cover
Contact Name
I Made Dedi Mahariawan
Contact Email
piskarias@ub.ac.id
Phone
+6285738084447
Journal Mail Official
piskarias@ub.ac.id
Editorial Address
Jln. Veteran Malang, Gedung FPIK B Lt.2 65145 Jawa Timur – Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 30267617     DOI : 10.21776/ub.piskarias
Fokus dan Ruang Lingkup Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat di Bidang Perikanan dan Kelautan Meliputi: Teknologi pasca panen Aplikasi teknologi budidaya Pengolahan pasca panen Lingkungan perairan Pengabdian di usaha kenelayanan Kegiatan pengabdian pada masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil Penerapan teknologi untuk masyarakat pesisir dan kelautan Koperasi perikanan Kelompok usaha perikanan Diseminasi teknologi budidaya
Articles 39 Documents
Pemenuhan Protein Ikan bagi Keluarga Melalui Penyuluhan “Budikdamber” di Desa Karangwidoro Kecamatan Dau Kabupaten Malang: Fulfilling Family Fish Protein Needs Through Extension of “Budikdamber” in Karangwidoro Village, Dau District, Malang Regency
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Dese
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2023.001.02.5

Abstract

Salah satu faktor utama dalam penentuan kualitas sumberdaya manusia adalah status gizi masyarakat. Status gizi masyarakat juga akan menentukan status Kesehatan penduduk dalam suatu wilayah tertentu. Salah satu pemenuhan gizi keluarga adalah penyediaan protein ikan dan sayuran yang dapat disediakan oleh rumahtangga itu sendiri, melalui budidaya ikan dalam ember (budikdamber) yang dapat dilakukan oleh rumahtangga. Tujuan dari penyuluhan ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya memenuhi gizi keluarga melalui protein ikan utamanya ikan lele serta memberikan percontohan cara budidaya lele dan sayuran dalam ember untuk pemenuhan gizi keluarga bagi PKK Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Metode penyuluhan menggunakan penyuluhan secara langsung dan demonstrasi secara tatap muka. Jumlah sasaran penyuluhan sebanyak 3 kelompok dasa wisma PKK Desa Karang Widoro Kecamatan Dau. Masing-masing kelompok beranggotakan 10 ibu PKK. Dari hasil pemantauan terlihat bahwa sebanyak 70% peserta berhasil meningkatkan pengetahunan budidaya ikan dalam ember, ditunjukkan dengan kemampuan melakukan proses budidaya ikan dan sayuran dalam ember dengan baik, terlihat mereka telah dapat memanen ikan dengan survival rate 90%. Namun, terdapat satu kelompok yang tidak berhasil panen karena mereka tidak mengikuti alur budidaya dengan baik. Sehingga masyarakat masih perlu ditingkatkan kemampuan dalam melakukan budidaya ikan dalam ember untuk mencapai tujuan peningkatan pemenuhan gizi keluarga.   One of the main factors in determining the quality of human resources is the nutritional status of the community. The nutritional status of the community will also determine the health status of the population in a particular area. One way to fulfill family nutrition is the provision of fish and vegetable protein which can be provided by the household, through cultivating fish in buckets which can be carried out by the household. The aims of the extension are to educate the community of the mothers in  Karangwidoro Village, Dau District, Malang Regency. about knowledge and skill of fullfilling the nutrition through fish protein, as well as cultivatting catfish and vegetables in bucket. The extension method uses direct counseling and demonstrations. The monitoring results showed that as many as 70% of the participant were able to cultivate the catfish and vegetables in buckets well. They have been able to harvest with fish survival rate about 90%. However, there was one group that not successful in harvesting because they did not follow the cultivation properly.  So,the participant still need to improve their ability to cultivate fish in buckets to achive the goal of increasing family nutrition.
Pengolahan Sate Lilit Tuna (Thunnus Sp.) di UMKM Mina Jaya Mandiri, Pantai Kondang Merak, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang: Processing of Satay Lilit Tuna (Thunnus Sp.) in UMKM Mina Jaya Mandiri, Pantai Kondang Merak, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Dese
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2023.001.02.7

Abstract

Sate lilit adalah salah satu bentuk diversifikasi olahan makanan khas Indonesia yaitu sate. Sate lilit berkembang dari daerah Bali yang diolah dari daging salah satunya ikan. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini, memperkenalkan varian olahan baru untuk dikembangkan di Pantai Kondang Merak, Kawasan Malang Selatan khususnya di UMKM Mina Jaya Mandiri, yaitu produk sate lilit ikan tuna. Ikan tuna dipilih karena merupakan komoditas utama di Kawasan Malang Selatan. Hal ini juga dilakukan untuk mengatasi keluhan konsumen yang menyatakan sate ikan tuna konvensional yang diolah di UMKM Mina Jaya Mandiri memiliki tekstur keras. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah (1) untuk memperluas pengetahuan dan mengembangkan keterampilan dalam pengolahan sate lilit ikan tuna dan (2) untuk melatih anggota UMKM dalam melakukan uji sensori sate lilit ikan tuna untuk memanfaatkan potensi perikanan di pantai Kondang Merak serta meningkatkan pendapatan pelaku usaha. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat di UMKM Mina Jaya Mandiri, Pantai Kondang Merak menunjukkan bahwa para pelaku usaha memiliki antusias untuk membuat sate lilit ikan tuna. Selain itu, berdasarkan hasil uji organoleptik, masyarakat cukup menggemari sate lilit ikan tuna sehingga dapat menambah produk baru yang bisa dijual di wilayah tersebut untuk meningkatkan pendapatan pelaku usaha.   Satay lilit is a popular types of satay, one of typical Indonesian’s food. For the first time, satay lilit was made in Bali using meat, fish as the main ingredient. This community service introduced various type of satay such as satay lilit to be developed by UMKM Mina Jaya Mandiri, Kondang Merak, South of Malang. UMKM Mina Jaya produced seafood diversification using tuna (Thunnus sp.). During that time, the consumer of UMKM Mina Jaya complained that texture of satay was not good. The puspose of this community service were (1) to increase the knowledge and skill producing satay lilit, (2) to inform the member of UMKM testing sensori of satay lilit in order to increase the income of them. From this community service activity, the member of UMKM Mina Jaya Mandiri, Pantai Kondang Merak showed their antusiasm to make satay lilit from tuna. Based on the organoleptic test, the local citizen keen on the satay lilit made from tuna in order to diversivy seafood product and to increase their income.
Pemanfaatan Teknologi Pemasaran Digital dan Manajemen Keuangan di Desa Maron Kabupaten Kediri: Utilization of Digital Marketing Technology and Financial Management in Maron Village Kediri District
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Dese
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2023.001.02.6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan wirausaha dalam pemasaran digital serta transisi ke pembukuan digital di Desa Maron, Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri. Program pelatihan ini melibatkan 18 peserta dari kelompok ibu PKK Desa Maron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri. Pelatihan mencakup pemberian materi tentang pemasaran digital melalui platform Shopee dan TikTok, serta pengenalan aplikasi "Money Manager" untuk pembukuan digital. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang pemasaran digital, penggunaan platform online, dan manfaat pembukuan digital. Para peserta juga mampu mengaplikasikan pengetahuan yang mereka peroleh dalam usaha mereka, menghasilkan peningkatan penjualan, mutu produk, dan efisiensi operasional. Mayoritas peserta berhasil melakukan transisi dari pembukuan manual ke pembukuan digital dengan aplikasi "Money Manager", yang membantu mereka dalam mengelola keuangan usaha secara lebih efisien. Hasil program pelatihan ini memiliki dampak positif dan berkelanjutan dalam pengembangan bisnis para peserta. Mereka kini memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran produk mereka. Program ini juga memberikan inspirasi bagi usaha mikro kecil dan menengah di Desa Maron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri untuk melakukan inovasi dan pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.   This research aims to enhance the knowledge and entrepreneurial skills in digital marketing and the transition to digital bookkeeping in Maron Village, Kediri Regency. The training program involved 18 participants from the PKK (Family Welfare Empowerment) group, selected through a rigorous selection process. The training included providing materials on digital marketing through platforms like Shopee and TikTok, as well as introducing the "Money Manager" application for digital bookkeeping. Evaluation results indicated that the training program successfully improved participants' understanding of digital marketing, the use of online platforms, and the benefits of digital bookkeeping. Participants were also able to apply the knowledge they gained to their businesses, resulting in increased sales, product quality, and operational efficiency. The majority of participants successfully transitioned from manual bookkeeping to digital bookkeeping using the "Money Manager" application, which helped them manage their business finances more efficiently. The outcomes of this training program had a positive and sustainable impact on the development of participants' businesses. They now possess the knowledge and skills to leverage digital technology in marketing their products. The program also served as an inspiration for micro and small businesses in Maron Village and its surrounding areas to innovate and grow. This research provides a positive contribution to supporting local economic growth and improving the quality of life for the community in Maron Village. It is hoped that similar programs can be implemented and expanded in the future to create an even greater impact.
Edukasi Manfaat Ikan dan Dinamika Kelompok Masyarakat Pelaku Utama Perikanan: Education Benefit of Fish and Group Dynamic Main Actor Fisheries Society
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Juni
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2024.002.01.3

Abstract

Sentra kegiatan perekonomian di Indonesia lebih cenderung pada geliat perekonomian perkotaan dibandingkan dengan wilayah pedesaan. Roda perekonomian di daerah pedesaan didominasi oleh kegiatan produksi atau sektor hilirisasi pada sektor pertanian dalam arti luas termasuk perikanan. Apabila terdapat kegiatan diluar sektor pertanian, jumlah dan variasinya masih relatif sangat terbatas. Penduduk di wilayah pedesaan sebagian besar memiliki sumber mata pencarian di sektor yang mengandalkan hasil perikanan, pertanian, perkebunan, dan kehutanan.  Namun, tidak semua nelayan dan pembudidaya ikan di daerah pedesaan memiliki lahan yang memadai. Sebagian besar dari mereka memiliki lahan perikanan yang sempit bahkan tidak memiliki lahan perikanan garapan sendiri. Satuan pendidikan tinggi lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) termasuk Politeknik Ahli Usaha Perikanan Program Studi Penyuluhan Perikanan melalui program desa mitra dapat membangkitkan pembangunan perekonomian wilayah pedesaan dengan menciptakan berbagai inovasi tidak hanya sekedar kegiatan produksi namun juga inovasi turunan diantaranya pengolahan dan pembuatan pakan ikan dan memberikan bantuan berbagai peralatan yang mendukung proses inovasi tersebut, sehingga masyarakat wilayah pedesaan dapat mandiri dalam membangun perekonomian untuk diri mereka sendiri. Edukasi manfaat ikan kepada anak-anak pelaku utama perikanan  dan dinamika kelompok kepada pembudidaya ikan di Desa Ciparage, Kabupaten Karawang yang bertujuan untuk menumbuhkan minat serta menjadikan ikan sebagai salah satu bahan pangan berprotein tinggi, sehingga mendukung Program GEMARIKAN (Gemar Makan Ikan) yang dirintis oleh KKP. Sedangkan, dinamika kelompok bertujuan untuk mengamati sejauh mana kerjasama kelompok dapat berjalan. Metode penyuluhan yang digunakan dengan metode ceramah dan diskusi melalui media Power Point, folder, dan leaflet.   Center for economic activities in indonesia was more tends in shaking urban economy than rural areas. The wheels of the economy in rural areas dominated by production activities and  hilirisasi  sectors in the agricultural sector in its broadest sense of fisheries. If there was a activities outside the agricultural sector, the number is still relatively limited and variations. People in rural areas having mostly springs that relies on the fisheries sector, agriculture, plantation, and forestry.  But not all the fishermen or fish farming in rural areas have adequate land. Most of them have land fisheries narrow do not even have their own fisheries arable land. High unit education in the Fisheries and Marine Ministry scope include Jakarta Fisheries University, Fisheries Extension Study Program. Through the village partner can be roused economic development of rural areas by creating different innovations not only function as production activities but also innovation derivative of processing and in the preparation of feed on fish and provided support tools that support the innovation process, so the community can be independent in rural areas build economies for themselves. Education benefits of fish for children’s main actor fisheries and the group dynamics of fish farming in the Ciparage Village, Karawang district that are purpose for growing interest and making fish as one of the high protein food  ingredients,  so they are who support GEMARIKAN program that originated by KKP. Whereas, group dynamics aim to observe what extent group cooperation can go. Extension method used with lecture and discussion through power point, folder, and leaflet media.
Penumbuhan Jiwa Wirausaha Melalui Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) di UPTD Satuan Pelayanan Perlindungan Sosial Anak Kota Bogor: Growing Entrepreneur Through Fish Farm in the Bucket at Children’s Social Protection Services UPTD Unit Bogor City
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Juni
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2024.002.01.4

Abstract

Keberadaan Sub Unit Rumah Perlindungan Sosial Asuhan Anak Cibalagung Bogor sebagai salah satu Panti Asuhan milik Provinsi Jawa Barat mempunyai tugas pokok dan fungsi melaksanakan sebagian tugas operasional dibidang pelayanan kesejahteraan sosial anak terlantar usia sekolah dan bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial kepada anak terlantar usia sekolah. Penyuluhan merupakan upaya pengembangan keterampilan, pengetahuan, dan sikap sehingga penyuluhan berkaitan erat dengan pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui metode penyuluhan ceramah disertai diskusi dan demonstrasi cara dalam penyampaian materi yang berguna bagi sasaran penyuluhan. Penyuluhan perikanan dapat dilakukan tidak hanya pada pelaku utama, tapi juga masyarakat awam untuk dapat mengetahui dan minat terhadap dunia perikanan. Aksi penyuluhan perikanan ini dilakukan untuk mengubah pengetahuan, keterampilan serta minat masyarakat awam terhadap perikanan dan pada akhirnya meningkatkan minat wirausaha masyarakat di sekitar kampus Politeknik AUP, khususnya bagi generasi muda melalui aksi penyuluhan Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber). Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi generasi muda yang tinggal di panti untuk berwirausaha dibidang perikanan. Generasi muda sebagai anak asuh di panti tersebut memiliki kesadaran dan minat untuk mencoba dan menerapkan inovasi Budikdamber. Hal ini terbukti dari mereka yang sangat tertarik saat proses diskusi berlangsung   The existence of different social protection units of child care Cibalagung Bogor as one orphanage belonging to West Java Province have the tasks and functions of exercise part of the operational duty in the fields of social welfare services waif school age and responsible for providing social welfare to school age. Extension is an effort of skills, knowledge, and attitude so extension closely related to learning. The devotion to the public was carried out through a extension method of discourse with discussion and demonstration ways in this matter that it is useful for the target’s extension. Fisheries extension can do not just to a main actor but also the to know and interests of the world fisheries. This fisheries extension action is done to change knowledge, skills, and public interest in fisheries and ultimately increase the interest of community entrepreneurs around the AUP Polytechnic Campus, especially young generation through fish cultivaton in the bucket (Budikdamber) so we have to be able to grow a family.This activity is expected to provide motivation for young generations living in the shelter to venture into the field of fisheries. Young generation in the orphanage had the consciousness and interest to try and adopt Budikdamber innovation..This is proved by those who are very interested in the discussion process.
Peningkatan Pengetahuan dan Ketrampilan Tentang Pembuatan Rumpon pada Nelayan Lokal di Kelurahan Hamadi Kota Jayapura: Improving Knowledge and Skills in the Construction of Fish Aggregating Devices (Fads) for Local Fishermen in Hamadi Subdistrict, Jayapura City
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Janu
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2024.002.02.2

Abstract

Rumpon merupakan alat bantu pengkapan ikan yang sangat efektif, rumpon memiliki fungsi sebagai rumah ikan (fishing ground). Pembuatan rupon bagi nelayan Hamadi belum banyak dilakukan sehingga nelayan masih terbatas memiliki pengetahuan tentang rumpon. Tujuan a) Meningkatkan pemahaman nelayan local di Kota Jayapura tentang Rumpon sebagai alat bantu pengkapan ikan dan b) Meningkatkan pemahaman nelayan local Kota Jayapura tentang teknik membuat Rumpon. Metode pengambilan data yang digunakan adalah Observasi, DKT (Diskusi Kelompok Terfokus), Documentasi dan Studi Pustaka. Kegiatan pengabdian dapat dihadiri oleh 24 peserta, laki-laki 23 orang dan perempuan 1 orang. Peserta dengan usia kerja mudah produktif sebesar 16,67% usia kerja dewasa produktif 83,33 % dan usia kerja tidak produktig tidak terdapat dalam keiatan ini. Pemahaman peserta terkait pelampung; sebelum pelatihan benar 25%, salah 75%, sesudah pelatihan; benar 91,67% dan salah 8,33%. Tali panjang, sebelum pelatihan; benar 33,33%, salah 66,67%, sesudah pelatihan; benar 95,83 % dan salah 4,17 %. Pemikat ikan, sebelum pelatihan; benar 16,67 %, salah 83,33 %, sesudah pelatihan; benar 87.50 %, salah 12,50 %. Pemberat, sebelum pelatihan; benar 95,83 %, salah 4,17 %, sesudah pelatihan; benar 100% dan salah 0,00%. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan terlaksana baik, dapat meningkatkan pengetahuan peserta.   Fish Agregating Device (FAD) are a very effective tool for catching fish, FAD have a function as a fish house (fishing ground). Making Grove for Hamadi fishermen has not been widely done so fishermen still have limited knowledge about Grove. Objectives a) Increase the understanding of local fishermen in Jayapura City regarding Grove as a tool for catching fish and b) Increase the understanding of local fishermen in Jayapura City regarding techniques for making Grove. The data collection method used is observation, DKT (Focused Group Discussion). The service activity can be attended by 24 participants, 23 men and 1 woman. Participants of easily productive working age were 16.67%, 83.33% of productive adult working age and non-productive working age were not included in this activity. Participants' understanding of buoys; before training 25% correct, 75% incorrect, after training; 91.67% correct and 8.33% incorrect. Long rope, before training; correct 33.33%, incorrect 66.67%, after training; 95.83% correct and 4.17% incorrect. Fish attractor, before training; correct 16.67%, incorrect 83.33%, after training; correct 87.50%, incorrect 12.50%. Weights, before training; correct 95.83%, incorrect 4.17%, after training; 100% correct and 0.00% incorrect. It can be concluded that the activity was carried out well and could increase participants' knowledge.
Pelatihan Digital Marketing pada UMKM Akuarium dan Aluminium Sebagai Strategi Pemasaran dan Meningkatkan Penjualan: Digital Marketing Training for Aquarium and Aluminum UMKM as a Marketing Strategy and Increase Sales
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Juni
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2024.002.01.1

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Pangkalpinang yang memproduksi akuarium dan alumunium menjadi mitra dalam proyek ini. Pelaku UMKM yang menjadi mitra layanan ini memiliki pengalaman bekerja sekitar 20 tahun.  Namun, sistem pemasaran yang dilakukan masih bersifat konvensional. Oleh karena itu, untuk meningkatkan sistem pemasaran dan memungkinkan tujuan usaha yang lebih baikserta upaya penjualan yang lebih efektif, UMKM ini harus menerima materi dan pelatihan tentang pemasaran digital. Selain itu, UMKM menerima bantuan dalam mengembangkan media sosial di platform digital, khususnya Instagram, serta panduan tentang cara menangani platform ini secara efektif. Hasil yang dihasilkan dari pelatihan ini termasuk publikasi ilmiah dan akun Instagram. Pelaku UMKM mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai digital marketing, termasuk cara pembuatan sosial media, pembuatan konten dan caption yang menarik, dan penerapan serta pemahamannya untuk menjual produk UMKM. Pelaku UMKM dapat membuat konten dan caption untuk mempromosikan unggahan foto produk, foto, atau video di akun Instagram yang memiliki kualitas persuasif, serta dapat menggunakan konten tersebut untuk memasarkan produk UMKM.   Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Pangkalpinang City that produce aquariums and aluminum are partners in this project. The MSME players who are partners of this service have about 20 years of working experience. However, the marketing system is still conventional. Therefore,in order to improve the marketing system and enable better business goals and more effective sales efforts, these MSMEs should receive materials and training on digital marketing. In addition, the MSMEs received support in developing social media on digital platforms, especially Instagram, as well as guidance on how to use these platforms effectively. The results of this training include scientific publications and Instagram accounts. MSME actors received further information on digital marketing, including how to create social media, creating engaging content and captions, and applying and understanding them to sell MSME products. MSME actors can create content and captions to promote product, photo, or video uploads on Instagram accounts that have compelling qualities, and can use the content to market MSME products.
Pengembangan Manajemen Eduwisata Garam pada Kelompok Usaha Garam (Kugar) Bajulmati Sejahtera, Kabupaten Malang: Improvement of Salt Edutourism Management in Kelompok Usaha Garam (Kugar) Bajulmati Sejahtera, Malang Regency
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Juni
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2024.002.01.2

Abstract

Pengembangan usaha tambak garam dapat dilakukan melalui beberapa cara, salah satunya adalah dengan pengembangan eduwisata tambak garam untuk meningkatkan nilai ekonomi dari tambak garam itu sendiri. Usaha ini dilakukan dengan membuka tambak garam sebagai destinasi wisata bagi masyarakat. Selain itu, eduwisata ini juga bermanfaat untuk menambah wawasan masyarakat tentang dunia pergaraman. Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang merupakan salah satu desa pesisir di Pesisir Selatan Provinsi Jawa Timur, dimana di desa ini terdapat Kelompok Usaha Garam (KUGAR) Bajulmati Sejahtera yang mengelola tambak garam sekaligus menjadikan tambak garam sebagai lokasi eduwisata. Namun, kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap pengelolaan eduwisata menyebabkan perkembangan KUGAR ini berjalan di tempat, sehingga diperlukan sentuhan dari akademisi khususnya dari perguruan tinggi untuk mengatasi permasalahan ini agar dapat membantu meningkatkan performa KUGAR Bajulmati Sejahtera dalam mengembangkan tambak garam sebagai lokasi eduwisata. Pengembangan eduwisata garam dilakukan dengan melakukan sosialisasi pengembangan tambak garam. Kegiatan dilaksanakan oleh prodi Ilmu Kelautan dengan mengundang pemateri ahli garam. Hasil sosialisasi dan diskusi menghasilkan beberapa masukan bagi petambak garam, yaitu berupa pengadaan pamphlet berisi informasi pergaraman agar wisatawan dapat dengan mudah mendapatkan informasi. Penyediaan spot foto dan oleh-oleh khas tambak garam juga merupakan hal yang perlu dipertimbangkan agar dapat dijadikan sebagai tambahan pemasukan bagi petambak garam.   The development of the salt pond business can be done in several ways, one of which is by developing salt pond educational tourism to increase the economic value of the salt pond itself. This business is carried out by opening salt ponds as a tourist destination for the community. Apart from that, educational tourism is also useful for increasing people's knowledge about the world of salt. Gajahrejo Village, Gedangan District, Malang Regency is one of the coastal villages on the South Coast of East Java Province, where in this village there is the Bajulmati Sejahtera Salt Business Group (KUGAR) which manages salt ponds and also makes salt ponds an educational tourism location. However, the public's lack of knowledge regarding edutourism management has caused the development of KUGAR to run in place, so a touch from academics, especially from universities, is needed to overcome this problem by improving the performance of KUGAR Bajulmati Sejahtera in developing salt ponds as edutourism locations. The development of salt education tourism is carried out by conducting socialization on the development of salt ponds. The activity was carried out by the Marine Science study program by inviting salt expert speakers. The results of the socialization and discussions produced several inputs for salt farmers, namely in the form of providing pamphlets containing salt information so that tourists could easily get information. Providing photo spots and souvenirs typical of salt ponds are also things that need to be considered so that they can be used as additional income for salt farmers.
Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bandengan Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan melalui Pelatihan Diversifikasi Olahan Ikan: Empowering Communities of Bandengan Village, Pekalongan Utara District, Pekalongan City through Fish Processed Diversification Training
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Juni
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2024.002.01.5

Abstract

Ikan sebagai bahan makanan yang mengandung protein tinggi dan mengandung asam amino essensial yang diperlukan oleh tubuh, disamping itu ikan mengandung jaringan pengikat yang sedikit sehingga mudah dicerna. Akan tetapi ikan digolongkan sebagai bahan pangan yang mudah rusak (highly perishable food). Untuk menanggulangi hal tersebut diperlukan suatu cara pengawetan dan pengolahan yang dapat mempertahankan daya awet ikan tanpa mengurangi nilai gizinya. Tujuan dari kegiatan  ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang diversifikasi ikan dan ketrampilan dalam hal olahan ikan ibu ibu PKK. Adapun metode yang dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat ini berupa penyuluuhan dan pelatihan. Tempat pengabdian dilaksanakan di Kelurahan Bandengan Kota Pekalongan. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian yang telah dilakukan oleh Tim Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan tentang diversifikasi olahan ikan dengan membuat olahan seperti nugget ikan, cumi krispi, kaki naga dan sate ikan, dapat menambah keterampilan peserta sehingga bisa meningkatkan konsumsi ikan pada keluarga. Selain itu, Ibu-ibu PKK juga termotivasi untuk menmbuat wira usaha dengan keterampilan baru ini. Ibu-ibu PKK mengusulkan supaya ada kegiatan serupa dengan olahan-olahan  ikan yang lainnya. Kesimpulan dari kegiatan ini mampu meningkatkan semangat dan motivasi peserta pelatihan untuk mengikuti kegiatan pelatihan, meningkatkan pengetahuan peserta pelatihan tentang aneka olahan ikan, dan hasil olahan ikan bisa dimanfaatkan oleh peserta untuk membuka usaha di rumah.   Fish as a food ingredient contains high protein and essential amino acids needed by the body; moreover, fish has minimal connective tissue, making it easily digestible. However, fish is classified as a highly perishable food. To address this issue, preservation and processing methods are necessary to maintain fish freshness without compromising its nutritional value. The objective of this activity is to enhance knowledge of fish diversification and skills in fish processing among the PKK mothers. The methods employed in community service include counseling and training sessions conducted in Bandengan Subdistrict, Pekalongan City. Based on the community service activities conducted by the Faculty of Fisheries, University of Pekalongan, which focused on fish product diversification such as fish nuggets, crispy squid, dragon feet, and fish satay, participants have gained new skills that can increase fish consumption within their families. Additionally, PKK mothers are motivated to start new businesses with these newfound skills, proposing similar activities focusing on other fish products. In conclusion, this initiative has successfully boosted the enthusiasm and motivation of training participants, enhanced their knowledge of various fish products, and enabled them to utilize fish products for home-based businesses.
Pelatihan Pengolahan Rica-Rica Ikan Pari Asap dalam Kemasan Retort Pouch di Desa Bulumeduro, Tuban: Training on the Processing of Rica-Rica Smoked Star in Retort Pouch Packaging in Bulumeduro Village, Tuban
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Juni
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2024.002.01.6

Abstract

Rica-rica ikan merupakan olahan tradisional ikan yang memiliki waktu simpan relatif singkat. Untuk memperpanjang masa simpan pada suhu ruang maka diberi perlakuan teknik pengemasan dalam retort pouch dan sterilisasi. Kemasan produk digunakan kemasan retort pouch 2 (dua) lapis yang terdiri dari plastik nylon dan cpp 85mikron waktu sterilisasi 5 menit. Sterilisasi 5 menit menunjukkan jumlah cemaran mikroba dengan batas cemaran mikroba yaitu <1x105koloni/g setelah penyimpanan 1 bulan pada suhu ruang. Atas dasar Riset tersebut, maka dilakukan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Bulumeduro Kabupaten Tuban yaitu membantu kelompok pengolah dan pemasar ikan yang memproduksi ikan asap ikan pari, dengan menambah ketrampilan bagi kelompok pengasap ikan untuk memanfaatkan teknologi baru di bidang pengemasan yang memungkinkan produk tersebut menjadi olahan yang siap saji dan dapat disimpan lebih lama pada suhu ruang.   Rica-rica fish is a traditional fish dish with a relatively short shelf life. To extend its shelf life at room temperature, a retort pouch packaging technique and sterilization are used. The product packaging consists of a two-layer retort pouch made of nylon plastic and 85-micron CPP, with a sterilization time of 5 minutes. Sterilization for 5 minutes showed microbial contamination levels below <1x105 colony/g after 1 month of storage at room temperature. Based on this research, a Community Service Activity was carried out in Bulumeduro Village, Tuban Regency, to assist the fish processors and marketers producing smoked stingray fish. This activity aimed to enhance the skills of the fish smoking group in utilizing new packaging technology, enabling the product to become ready-to-eat and have a longer shelf life at room temperature.

Page 2 of 4 | Total Record : 39