techniques. This community service activity was carried out at the SFV UPT Sidoarjo Marine and Fisheries Polytechnic. The target audience for this community service activity was the Fish Farmer Group in Sedati District, totaling 29 peoples. The implementation of community service at the SFV UPT Politeknik KP Sidoarjo shows that the ponds in Sedati District depend on shrimp and milkfish commodities, where the productivity results are not too high due to the traditional cultivation system. The knowledge and skills of fish farmer groups were still low regarding saline tilapia fish farming, even the community stated that many had never known the morphology of saline tilapia fish. Socialization activities for fish farmer groups can raise awareness to be able to choose alternatives to cultivate saline tilapia fish in non-productive ponds and utilize nets with minimal water changes in their cultivation activities. In the future, assistance will be provided to fish farming groups in Sedati District regarding the adoption and technology of saline tilapia fish farming packages in one of the pilot ponds of the Sedati District fish farming group. So that it will support the sustainability of saline tilapia resources and can improve the welfare of the surrounding community.
Pelatihan Budidaya Ikan Dengan Sistem Bioflok Bagi Santri di Pondok Pesantren Ash-Shuufiyah Kencong Jember : Fish Cultivation Training With Biofloc System for Students at Ash-Shuufiyah Kencong Islamic Boarding School Kencong Jember
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Juni
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2025.003.01.8

Abstract

Budidaya ikan menggunakan sistem bioflok merupakan salah satu teknologi tepat guna untuk budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) pada kolam dengan dimensi minimal namun hasilnya optimal. Tujuan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah memberikan pembelajaran bagi santri di Pondok Peasantren Ash-shuufiyan Kencong Jember tentang wirausaha budidaya ikan nila dengan sistem bioflok pada lahan terbatas dengan biaya terjangkau. Metode yang digunakan adalah demonstrasi dan partisipasi aktif peserta dalam pelatihan wirausaha budidaya ikan nila dengan sistem bioflok. Evaluasi dilakukan menggunakan wawancara semi terstruktur dan kuesioner untuk mengukur keberhasilan pencapaian tujuan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa budidaya ikan nila dengan sistem bioflok yang diterapkan pada Ponpes Ash-shuufiyah berjalan baik. Alur kegiatan budidaya ikan nila dimulai dari persiapan alat dan bahan, penebaran benih, pemberian pakan, pemantauan kualitas kolam dan pertumbuhan ikan. Terdata pertumbuhan ikan dalam kondisi baik yaitu minggu ke-empat yaitu rata-rata panjang ikan 9 cm dan berat 3,7 gram dengan survival rate sebesar 97%. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebanyak 53,82% peserta menyatakan program sesuai dengan kebutuhan, sebanyak 53,85% peserta menyatakan sangat setuju bahwa mereka mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan, sebanyak 53,85% peserta menyatakan bahwa program sangat bermanfaat bagi kehidupan nyata. Dan sebanyak 69,23% peserta menyatakan bahwa narasumber memiliki kompetensi sangat baik. Kegiatan ini dapat memberikan solusi yang baik bagi permasalahan mitra untuk meningkatkan peluang ketahanan dan kemandirian pangan para santri melalui wirausaha perikanan   Fish aquaculture using the biofloc system is one of the appropriate technologies for tilapia farming in ponds, wich has minimal dimensions but optimal results. The purpose of this community service activity is to provide learning for students at the Ash-shuufiyah Kencong Jember Islamic Boarding School about tilapia farming entrepreneurship with the biofloc system on limited land at an affordable cost. The method used is demonstration and active participation of participants in tilapia farming entrepreneurship training with the biofloc system. Evaluation was carried out using semi-structured interviews and questionnaires to measure the success of achieving the aims of the activity. The activity result showed that tilapia farming with the biofloc system applied to the Ash-shuufiyah went well. The flow of tilapia farming activities starts from preparing tools and materials, spreading seeds, feeding, monitoring pond quality, and fish growth. It was recorded that fish growth was in good condition, namely the fourth week, with an average fish length of 9 cm and a weight of 3.7 grams, with a survival rate of 97%. The evaluation results showed that 53.82% of participants stated that the program met their needs, 53.85% of participants stated that they strongly agreed that they gained knowledge and skills, and 53.85% of participants stated that the program was very useful for real life. And 69.23% of participants stated that the resource persons had very good competence. This activity can provide a good solution to partner problems to increase opportunities for food security and independence for students through fisheries entrepreneurship
Coral Aquatourism Project untuk Mendukung Blue Economy pada Pokdakan “Pesona Bahari”, Banyuwangi, Jawa Timur: Coral Aquatourism Project to Support Blue Economy in Pokdakan “Pesona Bahari”, Banyuwangi, East Java
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Juni
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2025.003.01.3

Abstract

Dampak pandemi Covid-19 juga merambah semua sektor termasuk pariwisata dan akuakultur di Indonesia termasuk di wilayah kabupaten Banyuwangi. Beberapa pemasalahan yang dihadapi oleh POKDAKAN “Pesona Bahari” selama ini adalah: (1) Menurunnya pendapatan masyarakat, (2) Belum mengenal sistem budidaya karang di darat, (3) Minimnya pengetahuan masyarakat terhadap perlunya menjaga sumberdaya alam karang, (4) Belum dimanfaatkannya potensi daerah secara maksimal sebagai objek wisata dan akuakultur. Untuk mengatasi permasalahan yang ada maka perlu adanya inovasi sistem budidaya karang yang dipadukan dengan wisata menyelam (aquatourism) untuk dapat menjawab permasalahan ekonomi dan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan Pemberdayaan Berbasis Masyarakat. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan telah memenuhi seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan. Dukungan yang diberikan oleh mitra sangat membantu untuk kelancaran kegitan, sehingga target yang ditetapkan di awal dapat tercapai. Proses buididaya karang yang dilakukan pendampingan berjalan dengan baik, pengukuran kualitas air rutin dilaksanakan dan pertumbuhan karang dalam kategori baik.   The impact of the Covid-19 pandemic has also penetrated all sectors including tourism and aquaculture in Indonesia, including in the Banyuwangi district. Some of the problems faced by POKDAKAN "Pesona Bahari" so far are: (1) Decreasing community income, (2) Not yet familiar with the coral cultivation system on land, (3) Lack of community knowledge regarding the need to protect natural coral resources, (4) Not yet utilized. maximum potential of the area as a tourist and aquaculture attraction. To overcome existing problems, it is necessary to innovate a coral cultivation system combined with diving tourism (aquatourism) to be able to answer economic and educational problems for the community through Community Based Empowerment activities. Based on the results of the service activities that have been carried out, the entire series of activities that have been planned have been fulfilled. The support provided by partners is very helpful for the smooth running of activities, so that the targets set at the beginning can be achieved. The coral cultivation process carried out by assistance is going well, water quality measurements are routinely carried out and coral growth is in the good category.
Edukasi Interaktif Tentang Dampak Sampah Dari Darat ke Laut di SD GMIT Oesapa: Interactive Education on The Impact of Land-Based Waste to The Ocean at SD GMIT Oesapa
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Juni
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2025.003.01.4

Abstract

Sampah adalah suatu zat ataupun benda yang tidak dapat digunakan lagi dan dibuang oleh manusia. Sampah menjadi permasalahan yang dihadapi hampir setiap negara dan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk. Di Indonesia, pada tahun 1990, sebanyak 220 juta penduduk perkotaan menghasilkan kurang lebih 300.000 Ton sampah per hari. Pada tahun 2000, 2,9 miliar penduduk perkotaan menghasilkan 3 juta ton limbah per hari, dan pada tahun 2025 diperkirakan jumlah ini akan terus meningkat hingga puluhan juta ton per harinya. Sampah diklasifikasikan berdasarkan sumber (rumah tangga, industri, komersial, institusional, konstruksi dan pembongkaran, pelayanan kota, dan pengolahan), sifat (organik dan anorganik), bentuk (padat, cair, gas), serta tingkat bahayanya (berbahaya dan tidak berbahaya). Sebagian besar sampah di laut berasal dari aktivitas manusia di daratan yang terbawa melalui sungai dan saluran pembuangan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada siswa SD GMIT Oesapa mengenai jenis-jenis sampah, proses masuknya sampah ke lautan, serta dampaknya terhadap ekosistem laut. Metode kegiatan dilakukan melalui presentasi interaktif, diskusi, dan media visual (video). Edukasi ini juga mengenalkan prinsip 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, dan Repair) sebagai pendekatan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Hasilnya, kegiatan ini meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya pengelolaan sampah sejak dini dan menumbuhkan sikap peduli terhadap lingkungan.   Waste is any substance or object that can no longer be used and is discarded by humans. Waste has become a serious problem faced by almost every country and continues to increase along with population growth. In Indonesia, in 1990, 220 million urban residents generated approximately 300,000 tons of waste per day. In 2000, 2.9 billion urban residents produced 3 million tons of waste per day, and by 2025, this number is projected to increase to tens of millions of tons daily. Waste can be classified by source (household, industrial, commercial, institutional, construction and demolition, municipal services, and treatment), by nature (organic and inorganic), by form (solid, liquid, gas), and by level of hazard (hazardous and non-hazardous). Most marine waste originates from human activities on land and is carried into the ocean through rivers and drainage systems. This activity aimed to educate students of SD GMIT Oesapa about the types of waste, how waste enters the ocean, and its impacts on marine ecosystems. The outreach method was carried out through interactive presentations, discussions, and the use of visual media (videos). The program also introduced the 5R principles (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, and Replant) as a sustainable waste management approach. As a result, this activity improved students' understanding of the importance of waste management from an early age and fostered environmental awareness.
Manfaat Makan Ikan dalam Mencegah Stunting dan Menjaga Kesehatan Anak: The Benefit of Fish Consumption in Preventing Stunting and Maintaining Children's Health
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Juni
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2025.003.01.1

Abstract

Stunting adalah salah satu masalah gizi kronis yang masih tinggi di Indonesia dan memiliki dampak besar pada pertumbuhan dan perkembangan anak secara fisik dan kognitif. Penting untuk melakukan tindakan pencegahan stunting sejak awal melalui pendidikan gizi, terutama tentang peranan penting ikan sebagai sumber protein hewani yang kaya akan asam lemak omega-3, vitamin, dan mineral. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak di TK Pniel, Kelurahan Sikumana tentang manfaat konsumsi ikan dalam pencegahan stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi interaktif yang disesuaikan dengan usia anak-anak. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan anak-anak mengenai kandungan gizi ikan dan hubungannya dengan pertumbuhan yang baik mengalami peningkatan. Selain itu, anak-anak juga menunjukkan minat dan antusiasme untuk mengonsumsi ikan secara teratur. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pendidikan gizi tentang manfaat ikan efektif dalam meningkatkan kesadaran anak-anak mengenai pentingnya pencegahan stunting, sehingga kegiatan serupa harus dilaksanakan secara terus-menerus.   Stunting is one of the chronic nutrition problems that is still high in Indonesia and has a major impact on children's growth and development physically and cognitively. It is important to take stunting prevention measures from the beginning through nutrition education, especially about the important role of fish as a source of animal protein rich in omega-3 fatty acids, vitamins, and minerals. This community service program aims to increase the knowledge of children at Pniel Kindergarten, Sikumana Village, about the benefits of fish consumption in stunting prevention. The method used in this activity is interactive lectures and discussions that are adapted to the age of the children. The results of the activity showed that children's knowledge about the nutritional content of fish and its relationship with good growth increased. In addition, children also show interest and enthusiasm to consume fish regularly. The conclusion of this activity is that nutrition education about the benefits of fish is effective in increasing children's awareness of the importance of stunting prevention, so similar activities must be carried out continuously
Edukasi Terumbu Karang Dalam Mencegah Coral Bleaching Di Perairan Pulau Semau: Coral Reef Education in Preventing Coral Bleaching in The Waters of Semau Island
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Juni
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2025.003.01.2

Abstract

Perairan Pulau Semau menyimpan potensi sumber daya laut yang tinggi, namun rentan terhadap kerusakan ekosistem akibat aktivitas manusia, termasuk fenomena coral bleaching (pemutihan karang). Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa SMP Negeri 2 Semau mengenai pentingnya terumbu karang serta dampak negatif dari coral bleaching. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 26 April 2025 dengan metode ceramah, diskusi interaktif, pemutaran video edukatif, dan kuis. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta, yang tercermin dalam keaktifan berdiskusi dan menjawab pertanyaan. Siswa mampu mengidentifikasi fungsi terumbu karang, penyebab coral bleaching, serta tindakan sederhana dalam menjaga ekosistem laut, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menyebarkan informasi positif kepada lingkungan sekitar. Kegiatan ini terbukti efektif sebagai langkah awal dalam menumbuhkan kepedulian lingkungan secara berkelanjutan di kalangan generasi muda di wilayah pesisir.   The waters surrounding Semau Island hold high marine resource potential but are increasingly vulnerable to ecosystem degradation due to human activities, including the phenomenon of coral bleaching. This outreach activity aimed to enhance students’ understanding and awareness at SMP Negeri 2 Semau about the importance of coral reefs and the negative impact of coral bleaching. The activity was conducted on April 26, 2025, using lectures, interactive discussions, educational video screenings, and quizzes. The results showed a high level of enthusiasm among participants, demonstrated by their active engagement in discussions and answering questions. Students were able to identify the functions of coral reefs, the causes of coral bleaching, and simple actions to protect the marine ecosystem, such as avoiding littering and spreading positive environmental messages to others. This outreach program proved effective as an initial step in fostering long-term environmental awareness among coastal youth.

Page 3 of 4 | Total Record : 39