cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Limbah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Buletin LIMBAH terdiri dari rubrik atrikel dan info limbah. Rubrik artikel memuat makalah tentang Iptek Limbah meliputi tren teknologi pengolahan limbah serta aspek keselamatan lingkungan. Sedangkan info limbah berisi informasi mutakhir tentang Iptek limbah dari dalam dan luar negeri, serta aktifitas PTLR-BATAN.
Arjuna Subject : -
Articles 60 Documents
PENGELOLAAN BAHAN BAKAR BEKAS REAKTOR NUKLIR Djarot Sulistyo Wisnubroto
Buletin Limbah Vol 9, No 1 (2005): Tahun 2005
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menghadapi kemungkinan pengelolaan bahan bakar bekas reaktor dalam waktu dekat maupun dalam jangka panjang, untuk reaktor pem­bangkitan daya listrik, maka perlu dipahami perkembangan teknologi pengelolaan bahan bakar bekas. Se­mentara itu, kebijaksaan Pemerintah Indonesia dalam aplikasi teknologi nuklir sampai saat ini masih menganut siklus bahan bakar nuklir secara ter­buka, artinya, bahan bakar bekas yang keluar dari reaktor nuklir setelah digunakan tidak akan dikenai olah ulang kembali untuk diambil uranium dan plutoniumnya, tapi dikembalikan ke negara asal bahan bakar atau di­simpan sementara sambil menunggu proses penyimpanan lestari. Kebijak­sanaan ini kemungkinan akan dianut dalam jangka panjang mengingat dari segi teknis penanganan instalasi olah ulang bahan bakar bekas serta penge­lolaan limbah aktivitas tinggi sebagai hasil sampingnya sangat kompleks. Di samping itu faktor ekonomi dan politik saat ini dan kemungkinan beberapa dekade ke depan akan memberatkan Indonesia.
PENGARUH UKURAN BUTIR LIMBAH KARBON AKTIF MENGANDUNG Cs-137 TERHADAP KERAPATAN DAN KUAT TEKAN SEMEN LIMBAH Heru Sri Wahyuni
Buletin Limbah Vol 12, No 1 (2008): Tahun 2008
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH UKURAN BUTIR LIMBAH KARBON AKTIF MENGANDUNG Cs-137 TERHADAP KERAPATAN DAN KUAT TEKAN SEMEN LIMBAH. Telah dilakukan optimasi perbandingan limbah karbon aktif : semen terhadap uji kerapatan dan kuat tekan hasil imobilisasi karbon aktif – semen. Ukuran butir karbon aktif yang digunakan adalah –40/+50 sampai –60/+70 mesh. Variasi kandungan limbah antara 10 – 90 % berat, dengan dimensi 46 mm diameter dan 50 mm tinggi. Uji kualitas hasil imobilisasi dilakukan dengan menggunakan cara Paul Weber, sedangkan densitas ditentukan dengan cara menimbang dan mengukur volume sample. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh ukuran butir limbah karbon aktif terhadap kerapatan dan kuat tekan, sehingga diperoleh ratio komposisi matriks dan limbah yang optimal. Hasil percobaan menunjukkan bahwa hasil optimal diperoleh pada saat kandungan limbah 50 % berat dengan ukuran butir -50/+60 mesh. Hasil uji tekan menunjukkan densitas optimal adalah 1,7543 g/cm3 dengan kuat tekan 24 N/mm2. EFFECT of PARTICLE SIZE OF spent activated carbon CONTAINS Cs-137 TO the density and compression strength of cemented waste. Optimation of spent activated carbon : cement ratio to density and compression strength test of cemented – activated carbon immobilization result has been done. Used particle size of activated carbon was -40/50+ to -60/70+ mesh. Waste contain were varied to 10 – 90 % weight with dimension 46 mm (dia) and 50 mm (h). Quality test of immobilization results were done by using Paul Weber method, while their densities were determined by weighing and volume measurement of sample. Objective of the experiment is to study the effect of particle size activated carbon waste to the density and compression strength, so the optimum ratio of matrix composition and waste loading have been obtained. The result showed that optimum results were obtained on 50 % weight of waste contain with particle size -50/60+ mesh. Compressive strength result indicated that optimum density was 1.7543 g/cm3 with compressive strength 25 N/mm2.
PERANCANGAN PEMBUATAN ALAT PENGANGKAT DRUM LIMBAH RADIOAKTIF RADIASI TINGGI Sagino Sagino
Buletin Limbah Vol 11, No 1 (2007): Tahun 2007
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PENGANGKAT DRUM LIMBAH RADIOAKTIF RADIASI TINGGI. Rancangan alat pengangkat drum 60 liter dari bahan stainless steel di maksudkan untuk mengangkat atau memindahkan kemasan limbah dalam 60 liter/100liter. Alat pengangkat drum ini terletak di atas tutup drum sebelum drum dimasukan ke dalam transfer cask. Kemudian diangkut dengan Forklift dari penimbul limbah menuju PTLR untuk menunggu proses. Selanjutnya dimasukan kedalam sumuran sedalam 4 meter tempat Penyimpanan Sementara Limbah Radioaktif Aktivitas Tinggi (PSLAT). Dalam gedung penyimpanan ini alat pengangkat drum berfungsi untuk menurunkan limbah radioaktif radiasi tinggi dalam drum 60 liter/100 liter ke dalam sumuran gedung PSLAT sampai ke dalam 4 meter dan diatur sampai 6 susun. Alat ini dirancang untuk mengangkat drum limbah dengan kapasitas 60 kg. Crane digunakan untuk alat menaikan dan menurunkan paket limbah teersebut. DESIGN AND MANUFACTURE HIGH LEVEL WASTE GRIP DRUM. Grip drum for 60 liter SS drum has been applied to lift place 60/100 liter into waste package drum. This grip drum would attached on drum life before the drum placed in transfer cask. After that transfer cask tranforted by forklift from waste generate to waste management for HWL interim storage. In this storage the grip have function to leave 60/100 liter waste package in 4 m deep drum. In desaining this have 60 kg capacity and coud lifting and lovering waste into transfer cask also at the weel storage with assited by the crane. The grip drum contruction was made by thin of metal sheet.
OPTIMASI ALAT CACAH WBC ACCUSCAN-II UNTUK PENCACAHAN CONTOH URIN R. Suminar Tedjasari; Ruminta Ginting
Buletin Limbah Vol 8, No 1 (2004): 2004
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.368 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian untukmengoptimalkan pemakaian alat cacah WBC ACCUSCAN-II dalampemantauan radiasi interna, yaitu untuk pencacahan radiasi gamma dalamcontoh urin. Untuk pencacahan contoh urin ini, alat cacah WBC dikalibrasidengan menggunakan sumber standar Eu-152 yang mempunyai energigamma dalam rentang 121,78 keV hingga 1408,00 keV. Sumber standar cairmempunyai konsentrasi aktivitas sebesar 210,20 kBq/500cc dan dimasukkandalam botol sampel plastik. Pencacahan dilakukan selama 600 detik denganjarak antara detektor dengan botol sumber bervariasi dari 15 cm hingga 30cm (rapat dinding WBC). Dari hasil analisis diperoleh data yangmenunjukkan bahwa hasil pengukuran pada jarak 15 cm dari detketor adalahyang terbaik, dengan fungsi kalibrasi energi adalah E(c) = -31,5 + 0,43c –3,96x10-5c2 + 6,34x10-9 c3 dan fungsi kalibrasi efisiensi adalah Ef(E) = -2,70 + 1,01E – 0,13E2. The WBC ACCUSCANII was calibrated using standard source of Eu-152 with gamma energy from 121.78 kev to 1408.00 keV. The Liquid standard source of Eu-152 has an activity concentration of 210.20 kBq/500 cc and it was placed in a plastic sample bottle. The source was counted for 600 seconds and was placed 15 cm to 30 cm from detector. The analysis results indicated that counting at 15 cm from detector yield is the best, and the energy calibration function is E(c)= -31,5 + 0,43c – 3,96x10-5c2 + 6,34x10-9 c3 and efficiency calibration is
STUDI PENGELOLAAN BAHAN BAKAR NUKLIR BEKAS PLTN JENIS PWR DAN BWR Wati Wati
Buletin Limbah Vol 10, No 1 (2006): Tahun 2006
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STUDI PENGELOLAAN BAHAN BAKAR NUKLIR BEKAS PLTN JENIS PWR DAN BWR. Telah dilakukan studi tentang pengelolaan bahan bakar nuklir bekas sebagai upaya antisipasi bagi program pengoperasian PLTN di Indonesia. Dalam makalah ini diperkirakan kuantitas bahan bakar nuklir bekas (B2NB) yang ditimbulkan berdasarkan skenario pemenuhan kebutuhan energi listrik nasional, tingkat daya dan tipe PLTN kemudian dibahas alternatif pengelolaanya terkait dengan strategi daur bahan bakar nuklir yang akan dikembangkan. Data untuk perkiraan digunakan PLTN jenis Pressure Water Reactor (PWR) untuk tingkat daya 1.000 MWe. Dengan melakukan komparasi pengalaman negara-negara yang sudah mengoperasikan PLTN, ada empat strategi daur bahan bakar nuklir yang dapat dilakukan yaitu : direct disposal, reprocessing, DUPIC (Direct Use of Spent PWR Fuel In Candu) dan wait and see. Terkait dengan B2NB yang ditimbulkan ada empat alternatif pengelolaanya yaitu : penyimpanan sementara di lokasi reaktor (at the reactor/AR), disediakan fasilitas tersentralisasi jauh dari reaktor (away from reactor/AFR) tipe basah, disediakan AFR tipe kering atau mempersiapkan fasilitas reprocessing. Untuk kasus di Indonesia, metode pengelolaan B2NB secara AFR tipe basah adalah pilihan yang paling tepat jika yang akan dioperasikan adalah PLTN jenis PWR atau BWR. Kata kunci : pembangkit listrik tenaga nuklir, bahan bakar nuklir bekas THE STUDY OF MANAGEMENT SPENT FUEL FROM NPP’S PWR AND BWR TYPE. Management of spent nuclear fuel from Nuclear Power Plant (NPP) reactor had been studied to anticipate for program of NPP operation in Indonesia. In this paper the quantity of spent nuclear fuel (SNF) predicted. Data for the estimate used NPP type Pressure Water Reactor (PWR) 1.000 MWe and the SNF management overview base on the experiences of some countries that have NPP. There are four strategy nuclear fuel cycle which can be developed i.e : direct disposal, reprocessing, DUPIC (Direct Use of Spent PWR Fuel In Candu) and wait and see. And four alternative for SNF management that are : store in the reactor building (AR), make wet centralized storage AFR, make dry centralized storage AFR and prepare for reprocessing facility. For the Indonesian case, centralized facility of the wet type is recommended for PWR or BWR spent fuel. Keywords : nuclear power plant, spent nuclear fuel
PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF DI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR 1000 MW Husen Zamroni; Endang Nuraeni; Jaka Rachmadetin
Buletin Limbah Vol 12, No 1 (2008): Tahun 2008
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF CAIR PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR 1000 MW. Kebanyakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) menyediakan tempat sistem pengumpulan dan penyimpanan limbah untuk menangani limbah selama operasi reaktor. Bermacam teknik dan teknologi reduksi volume diterapkan dengan baik pada PLTN. Limbah radioaktif cair yang dilepas ke lingkungan harus sangat rendah dan lebih rendah dari batas yang ditentukan oleh badan regulasi. Limbah cair diolah dengan cara evaporasi, penukar ion, membarn dan pengendapan selanjutnya konsentrat disimpan dalam penyimpanan sementara. Sludge limbah radioaktif dikumpukan dalam tangki koleksi, tangki sedimen dan sumpit. Konsentrat evaporator bersama dengan resin bekas dari pengolah pendingin reaktor di simpan dalam tangki stainless steel dalam gedung bantu. LIQUID RADIOACTIVE WASTE MANAGEMENT AT NUCLEAR POWER PLANT 1000 MW. Most of the NPP generally were provided with waste collection and storage systems to accommodate lifetime arising of NPP operation. Source reduction techniques and technologies are well known and implemented to varying degrees at most nuclear plants. Liquid radioactive releases into the environment were to be kept very low, generally significantly lower than regulatory guidelines. Liquid waste was treated by evaporation, ion exchanger, membrane reverse osmosis and precipitacion furthermore concentrates were stored at the interim storage. Radioactive sludges exist mainly in drain collection and sedimentation tanks or sumps. The evaporator concentrates, together with spent ion exchange resins from coolant treatment, were planned to be stored in stainless steel tanks in the auxiliary buildings
PENGARUH TENAGA ASUT MOTOR TERHADAP SISTEM INSTALASI PENERANGAN UNIT KOMPAKSI DAN IMMOBILISASI Bung Tomo
Buletin Limbah Vol 9, No 1 (2005): Tahun 2005
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unit kompaksi dan imobilisasi merupakan salah satu fasilitas pengolahan limbah radioaktif padat aktivitas rendah yang dimiliki oleh Pusat Pengembangan Pengelolaan Limbah Radioaktif (P2PLR) yang bertugas mengolah limbah radioaktif jenis padat yang dapat ditekan (compactible). Pada unit kompaksi dan imobilisa-si, sumber daya listrik merupakan faktor utama yang sangat penting mendukung berjalannya proses pengolahan limbah. Instalasi listrik tidak hanya digunakan untuk lampu penerangan atau menggerakkan motor listrik, akan tetapi juga digunakan untuk kedua-duanya dan berbagai peralatan lain. Dalam hal seperti tersebut di atas perlu sekali diperhatikan syarat–syarat agar pengaruh pengoperasian motor listrik terhadap instalasi penerangan maupun peralatan lain yang membutuhkan tidak terganggu.
PEMODELAN INPUT PENCEMAR ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN FITOPLANKTON DI TELUK JAKARTA Murdahayu Makmur
Buletin Limbah Vol 13, No 1 (2009): Tahun 2009
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.23 KB)

Abstract

PEMODELAN INPUT PENCEMAR ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN FITOPLANKTON DI TELUK JAKARTA. Semakin meningkatnya ledakan fitoplankton di perairan laut belakangan ini, salah satunya disebabkan karena pengaruh zat atropogenik yang semakin banyak masuk ke dalam perairan, termasuk zat pencemar organik yang mengandung pospat, nitrat dan silikat. Dampak ledakan fitoplankton akan menyebabkan terganggunya kesehatan masyarakat dan secara ekonomi akan mengganggu perikanan laut. Dampak ekologi lain adalah berubahnya habitat perairan laut dan merusak tatanan pesisir pantai. Untuk itu, dibutuhkan suatu model prediksi yang dapat memperkirakan kejadian ledakan fitoplankton untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan. Dengan menggunakan perangkat lunak Powersim, model hubungan antara jumlah input organik dan jumlah fitoplankton di Teluk Jakarta dapat dimodelkan dan disimulasi dalam suatu model dinamik. Didapatkan bahwa ada pengaruh yang cukup kuat antara jumlah pencemar organik, yang diwakili oleh jumlah pospat, nitrat dan silikat terhadap pertumbuhan fitoplankton dari kelompok diatom dan dinoflagelata. Model yang dihasilkan dapat dijadikan dasar kebijakan pengaturan pembuangan limbah organik ke badan air sehingga ledakan fitoplankton dapat diminimalkan.
DEKONTAMINASI HYPALON DAN NEPRENE GLOVES, PVC DAN BEMCOT TISSUE DENGAN MEDIATOR PERAK (II) Suwardiyono Suwardiyono
Buletin Limbah Vol 8, No 2 (2004): 2004
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.903 KB)

Abstract

Telah dilakukan dekontaminasi hypalon gloves, neoprene gloves, PVC dan bemcot tissue menggunakan sel oksidasi elektrokimia berskala laboratorium dengan kondisi anolit 0,05 M AgNO3/4 M HNO3, katolit 13 M HNO3, temperatur 20, 30 dan 40 0C, arus 10 amper dan kecepatan pengadukan 1000 rpm. Faktor dekontaminasi (FD) Hypalon gloves (chlorosulphonated polyethylene) dan pplyvinyl chloride (PVC) pada waktu elektorpisis sampai 180 menit, temperatur antara 30 oC – 40 oC adalah berkisar antara 100 – 200. Neoprene glove tidak dapat di dekontaminasi karena terjadi penggumpalan dan lengket satu sama lain. Beamcot tissue (cellulosic material) tidak dapat diaplikasikan untuk didekontaminasi karena telah terdekomposisi habis menjadi CO2 selama elektrolisis.The decontamination of Hypalon gloves, Neoprene gloves, PVC and bemcot tissue using a laboratory scale electrochemical oxidation cell were carried out under the condition of anolyte of 0,05 M AgNO3/4 M HNO3, catholyte of 13 M HNO3, temperature of 20, 30 and 40 0C, current of 10 A and stirring speed of 1000 rpm. The decontamination factor (DF) of Hypalon gloves (chlorosulphonated polyethylene) and polyvinyl chloride (PVC) at the electrolysis time until 180 minutes, temperature between 30 oC – 40 oC was about 100 – 200. Neoprene gloves might not suitable for this decontamination, because occurred the hump and adhesive on the surface among the neoprene glove sheets due to their partial decomposition which interferes the decontamination was observed. Bemcot tissue (cellulosic material) is inapplicable for this decontamination, because it was completely decomposed to be carbon dioxide during electrolysis.
UJI KEMAMPUAN MESIN PENDINGIN YORK YCHA 175 PASCA REFUNGSIONALISASI PADA FASILITAS IPLR Budiyono Budiyono
Buletin Limbah Vol 12, No 1 (2008): Tahun 2008
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UJI KEMAMPUAN MESIN PENDINGIN YORK YCHA 175 PASCA REFUNGSIONALISASI PADA FASILITAS IPLR. Dalam rangka meningkatkan kapasitas pendinginan gedung Instalasi Pengolahan Limbah Radioaktif, telah dilaksanakan refungsionalisasi satu unit mesin pendingin York YCHA 175. Untuk mengetahui unjuk kerja mesin pasca refungsionalisasi perlu dilakukan uji kemampuan operasi. Metode pengujian dengan membandingkan data-data operasi mesin dengan standar acuan. Hasil yang diperoleh nilai prosentase arus > 30% FLA, tekanan oli > 20 Psid, tekanan hisap > 44 psi dan tekanan discharge < 395 Psi. Dengan berfungsinya kembali salah satu mesin pendingin telah menurunkan suhu ruang IPLR sebesar 8 prosen.