cover
Contact Name
I Made Dedi Mahariawan
Contact Email
piskarias@ub.ac.id
Phone
+6285738084447
Journal Mail Official
piskarias@ub.ac.id
Editorial Address
Jln. Veteran Malang, Gedung FPIK B Lt.2 65145 Jawa Timur – Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 30267617     DOI : 10.21776/ub.piskarias
Fokus dan Ruang Lingkup Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat di Bidang Perikanan dan Kelautan Meliputi: Teknologi pasca panen Aplikasi teknologi budidaya Pengolahan pasca panen Lingkungan perairan Pengabdian di usaha kenelayanan Kegiatan pengabdian pada masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil Penerapan teknologi untuk masyarakat pesisir dan kelautan Koperasi perikanan Kelompok usaha perikanan Diseminasi teknologi budidaya
Articles 39 Documents
Edukasi Mengenai Pentingnya Ekosistem Mangrove Kepada Siswa-Siswi Smp Reformasi Plus 1 Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur: Education Regarding The Importance of The Mangrove Ecosystem to Students of Reform Plus 1 Smp, Kupang Tengah, Kupang District, East Nusa Tenggara
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Juni
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2025.003.01.7

Abstract

Edukasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove kepada siswa-siswi sekolah menengah sangat penting untuk menambah wawasan. Dalam kegiatan yang berjudul ” Edukasi Mengenai Pentingnya Ekosistem Mangrove Kepada Siswa-Siswi Smp Reformasi Plus 1 Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur” merupakan kegiatan penyuluhan yang menggunakan metode ceramah, diskusi parsitipatif dan media dalam pelaksanaannya. Kegiatan ini juga dilakukan dengan tujuan agar para siswa bisa memahami manfaat dan pentingnya ekosistem mangrove bagi lingkungan pesisir serta agar para siswa dapat menjaga ekosistem mangrove agar terhindar dari segala macam tantangan yang dihadapi oleh ekosistem tersebut. Materi dijelaskan dalam bentik media yaitu power point yaang menjelaskan tentang isi materi pentingya ekosistem mangrove dan juga manfaat ekosistem mangrove. Metode ini dapat dikatan berhasil karena para kelompok sasaran yaitu siswa telah memahami tentang materi yang telah diberikan. Para siswa-siswipun sangat antusias saat melakuan sesi diskusi dengan para penyuluh dan bisa menjawab dengan mudah saat sesi kuis dilakukan   Education about the importance of mangrove ecosystems to middle school students is very important to broaden their knowledge. In the activity entitled "Education regarding the Importance of the Mangrove Ecosystem to Students of Reform Plus 1 Middle School, Central Kupang, Kupang Regency, East Nusa Tenggara" is an outreach activity that uses lecture methods, participatory discussions and media in its implementation. This activity is also carried out with the aim that students can understand the benefits and importance of mangrove ecosystems for the coastal environment and so that students can protect mangrove ecosystems to avoid all kinds of challenges faced by these ecosystems. The material is explained in form of media, namely a power point which explains the content of the material, the importance of the mangrove ecosystem and also the benefits of the mangrove ecosystem. This method can be said to be successful because the target group, namely students, understand the material that has been provided. The students were very enthusiastic during the discussion session with the instructors and were able to answer easily during the quiz session.
Peningkatan Kapasitas Pesantren Melalui Pelatihan Inovasi Produk Perikanan di Pptq Abu Hanifah: Empowerment of Islamic Boarding School Through Fish-Based Product Innovation Training at Pptq Abu Hanifah
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Juni
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2025.003.01.5

Abstract

Pesantren sebagai pilar pendidikan Islam di Indonesia terus berkembang seiring tuntutan zaman modern. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kewirausahaan PPTQ Oemah Al-Qur'an Abu Hanifah melalui pengembangan usaha mikro berbasis olahan hasil perikanan. Melalui integrasi program Santripreneur, sebanyak 30 peserta dilatih secara langsung dalam mengolah produk berbahan dasar ikan, seperti pempek, bakso ikan, dan es krim. Metode yang digunakan meliputi transfer teknologi, demonstrasi, serta praktik langsung dengan memanfaatkan alat dan bahan yang tersedia secara lokal. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap komoditas perikanan, teknik pengolahan, higienitas, serta penggunaan peralatan, dengan skor rata-rata meningkat dari 3,22 menjadi 4,82. Tingkat kepuasan peserta juga sangat tinggi dengan rata-rata penilaian sebesar 4,5 dari 5. Program ini tidak hanya membangun kemandirian dan keterampilan wirausaha bagi para santri, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membentuk unit usaha berkelanjutan di lingkungan pesantren. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan potensi besar pelatihan vokasional yang terarah dalam menjembatani pendidikan agama tradisional dengan pemberdayaan ekonomi modern. Untuk keberlanjutan program, disarankan adanya pendampingan lanjutan dan pembentukan kemitraan dengan pelaku industri atau lembaga pembiayaan guna mendukung pengembangan unit usaha pesantren secara berkelanjutan   Pesantren, as a cornerstone of Islamic education in Indonesia, continues to evolve to meet the demands of modern society. This community service project aimed to enhance the entrepreneurial capacity of PPTQ Oemah Al-Qur'an Abu Hanifah through the development of small-scale fishery-based food enterprises. By integrating the Santripreneur program, 30 participants received hands-on training on processing fish-based products such as pempek, fishballs, and ice cream. The method combined technology transfer, live demonstrations, and participatory practice using locally available equipment and materials. Evaluation using pre- and post-tests showed a significant increase in participants' understanding of fish commodities, processing techniques, hygiene practices, and equipment use—from an average score of 3.22 to 4.82. Additionally, participant satisfaction reached an average rating of 4.5 out of 5, indicating strong approval of the training's content, delivery, and facilities. This initiative not only fostered self-reliance and entrepreneurial skills among students but also laid the foundation for sustainable micro-enterprise development within the pesantren ecosystem. The success of this program underscores the potential of targeted vocational training to bridge traditional religious education with modern economic empowerment. To ensure the sustainability of the program, it is recommended to provide continued assistance and establish partnerships with industry stakeholders or financial institutions to support its further development
Smart Ecotourism Village Upaya Peningkatan Kompetensi Kelompok Masyarakat Di Konservasi Penyu Desa Wonocoyo, Kabupaten Trenggalek
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Juni
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2025.003.01.6

Abstract

Pantai Taman Kili-kili merupakan kawasan konservasi penyu yang sudah di tetapkan sebagai Kawasan Esensial Ekosistem (KEE) yang dikelola oleh Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas). Sejak tahun 2020 telah di lakukan penetapan kawasan konservasi penyu Taman Kili-kili Kabupaten Trenggalek sesuai SK.Gubenur No.188/39/KPTS/013/2020. Belum adanya dampak ekonomi secara berkelanjutan dari kunjungan wisatawan yang di rasakan oleh kelompok masyarakat menjadi permasalahan untuk segera mendapatkan solusi. Permasalahan tersebut terjadi karena kesulitan dalam promosi kepada wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Faktor akses ke lokasi yang sangat jauh dan belum banyak yang mengetahui tentang destinasi wisata di konservasi penyu, sehingga perlu dilakukan pemasaran teknologi digital dengan pendekatan ekowisata agar terjadinya keseimbangan antara pelestarian ekologi, peningkatan ekonomi dan sosial masyarakat. Pariwisata back to nuture atau yang dikenal dengan wisata di desa dengan penerapan pembatasan kuota pengunjung yang diterapkan oleh kelompok menjadi solusi destinasi yang banyak diminati oleh wisatawan untuk belajar dan melepaskan kejenuhan dari segala aktivitas yang rutin, sehingga perlu dilakukannya kolaborasi antar stakeholder dan implementasi program Doktor Mengabdi (DM) Universitas Brawijaya untuk menjawab permasalah tersebut dengan melakukan pendampingan pemasaran ekowisata penyu melalui program smart ecotourism village.
Gemar Makan Ikan melalui Pengolahan Odena di SMK Informatika Bina Generasi 3 Tamansari Kabupaten Bogor: Eating Fish through Odena Processing in the Smk Informatika Bina Generasi 3 Tamansari Bogor Regency
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Dese
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2025.003.02.1

Abstract

Surimi merupakan daging ikan giling yang digunakan sebagai bahan baku berbagai olahan ikan. Salah satu olahan ikan tersebut adalah ODENA (Odeng Ikan Taruna) yang berbentuk memanjang dan dan disajikan hangat dengan kuah kaldu. GEMARIKAN atau Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan merupakan salah satu Program Kementerian Kelautan dan Perikanan yang bertujuan supaya masyarakat lebih memilih ikan sebagai sumber protein hewani terbaik Program tersebut dapat diwujudkan melalui aksi penyuluhan pengolahan ODENA di SMK Informatika Bina Generasi 3 Tamansari Kabupaten Bogor, sehingga mampu meningkatkan angka konsumsi ikan Provinsi Jawa Barat khususnya Kabupaten Bogor. Mengingat bahwa Provinsi Jawa Barat menduduki posisi angka konsumsi ikan 5 terbawah dari 33 Provinsi di Indonesia. Angka konsumsi ikan tersebut hanya sebesar 23,65 kg/kap/tahun dan masih berada jauh dibawa angka konsumsi ikan rata-rata di Indonesia sebesar 36,95 kg/kap/tahun (Ditjen PDSPKP KKP, 2023). Kegiatan aksi penyuluhan ODENA juga merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan 35 sasaran siswa siswi dan guru SMK Informatika Bina Generasi 3 serta dosen dan taruna Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan yang berperan sebagai narasumber dalam memberikan materi serta demonstrasi cara pengolahan ODENA dengan bahan dan alat yang telah disediakan. Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi peserta didik dan guru SMK Bina Generasi 3 untuk dapat menerapkan produk olahan ODENA sehingga dapat berwirausaha dan memberikan penghasilan tambahan. Hal ini terbukti dari peserta berminat selama diskusi berlangsung dan bersemangat dalam mencoba proses pengolahan produk tersebut. Surimi is ground meat as raw materials for various fish processed. One of the fish processed is ODENA (Odeng Ikan Taruna) which is served with elongated shape and warm sauce. GEMARIKAN or Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan is one of the Ministry of Fisheries and Maritime Affairs programs that aimed to communities prefer to fish as the best source of animal protein were can be manifested through the action of information processing ODENA in SMK Informatika Bina Generasi 3 Tamansari Bogor district, so increasing fish consumption in the Bogor district West Java Province. Given that position of West Java Province in the bottom of 5th fish consumption from 33 provinces in Indonesia. The fish consumption was only of 23,65 kg/capita/year and still below of fish consumption average in Indonesia is about 36,95 kg/ capita/year (Ditjen PDSPKP KKP, 2023). The extension activities of the information society is an devotion ODENA also involving 35 targets the students and teachers SMK Bina Generasi 3, lecturer, and taruna fisheries extension study program Jakarta Technical University of Fisheries that acts as the speakers to provide material and ODENA processing demonstration with the tools and provided. This activity is expected to motivate the students and teachers of SMK Bina Generasi 3 to apply the processed ODENA products so they can become entrepreneurs and generate additional income. This is evident from the participants' interest during the discussion and their enthusiasm in trying the product processing procedures.
Edukasi Lingkungan untuk Penanggulangan Sampah Anorganik dan Mikroplastik di Dusun Krajan Kabupaten Banyuwangi: Environmental Education for the Mitigation of Anorganic and Microplastic Waste in Krajan Hamlet, Banyuwangi Regency
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Dese
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2025.003.02.2

Abstract

Dusun Krajan, Desa Jambewangi merupakan salah satu wilayah yang memiliki tantangan dalam pengelolaan sampah rumah tangga, terutama jenis sampah anorganik dan mikroplastik. Minimnya edukasi mengenai dampak negatif sampah terhadap lingkungan menjadi salah satu penyebab rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah serta mengelola sampah secara bertanggung jawab. Melalui program pengabdian ini, diupayakan peningkatan pengetahuan dan kepedulian warga terhadap pengelolaan sampah, khususnya sampah anorganik dan mikroplastik, melalui pendekatan edukatif yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Kegiatan yang dilakukan mencakup penyuluhan, presentasi visual interaktif, diskusi kelompok, dan pemutaran media edukatif dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Dari pelaksanaan program ini, terlihat peningkatan pengetahuan masyarakat terkait bahaya mikroplastik dari 40% menjadi 80% serta munculnya kesadaran untuk mengolah sampah rumah tangga menjadi produk yang lebih bernilai guna. Pendekatan yang bersifat edukatif dan aplikatif ini terbukti efektif dalam membentuk perubahan perilaku masyarakat ke arah yang lebih peduli terhadap lingkungan secara berkelanjutan.   Krajan Hamlet, located in Jambewangi Village, is one of the areas facing significant challenges in managing household waste, particularly inorganic waste and microplastics. The lack of education regarding the negative impacts of waste on the environment contributes to the low public awareness in sorting and managing waste responsibly. Through this community service program, efforts were made to improve residents’ knowledge and awareness of waste management—especially regarding inorganic and microplastic waste—by using an educational approach that encouraged active community participation. Activities included outreach, interactive visual presentations, group discussions, and the screening of educational media with 30 participants. The implementation of this program demonstrated an increase in public understanding of the dangers of microplasticsfrom 40% to 80%, as well as the emergence of community initiatives to repurpose household waste into more useful products. This educational and practical approach proved effective in fostering behavioral changes that support long-term environmental sustainability.
Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga untuk Peningkatan Kualitas Lingkungan Desa Jambewangi, Banyuwangi, Jawa Timur: Socialisation of Household Organic Waste Processing to Improve the Quality of the Environment in Jambewangi Village, Banyuwangi, East Java
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Dese
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ppiskarias.2025.003.02.3

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan warga Desa Jambewangi, Kabupaten Banyuwangi, dalam pengelolaan sampah organik rumah tangga sebagai upaya peningkatan kualitas lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi survei awal dan koordinasi dengan pemerintah desa untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, penyusunan materi sosialisasi bersama narasumber ahli, serta pelaksanaan sosialisasi secara langsung dengan pendekatan komunikatif dan partisipatif. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada 15 Juni 2025 dengan materi yang mencakup jenis dan karakteristik sampah organik, dampaknya terhadap lingkungan, serta teknik sederhana pengolahan sampah organik skala rumah tangga. Evaluasi kegiatan dilakukan secara kualitatif melalui pengamatan dan pengukuran persepsi peserta terhadap peningkatan pengetahuan, suasana diskusi, dan kebermanfaatan informasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta menilai kegiatan pada kategori sangat tinggi hingga tinggi, terutama pada aspek peningkatan pengetahuan (85% sangat tinggi) serta suasana diskusi dan kebermanfaatan informasi (masing-masing 75% sangat tinggi). Hasil ini menunjukkan bahwa sosialisasi pengolahan sampah organik efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri   This community service program aimed to enhance the knowledge, awareness, and skills of residents of Jambewangi Village, Banyuwangi Regency, in managing household organic waste as an effort to improve environmental quality. The implementation methods included an initial survey and coordination with the village government to identify community needs, the preparation of socialization materials in collaboration with expert resource persons, and the direct implementation of socialization activities using a communicative and participatory approach. The socialization was conducted on 15 June 2025 and covered topics such as the types and characteristics of organic waste, its environmental impacts, and simple household-scale organic waste processing techniques. Program evaluation was carried out qualitatively through observation and assessment of participants’ perceptions regarding knowledge improvement, discussion atmosphere, and the perceived usefulness of the information delivered. The evaluation results indicated that most participants rated the activity in the high to very high categories, particularly in terms of knowledge improvement (85% very high) as well as discussion atmosphere and information usefulness (75% very high for each aspect). These findings demonstrate that organic waste management socialization is effective in improving community understanding and readiness to manage household waste independently.
Peningkatan Produktivitas Pembudidaya Lele melalui Edukasi Manajemen Kualitas Air, Teknik Pembenihan, dan Pengendalian Hama Serta Penyakit Ikan pada Pokdakan Tirto Asri, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang: Enhancing the Productivity of Catfish Farmers through Education on Water Quality Management, Breeding Techniques, and Fish Pest and Disease Control at Pokdakan Tirto Asri, Tirtomoyo Village, Pakis District, Malang Regency
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Dese
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2025.003.02.4

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pembudidaya ikan lele di Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Tirto Asri, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil identifikasi awal, mitra menghadapi permasalahan utama berupa manajemen kualitas air yang belum optimal, teknik pembenihan yang masih sederhana, serta belum adanya upaya pencegahan penyakit ikan secara sistematis. Kegiatan dilakukan dalam bentuk workshop pada tanggal 9 Agustus 2025 dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Materi disampaikan oleh Dr. Asus Maizar Suryanto H., S.Pi., MP.; Prof. Dr. Ir. Muhammad Musa, MS.; dan Prof. Dr. Ir. Sri Andayani, MS., mencakup tiga aspek utama, yaitu manajemen kualitas air, teknik pembenihan dan pemeliharaan benih, serta pengendalian hama dan penyakit ikan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap penerapan manajemen budidaya yang efisien, sehat, dan berkelanjutan. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi serta komitmen untuk menerapkan praktik yang telah dipelajari dalam kegiatan budidaya mereka. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif melalui workshop efektif dalam meningkatkan kapasitas pembudidaya ikan skala kecil melalui kolaborasi antara akademisi dan masyarakat.   This community service activity was carried out to improve the knowledge and skills of catfish farmers at the Fish Farmers Group (POKDAKAN) Tirto Asri, Tirtomoyo Village, Pakis District, Malang Regency. Based on the initial identification, the partners faced several main problems, including suboptimal water quality management, less efficient breeding techniques, and the absence of a systematic fish disease prevention approach. The activity was conducted in the form of a workshop on August 9, 2025, using an educational and participatory approach. The workshop materials were delivered by Dr. Asus Maizar Suryanto H., S.Pi., MP.; Prof. Dr. Ir. Muhammad Musa, MS.; and Prof. Dr. Ir. Sri Andayani, MS., covering three main aspects: water quality management, breeding and seed rearing techniques, and fish pest and disease control. The results showed an improvement in participants’ understanding of efficient, healthy, and sustainable aquaculture practices. Participants demonstrated high enthusiasm and a strong commitment to applying the knowledge gained to their daily farming activities. This program indicates that an educational approach through workshops is effective in enhancing the capacity of small-scale fish farmers through collaboration between academia and local communities.
Jejak Hijau di Garis Pantai: Inovasi Rehabilitasi Mangrove di Desa Penunggul: Green Footprints along the Shoreline: Innovative Mangrove Rehabilitation in Penunggul Village
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Dese
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2025.003.02.5

Abstract

Desa Penunggul, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan merupakan kawasan pesisir yang mengembangkan Mangrove Penunggul Park sebagai destinasi wisata edukatif berbasis ekosistem mangrove. Namun, keberlanjutan kawasan ini sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam rehabilitasi dan perawatan mangrove. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 17 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya dilaksanakan pada Juli 2025 dengan fokus utama penguatan upaya rehabilitasi mangrove melalui sinergi edukasi dan aksi penanaman. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap fungsi ekologis mangrove serta menginisiasi aksi nyata rehabilitasi melalui penanaman bibit di Mangrove Penunggul Park. Metode yang digunakan meliputi pemetaan awal kondisi dan pemangku kepentingan, penyuluhan dan edukasi mangrove, pelatihan teknis penanaman, serta aksi penanaman 200 bibit mangrove bersama perangkat desa, Karang Taruna, UMKM, dan mitra perguruan tinggi lain. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi kelompok pemuda dan aparatur desa dalam perencanaan dan pelaksanaan rehabilitasi, penguatan persepsi mangrove sebagai penyangga garis pantai dan identitas desa, serta terbentuknya komitmen bersama untuk menjadikan penanaman mangrove sebagai agenda rutin yang terintegrasi dengan pengembangan desa wisata edukatif. Kegiatan ini mengilustrasikan bahwa pendekatan pengabdian berbasis kolaborasi kampus–masyarakat dapat menjadi model sederhana namun efektif dalam memperkuat jejak hijau di garis pantai melalui rehabilitasi mangrove yang berkelanjutan di tingkat desa.   Penunggul Village in Nguling Sub-district, Pasuruan Regency, is a coastal area that has developed the Mangrove Penunggul Park as an educational tourism destination based on mangrove ecosystems. However, the sustainability of this area largely depends on community involvement in mangrove rehabilitation and maintenance. The Community Service Learning Program (KKN-T) Group 17 from the Faculty of Fisheries and Marine Science, Universitas Brawijaya, was conducted in July 2025 with a primary focus on strengthening mangrove rehabilitation through a synergy of education and planting actions. This community service aimed to enhance local knowledge and awareness of the ecological functions of mangroves and to initiate concrete rehabilitation efforts through mangrove seedling planting in the Mangrove Penunggul Park. The methods included initial mapping of site conditions and stakeholders, mangrove education sessions, technical training on planting, and a joint planting action of 200 mangrove seedlings involving village officials, youth groups, micro-entrepreneurs, and partner universities. The results indicate increased participation of youth and village authorities in planning and implementing rehabilitation, strengthened perceptions of mangroves as shoreline buffers and a core element of village identity, and the emergence of a shared commitment to institutionalize mangrove planting as a routine agenda integrated into the development of an educational tourism village. This program illustrates that a campus–community collaborative approach can serve as a simple yet effective model to reinforce green footprints along the shoreline through sustainable village-level mangrove rehabilitation.
Penerapan Teknologi Probiotik Berbasis Bahan Lokal untuk Meningkatkan Kesehatan dan Produktivitas Budidaya Lele di Desa Gelang: Local-Based Probiotic Technology Project to Improve Catfish Health and Aquaculture Productivity in Gelang Village
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Dese
Publisher : Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2025.003.02.6

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas budidaya lele melalui penerapan teknologi probiotik berbasis bahan lokal pada pembudidaya di Desa Gelang, Sidoarjo. Probiotik diformulasikan menggunakan dedak, molase, air kelapa, ragi, dan starter bakteri, kemudian diaplikasikan pada media air dan pakan. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan praktik, demonstrasi aplikasi, serta monitoring kualitas air dan respons ikan selama tiga minggu. Penerapan probiotik juga menurunkan konsentrasi amonia, nitrit, dan nitrat secara bertahap, diikuti peningkatan aktivitas makan, perbaikan kondisi fisik ikan, dan penurunan mortalitas hingga 60–85%. Selain itu, sebagian besar pembudidaya mampu memproduksi probiotik secara mandiri dan menyatakan kesediaan untuk mengadopsinya secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, teknologi probiotik berbahan lokal terbukti efektif, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan pembudidaya dalam meningkatkan performa budidaya lele.   This community service program aimed to improve the health and productivity of catfish aquaculture through the application of locally sourced probiotic technology in Gelang Village, Sidoarjo, Indonesia. The probiotic was formulated using rice bran, molasses, coconut water, yeast, and bacterial starters, and then applied to both water and feed. The activities consisted of extension sessions, hands-on training, application demonstrations, and monitoring of water quality and fish performance over a three-week period. The application of probiotics led to a gradual reduction in ammonia, nitrite, and nitrate concentrations, accompanied by improved feeding activity, better physiological conditions, and a reduction in fish mortality by 60–85%. In addition, most farmers demonstrated the ability to independently produce probiotics and expressed willingness to adopt the technology sustainably. Overall, the locally based probiotic technology proved to be effective, practical, and well-suited to the needs of small-scale farmers in enhancing the performance of catfish aquaculture.

Page 4 of 4 | Total Record : 39